NovelToon NovelToon
PERFECT REVENGE

PERFECT REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:928
Nilai: 5
Nama Author: SuciptaYasha

Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.

Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.

Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.

Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 Seorin Fashion

Sebuah gedung berdiri megah di pusat kota Seoul. Puluhan model berlalu-lalang di lantai utama. Karyawan sibuk membawa sketsa dan kain. Suasana dunia fashion yang glamor memenuhi seluruh gedung.

Di sinilah Yerin bekerja saat ini, Seorin Fashion.

Sebelum mendirikan Queen Beauty di masa depan, ia lebih dulu bekerja di bawah perusahaan ayahnya.

Di usianya yang sekarang, yakni 25 tahun, ia menjabat sebagai ketua tim perancang busana dan model. Posisi yang tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu rendah, posisi yang sangat pas untuk belajar tata cara kepemimpinan.

Siang itu, ruang rapat dipenuhi presentasi desain terbaru musim gugur yang akan datang. Namun Yerin hampir tidak mendengar apa pun yang disampaikan.

“Ketua Seo?”

“…Nona Seo?”

Yerin akhirnya tersadar. “Hm?”

Salah satu koleganya tersenyum canggung. “Anda baik-baik saja?”

“…Ya.”

Ia langsung kembali fokus pada layar presentasi, meski begitu pikirannya tetap melayang.

Tentang pertunangan. Tentang kompensasi. Tentang bagaimana cara memutus hubungan dengan keluarga Cha sebelum semuanya terlambat.

....

Usai rapat, Yerin duduk sendirian di ruang kerjanya. Tatapannya kosong memandang kota Seoul dari balik jendela besar.

Tok tok.

Pintu terbuka perlahan bersamaan dengan kedatangan seorang wanita muda yang membawa secangkir kopi.

Dia adalah asisten pribadinya, Jung Nara.

“Nona Seo.”

Nara meletakkan kopi di meja sambil tersenyum kecil.

“Anda tidak seperti biasanya hari ini.”

Yerin mengangkat alis. “Maksudmu?”

“Biasanya Anda yang paling bersemangat saat rapat dan selalu punya ide-ide visioner.”

Yerin mengambil kopinya lalu menyeruput perlahan. “Aku hanya sedang bingung…”

Nara memiringkan kepala penasaran. “Bingung soal apa?”

“...Apa ada keluarga yang lebih kaya dan lebih berkuasa daripada keluarga Walikota Cha?”

Nara tampak terkejut mendengar pertanyaan itu dan berpikir sejenak. “Hm… setahu saya… hanya keluarga Seo yang bisa menyamai mereka.”

Yerin langsung menghela napas panjang, sudah menduga tenang jawaban itu.

“Seandainya ada cara untuk membayar kompensasi itu," gumamnya tanpa sadar.

Nara mengernyit. “Kompensasi apa?”

“Bukan apa-apa," jawab Yerin sambil menggeleng cepat.

“Anda benar-benar aneh hari ini.”

“Kerja saja,” kata Yerin mengalihkan pembicaraan.

"Kalau begitu Anda bisa memanggil saya kalau kalau memerlukan bantuan," kata Nara sebelum akhirnya membungkuk kecil dan berjalan keluar ruangan.

Namun tepat setelah pintu tertutup, langkahnya tiba-tiba berhenti. “Keluarga yang lebih berpengaruh dari keluarga Cha ya…" gumamnya.

Matanya berkedip pelan seolah mengingat sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya sangat terkenal di dunia bawah.

Tapi detik berikutnya, Nara langsung menggeleng cepat. “Tidak mungkin… Nona tidak mungkin mau berurusan dengan mafia seperti mereka...." gumamnya sambil tertawa gugup.

.....

Disisi lain, di sebuah gudang tua di pinggiran kota dipenuhi bau besi dan darah.

Lampu-lampu redup berkedip pelan di langit-langit berkarat, menciptakan bayangan mengerikan di antara tubuh-tubuh yang tergeletak di lantai.

Beberapa pria merintih kesakitan. Beberapa lainnya bahkan sudah tidak bergerak lagi.

Darah mengalir tipis melewati sela beton retak. Suara hujan deras di luar bercampur dengan suara napas berat dan erangan penuh ketakutan.

Di tengah semua kekacauan itu, terlihat seorang pria yang tengah berdiri tenang. Sangat tenang seolah seluruh pemandangan brutal itu hanyalah rutinitas biasa baginya.

Wajahnya tampan dengan rahang keras dan mata dingin seperti binatang buas yang tidak memiliki belas kasihan.

Rambut hitam panjangnya disisir ke belakang, sedikit basah oleh hujan dan darah.

Kemeja hitamnya terbuka sebagian, memperlihatkan tato gelap dan bekas luka panjang yang memenuhi leher hingga dadanya.

Cress...

Pria itu menyalakan rokok perlahan. Api kecil dari korek memantulkan sorot matanya yang mengerikan.

Di depannya, terlihat seorang pria paruh baya yang tengah berlutut sambil gemetar hebat. Wajahnya penuh darah. Hidungnya patah. Tubuhnya menggigil ketakutan.

Sedikit saja pria dingin itu bergerak rasanya seperti kematian sedang mendekatinya.

“A-aku mohon…” Pria paruh baya itu menunduk berkali-kali. “Tolong ampuni aku sekali ini saja…”

Pria itu menghembuskan asap rokok pelan, tatapannya datar dan tak peduli meski lawannya memohon belas kasihan di kakinya.

“Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya... tapi kau mengabaikannya." Suaranya rendah. Tenang. Namun justru itulah yang membuat pria paruh baya itu semakin menggigil ketakutan.

“Aku akan bayar! Aku janji akan bayar semuanya!” Pria itu semakin panik.

Tidak ada jawaban. Hanya tatapan dingin yang membuat napas pria paruh baya itu hampir pingsan.

Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu mengeluarkan sebuah map dokumen dari dalam jas hitam panjangnya dan melemparkannya begitu saja ke lantai.

“Tandatangani.”

Pria paruh baya itu berlutut dan membuka map dengan tangan gemetar. Matanya membelalak ketika membaca 'kontrak penyerahan aset.'

“Ta-tapi…”

Ia ragu sesaat, namun itu adalah kesalahan.

BUGH!

“AARGH!!”

Tinju keras menghantam wajahnya hingga membuatnya terpental ke samping dan darah langsung menyembur dari mulutnya.

Pria bertato itu mencengkeram rambutnya kasar lalu menarik kepalanya ke atas.

“Kau tidak punya hak untuk bernegosiasi.”

"A-AMPUN—"

BUGH!

Pukulan lain menghantam wajahnya.

BUKH!

“Aku memberimu waktu.”

BUGH!

“Tapi kau mengabaikannya.”

BUKH!

“Sekarang kau ingin memohon?”

BUKH!

"ACHK!!"

Darah menciprat ke lantai. Pria paruh baya itu dipukuli tanpa ampun sampai tubuhnya benar-benar lemas.

Akhirnya dengan tangan gemetar hebat, ia mengambil pena. “A-Aku akan tanda tangan… Tolong ampuni aku....”

Pria bertato itu akhirnya berhenti, memberi ruang untuknya menandatangani kontrak.

Pria paruh baya itu menandatangani dokumen itu dengan tangan gemetar, begitu selesai, tubuhnya langsung lemas seolah jiwanya tersedot keluar.

Pria bertato itu mengambil kontrak yang sudah ditandatangani sambil meliriknya sekilas.

“Asal kau tahu… Seharusnya kau melakukan ini sejak pertama kali aku menyuruhmu," ucapny dengan tenang, berbanding terbalik dengan apa yang baru saja dia lakukan.

“Aku sebenarnya tidak suka cara penyelesaian barbar seperti ini. Karena itu membuatku terlihat seperti akulah orang jahatnya. Tapi kaulah yang memaksaku melakukan ini..."

Nada suaranya terdengar hampir sopan. Ia kemudian merapikan dasi dan rambut pria paruh baya itu yang berantakan akibat pukulan tadi.

Senyum tipis muncul di bibirnya, senyum yang dingin dan menyeramkan. “Jadi mari kita lupakan masalah ini dan jalani hidup dengan baik. Kau mengerti?”

Pria itu mengangguk cepat sambil menahan tangis.

“Sa-saya mengerti…”

“Bagus.”

Pria itu kemudian berdiri perlahan lalu pergi begitu saja melewati puluhan tubuh anak buah yang ia kalahkan sendirian.

1
Kustri
qu diundang gk nih, pengen jd pagar betis, eh pagar ayu☺
Kustri
nyogok pkai vote biar crazy up😊😍
Caveine: makasihhh😍
total 1 replies
Kustri
klu ayah kandung yohan kakek nara, berarti nara ponakan yohan dong
Caveine: iya kak 😍👍👍
total 1 replies
Kustri
setelah yerin yo han tamat, bisa x thor kisah nara diangkat, unik soal'a☺🥺
Kustri
apa situasi ini ada dikehidupan yerin sblm'a
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
Kustri
lanjuuut
Kustri
qu terkejut, ternyata nara...waow!
keren crita'a
Kustri
nyogok ☕ biar crazy UP
Kustri
yo han anak terbuang... kebetula sekali yg nemu ayah'a

bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
Kustri
lagi" perebutan warisan
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
Kustri
mgkin pas yerin dilamar, blm ada tanda" klu sahabat & pacar'a saling suka
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
Kustri
siapa dia?
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah
Kustri
☕u yerin, semangat cpt sadar kembali u balas dendam
Kustri
thor, kembalinya jendral perang koq blm dilanjut... pdhal qu sukaa lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!