NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 21

Tranaka hanya mengangguk, sekilas menatap mata Alensky yang seolah menginginkan jawaban lebih.

"Kenal seperti apa?" Tanya Alensky lagi.

"Aku kenal, bahkan sudah cukup lama" jawab Tranaka.

"Lalu?"

"Murni dan ibunya bekerja di rumah mewah Meriya sudah sangat lama"

"APA?!"

Tranaka hanya mengangkat alisnya sesaat, mungkin untuk memberikan sebuah pernyataan bahwa seperti itulah kenyataan yang sebenarnya, hubungan Murni dengan keluarga Mawardi.

Alensky masih merasa shock saat ini, seketika menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata, pantas saja Murni tak bisa berbuat apapun untuk dirinya sendiri, lagi pula kenapa juga harus bekerja di rumah Meriya, sungguh sial, batinnya.

"Ada apa?" Tanya Tranaka saat melihat wanita di sebelahnya hanya terdiam dan memijit kepalanya.

"Tidak ada, antarkan aku pulang saja"

"Aku masih ada urusan lain, mungkin kita pulang lebih malam"

"Kamu, bukan kita, dan antarkan aku langsung ke Apartemen, soal kau mau pulang atau enggak bukan urusanku" jawab Alensky yang merasa kesal dengan keadaan saat ini.

Tranaka tidak menjawab, dia tau suasana hati Alensky sepertinya sedang tidak baik-baik saja, akhirnya membiarkan.

Setidaknya sedikit banyak Alensky sudah membuka diri padanya, tentang dari keluarga seperti apa dirinya, walau tidak sepenuhnya Tranaka tau siapa sebenarnya keluarga besar wanita disampingnya yang kini mulai memejamkan mata.

Saat traffic light berwarna merah, Tranaka menghentikan laju mobilnya, di keramaian kota saat ini, Tranaka nampak menikmati pemandangan indah di sebelahnya.

Tangannya perlahan turun tanpa di minta, merapikan anak rambut yang menutupi wajah Alensky.

"Cantik" gumamnya pelan tanpa disadari.

Wajah yang nampak sempurna, alis yang hitam terlukis indah di wajahnya, kulit yang putih kemerahan, mata yang indah memancarkan aura yang memabukkan dan bibirnya_

"Shit!!"

Entah kenapa Tranaka seketika merasakan lonjakan hasrat saat teringat pernah menyentuh bibir ranum milik Alensky.

Segera fokus pada pandangan di depan, seolah takut tak bisa mengendalikan diri jika melihat wajah Alensky saat ini, hingga akhirnya tiba disebuah tempat.

"Hampir jam delapan malam" gumamnya pelan, lalu kemudian mengambil ponsel dan menggunakannya.

"Boutique masih buka?" Tanya Tranaka.

"Masih Tuan, silahkan datang, kami tunggu"

"Okey, aku masuk sebentar lagi" jawab Tranaka lalu mematikan ponselnya.

Melepas sabuk pengaman perlahan, dan membangunkan Alensky pelan.

"Alen bangun, kita sampai" ucap Tranaka, tangannya membelai lembut wajah Alensky.

"Hem" Alensky mengerjabkan mata beberapa kali, cahaya yang masuk sedikit menganggu matanya, lalu kemudian Tranaka menarik tangannya pelan.

"Ini di mana?" Tanya Alensky masih bingung dan menoleh kesana kemari, tidak mengenal tempat ini.

"Butik, kita cari gaun"

"Kita?, buat apa?, kita mau Kawin?"

TUK

Tranaka menyentil dahinya.

"Aduh!"

Alensky menggosok dahinya yang sedikit nyeri karena perbuatan Tranaka.

Alensky mengikuti langkah Tranaka saat ini, tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya sudah di genggam erat untuk mengikutinya.

"Memangnya siapa yang mau cari gaun, kenapa juga aku harus masuk?, aku bisa tunggu di mobil saja Naka!"

"Diam, atau aku cium kamu di depan mereka" ancam Tranaka yang mulai kesal mendengar ocehan Alensky.

"Ish, ngancam nya gak seno-noh"

"Biar kamu cepat diam" balas Tranaka.

Beberapa pelayan langsung keluar dan menyambut mereka, Tranaka lalu melepaskan tangan Alensky.

"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" Tanya salah satu dari mereka.

"Hem, tiga gaun cantik untuk nya, tolong pasangkan dengan punya ku juga"

"WHAT, apa gak salah dengar" batin Alensky yang kemudian langsung mendekati Tranaka.

"Buat apa sih, aku sudah banyak koleksi baju, dan gak perlu lagi menambah berat isi lemari ku"

"Yang pasangan dengan ku gak ada" jawab Tranaka.

"Ck, memangnya buat apa harus di pasangkan, kita tidak ada hubungan Tranaka"

"Siapa bilang, sebentar lagi kau menjadi pasangan ku, lupa yang dikatakan Daddy kemaren malam, aku harus memperkenalkan mu dengan pantas"

"APA?!"

"Sudah, cepat sana ikut mereka, coba gaunnya dan kita segera pulang, ini sudah malam"

"Aku tidak_'

Tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh beberapa perempuan yang sudah tersenyum padanya.

"Naka!" Teriak Alensky terakhir kali sebelum akhirnya masuk ke dalam sebuah ruangan.

Tranaka hanya tertawa lirih sebentar, lalu duduk di sofa yang sepertinya memang di persiapkan untuk nya.

Tak lama, Alensky keluar dengan memakai gaun berwarna biru muda, sejenak Tranaka terdiam, matanya menatap lama, seolah tengah tersihir oleh sebuah mantra, Alensky nampak cantik sekali.

"Ehem, cepat komennya, lama!" Ucap Alensky.

Tranaka tersentak, tersadar dan memberikan anggukan saja, sementara para pelayan tersenyum senang dan menggiring kembali Alensky untuk masuk bersama.

"Nona Alensky memang cantik sekali, semua gaun nampak sempurna saat anda memakainya" pelayan di Boutique itu memberikan pendapatnya.

"Terimakasih" jawab Alensky sambil membenarkan bajunya sendiri.

"Berbeda dengan Nona Meriya, kami benar-benar harus extra hati-hati melayani nya, ujung-ujungnya masih ada yang kurang juga"

"Meriya?" Tanya Alensky terkejut sesaat.

"Iya Nona, pernah dulu Nona Meriya kesini, katanya sih mencari gaun untuk pertunangannya dengan Tuan_"

"Tranaka" sahut Alensky cepat.

"I-iya, maaf Nona"

"Tidak apa-apa, jadi Meriya pernah ke sini juga?"

Mereka mengangguk.

Alensky memberikan senyumnya, lalu mengatakan jika cocok dengan ketiga baju yang sudah di cobanya.

Tak lama akhirnya keluar dari sana bersama dengan Tranaka, lalu kemudian masuk ke dalam mobil dan berpamitan.

"Meriya juga pernah kemari" ucap Tranaka.

"Aku tau" jawab Alensky.

"Tidak apa-apa kan kita membeli gaun disini?" Tanya Tranaka lagi.

"Memangnya kenapa?, toh nanti yang pakai juga kau dan pasangan mu, tidak ada hubungannya dengan ku"

"Ada"

"Ada bagaimana, kita kan hanya pasangan sementara saja"

"Siapa tau nanti jadi selamanya"

"Ck, gak usah ngawur ngomongnya" sahut Alensky.

"Kita lihat saja nanti" jawab Tranaka.

Alensky tak lagi mendebatnya, sudah terlalu malam dan lelah, hanya diam dan menunggu sampai di Apartemennya.

Turun segera, Alensky bahkan tak memandang Tranaka lagi, masih sebal dengan perbincangan terakhir.

"Besok malam jangan lupa datang ke rumah dengan pakaian yang baru kita beli tadi" Ucap Tranaka dan sukses membuat Alensky mematung di tempatnya.

Perlahan-lahan membalikan badan, dan satu langkah maju di lakukan untuk lebih dekat dengan Tranaka yang masih duduk di kursi kemudi.

"Maksud nya?" Tanya Alensky hati-hati.

"Kita punya janji akan bertemu dengan Daddy dan memperkenalkan mu dengan pantas"

"Itu janji mu, bukan aku!" Seru Alensky seketika panik.

"Tapi aku harus membawa mu Alensky"

"Kau ini selalu saja membuat hidupku banyak masalah Tranaka, lalu kita harus bagaimana?, sebaiknya kau segera cari saja pasangan dan bawa ke Daddy mu, bukan aku"

"Bersisik, sudah sana masuk, ingat besok malam aku jemput"

"Aku nggak mau!" Teriak Alensky saat Tranaka mulai menjalankan mobil.

"Aku memaksa!" Teriak Tranaka dan kini semakin jauh tak terlihat.

Yuk komen apa yang terjadi besok malam pada Alensky dan Tranaka saat di perkenalkan. Jangan lupa LIKE, VOTE dan HADIAH nya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!