Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 7
Setelah akad nikah selesai yg di warnai dengan haru biru kebahagian kini saat nya Adinda berpamitan kepada kedua orang tuanya, karna ia akan di bawa langsung oleh keluarga Aditya.
"Yah.. Bu.. Adinda pamit yah." Ucap Adinda sambil melangkan menghampiri Ayah dan Ibunya.
"Iya Nak.. Ibu sama Ayah pasti akan kangen sama kamu.. kamu jaga diri baik baik.. Ingat, kamu harus nurut sama suami kamu." Jawab Ibu Ikeu sambil memeluk Adinda.
"Ibu juga jaga diri baik baik jangan pikirkan Adinda.. Adinda akan selalu ingat pesan-pesan Ibu." Jawab Adinda lalu melepaskan pelukannya berpindah memeluk Ayahnya yg sedang menunduk bersedih.
"Yah.. Udahh Ayah jangan sedih lagi, Ini kan keinginan Ayah juga, Adinda pamit.. Ayah jangan sedih-sedih lagi kan masih ada Adiba.. jaga kesehatan Ayah." Ucapnya Adinda sambil memeluk Ayahnya yg berkaca-kaca menatap Adinda.
"Iya.. Makasih sudah menuruti keinginan Ayah, Ayah yakin kamu pasti bahagia Nak." Jawab Hanafi lalu melepaskan pelukannya.
Adinda lalu beralih ke adik satu satunya yaitu Adinda, Adiba nampak sangat bersedih ia akan berpisah dengan kakak kesayangannya.
"Kakak jangan tinggalin Adiba.. nanti Adiba engga ada temennya, Adiba pasti akan kangen sama kakak." Ucap Adiba menangis sambil memeluk kakaknya.
"Udah Dek, jangan nangis.. kalo kamu kangen, kamu main ke rumah kakak yah." Kata Adinda sambil mengusap air mata Adiba.
"Dan kakak mau minta satu hal sama kamu.." Lanjut Adinda.
"Apa kak..!" Jawab Adinda bingung.
"Totong jaga Ayah sama Ibu.. kamu harus nurut sama mereka jangan sampe kamu mengecewakannya." Ucap Adinda yang langsung di angguki oleh Adiba.
Dan kini bergantian Aditya juga berpamitah kepada kedua orang tua Adinda begitu juga keluarga Aditya termasuk Mamah Papahnya.
Setelah berpamitan mereka lalu menuju mobil masing masing Adinda bersama Aditya mereka satu mobil berdua dan selama di perjalanan hanya ada keheningan meskipun jalanan ramai lancar. Adinda dan Aditya sama sama diam mereka bingung untuk memulai pembicaraan.
"Nih orang diliat dari wajahnya saja dingin banget..jutek lagi, Astaga gue kok bisa yah nikah sama es balok" Gumam Adinda sambil melirik sedikit ke arah Aditya yang lagi pokus menyetir.
"Tau saya tampan. Gak usah ngelirik-lirik gitu" Ucap Aditya sambil tetap pokus ke depan.
"Idihh ni orang GR banget pengen muntah gue denger nya.. Tapi emang iya sih tampan hihi"
"Gak usah gr yah lagian ke pedean banget.." jawab Adinda dengan sok jutek sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Kamu terpaksa kan menikah dengan saya? " Lanjut Aditya memulai pembicaraan.
"Sangat sangat terpaksa, kalo bukan karna orang tua gue.. Ogah banget gue nikah sama es balok kaya loe"
"Apa kamu bilang..? Es balok..!! ya yah terserahlah karna saya juga sangat terpaksa menikah dengan kamu." Jawab Aditya sedikit emosi.
"Ni cewek baru juga ketemu udah nyebelin banget, apalagi nanti tiap hari dan satu rumah sama dia." Gerutu Aditya dalam hati nya ia tak habis pikir baru juga bertemu dan menikah ia sudah di buat kesal dengan ucapan Adinda.
"Hah.. Ni cowok nyebelin banget sii, lagian gue kenapa coba pake keceplosan ngomong dia es balok, serem amat lagi mukanya."
"Kalo begitu kita buat perjanjian." lanjut Aditya sambil menatap sekilas ke arah Adinda.
"Perjanjian apa?" Jawab Adinda bingung.
"Yang pastinya akan menguntungkan kamu dan saya" ucap Aditya sambil tersenyum licik.
Dan tak lama kemudia mereka telah sampai di depan kediaman Wisnu Wijaya Putra, Rumah yg sangat mewah dan besar Adinda begitu terperangah kagum dengan keindahan interior dan halaman rumah itu. Lalu mereka keluar dari mobil dan di sambut oleh para pelayan begitu juga dengan papah Wisnu dan mamah Wina mereka telah sampai lebih dulu dan sekarang bersiap untuk menyambut menantu baru nya yaitu Adinda Meryana.
"Kalian kok lama sekali.. kami sudah ngga sabar ingin menyambut menantu baru ku" Ucap mamah Wina menghampiri Adinda dan memeluknya.
"Maaf lama.. dan terimakasi sudah menunggu tante.." Jawab Adinda ramah.
"kok panggil tante sih.. sekarang kan kamu sudah menjadi menantuku, Panggil mamah dong."
"i iya mah hehe" jawan Adinda canggung dan gugup.
Aditya hanya acuh tak acuk ia tak menghiraukan percakapan Adinda dan Mamah nya ia malah berlalu berjalan menuju kamar nya.
"Aditya.. kamu tungguin istri kamu nak." Ucap papah Wisnu yg melihat Aditya berlalu berjalan meninggalkan Adinda yg sedang asik berbincang dengan mamah Wina.
Aditya tidak mendengarkan ucapan Papahnya iya berlalu pergi tanpa sepatah kata pun.
"Nak.. kamu harus maklum yah dengan sikap dingin Aditya, Papah juga ngga tau harus gimana lagi untuk menghadapi sikap dia." Ucap Wisnu kepada Adinda.
"Iya Pah Mahh.. Adinda akan memaklumi sikap Mas Aditya." jawab Adinda dengan ramah.
"Mamah seneng deh punya menantu seperti kamu.. iya kan Pah." Kata Mamah Wina kepada Papah Wisnu.
"Iya Mah, Papah sangat beruntung mempunyai menantu seperti kamu Nak.. kamu bisa menerima kekurangan keluarga kita." Jawab Papah Wisnu.
Adinda sangat mudah akrab sehingga membuat Mamah Papah Aditya merasa beruntung mempunyai menantu seperti Adinda. Setelah berbincang cukup lama akhirnya Mamah Wina mengantarkan Adinda ke kamar Aditya untuk beristirahat dan menyegarkan badannya kembali.
**Author minta Like Vote dan Sarannya😊
Trimakasih.. selamat membaca😊😊**