NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

‎"Loh, Rendra? Kamu Aditya Narendra kan?" Niken yang mengenali Rendra sebagai sahabat putranya pun segera melangkah mendekat.

‎‎Rendra mengangguk dengan senyum sopan. "Tante Niken, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu,"

‎‎"Kabar Tante sangat baik," jawab Niken sambil menarik Rendra ke dekatnya dan menepuk bahunya dengan ramah. "Dulu kamu sering ke rumah bersama Arga, bahkan sering menginap. Lama sekali Tante tidak melihatmu, kamu kemana saja, Nak?"

‎‎"Dua tahun ini saya tinggal di London, Tante," jawab Rendra dengan senyum hangat. "Ada bisnis keluarga yang harus saya urus disana, jadi saya harus menetap sementara."

‎‎"Wah, kamu memang hebat ya," ucap Niken dengan mata yang penuh kagum, kemudian menoleh ke arah pasangan besannya. "Mbak Anita, Mas Wira, Perkenalkan ini Rendra, teman baik Arga sejak SMA."

‎‎Anita memberikan senyum ramah, "Senang bertemu denganmu, Nak Rendra."

‎‎"Salam kenal juga Tante," jawab Rendra dengan senyum hormat. "Saya sangat senang bisa bertemu dengan Tante dan Om,"

‎‎Wira memberikan tatapan tidak puas, dia menatap ke arah putri dan menantunya secara bergantian, "Kenapa kalian pulang terpisah begini? Arga, kenapa kamu membiarkan istri kamu pulang dengan teman kamu ini?"

‎‎Arga segera melangkah maju, wajahnya penuh rasa bersalah. "Maaf Pa, ini bukan salah Rendra. Tadi di kantor terjadi masalah kecil, karena takut Nara merasa tidak nyaman, jadi aku menyuruh Rendra untuk mengantarkan Nara pulang duluan."

‎‎Nara sebenarnya kesal dengan jawaban yang Arga berikan. Namun, ketika matanya menyapu wajah papanya yang masih tampak kurus dan sedikit pucat, ingatan tentang sebulan lalu langsung menghantui dirinya. Saat itu papanya tiba-tiba jatuh pingsan di rumah karena serangan jantung akut hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dokter telah memperingatkan secara tegas bahwa papanya tidak boleh lagi mengalami kejutan emosional apapun, baik marah, sedih, maupun terlalu khawatir, karena bisa memicu serangan kembali yang berpotensi lebih fatal. Bahkan sedikit peningkatan denyut jantung akibat stres bisa membahayakan organ jantungnya yang baru saja mulai pulih.

‎‎"Kalau begitu saya langsung izin pamit sekarang," ucap Rendra dengan sopan. "Saya tidak ingin mengganggu waktu kalian."

‎‎"Tidak mau ikut merayakan ulang tahun menantu kesayangan Tante dulu, Ren?" tanya Niken.

‎‎"Terima kasih banyak Tante, tapi saya ada beberapa pekerjaan yang harus diurus juga." jawab Rendra dengan senyum hangat, lalu menoleh pada Nara yang masih berdiri diam disampingnya. "Nara, sekali lagi selamat ulang tahun ya. Aku pamit dulu."

Hanya anggukan kepala dan senyum kecil yang Nara berikan sebagai jawaban. ‎‎Sementara Arga langsung mengikuti Rendra yang sudah melangkah menuju pintu keluar. Keduanya berjalan dengan diam hingga sampai di halaman rumah, dimana mobil Rendra terparkir disana.

‎‎"Terimakasih ya Ren, kamu sudah mengantarkan Nara pulang," ucap Arga dengan suara rendah setelah mereka berdua berdiri di depan mobil Rendra. "Aku tidak bisa berkata yang sebenarnya di depan keluarga, apalagi papanya Nara baru saja sembuh."

‎‎Rendra mengangguk paham, membuka pintu mobil tapi tidak segera masuk. "Mungkin aku bisa membujuknya pulang, tapi aku tidak bisa membujuknya untuk memaafkan kesalahan yang sudah kamu perbuat, Ga."

‎‎"Aku mengerti, Ren." jawab Arga dengan wajah penuh sesal. "Dan aku siap menerima kemarahan Nara padaku setelah ini."

‎‎"Tapi kesalahan yang kamu lakukan ini sangat besar, membiarkan istrimu melihat burung gagakmu masuk ke sangkar wanita lain. Apa kamu yakin Nara tidak akan meminta cerai darimu setelah ini?" tanya Rendra dengan nada yang tetap tenang, namun penuh dengan sindiran.

‎‎Arga menghela napas panjang, matanya menatap jauh ke arah pintu rumah yang terbuka lebar sebelum kembali menatap Rendra dengan wajah yang penuh rasa bersalah dan kebingungan.

‎‎"Aku tahu aku telah melakukan hal yang tidak bisa dimaafkan begitu saja. Saat Nara melihat aku dengan Alya di kantor, wajahnya... itu seperti aku telah menusuknya dengan pisau tajam." ucapnya dengan suara yang penuh dengan keputusasaan.

‎‎Arga mengusap wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya sedikit bergetar. "Aku tidak punya alasan untuk membenarkan apa yang sudah kulakukan. Aku kehilangan kendali dan menyakiti orang yang paling kusayangi."

‎‎Rendra menepuk bahu Arga. "Kalau begitu kamu harus menunjukkan padanya kalau kamu benar-benar menyesal dan berubah, Ga. Bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata. Nara layak mendapatkan yang terbaik."

‎‎"Aku akan lakukan apa saja untuk mendapatkan maafnya dan memperbaiki segalanya," ucap Arga dengan suara penuh tekad. "Aku tidak bisa kehilangan dia, Ren. Dia adalah segalanya bagiku."

‎‎Rendra memberikan senyum yang tampak hangat, tapi ada nada dingin tersembunyi di dalam matanya saat ia menepuk bahu Arga lagi. "Semoga kamu benar-benar serius dengan kata-katamu, Ga. Nara tidak pantas untuk dipermainkan."

‎‎Dia masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya, lalu menggulirkan kaca jendela ke bawah. Di balik ekspresi yang sopan itu, hatinya sedang bergairah, akhirnya kesempatan yang dia tunggu-tunggu selama bertahun-tahun telah tiba.

‎‎"Sampai jumpa, Ga. Jangan lupa apa yang aku katakan ya," ucapnya dengan nada yang terdengar ramah, namun dalam hati dia berbisik, "Setelah ini akan aku pastikan jika Nara hanya akan menjadi milikku seorang."

‎‎Setelah mobilnya melaju menjauh, Rendra menyembunyikan senyum puas yang muncul di bibirnya. Selama ini dia sudah cukup puas menyaksikan betapa Nara mencintai Arga dengan tulus, hingga akhirnya dia memutuskan pergi ke London karena tidak tahan melihat wanita yang dia cintai bersanding dengan sahabatnya sendiri. Dan sekarang dia merasa kesempatan sudah terbuka lebar untuknya, hanya dia satu-satunya orang yang bisa memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya bagi wanita itu.

‎‎Sementara itu, Arga masih berdiri di teras setelah mobil Rendra menghilang dari pandangan matanya. Setelah beberapa saat merenung, dia menoleh ke dalam rumah dimana keluarga mereka masih berkumpul. Hatinya penuh dengan tekad untuk memperbaiki kesalahannya, tanpa dia sadari bahwa sahabatnya sendiri sedang menyimpan perasaan yang sama terhadap istrinya.

‎‎Arga masuk ke dalam rumah dan tidak menemukan ada istrinya disana, lalu dia langsung menuju kamar mereka dan melihat Nara yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan tatapan kosong. Matanya menatap foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding, wajah mereka yang terlihat begitu bahagia didalam foto seolah menyakitinya lebih dalam.

‎‎Arga melangkahkan kakinya mendekat dan berlutut dihadapan istrinya, "Sayang... aku tahu kamu masih marah padaku. Aku tidak akan memaksamu untuk berbicara denganku sekarang, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar menyesal."

‎‎Nara akhirnya menoleh, matanya merah karena menangis tapi ekspresinya penuh dengan kecewa. "Kenapa kamu berbohong di depan keluarga kita, Mas? Kenapa kamu tidak mengatakan saja yang sebenarnya?"

‎‎"Karena aku tidak ingin membuat papamu stres lagi, Sayang. Dia baru saja sembuh dari sakitnya," jawab Arga, dia ingin meraih tangan Nara yang ada di pangkuan, tapi Nara langsung menarik tangannya cepat.

‎‎"Terimakasih karena sudah peduli dengan kesehatan Papaku, tapi bukan berarti aku akan memaafkanmu, Mas." ucap Nara dengan suara yang sedikit bergetar, "Aku butuh waktu sendiri. Tolong keluar dari kamar ini dan temani yang lain dulu, nanti aku akan menyusul."

‎‎Arga mengangguk, perlahan dia berdiri dan berjalan keluar dari kamar, menutup pintunya dengan pelan. Dia bersandar pada tembok di luar kamar, air mata akhirnya menetes bebas di pipinya.

‎‎"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu, Nara." bisik Arga pada dirinya sendiri.

-

-

-

Bersambung...

1
Farida Dalle
Nah lho... hmn Nara, sekarang kamu bilng benci pd Rendra, pdhl kalian sdh saling berbagi peluh... itulh kamu tetlalu yakin dg Rendra, nyesal jg kan??? iya psti nyesal lh, masak nggak🤣
Farida Dalle
Ayo Zoya, kamu hrs menceritakan semua yg km dengar... semoga ada peluang utk kamu dan Rendra
Farida Dalle
Kamu tdk mau baikan lg sm Arga krn km sdh
terpuaskan dg "barang " yg ada pd Rendra
🤭
Farida Dalle
Bongkar sekalian kebusujan Nara di depan orang tuanya, biar semua tahu bukan hanya Arga yg busuk
tp Nara jg...
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Kamu yg lbh berengsek, Rendra... km tega menghancurkan rumah tangga sahabatmu😡
Farida Dalle
Knp yah dlm novel ini semua tokoh2nya tdk ada yg akhlaknya baik... heran
Farida Dalle
Dasar si Nara,sama yg halal tdk mau tp giliran sm si Rendra dg suka rela ngangkang,dasar....
😡
Farida Dalle
lakukanlh Arga sesukamu, dia itu msh istrimu, yg tdk sah sj bisa dg bebas keluar masuk tanpa hambatan apalgi km yg msh berstatus suami... puaskan si gatal itu biar tdk mencari barang yg lain garuk smpe puas, wkwk
Farida Dalle
Rendra.... plis deh kamu itu sakit jiwa, tdk ada seorng sahabat yg menusuk sahabatnya dg pisau berkarat... kewarasan km benar2 dipertanyakan, mmngnya tdk ada wanita lain, sehingga hrs mengganggu istri orng, ini jg si Nara moralnya sdh rusak, mau2 aja dipeluk2dan dibawa tidur sm laki2 sementara msh jd istri, hadeuhhhh 🤭🤮🙏🙏
Farida Dalle
Kamu curhat pd orng yang salah Ga, dia itu bukan sahabatnu, tp dia adlh iblis... boleh gak thor klu aq nampar si Rendra, biar puas hati ini, sumpah thor aq sebel sampe ubun2😡😡😡
🔥Violetta🔥: Tampar aja kak 🤣🤣🤣✌️✌️
total 1 replies
Farida Dalle
pusing aq tuh.... jd nda bisa ngomong, kedua2nya bikin sebel, iya gak sih.... 🤭🤮
Farida Dalle
Jadi penasaran thor, gmn reaksi Arga klu Nara tiba2 hamil??? 🤔
Farida Dalle
Memangnya Arga ank kcl yg bisa dibohongi, klu itu adlh digigit binatang, Arga jg pengalaman keles🤭🤣
Farida Dalle
Hubungan yg sangat menjijikkan, Rendra adalh iblis berkedok sahabat😡
Farida Dalle
Mending kamu sm Zoya aja tuh Ren, jangan ganggu rumah tangga sahabatmu
Farida Dalle
Nara sdh tdk mau memperbaiki hubungannya dgnmu Arga, krn sdh candu dg yg lbh hot dn lbh beeeesaaaar🤣🤣🤣
Farida Dalle
Thor, biasanya klu tokoh utama itu sifat dn prilakunya baik, tp ini koq sangat2 menyebalkan yah... maaf🙏
🔥Violetta🔥: Yang ini emng dibuat agak laen kak 🤭🤭✌️✌️🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Seharudnya klu mmng Rendra sangat mr cintai Nara, dia tdk akan tega melakukan semua itu ke Nara, Rendra tega merisak rumah tangga sahabatnya dg dalih cinta... yuhhhh gak banged deh, dan dg seenak2nya menikmati tubuh si Nara... itukh yg disebut cinta? atau perusak???
Farida Dalle
Gak banged deh ini Rendra, egois ... trus si Nara nya jg, mau2 sj ditidurin sm si Rendra, klu mmng lbh suka ke Rendra, mending minta cerai dulu lah, setelhnya teserah.... mau tidur, mau tengkurap, atau apa aja serah deh..... 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!