NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Orang yang Tidak Pernah Berhenti Mencari

Orang yang Tidak Pernah Berhenti Mencari

Pria yang selama ini diam-diam memperhatikan Ana dari kejauhan adalah Damar Ragnala Raespati.

Ya.

Damar.

Orang yang selama lima belas tahun terakhir tidak pernah benar-benar percaya kalau kakak tirinya meninggal dalam tragedi kebakaran besar itu.

Semua orang menganggap Dariela Atlanna Zavira Raespati sudah mati.

Tubuh yang ditemukan saat kejadian memang hangus dan sulit dikenali.

Namun entah kenapa, hati Damar selalu menolak mempercayainya.

Selama sepuluh tahun, hidup Damar dipenuhi rasa bersalah yang perlahan menghancurkannya. Ia terus mengingat bagaimana dulu dirinya sering memilih diam saat semua orang menyalahkan Ela.

Dan lima tahun lalu… Damar menemukan fakta yang membuat dunianya runtuh.

Tentang Dariela yang ternyata rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Lavanya—bunda yang bahkan tidak pernah benar-benar menerimanya.

Tentang Dariela yang selama hidupnya hanya ingin dianggap ada.

Namun bahkan setelah menghilang pun… tidak ada yang benar-benar mencarinya.

Dan sekarang…

Damar melihat wanita itu lagi.

Masih hidup.

Masih bernapas.

Namun bukan lagi Dariela Atlanna Zavira Raespati.

Melainkan Ana.

Wanita yang saat ini sedang tersenyum tulus di dapur kecil toko kuenya. Senyum yang dulu hampir tidak pernah Damar lihat… kecuali saat Ela berbicara dengan Lavanya di masa kecil mereka.

Pemandangan itu membuat dada Damar terasa sesak.

Karena ternyata… kakaknya memang bisa sebahagia ini saat jauh dari keluarga mereka.

Ting!

Bunyi lonceng pintu café membuat Ririn—karyawan satu-satunya di toko itu—langsung berdiri menyambut pelanggan.

“Selamat datang.” Ririn tersenyum ramah. “Mau pesan apa, Tuan?”

Damar datang dengan pakaian serba hitam dan topi yang sedikit menutupi wajahnya.

“Kopi sama cheesecake satu,” ucapnya singkat sambil sesekali melirik ke arah dapur belakang mencari sosok Ana.

“Baik. Ada lagi?”

“Tidak ada. Makan di tempat.”

Ririn mengangguk lalu berjalan menuju dapur.

Damar memilih duduk di meja pojok dekat jendela kaca besar.

Suasana café pagi itu tidak terlalu ramai. Hanya ada tiga pelanggan lain yang duduk sambil menikmati minuman mereka masing-masing. Aroma kopi dan kue manis memenuhi ruangan hangat tersebut.

Tak lama kemudian Ririn datang membawa pesanannya.

“Silakan.”

“Terima kasih,” jawab Damar pelan.

Baru beberapa detik setelah Ririn pergi, suara Ana terdengar dari arah dapur.

“Ri, kalau ada yang mau ambil kue ulang tahun, di kulkas udah siap ya.”

Ana keluar sambil membawa tas belanja dan ponselnya.

“Mbak mau ke supermarket dulu. Ada beberapa bahan yang habis.”

“Oke, Mbak,” jawab Ririn cepat.

Damar langsung menoleh.

Dan untuk beberapa detik, matanya hanya terpaku pada wanita itu.

Ana terlihat sangat berbeda dari Ela yang dulu.

Tidak ada lagi tatapan dingin penuh pertahanan. Tidak ada aura tajam yang membuat orang takut mendekat.

Yang ada sekarang hanyalah wanita sederhana dengan wajah lembut dan kehidupan tenang yang selama ini mungkin selalu ia impikan.

Ana berjalan keluar café tanpa menyadari keberadaan Damar sedikit pun.

Tak lama kemudian, Damar ikut berdiri dari kursinya.

Tatapannya mengikuti langkah Ana yang berjalan menuju halte bus kecil di seberang jalan.

Dan saat melihat wanita itu naik bus kota sendirian… hati Damar kembali terasa nyeri.

Karena putri keluarga Raespati yang dulu hidup di rumah mewah kini bahkan terbiasa bepergian menggunakan bus umum tanpa mengeluh sedikit pun.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!