NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Hari Pernikahan

Hari pernikahan antara Raden Daksa dan Astri pun akhirnya tiba. Sejak kemarin, WO yang mereka gunakan jasanya sudah sibuk mengatur jalannya rangkaian acara. Mulai dari dekorasi hingga persiapan lain akhirnya rampung sehari sebelum acara pernikahan.

Acara pernikahan mereka akan berlangsung di taman belakang rumah Astri. Taman itu pun sudah disulap sedemikian rupa hingga menjadi lokasi pernikahan seperti apa yang diinginkan oleh Astri.

Astri menatap wajah ayunya yang sudah di rias dari pantulan cermin yang ada di dalam kamarnya. Senyuman tipis tersungging manis di bibirnya saat ini. Meski ia tak tau apakah Raden Daksa akan bisa mencintainya atau tidak, namun, Astri bertekad akan menjadi istri yang baik untuk Raden Daksa dan menjadi ibu yang baik untuk Sasmaya.

"Mbak, ayo. Raden Mas Daksa dan keluarganya sudah datang." Ajak Tirta yang menghampirinya di dalam kamar.

Tirta kemudian menggandeng tangan Astri dan membantu Mbakyu itu berjalan dengan santai. Sesekali, ia mengusap tangan Astri yang terasa dingin menggenggam tangannya.

"Gugup ya, Mbak?" Tanya Tirta yang dijawab anggukan oleh Astri. Usianya terpaut lima tahun dari Astri dan hanya Tirta lah satu-satunya saudara yang dimilikinya.

"Kalau keluarga Trah Soeradiningrat bersikap buruk pada Mbak dan Raden Mas Daksa tidak membela Mbak Astri, bilang sama aku ya, Mbak. Aku yang akan melindungi Mbak Astri." Pesan Tirta yang membuat hati Astri bergetar karena haru.

"Jangan khawatir, Le. Raden Mas Daksa pasti akan menjaga Mbak Astri dengan baik." Ujar Astri sambil tersenyum pada adiknya.

Meskipun ia tak tau pasti apakah yang ia ucapkan itu benar atau tidak, namun, entah mengapa hatinya percaya jika Raden Daksa akan menjaganya dengan baik.

Semua orang tampak terpesona kala melihat Astri yang begitu cantik dengan kebaya putih dan dandanan pengantin solo putri. Bunga melati air terjun, menari-nari indah mengikuti gerakan tubuh Astri yang berjalan anggun.

Raden Daksa tersenyum tipis sambil menatap wanitanya yang sedang berjalan ke arahnya. Begitu juga dengan Astri yang menatap lurus ke arah Raden Daksa yang sudah menunggunya di dekat meja akad.

Namun, tak semua orang bahagia dengan pernikahan keduanya. Beberapa keluarga Trah Soeradiningrat yang terpaksa datang saat itu, tampak tak suka melihat Astri yang begitu cantik hari itu, termasuk ibu mertuanya sendiri, Marini, yang enggan menatap ke arah Astri dan juga besannya.

Wanita paruh baya itu, duduk dengan anggun sambil mengipaskan kipas tangannya dengan pelan. Namun, sedari tadi ia terus saja melengos kearah lain.

Kegundahan pun tampak di wajah menantu Trah Soeradiningrat yang lain. Serayu, mengepalkan tangannya erat-erat ketika pria di sebelahnya yang merupakan suaminya sendiri itu justru tak bisa melepaskan pandangan dari Astri.

Kecantikan Astri, benar-benar membuat Raden Dwipa hampir tak berkedip. Raden Dwipa terus menatap ke arah Astri dengan perasaan yang campur aduk.

"Harusnya aku yang ada disana, Astri. Bukan Mas Daksa." Batin Dwipa yang merasa semakin panas saat Astri dan Daksa duduk bersanding di meja akad.

"Raden Daksa Pengayom Soeradiningrat, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Ningmas Danastri Kartawidjaja dengan mas kawin berupa satu set perhiasan emas dan logam mulia seberat seratus gram dibayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Ningmas Danastri Kartawidjaja binti Raden Tedjo Kartawidjaja dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" Jawab Raden Daksa dan disambut dengan ucapan sah dari kedua saksi.

Ucapan syukur pun menggema lirih dan kemudian berlanjut dengan doa yang dibacakan oleh penghulu.

"Bunda! Bunda cantik sekali." Sasmaya menghampiri Raden Daksa dan Astri yang duduk di pelaminan. Ia membawa sebuah buket bunga dan memberikan buket bunga itu pada ibu sambungnya.

"Matur suwun, Nduk. Sasa juga cantik sekali." Puji Astri yang merasa gemas saat melihat Sasmaya memakai kebaya, jarik dan sanggul kecil dengan sirkam kupu-kupu sebagai penghias.

Astri kemudian memeluk dan mengecupi Sasmaya. Satu minggu tak bertemu dengan Sasmaya karena harus menjalani tradisi pingitan, membuat Astri merasa rindu dengan gadis kecil itu.

"Ayah, Sasa boleh bersama dengan Mbah Kakung dan Mbah Uti?" Tanya Sasmaya dengan tatapan penuh permohonan. Netranya yang berkilau membuat Raden Daksa tersenyum.

"Boleh, Nduk." Jawab Raden Daksa.

"Yeee! Sasa mau sama Paklik Tirta dulu." Seru Sasmaya dengan gembira.

"Jalan pelan-pelan njih, Nduk. Ndak boleh lari-lari." Pesan Astri sambil tersenyum.

"Njih, Bunda." Jawab Sasmaya dengan patuh.

Gadis kecil itu berjalan dengan pelan ke arah Raden Tirtayasa Kartawidjaja. Saat sudah dekat, Tirta pun segera berjongkok dan menyambut kedatangan keponakannya itu dengan ceria. Tirta langsung menggendong Sasmaya yang tersenyum bahagia.

Raden Daksa dan Astri yang melihat itu pun tersenyum bahagia. Keduanya memperhatikan interaksi Sasmaya dengan keluarga Astri. Sasmaya selalu tersenyum dan tertawa saat sedang bersama keluarga Astri.

"Sasa sangat bahagia dengan keluargamu, Dek Ayu." Ujar Raden Daksa.

"Aku bersyukur karena Sasa kerasan, Mas." Jawab Astri sambil tersenyum manis. Senyum yang membuat jantung Raden Daksa berdebar kencang.

Namun, dibalik itu semua tetap saja ada orang yang tak suka dengan kedekatan Sasmaya dan keluarga Kartawidjaja.

"Lihat itu, Mbakyu. Ratri benar-benar sedang cari muka pada Raden Daksa. Bisa-bisanya dia memanjakan Sasmaya dengan sebegitunya." Kata Ambar, adik ipar Marini. Istri dari adik laki-laki Raden Soebroto Soeradiningrat.

"Benar itu, Nduk. Bukannya Sasmaya sudah dididik untuk mandiri? Dia bahkan sudah bisa makan sendiri. Tetapi lihatlah, keluarga Kartawidjaja justru mengabaikan apa yang sudah diajarkan oleh Trah Soeradiningrat. Benar-benar tidak menghargai!" Timpal Murti, Kakak perempuan Raden Soebroto Soeradiningrat.

Mendengar itu, tentu membuat Marini merasa geram. Ia merasa jika didikannya pada cucunya itu tak dianggap disini karena Ratri yang memanjakan Sasmaya dengan menyuapi gadis kecil itu makan.

Dengan dada yang bergemuruh, Marini pun menghampiri Sasmaya yang sedang bersama Ratri, Mawarni dan juga Sus Sari. Melihat kedatangan Eyangnya, Sasmaya pun teesenyum riang.

"Sasmaya, bukanhya Eyang Putri sudah mengajarkan cara untuk makan sendiri dengan baik dan sopan? Kenapa masih minta disuapi?" Tegur Marini yang membuat senyum Sasmaya menghilang dan berganti dengan wajah takut. Gadis kecil itu menunduk, tak berani menatap wajah Eyang Putrinya.

"Ngapunten Eyang Putri." Jawab Sasmaya sembari mengambil pelan sendoknya dari tangan Ratri.

"Ibu, jangan terlalu keras pada Sasmaya. Tidak salah kalau sesekali Sasmaya di suapi." Sergah Sukma Mawarni, adik bungsu Raden Daksa dan Raden Dwipa.

"Jangan dibiasakan manja seperti itu! Nanti dia kebiasaan jadi manja. Di keluarga Soeradiningrat, wanita harus bisa mandiri dan mengurus keperluan mereka sendiri sejak kecil. Tanggung jawabnya sebagai wanita untuk mengurus keluarga itu berat. Wanita Soeradiningrat terbiasa mengurus semua keperluan keluarga dan memastikan jika semuanya disiapkan dengan benar. Bukan sibuk diluaran mengurus hal yang bukan menjadi kodratnya sebagai wanita." Jawab Marini yang juga menyelipkan sindiran pada Trah Kartawidjaja.

Mendengar itu, Ratri hanya tersenyum. Ia tetap terlihat tenang meskipun hatinya terasa terbakar karena ucapan Marini.

"Ngapunten, Mbakyu Marini. Saya rasa, ucapan Mawar benar. Ndak ada salahnya kalau sesekali memanjakan Sasmaya. Lagi pula, Kanjeng Rassul pun mengajarkan untuk kita memanjakan anak dari bayi sampai berusia tujuh tahun." Jawab Ratri yang membuat wajah Marini merah padam.

1
Nur Wakidah
Dwipa apa Serayu 😒😒😒
kan wong 2 kui podo2 ne , , ,
Ayunda
walah kok Yo culas y di Dwipa Dwipa itu
Rahmawati
masa sih ini ulah raden dwipa,, kl bener dia sudah keterlaluan tdk mau menerima kenyataan
citraalief
lah.. mbok yo jujur ae too🤦‍♀️ takut ketauan ma orang laen terus laporan ke pasangannya beda😬
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dwipa kek bocah. maen serang dari belakang. pengecut
This Is Me
Parah kelakuan Dwipa kalau benar ini ulahnya😤😤
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!