NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Hari Minggu Yang Manis

Siang hari matahari bersinar dengan teriknya.

Kaelric dan Veliora tidak pergi kemana-mana hari itu. Kebetulan mereka berdua sama-sama tidak suka tempat yang ramai. Jadi, mereka membenamkan diri di tempat masing-masing.

Misalkan : Kaelric lebih suka berkutat dengan tablet di tangannya. Sedangkan, Veliora lebih suka mengurung diri di kamar.

Selesai makan siang pun begitu. Tidak terjadi obrolan yang intim seperti pagi tadi. Siang itu, Veliora memesan makanan dengan delivery. Karena dia ingin segera mengerjakan tugas kuliahnya. Sedang Kaelric, makan di belakang dekat kolam.

Hari itu hati Kaelric merasa tak karuan. Dia merasa, Veliora telah jatuh cinta padanya. Sedangkan dia sendiri pun mempunyai perasaan yang sama.

Berulangkali dia melihat ke arah jendela kamar Veliora. Yang Kaelric tak tahu, di atas sana Veliora juga memandang ke arah kolam renang. Dimana Kaelric duduk sendirian.

"Kasihan Daddy sendirian di kolam. Mengapa jika bersamanya aku nyaman?. Mengapa aku ingin hanya sekedar menyentuh dirinya?. Seperti pada Papi dulu. Tapi beda. Kalau ke Papi, lebih kepada orang tua. Kalau padanya, ... Ah, aku bingung! "

Veliora mengusap wajahnya berkali-kali.

"Dad.. I love you so much. Aku gak mau dia jadi milik cewek lain. Aku gak suka. "

"Apa aku harus kesana ya? "

"Ya udah deh. Aku turun aja, berenang sama Daddy pasti asyik. Tugas kuliahku kan udah selesai. "

Veliora menutup laptopnya, kemudian turun.

Langkahnya pelan, hampir tanpa suara, menyusuri tangga menuju area belakang. Udara pagi masih sejuk, tapi entah kenapa… jantungnya terasa lebih hangat dari biasanya.

Kaelric masih di sana.

Duduk di tepi kolam, sendirian.

Ia tidak langsung mendekat.

Veliora berhenti sejenak… lalu tanpa banyak pikir, ia melepas sandalnya dan masuk ke air.

Riak kecil terdengar.

Kaelric menoleh.

Tatapan mereka bertemu—singkat, tapi cukup untuk membuat suasana berubah.

Veliora mendekat perlahan di dalam air kemudian naik ke atas melalui tangga stainless. Jarak di antara mereka kini semakin tipis. Tidak ada kata-kata. Hanya suara air yang bergerak pelan.

Kaelric masih berdiri di pinggiran kolam.

Kini mereka sejajar.

Terlalu dekat.

Veliora bisa merasakan kehangatan tubuh pria itu, meski air di sekitar mereka dingin. Jari-jarinya hampir menyentuh lengan Kaelric… ragu, tapi tidak benar-benar menjauh.

Kaelric tidak bergerak mundur.

Justru diam.

Seolah memberi ruang… atau mungkin, menunggu.

"Daddy gak ingin masuk ke air? Temani alu, Dad. "

Kaelric merasa terusik. Kemudian, akhirnya dia bergabung dengan Veliora di kolam renang.

Dia lepas kemeja putihnya. Celana yang dikenakan juga dilepas di pinggiran kolam.

Hanya menyisakan boxer ketat yang memperlihatkan bagian bawah tubuhnya.

Veliora menelan ludah. Menatap pemandangan di depan matanya.

"Dad...! "

Matanya tak berkedip. Kaelric diam. Dia hanya memalingkan muka ke arah riak air kolam yang bergerak tak beraturan.

Ujung jari Veliora akhirnya menyentuh kulitnya hanya sekilas, ringan, tapi cukup untuk membuat napasnya sendiri tertahan.

Tidak ada yang bicara.

Tapi keheningan itu terasa lebih berisik dari apa pun.

Kaelric menatap gadis itu. Lama. Ingin tahu seberapa jauh gadis itu menahan perasaan.

"Dad.. Daddy... "

"Boleh gak aku bertanya sesuatu? "

"Ya... Boleh! "

Kata Kaelric. Matanya beralih ke wajah gadis manis di depannya. Kedua tangan Veliora bergerak ke arah dada Kaelric yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Diusapnya dada Kaelric dengan perlahan. Kaelric pun memejamkan mata. Kepalanya mendongak ke atas.

Veliora menyandarkan kepalanya ke dada Kaelric.

Tangan Kaelric menyentuh pinggang ramping milik Veliora. Ditariknya tubuh Veliora hingga bersentuhan kulit dengannya.

Detak jantung keduanya sulit untuk dikendalikan. Napas hampir tersengal.

"Daddy... Aku sayang sama Daddy. Aku gak mau ada cewek lain yang mendekati Daddy. Kalau ada yang berani begitu, aku akan menghancurkannya. "

Veliora berkata sambil masih bersandar di dada Kaelric. Sambil tak lupa jari-jari mungilnya mengusap lembut.

Kaelric memeluk Veliora erat. Seolah enggan melepaskannya.

"Apa maksud kamu? "

"Di Aegis Consortium banyak sekali gadis cantik yang ingin menjadi milikku. "

"Nah, bagaimana Veliora?. Apa aku harus menolak pesona cantik di wajah mereka? "

"Gak Dad... Gak. Pokoknya gak boleh. "

"Lha, kalau gak boleh berarti aku gak boleh kawin dong? "

Kata Kaelric pura-pura tidak tahu ke arah mana perbincangan Veliora. Gadis ini kelihatan

benar-benar mencintainya.

"Padahal, aku udah kebelet pengen kawin, Veliora. Pake banget! " Katanya dalam hati.

Merasa gemas dengan gadis di depannya, akhirnya Kaelric terjun ke kolam renang sambil membawa Veliora ke gendongannya.

Veliora terkejut, sekaligus senang. Dia merasa, kalau Daddy Kael - nya itu telah jatuh cinta padanya. Tapi, belum mau mengatakannya. Mungkin, menunggu waktu yang tepat.

Sampai di kolam, mereka pun saling berpegangan tangan dengan berdiri berhadapan. Mata mereka bertemu. Akhirnya, dengan berani Veliora mendongak ke atas. Menautkan bibirnya dengan bibir Kaelric.

Tubuh mereka semakin rapat dan erat. Kulit mereka saling bersinggungan. Ada aliran listrik yang mengalir di tubuh mereka.

"Veliora, kamu sudah punya cowok belum? "

"Belum, Dad! "

"Kenapa?. Apakah gadis secantik kamu tidak ada satu cowok pun di kampus yang melirikmu? "

"Mana ada yang berani? "

Kaelric tersenyum. "Thanks sobat. Kau overprotective pada putrimu. Berarti, akulah pemenang tunggalnya." Batin Kaelric.

"Memang kenapa, Veliora?"

"Kalau ada yang berani mendekati aku, akan dicincang habis sama Papi."

Kaelric tertawa renyah mendengar ucapan Veliora. Kemudian dia membelai rambut panjang miliknya.

Kemudian Veliora ditarik lebih erat ke tubuhnya

Veliora pun membenamkan kepala ke dada Kaelric.

Sepertinya, mereka berdua menikmati suasana saat ini.

"Dad... Aku takut. Aku takut, Dad."

"Papi sudah tidak ada. Sedang Mami, terlalu sibuk dengan usaha kosmetiknya. Aku tak pernah diperhatikan sama Mami. Memang benar, Mami selalu kasih uang buat aku. "

"Tapi, aku ingin Mami setiap hari ada untukku, Daddy!"

Kaelric diam saja mendengarkan curahan hati Veliora. Sembari tangannya membelai rambut Veliora yang panjang. Mereka berdua masih di kolam renang.

"Apa yang kamu harapkan dari seorang Kaelric Vorn, Veliora?"

Tanya Kaelric.

"Gak banyak, Dad. Hanya cinta. "

Jawab Veliora dengan jujur. Ya, dia jujur pada Kaelric. Dia tidak mungkin akan terus memendam perasaan di hatinya.

"Berapa lama kamu mengenalku, Veliora?? "

"Sedari kecil aku sudah mengenal Daddy. Waktu itu aku panggil Daddy dengan sebutan Om. Tapi, aku lebih suka panggil Daddy".

" Daddy yang hot! "

Veliora mendongakkan kepala untuk mengucapkan kalimat itu. Tepat, ke telinga Kaelric. Sambil mendesah manja. Benda milik Kaelric agak menegang karena desahan kecil Veliora.

Sial!. Kenapa dia jadi berdiri?. Aduuuh!. Mau minta tanggung jawab?... Aduuh, gimana ya?.

"Kamu tunggu disini sebentar ya?. Daddy mau ke toilet." Veliora mengangguk perlahan.

Akhirnya, Kaelric melompat naik ke atas. Lalu berjalan ke arah toilet di belakang rumah. Biasanya, toilet ini sering digunakan asistennya untuk membersihkan diri.

Veliora mengikuti langkah kaki Kaelric. Dia menempelkan telinga di pintu toilet. Sengaja, dia ingin tahu apa yang dilakukan Kaelric di dalam sana.

Veliora terkejut mendengar suara erangan dari dalam. Dia panik, kebetulan pintu toilet tidak ditutup penuh.

"Daddy... Apa itu? "

Katanya sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangan.

Shit!  Kenapa dia malah ikut masuk ke sini?.

"Kenapa kamu mengikuti aku, Veliora?"

Tanyanya dengan nada marah.

"Tidak tidak, Dad. Maafkan aku, karena aku mendengar suara Daddy tadi.... ! "

Veliora menggigit bibir bawahnya.

"Daddy, mau aku bantu? "

Katanya sambil melirik benda yang ada di genggaman Kaelric.

"Nggak. Kamu keluar sana! "

"Ayolah, Dad. Aku bantu ya? "

Veliora mendesak Kaelric.

"Memang kamu bisa? ". Veliora tak menjawabnya. Dia langsung masuk ke dalam. Ditanggalkan semua pakaiannya. Lalu dia duduk berjongkok di bawah Kaelric.

Kaelric memejamkan mata. Tangan Veliora terulur ke arah benda milik Kaelric.

" Tahan ya Dad? "

Dengan ritme yang teratur Veliora menggerakan tangannya naik-turun. Kadang pelan lalu cepat, kadang cepat lalu pelan.

Akhirnya, Kaelric duduk di lantai. Tangannya meraih tubuh Veliora agar mendekat ke arahnya sambil mendesah keenakan.

Kakinya dibuka sedikit. Duduklah Veliora di antara kedua kakinya. Tangan Veliora masih berada di benda milik Kaelric.

"Dad... Enak kan? " Kaelric mengerjakan mata.

"Veliora.. Aku ingin itu. "

Tanpa menunggu jawaban, Kaelric meraih dua gumpalan boba milik Veliora. Dia remas-remas boba Veliora hingga yang punya boba teriak-teriak tak karuan.

Kaelric meletakkan telunjuknya di bibir Veliora.

Ssstttt!!!!...

Untuk meredam teriakan Veliora, akhirnya Kaelric membungkamnya dengan ciuman bertubi-tubi.

Kaelric menyalakan kran air. Jadilah, mereka berdua basah kuyup di dalam toilet.

Sore itu security di Mansion Kaelric tak ada yang berani ke arah belakang. Karena dia sudah berpesan pada mereka. Dia ingin hari minggu ini adalah miliknya sendiri.

"Ini baru permulaan Veliora. "

"Atau kamu mau sekarang? '

" Aku takut, Dad! '

"Lalu, kenapa kamu selalu menggodaku, bahkan merangsang milikku? '

Veliora terdiam. Dia sebenarnya sudah tahu, akibat sikap manjanya pada Kaelric. Tapi, dia tak menyadari kalau sikapnya itu bisa meledak kapan pun juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!