NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siap Investigasi

Andrean bersandar di sofa ruang istirahat kantor redaksi Hotnews.com. Ruang yang memang didesain untuk para jurnalis meregangkan otot-ototnya itu, difasilitasi dengan dispenser, teko listrik, beberapa minuman sachet dari minuman rasa buah, susu, hingga kopi. Di samping meja terdapat kulkas satu pintu yang penuh dengan camilan seperti cokelat, kue, roti basah dan yang paling penting, es batu.

Andrean mengambil segelas es kopi bikinannya sendiri dari atas meja. Seperti biasa, tanpa gula. Pahit. Namun, bagi Andrean lebih pahit mengakui skill Alena daripada rasa es kopi buatannya siang itu.

Artikel perselingkuhan DanDan —yang sudah direvisi Alena— berhasil mendapat persetujuan Pak Indra untuk tayang, baik di website resmi maupun di media sosial Hotnews.com. Entah mengapa, hari itu Andrean benar-benar merasa tak berguna. Dia yang biasanya berhasil menggarap berita apapun, benar-benar tak berdaya melihat bagaimana Alena bekerja. Sungguh diluar perkiraannya.

Andrean selama ini menyusun strategi liputan dan naskah wawancara tanpa meninggalkan kode etik jurnalistik. Dia selalu mengutamakan wawancara terjadwal dan terstruktur. Jika jadwal narasumber berbenturan, dia akan mengatur ulang jadwalnya. Dia tidak bisa jika harus seperti Alena, melakukan doorstop dengan alibi meminta tanda tangan. Ide seperti itu tak akan mungkin terlintas di benak Andrean.

Selama ini, Andrean memang dikenal sebagai jurnalis yang saklek, kaku, dan harus sesuai kode etik. Sejak Alena bergabung dengan Hotnews.com tahun lalu, kehidupan Andrean sebagai jurnalis profesional seketika kacau. Andrean sering gagal fokus dengan sistem kerja Alena yang spontan dan tak terstruktur.

Tapi, hari ini, untuk pertama kalinya, Andrean melihat bagaimana Alena bekerja dengan segala ketidakteraturannya. Alena terlihat sangat menikmatinya. Dan yang lebih utama, berhasil mendapatkan scoop.

Andrean memang jarang sekali meliput berita skandal artis. Dia lebih dominan dalam berita-berita serius, menegangkan yang butuh investigasi mendalam. Selain dia memang tidak tertarik mencampuri kehidupan orang, dia lebih suka berita-berita berat yang menurutnya lebih berbobot daripada hanya sekedar berita perselingkuhan.

Andrean kembali menyeruput es kopinya. Pahit. Namun, tak sepahit kenyataan hidupnya. Menjadi partner Alena adalah hal terburuk yang pernah terjadi dalam hidupnya. Hari itu, baru hari pertama, liputan pertama bersama Alena dirinya sudah merasa kehabisan tenaga di jam dua siang. Andrean tak bisa membayangkan bagaimana liputan selanjutnya.

"Klek," pintu ruang istirahat dibuka.

"Dipanggil Pak Indra," kata Alena sambil melongokkan kepalanya ke dalam ruang istirahat. Andrean segera meminum habis es kopinya lalu bergegas menghadap Pak Indra.

"Kalian berdua bersiap liputan investigasi. Kali ini investigasi spesial," kata Pak Indra pada Andrean dan Alena saat keduanya sudah menghadap.

"Investigasi spesial?" tanya Andrean. Pak Indra mengangguk.

"Ada kecurigaan terhadap minyak goreng Kita Sehat," kata Pak Indra.

"Oplos?" tebak Alena cepat. Pak Indra mengangguk.

"Kalian siap?" tanya Pak Indra menatap Alena dan Andrean bergantian.

Andrean menoleh ke arah Alena yang ternyata juga menatap Andrean.

"Siap!" kata keduanya kompak.

"Baik. Kita meeting jam empat nanti," kata Pak Indra menutup mandatnya.

Andrean dan Alena meninggalkan meja Pak Indra. Alena tak tampak antusias sedangkan Andrean terlihat bersemangat. Liputan investigasi adalah keahliannya.

'Lihat saja lo, Al,'

***

Ruang meeting kantor redaksi Hotnews.com

"Jadi, saya mendapat informasi dari seorang mantan pekerja pabrik minyak Kita Sehat. Dia baru saja keluar dari pabrik karena merasa pabrik sudah melakukan pelanggaran standar keamanan pangan," buka Pak Indra saat rapat liputan investigasi spesial bersama Andrean dan Alena.

"Informan bisa dipercaya, Pak?" tanya Andrean memastikan. Pak Indra mengangguk.

"Dia menghubungi saya melalui email dengan melampirkan beberapa bukti foto dan video," kata Pak Indra.

"Kalo udah punya bukti, kenapa nggak langsung lapor polisi atau BPOM aja?" tanya Alena heran.

"Terlalu beresiko, Alena. Informan bukan orang yang berpengaruh. Dia bilang dia takut kalau-kalau akan ada bahaya seandainya dia lapor ke pihak terkait," jawab Pak Indra.

"Mereka butuh bantuan media buat nge-blow-up hal itu," sahut Andrean. Alena manggut-manggut.

"Ya udah kita langsung ke lapangan aja," kata Alena mantap.

"Nggak. Kita butuh data buat ke lapangan," sanggah Andrean. Alena menoleh ke arah Andrean dengan tatapan tak percaya.

"Data itu adanya di lapangan, An!" kata Alena tegas.

"Nomor izin edar, status izin, NIB (Nomor Induk Berusaha), KBLI (kode bidang usaha) semua itu nggak ada di lapangan, Al!" kata Andrean.

"Kita jangan langsung percaya laporan mantan pekerja. Bisa jadi dia punya niat terselubung, dendam. Kita nggak tau," lanjut Andrean.

"Kalo kita mau perang, kita butuh senjata, butuh amunisi, nggak dateng dengan tangan kosong ke medan perang," kata Andrean logis.

"Ta..."

"EHEM!" deheman Pak Indra otomatis mengunci mulut Alena.

"Seperti yang Andrean bilang, kita harus cek database regulator terlebih dahulu. Kita nggak bisa langsung ke lapangan tanpa adanya bukti," kata Pak Indra.

"Setelah kita dapat kepastian database regulator, kita datangi pelapor untuk wawancara lebih lanjut," lanjut Pak Indra.

"Kita butuh minimal satu orang narasumber lagi, Pak," kata Andrean. Pak Indra mengangguk setuju.

"Hari ini kita kumpulkan bukti data dulu. Sekalian ambil sampel minyak dan bawa ke laboratorium yang biasanya. Besok kalian mulai ke lapangan setelah bukti data kuat terkumpul. Cari narasumber, siapa saja, yang bisa kalian tanyai terkait laporan minyak oplosan ini," kata Pak Indra memberi komando.

"Setelah dapat bukti wawancara, kita kirim pertanyaan resmi pada pihak terlapor. Kita kasih deadline mereka dua puluh empat jam buat kasih jawaban resmi," lanjut Pak Indra.

"Setelah itu kita bisa olah dan publish," tutup Pak Indra. Andrean dan Alena mengangguk.

"Kerjakan," titah Pak Indra.

"Siap, Pak!" kata Andrean dan Alena bersamaan lalu keduanya keluar ruang rapat menuju meja masing-masing.

"Al, lo cek Sistem OSS (Online Single Submission) sama database sertifikasi halal, gue cek database izin edar pangan, kementrian perdagangan, sama AHU Online buat cek akta pendirian perusahaan sama status badan hukum," kata Andrean.

Alena tidak menjawab. Tangannya langsung bergerak di atas keyboard dengan cepat. Matanya fokus pada layar komputer di mejanya. Andrean menatap Alena sesaat sebelum akhirnya tangannya mulai bergerak mencari bukti data untuk liputan investigasi spesialnya.

Kali ini dirinya ingin memperlihatkan pada Alena bagaimana berita itu dibuat. Semua harus berdasarkan data yang valid. Tanpa data sama saja dengan tuduhan tak berdasar. Berita seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan insting.

Alena fokus di depan komputernya. Dia tak ingin Andrean meremehkannya. Dia tahu liputan semacam ini butuh data. Tapi, menurutnya data bisa didapat sambil jalan. Menurutnya liputan investigasi seperti ini harus dilakukan dengan cepat, sebelum media lain mencium isu yang sama. Mungkin bagi Andrean ini hanya berita biasa, tapi bagi, Alena ini adalah scoop.

'Data, data. Dasar robot jurnalistik?'

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!