NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

Malam semakin larut, Noah sudah lebih dulu masuk ke dunia mimpi setelah memastikan seluruh mainan dan buku-buku nya tertata di atas meja belajar.

Sementara itu, Bella dan Elena masih terjaga.

Bella duduk bersila di atas karpet sambil melipat pakaian, sedangkan Elena sibuk mengikir kukunya dengan senyum-senyum misterius yang membuat bulu kuduk Bella merinding.

Bella menghentikan aktivitasnya, lalu menatap Elena dengan dahi berkerut dalam.

"El, jujur ya, aku dari tadi mikir terus sampai kepalaku mau pecah. Kamu beneran yakin besok mau mempertemukan Noah sama kakek-kakek itu?" tanyanya.

Elena menghentikan gerakan sejenak, lalu mendongak dengan wajah tanpa beban. "Ya yakinlah, Bell. Kenapa harus ragu? Kesempatan emas tidak datang dua kali."

"Masalahnya, El, bagaimana kalau pria tua itu ternyata bukan ayah kandung Noah? Bagaimana kalau ingatanmu tujuh tahun lalu di hotel itu agak kabur karena kamu panik?" tanya Bella lagi.

"Dunia ini luas, Elena. Bagaimana kalau bentuk alis menukik dan tatapan tajam itu cuma kebetulan mirip saja?"

Elena kembali mengikir kukunya dengan santai. "Mustahil salah, Bella. Kamu belum lihat sendiri bagaimana wajah kakek pemilik kebun teh itu. Begitu aku melihatnya siang tadi, jantungku langsung berdisko tak karuan. Struktur wajahnya, auranya yang menyebalkan itu, bener-bener foto kopi Noah. DNA tidak bisa berbohong!"

Bella melempar kaos yang baru selesai dilipatnya ke atas tumpukan kain dengan gemas. Ia menatap sahabatnya itu dengan pandangan tidak percaya.

"Astaga, Elena! Aku heran deh, entah sejak kapan kamu berubah jadi matre dan senekat ini?!" omel Bella gregetan setengah mati. "Coba kamu ingat-ingat lagi! Dulu, waktu awal-awal kamu tahu kamu hamil, kamu itu nangis-nangis bombay di pundakku. Kamu malu setengah mati, frustrasi, bahkan sampai bersumpah tidak sudi mencari pria tua itu karena mengira masa depanmu hancur. Lalu sekarang apa?"

Elena tertegun sejenak. Ingatan masa lalu saat ia menangis di pelukan Bella memang sempat melintas, membuat pipinya agak merona malu.

Namun, sedetik kemudian, ia kembali memasang wajah tebalnya.

"Itu kan dulu! Dulu aku masih polos, masih mahasiswa unyu yang belum tahu kejamnya harga susu formula anak!"

"Elena!"

"Tapi sekarang situasinya beda. Kamu lihat sendiri kan bagaimana selera makan anakku? Usia enam tahun tapi makannya keju impor, mintanya daging rendah lemak, minta dibelikan ensiklopedia berbahasa Inggris! Kalau aku tetap gengsi dan tidak menggebu-gebu mengejar kakek sultan itu, bisa-bisa kita bertiga makan promag setiap akhir bulan!"

"Tapi tidak dengan cara memeras kakek-kakek beristri senilai seratus miliar juga, Elena Anastasia!" potong Bella, menepuk jidatnya pasrah. "Kalau istrinya yang galak itu tahu, kita bisa diguyur pakai air teh mendidih satu perkebunan!"

"Tenang saja, Kakek itu sudah setuju besok mau melihat Noah. Dia bilang kalau Noah tidak mirip, aku mau dijebloskan ke penjara," ucap Elena santai seraya mengibaskan rambutnya.

"Tuh, kan! Kamu tidak takut apa?!" Bella semakin histeris, gregetan melihat tingkat percaya diri sahabatnya.

"Kenapa harus takut? Noah itu versi mini dari dia. Justru besok Kakek itu yang akan jantungan begitu melihat kembaran kecilnya!" jawab Elena penuh kemenangan, matanya berbinar membayangkan uang seratus miliar yang akan cair.

Bella akhirnya hanya bisa mengelus dada, menarik napas dalam-dalam untuk meredakan emosinya.

Jika Elena sudah keras kepala dan mode matrenya aktif, benteng pertahanan sekokoh apa pun tidak akan bisa menghentikannya.

"Semoga saja besok pagi tidak terjadi pertumpahan darah," doa Bella dalam hati.

*

*

Pagi itu, Noah sudah berdiri rapi di depan teras. Bocah enam tahun itu mengenakan kemeja kotak-kotak yang disetrika sangat licin, celana kain hitam, dan rambut yang disisir klimis belahan samping ala eksekutif muda.

Di sebelahnya, Elena tampil modis dengan gaun kasual, bersiap menuju kantor perkebunan Xander.

Namun, langkah mereka terhenti di gang depan rumah. Tiga orang ibu-ibu kompleks yang sedang memegang plastik sayuran mendadak mencegat dengan tatapan sinis.

"Wah, mau ke mana nih pagi-pagi, Elena? Rapi amat. Mau nyari mangsa baru lagi ya?" sindir Bu RT, memicu tawa renyah dari dua temannya.

"Iya nih. Kasihan ya si Noah, dandanannya sudah kayak anak orang kaya, tapi sayang statusnya di akta kelahiran kosong. Anak haram sih ya, nggak jelas bapaknya siapa," timpal Bu kontrakan sebelah dengan nada nyelekit.

Elena mengepalkan tangannya, bersiap maju untuk mengamuk. Tapi, Noah justru menahan lengan ibunya. Bocah itu melangkah maju satu langkah, melipat tangan di dada, lalu menatap ketiga ibu-ibu itu dengan pandangan sedingin es.

"Maaf, Tante. Secara hukum dan etika pencemaran nama baik yang kalian lakukan barusan bisa dijerat dengan ancaman pidana penjara. Mengingat kapasitas otak kalian bertiga yang tampaknya habis hanya untuk bergosip daripada menghitung inflasi dapur, aku sarankan kalian lebih baik menyimpan energi. Karena sebentar lagi, ayah kandungku akan datang dan membuktikan kapasitas finansial nya."

Ketiga ibu-ibu itu seketika melongo, bungkam seribu bahasa mendengar rentetan kalimat ilmiah dan ancaman penjara dari bocah enam tahun.

"Halah, bocah ingusan sok pintar! Paling cuma menghibur diri karena aslinya dibuang sama bapaknya!"

Mendengar kata dibuang, sumbu pendek Elena seketika meledak. "Heh, jaga mulutmu ya!"

Tanpa ragu, Elena langsung melompat maju. Jari-jarinya dengan akurat langsung mencengkeram dan menjambak rambut Bu RT hingga kondenya miring.

"Aduh! Sakit! Lepas!" jerit Bu RT histeris.

Dua ibu-ibu lainnya panik mencoba melerai, namun Elena sudah mode kesurupan banteng, terus menarik rambut musuhnya dengan beringas.

Noah yang melihat pemandangan bar-bar di depannya hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, lalu menepuk jidatnya dengan dramatis.

"Kenapa genetika mama sangat dominan di bagian otot daripada otak?" batin Noah meratapi nasibnya memiliki ibu super bar-bar.

Setelah drama baku hantam yang berhasil dilerai oleh Noah dengan ancaman panggil polisi, mereka akhirnya sampai di kantor perkebunan teh.

Penampilan Elena kini sedikit acak-acakan, beberapa helai rambutnya keluar dari tatanan dan lipstiknya agak sedikit bergeser.

"Mama memalukan," bisik Noah dingin saat mereka duduk di ruang tunggu. "Tingkat higienitas dan kerapian Mama turun lima puluh persen akibat insiden tadi."

"Diam kamu, Noah! Mama kan membelamu!" gerutu Elena sambil buru-buru membetulkan rambutnya memakai kaca bedak.

Ceklek!

Pintu ruangan terbuka. "Ehem!"

Xander masuk ke dalam ruangan didampingi oleh Joni selaku asisten cucunya.

Pagi ini, Leonard memang memasrahkan seluruh urusan pembuktian ini kepada kakeknya karena dia sendiri tidak memiliki stok topeng silikon cadangan.

Xander menatap Elena yang acak-acakan dari kejauhan dengan tatapan meremehkan.

"Akhirnya penipu ini datang juga. Siap-siap saja kamu masuk penjara setelah ini!" batin Xander sinis.

Mendengar suara langkah kaki, Noah menolehkan kepalanya perlahan. Ia turun dari kursi tunggu, merapikan kerah kemejanya, lalu menatap Xander lurus-lurus.

"Selamat pagi, Papa. Sudah lama ya, tidak bertemu," sapa Noah.

1
Ida Lailamajenun
bukan nya Ele pernah bilang klu sodara tiri nya itu tukang rampas sampai pacar Ele ikut dirampas nya ini kok malah akrab yak
ceuceu
murahan banget elena,harusnya nikah dulu,jadikan pelajaran sebelumnya cukup sekali hamil di luar nikah
Senja: diluar negeri mungkin udah biasa kak🙏 maaf kalau gak sesuai ekspetasi🙏🙏
total 1 replies
ceuceu
kocag noah maen panggil papah aj/Facepalm/
Sweet Heart
Kapan Elena Dan Noah Ketemu Dengan Papa Kandungx Elena Thor. Jangan Sampe Papanya Elena Dah Mati Yahhh Dan Seluruh Hartax Elena Diambil Ibu Tirinya Elena
Lisa Halik
🤣🤣leon bersedialah kamu
Nice1808
sabar leon ntar klo dah lahir aman kok🤣🤣🤣
Nice1808
hhaahha sabar leon , menghadapi ibu hamil ada aja tingkah nya😂
Nice1808
belum dpt kejutan dah tau duluan papa singa ini🤣
ceuceu
Noah pede banget langsung nyapa/Facepalm//Facepalm/
ampun dh kocak parah/Facepalm/
Sri Rahayu
sabar Leon....istri mu lg hamil muda...lanjut Thorr😘😘😘
ceuceu
ternyata noah gen elena matre/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
sumpah ngakak bab ini dari awal/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
noah dagang cu-pang/Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
bikin ngekek aja hahaha
ceuceu
ampun bocah maen ngomongin investasi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sri Rahayu
hahaha....kalian berdua ni kdng lucu kdng bikit greget aja 😍😍😍
Dew666
Makasih thor dah update banyak banyak
Senja: sama2 kak dew, lg mood🤭
total 1 replies
awesome moment
krn cinta luber leon maka elena jd bumil aneh😄😄😄
Senja: Bisa gitu ya kak wkwk
total 1 replies
awesome moment
😄😄😄
Lisa Halik
sabar yaa leon
Lisa Halik
🤣🤣leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!