Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Alex dan damara tercebur ke sawah milik tetangga dengan posisi tubuh damara yang menindih tubuh Alex."Arghhh" teriak damara.
Budhe dan pakdhe Alex berlari ke arah damara dan Alex.Setelah sampai pakdhe Alex membantu Alex dan damara bangun."Alexxx gara gara kamu lihat tubuhku penuh lumpur" teriak damara pada Alex.
Alex yang disalahkan damara pun membela dirinya sendiri , "Apa katamu gara gara aku,justru aku terjatuh gara gara kamu ,kenapa kamu menubruk tubuhku ,aku yang tidak siap jelas jatuh lah" bela Alex."Tapi kalau bukan karena ulah jahilmu aku tidak akan jatuh " ucap damara lagi.
"Tapi" ucap Alex terpotong oleh suara pakdhe Alex."Sudah jangan berkelahi lagi ,lihat tubuh kalian sudah penuh dengan lumpur " ucap pakdhe Alex."Iya lebih baik kalian pulang,tapi bersih bersih dulu di sungai di sebelah sana supaya lumpurnya tidak membuat terlalu risih nantinya" ucap budhe Alex.Alex dan damara mengangguk lalu ingin berjalan ke arah sungai ,namun , "ya allahhh sawahku kenapa seperti ini" teriak seorang wanita tua.
Alex dan damara tidak jadi ke sungai ,mereka memilih mendekat ke arah wanita tua itu , "Nek Amara minta maaf,tadi Amara tidak sengaja jatuh ke sawah milik Nenek" ucap damara sopan, "Alex juga salah Nenek ,Alex juga tidak sengaja " ucap Alex juga.Wanita tua itu mengaruk kepalanya yang tidak gatal , "iya iya bibi maafin tapi kalian harus tanggung jawab ,beresin kekacuan yang kalian perbuat , tolong buat sawah Nenek kembali seperti semula ,tanam padi padi ini lagi ,Nenek sudah sangat tua ,tidak kuat untuk bekerja lama lama" ucap wanita tua itu.
Alex dan damara saling melemparkan pandangan , "baik nek,damara dan Alex akan bertanggung jawab " ucap damara.Wanita tua itu mengangguk ,"untuk benih padinya ada di gubuk itu ya ,sama peralatan peralatan lainnya juga ada di gubuk itu,nenek mau istirahat sebentar " ucap wanita tua itu.
Alex dan damara kemudian pergi menuju gubuk itu untuk mengambil benih padi dan peralatan lainnya.Setelah mendapatkan yang dibutuhkan Alex dan damara mulai menanam padi kembali namun Alex dan damara mengaruk kepala mereka "bagaimana cara menanamnya ya,dan apa gunanya alat ini" ucap Alex pada damara.
Damara mengelengkan kepalanya "aku juga tidak tahu,aku tidak pernah terjun ke sawah sebelumnya "jawab damara , "Terus ini gimana " ucap Dustin.
Budhe Alex datang untuk melihat kondisi Alex dan damara, "Apa kalian tidak bisa melakukannya ,biar budhe bantu ya" ucap budhe Alex yang bernama jiyem , Alex dan damara tersenyum dan mengangguk.Budhe Alex pun turun ke sawah untuk membantu Alex dan damara.
Budhe Alex pun mengajari Alex dan damara cara menanam padi.Setelah beberapa menit belajar Alex dan damara mulai bisa melakukannya .
Budhe Alex tersenyum , "kalian sudah bisa ,budhe tinggal ke ladang lagi ya ,kasihan pakdhe kalian sendirian di sana,kalau ada kesulitan kalian bisa panggil budhe,biar budhe ajari ya" ucap budhe Alex,"baik budhe,terima kasih budhe sudah mau mengajari damara " ucap damara .Budhe Alex tersenyum dan mengangguk.
Setelah kepergian budhe Alex ,damara menyelesaikan tugasnya ,namun saat sedang fokus menanam padi ,tiba tiba tubuhnya terdorong ke depan karena tersenggol Alex yang sedang fokus menanam padi juga , brukkkk,
Alex yang merasa menyenggol sesuatu pun menoleh ke belakang ,dan terlihat damara yang tersungkur ke depan , Alex kemudian membantu damara bangun ,namun. "hahahahahahaha,lihat wajahmu hahahahahaha" tawa kencang Alex.