NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Petir

Kaisar Naga Petir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kultivasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Niana Eve.

Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.

Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.

Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.

Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.

Sejak hari itu, takdirnya berubah.

Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Keluarga Zhang

Pagi hari tiba di Kota Qing.

Matahari baru saja terbit namun halaman utama keluarga Zhang sudah ramai dipenuhi orang.

Hari ini adalah ujian tahunan keluarga dan semua murid muda akan menunjukkan hasil kultivasi mereka untuk pengujian apakah mereka akan bertahan di keluarga atau justru akan dikeluarkan dari keluarga.

Dan bagi keluarga Zhang ini adalah acara penting karena hasil ujian akan menentukan status seseorang di keluarga. Seperti tiga tahun lalu saat Zhang Tian menunjukan bakat yang luar biasa bisa membuat seluruh kota Qing heboh, kali ini keluarga Zhang juga berharap akan ada bakat yang membuat keluarga Zhang kembali dikagumi oleh semua orang.

Di tengah keramaian, Zhang Lei berdiri sambil tersenyum percaya diri dengan Aura spiritual samar terlihat di sekitar tubuhnya.

Aura yang sengaja di perlihatkan oleh Zhang Lei membuat banyak murid langsung memandangnya dengan kagum.

Seorang murid yang ada dilapangan berkata dengan ekspresi kekaguman, “Zhang Lei pasti jadi nomor satu lagi tahun ini.”

“Tentu saja.” Seorang murid wanita dengan rok mini berkata dengan mata menyala dan penuh pemujaan pada Zhang Lei. “Aku dengar kakak Zhang Lei sudah mencapai tingkat delapan Penempaan Tubuh.”

Wanita dengan rok mini berkata lagi, “Kakak Zhang Lei itu benar-benar genius. Jika kakak Zhang Lei mau sekali saja mengajak aku makan, aku rela menyerahkan tubuhku untuknya.”

Mendengar hal ini, banyak murid wanita di keluarga Zhang juga menatap Zhang Lei dengan mata cerah. Masing-masing menonjolkan kelebihan tubuh mereka di depan Zhang

Lei berharap Zhang Lei akan melirik mereka dan mengajak mereka berkencan.

“Kakak Zhang Lei, aku mencintaimu.” Seorang wanita dengan lekuk tubuh menggoda berteriak padanya.

“Kakak Zhang Lei, aku ingin melahirkan anak darimu.” Wanita yang mengenakan rok mini juga tidak mau kalah.

“Kakak Zhang Lei.”

“Kakak Zhang Lei.”

......................

Mendengar pujian di sekitarnya, senyum Zhang Lei semakin lebar. Lalu matanya menatap wanita yang berdada besar dan menggunakan rok mini lalu berkata, “Kalian berdua, nanti malam temani aku.”

Saat berbicara, nadanya sangat santai seolah-olah mengajak dua wanita itu menemaninya adalah kehormatan bagi kedua wanita itu.

Mendengar Zhang Lei mengajak mereka untuk menemaninya nanti malam, kedua wanita itu tertawa bahagia sembari melompat-lompat. Bahkan mereka sesekali memberikan pandangan genit ke arah Zhang Lei.

Sementara murid laki-laki keluarga Zhang yang lain hanya bisa menghela nafas berat.

Meskipun mereka sedikit iri karena bisa mengajak dua wanita cantik sekaligus untuk menemani tidur, namun mereka jelas tidak akan bisa melakukan itu. Siapa suruh orang lain adalah jenius di keluarga.

Beberapa detik kemudian, salah satu murid pria tiba-tiba bertanya pada rekan di sampingnya,“Ngomong-ngomong, Zhang Li, apakah sampah itu akan datang?”

Murid yang bernama Zhang Li itu menatap rekannya lalu tertawa mengejek, “Hahaha.. Zhang Qi, Maksudmu Zhang Tian?”

Zhang Qi mengangguk kecil, “Tentu saja dia, siapa lagi di keluarga Zhang yang menjadi sampah selain dia.” Zhang Qi menggelengkan kepala.

Zhang Li menjawab datar, “Kalau aku jadi dia, aku pasti sembunyi di kamar daripada mempermalukan diri. Belum lagi kemarin Zhang Lei berkata jika Zhang Tian itu berani datang, dia akan mematahkan anggota tubuhnya.”

Kemudian banyak murid keluarga Zhang juga tertawa terbahak-bahak saat mendengar nama Zhang Tian yang menjadi sampah.

Ketika semua orang keluarga Zhang mendengar nama Zhang Tian, yang terlintas di kepala mereka adalah sampah dan aib di seluruh kota Qing. Karena hal inilah banyak orang memandang Zhang Tian dengan jijik.

Bagi mereka, Zhang Tian adalah aib bagi keluarga Zhang mereka. Selama Zhang Tian masih berada di keluarga Zhang, keluarga Zhang akan terus menjadi bahan tertawaan.

Di kursi utama, Zhang Guocheng duduk dengan wajah datar sambil menatap murid-murid keluarga Zhang sambil terus mengangguk puas.

Di sampingnya ada beberapa tetua keluarga yang duduk tak jauh darinya.

Salah satu tetua berambut merah seperti api mendengus ketika mendengar nama Zhang Tian disebut.

“Anak itu benar-benar mempermalukan keluarga. Setelah ini, kita harus mengusirnya dari keluarga agar keluarga kita tidak terus menerima penghinaan. Sudah tiga tahun dia menghabiskan sumber daya keluarga tanpa ada hasil apapun.”

Tetua lain yang menggunakan jubah biru dan hitam juga mengangguk setuju.

Tetua berjubah biru lalu berkata, “Guocheng, kalau hari ini Zhang Tian tetap gagal, lebih baik usir saja. Kamu sudah cukup baik tidak mengusirnya langsung dari keluarga tiga tahun lalu. Kali ini, jangan beri dia kesempatan lagi.”

Zhang Guocheng hanya mengangguk namun dia tidak langsung menjawab. Sementara tatapannya hanya tertuju ke gerbang halaman.

Entah kenapa meskipun dia juga merasa Zhang Tian telah mempermalukan keluarga selama tiga tahun, dia masih sedikit berharap ada perubahan. Dengan begitu, Zhang Tian tidak perlu di usir dari keluarga.

Dengan begitu, Zhang Guocheng juga tidak akan melanggar janjinya pada orang itu.

Saat semua orang tengah sibuk membahas Zhang Tian, suara langkah kaki terdengar dari arah kejauhan.

Tap.

Tap.

Tap.

Semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara. Saat pandangan mata semua orang melihat siapa yang datang, detik berikutnya halaman keluarga mendadak sunyi senyap.

Karena orang yang datang tak lain adalah Zhang Tian yang mereka semua bicarakan.

Namun kehadirannya kali ini membuat beberapa orang yang bermata jeli mengerutkan kening.

Jika sebelumnya Zhang Tian jalan dengan tubuh yang sedikit bungkuk dan tidak memiliki semangat, Tapi kini tubuhnya berdiri tegak dan penuh percaya diri.

Selain itu, tatapannya matanya juga sangat tenang. Jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

Saat beberapa orang memperhatikan aura di tubuhnya, mereka sekali lagi dibuat terkejut.

Karena ada Aura Spiritual samar terlihat di sekitar tubuhnya.

Zhang Lei yang memperhatikan Zhang Tian langsung menggelengkan kepala seolah tidak percaya dengan matanya.

“Itu mustahil…” Zhang Lei menggelengkan kepala sambil menampar wajahnya untuk menyadarkannya dari mimpi.

Namun setelah rasa sakit yang dia rasakan di pipinya, dia tahu kalau ini bukanlah mimpi.

“Bagaimana mungkin ada aura spiritual?” Zhang Lei bergumam dengan heran.”

Bukan hanya Zhang Lei dan beberapa murid lain yang terkejut, bahkan para tetua juga tak kalah terkejut.

Karena kultivasi mereka yang jauh lebih tinggi, tentu saja mereka bisa merasakan energi spiritual dari tubuh Zhang Tian.

Zhang Guocheng, yang dari awal terlihat sangat tenang juga perlahan menyipitkan mata ketika melihat Zhang Tian.

“Anak ini.. Apakah dia berhasil berkultivasi lagi?”

Zhang Guocheng bergumam dengan suara heran.

Namun tidak ada yang memberinya jawaban apapun.

Melihat ada aura spiritual di tubuh Zhang Tian, Zhang Qi mendengus dingin.

“Hmph.. Paling dia hanya pura-pura. Mana mungkin sampah itu tiba-tiba pulih dan bisa berkultivasi lagi.”

Zhang Li, pemuda berambut kuning, pemuda dengan wajah kurus dan beberapa orang langsung mengangguk setuju.

Jelas, dimata mereka, Zhang Tian tidak mungkin bisa berkultivasi lagi.

Tapi di antara semua orang, ada juga yang bermata jeli dan bisa langsung merasakan

kalau di tubuh Zhang Tian bukan hanya ada aura spiritual, namun basis kultivasinya sudah pulih.

Adapun Zhang Tian, dia tidak memedulikan kehebohan orang-orang sama sekali. Dia berjalan perlahan menuju arena ujian dengan tatapan tenang.

Bukan karena dia tidak mendengar kata-kata mereka tentangnya, tapi dia ingin membuktikan pada mereka bahwa dia bukan sampah seperti sebelumnya.

Kali ini, dia bukan hanya datang untuk ujian keluarga, tapi juga untuk membalas dendam pada orang-orang yang melukainya. Terutama Zhang Lei yang selalu membuat masalah dengannya.

Di sebuah dimensi dalam dirinya, petir kecil mulai bergerak dan wujud naga yang terlihat kecil berteriak dengan keras.

Itu adalah Roh Kaisar Naga Petir yang ternyata menyatu dalam tubuhnya.

Roh Kaisar Naga Petir tertawa lalu berkata, “Hahaha.. Bocah kecil, sepertinya orang-orang ini sangat meremehkanmu. Jadi kamu harus menunjukan pada mereka siapa sebenarnya sampah disini.”

......................

Zhang Tian berjalan ke halaman utama di saksikan oleh semua mata yang tertuju padanya.

Semakin dia berjalan mendekat, Aura spiritual samar yang muncul dari tubuhnya membuat banyak orang semakin kesulitan untuk percaya.

“Bagaimana mungkin?” Tetua berambut merah menatap Zhang Tian dengan mata menyipit tak percaya. “Bukankah dikatakan satu hari sebelumnya dia masih menjadi sampah? Namun pagi ini…”

Tetua itu tidak melanjutkan kata-katanya karena selain dia, banyak orang juga merasa heran. Terutama Zhang Guocheng. Karena sehari sebelumnya, dia melihat sendiri kondisi Zhang Tian seperti apa.

Namun saat dia bertemu lagi hari ini, dia memancarkan aura seorang kultivator yang tidak berbeda jauh dengan milik Zhang Lei.

Di tengah kerumunan, Zhang Lei terus menyipitkan mata menatap ke arah Zhang Tian.

Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan dan kepalanya terus menggeleng tak percaya.

Meskipun dia tahu apa yang dia lihat ini nyata, namun otaknya masih tidak percaya.

Dia paling tahu seperti apa kondisi Zhang Tian sehari sebelumnya. Bahkan kemarin dia masih bisa menendangnya dengan mudah seperti bermain dengan anak kecil, namun hari ini. Aura di tubuhnya justru tidak berbeda jauh dengan dirinya.

Selama tiga tahun terakhir, Zhang Tian bahkan tidak mampu mengumpulkan energi spiritual sedikit pun. Dan setiap saat dia bertemu dengannya, dia akan memukulnya hingga babak belur.

Tak lama kemudian, mata Zhang Lei berubah menjadi dingin. “karena kamu sudah datang dan tidak mau mendengarkan kata-kata ku kemarin, maka kamu akan menerima akibatnya nanti.” Suaranya tidak besar, namun semua orang yang hadir bisa mendengar nada ancaman dari Zhang Lei ditujukan pada Zhang Tian.

Beberapa orang yang hadir saat Zhang Tian dipukuli hingga mengenaskan juga akhirnya sadar dengan yang di katakan Zhang Lei pada Zhang Tian untuk tidak menampakan batang hidungnya di ujian kali ini.

Tak lama kemudian, seorang tetua dengan rambut perak dengan tongkat di tangannya langsung berdiri menenangkan semua orang. Tetua inilah yang bertugas sebagai pengawas ujian keluarga kali ini.

“Semua tenang.” Tetua itu berkata.” Aku adalah Zhang Xue yang akan bertugas menilai kali ini. Karena semua peserta sudah hadir maka ujian keluarga bisa dimulai sekarang!”

Setelah tetua berambut perak selesai berbicara, suasana langsung ramai. Banyak murid keluarga Zhang yang sangat antusias. Beberapa murid keluarga Zhang mulai menunjukkan ekspresi percaya diri di mata mereka.

Karena bagi mereka, ujian ini adalah kesempatan untuk meningkatkan status.

Hal ini juga dirasakan oleh Zhang Tian. Karena bagi Zhang Tian, ujian ini adalah kesempatan untuk merebut kembali harga dirinya yang di permalukan selama tiga tahun.

Tetua Zhang Xue mengangkat tangannya lalu menunjuk ke arah batu besar berwarna hitam pekat di tengah arena lalu berkata dengan suara keras, “Kalian semua sudah tahu apa yang harus kalian lakukan pada batu ini. Cukup salurkan energi spiritual di tubuh kalian, maka hasilnya akan terlihat.” Ucap tetua itu.

Zhang Tian juga mengamati batu yang di tunjuk oleh tetua Zhang Xue.

Satu cahaya spiritual adalah penempaan tubuh tingkat pertama, dua cahaya adalah tingkat kedua dan begitu seterusnya.

Ketika delapan cahaya spiritual yang bersinar cerah di depan mata semua orang, kerumunan langsung heboh.

“Ternyata kakak Zhang Lei sudah berada di alam penempaan tubuh tingkat delapan.”

Wanita berdada besar dan wanita yang mengenakan rok mini tak kuasa menahan berteriak kagum.

“Penempaan Tubuh tingkat delapan?” Zhang Xue yang menjadi pengawas mengangguk puas.

Zhang Guocheng dan beberapa tetua lain juga mengangguk puas.

Tetua berambut merah berkata dengan senyum cerah, “Seperti dugaan, Zhang Lei benar-benar monster. Kelak dia akan membuat keluarga Zhang naik hingga ke puncak.”

Tetua berjubah hitam juga angkat bicara, “Di usianya sekarang, tingkat delapan sudah sangat hebat. Dibandingkan dengan murid keluarga lain, Zhang Lei bisa dianggap top sepuluh jenius teratas.”

Di atas arena penilaian, senyum di wajah Zhang Lei bersinar semakin lebar.

Dia menikmati tatapan kagum semua orang dan sangat menyukai saat-saat dipuji oleh semua orang.

Sesaat kemudian, tatapannya kembali jatuh kepada Zhang Tian.

Jika sebelumnya dia masih merasa sulit percaya karena Zhang Tian bisa berkultivasi lagi, namun setelah berfikir, mustahil baginya untuk mencapai pencapaian yang dia dapatkan saat ini. Setidaknya Zhang Tian akan memulai lagi dari awal seperti murid baru lainnya.

Dari kedalaman matanya, ada tatapan rasa kasihan dan penghinaan pada Zhang Tian.

Sementara Zhang Tian, dia sama sekali tidak terpengaruh oleh hiruk pikuk di sekitarnya.

Entah kenapa, setelah kejadian dia disambar petir yang membuat rasa sakit baik tubuh dan jiwa, kondisi mentalnya kini jauh lebih stabil. Seolah-olah bahkan jika gunung berapi meletus di depan matanya, dia tidak akan terpengaruh.

Pengawas ujian menatap Zhang Lei sambil mengangguk puas.

“Bagus. Dengan bakat seperti ini, kau mungkin bisa masuk sekte besar di masa depan dan membawa nama keluarga Zhang lebih tinggi.”

Zhang Lei langsung membungkuk hormat, “Terimakasih senior atas pujiannya. Aku akan berusaha keras untuk membanggakan nama keluarga Zhang.”

Setelah semua pemuda keluarga Zhang naik melakukan pengujian selesai, akhirnya tersisa satu orang yang belum melakukan ujian penilaian.

“Sekarang giliran Zhang Tian.” Suara Zhang Xue menggema kembali menyadarkan semua orang.

“Hahaha.. Ayo lihat tingkat berapa sampah itu!” Zhang Yan berkata dengan tatapan penuh minat.

Di sampingnya, Zhang Hu berkata dengan cepat, “Aku rasa dia mungkin telah berlatih keras dan kultivasinya sudah berada di tingkat pertama alam penempaan tubuh.”

“Alam penempaan tubuh? Ckckck.” Kerumunan langsung tertawa lebar.

Banyak orang memandang Zhang Tian dengan penuh ejekan.

Saat ini, wanita yang mengenakan rok mini berkata sambil menghina, “Huh, kalian terlalu memandang tinggi sampah itu. Aku bahkan bertaruh jika sampah itu tidak akan mencapai satu alam pun di tingkat penempaan tubuh. Jika aku kalah, aku akan melepas seluruh pakaian di depan umum dan siap di perkosa beramai-ramai.”

“Yah, aku juga akan bertaruh jika sampah itu tidak akan mencapai alam apapun.” Wanita dengan dada besar berkata dengan percaya diri, “Jika aku kalah, aku akan menggonggong seperti anjing dan mengingat leherku lalu diseret seperti anjing.”

Beberapa murid lain juga melakukan taruhan tentang Zhang Tian, bahkan mereka sudah membayangkan hasil memalukan yang akan muncul nanti.

Namun Zhang Tian tetap tenang, matanya menatap dua perempuan yang bertaruh itu dengan tatapan aneh.

“Benar kata pepatah, terkadang orang yang berdada besar itu rata-rata otaknya kosong.” setelah berkata, dia berjalan perlahan menuju Batu Pengukur Roh.

Sementara wanita yang berdada besar itu terdiam seolah-olah tersambar petir.

“Bajingan, kamu berani mengatai otakku kosong.” Wanita berdada besar meraung marah.

“Kamu yang otaknya kosong, seluruh keluargamu otaknya kosong.”

“Diam.” Suara tetua Zhang Xue berteriak membuat wanita berdada besar itu langsung menutup mulutnya dengan patuh. Namun matanya menatap Zhang Tian seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup.

Beberapa tetua mulai menyipitkan mata melihat keberanian Zhang Tian. Sebab dalam tiga tahun ini, ini adalah pertama kalinya dia terlihat begitu percaya diri. Dia tidak lagi terlihat seperti pemuda putus asa seperti sebelumnya.

Zhang Lei mendengus dingin ketika melihat Zhang Tian begitu berani menghina wanita yang akan dia ajak menemaninya tidur malam ini. Dalam hati dia sudah memutuskan akan membuat Zhang Tian menjadi cacat agar dia tahu rasanya menyinggung dirinya.

Sebelumnya dia sudah terang-terangan mengajak kedua wanita itu untuk menemaninya malam ini, dan sekarang Zhang Tian mengatai salah satu mereka wanita berdada besar biasanya otaknya kosong? Jelas ini juga tamparan di wajahnya karena secara tidak langsung, dia memilih untuk tidur dengan wanita berotak kosong.

Di atas arena pengujian, Zhang Tian perlahan mengangkat tangan lalu menempelkannya ke Batu Pengukur Roh.

Bersamaan dengan itu, energi spiritual di tubuhnya langsung mengalir menuju batu pengukur roh.

Wusshhhhh!!!

Batu Pengukur Roh bergetar hebat, pola-pola yang terukir di batu pengukur roh menyala dengan cerah.

Kemudian cahaya ungu langsung meledak ke langit bersamaan dengan gemuruh petir kecil menari di sekitar batu.

Mata semua orang langsung membesar.

“Apa? Apa yang terjadi?”

“Kenapa batu pengukur roh bereaksi seperti itu?!”

Bahkan, Zhang Xue yang menjadi pengawas juga langsung berdiri kaget. Karena selama bertahun-tahun batu Pengukur Roh tidak pernah menunjukkan reaksi seperti ini.

Belum selesai kehebohan semua orang, detik berikutnya sebuah cahaya spiritual tujuh warna muncul di permukaan batu.

Cahaya tujuh warna menunjukan Zhang Tian berada di alam Penempaan Tubuh Tingkat Tujuh.

Suasana langsung sunyi, saking sunyinya, semua orang bisa mendengar suara jantung mereka masing-masing.

...----------------...

1
sibaweh abduh
menarik sekali thor
Glastor Roy
makasih torku update ya yg baik hati
Glastor Roy
makasih torku update ya
☠♨ˢᶜʟᴢ⏤͟͟͞ʀ
lanjuttt/Good/
Bruno Yoga Fernandes
dalam satu paragraf, kurangi pengulangan nama, alangkah baiknya gunakan "dia" atau spesifik ciri-ciri orang tersebut, bisa dari gender "pria itu" atau dari gelar "si cacat spiritual".
Bruno Yoga Fernandes
udah cocok chapter 1 layak dibilang novel, segala aspek ada, karakterisasi: Zhang Tian yang mudah marah. Konflik Eksternal: Ujian Keluarga Zhang dan sebab-akibat jika gagal (Eskalasi) ketegangan udah terasa dari chapter 1 ini. Konflik Internal: Kondisi cacat Qi Zhang Tian. Eksposisi walau over di awal masih dimaklumi karena menjelaskankan kondisi MC untuk set up bagian tengah naskah.

Dan plot twistnya:

Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).

Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.

Rating 7/10 dari segi narasi.

Rating 9 dari segi tone.

Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
ₛₖₐ.ᴮꜰ: terimakasih kritik & srnny Sensei yog.prmn2 Sama
total 1 replies
Bruno Yoga Fernandes
Well, ini PoV tiga limited Zhang Tian, narasi masih berupa suara narator, tapi gapapa.

saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.

Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Bruno Yoga Fernandes
ini bisa lebih dipadatkan lagi pemilihan diksinya.

Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Bruno Yoga Fernandes
pengulangan kalimat 'sejak saat itu' thorr
‎ ‎ ‎Basah Mas... Sampe Banjir
jejak dulu
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
🌹Widian,🧕🧕🌹
hai aku mampir..... cerita nya seru nih !
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?
Ryuuji
yaoloo padahal udah kalah masih aja manggil sampah🗿
Ryuuji
kan plot twist emang nggak mau di buang jauh jauh nih chara🗿
Ryuuji
apakah akan ada plot twist lagi🗿
Ryuuji
aku mencet like 2 kali kak/Smile/ gapapa kan?
Ryuuji
njr di back up bapak diem diem nih🗿
Ryuuji
halo ayah🥀😔
Ryuuji
banyak yang perlu di bahas dari narasi ama dialog nya bahkan monolog sama monolog internalnya🗿 tapi yah gapapa lanjut 🤣🤣
Ryuuji
whyyyy kenapa setiap baca bab selanjutnya harus nonton iklan bosan bet njr nontonin iklan satu menit😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!