" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan Kemala
Belum sempat mendapat jawaban dari pertanyaan nya dari istri yang sudah iya nikahi hampir sembilan belas tahun suara ketukan di pintu rumahnya membuat perhatian mereka ke arah pintu tak jauh dari posisi mereka saat ini.
" siapa yang datang ?" tanya Okta yang langsung mematikan rokoknya sebelum membuka pintu rumahnya untuk melihat siapa yang datang bertamu karena Okta yakin tak mungkin Mala yang datang saat ini.
" cari siapa ?" tanya Okta yang hanya membuka sedikit pintunya tapi tatapannya langsung terfokus pada sosok yang ada di belakang laki laki yang terlihat sangat rapi di hadapannya ini.
" Kemala, sedang apa kamu di belakang laki laki ini "
" cepat masuk !!" teriak Okta yang tiba tiba saja kembali kesal saat bertemu dengan Mala.
" maaf, Mala datang bersama saya dan saya ingin bertemu dengan ayahnya Mala " ucap Darrel yang sudah bisa menduga siapa lagi lagi yang ada di hadapannya ini.
" ada urusan apa anda ingin bertemu dengan ayah saya ?"
" Mala cepat masuk !" bentak Okta sambil berusaha menarik tangan Mala tapi langsung di hadang oleh Darrel yang dengan sigap menahan tangan Okta sebelum sempat meraih tangan Mala.
" jangan sesekali bersikap kasar pada calon istri saya " ucap Darrel tegas.
" calon istri ?" tanya Okta terkejut sambil melihat ke arah Mala yang tak mengatakan apapun ataupun berusaha membantah apa yang laki laki ini katakan.
" ayah "
" ibu, cepatlah keluar "
" anak perempuan kalian pulang dan dia datang bersama orang yang akan menjamin hidupnya !" teriak Okta tepat di depan wajah Darrel.
Entah keberanian dari mana Mala menarik kemeja yang Darrel pakai dan hal itu di sadari oleh Darrel dan dengan sigap Darrel menggenggam tangan kiri Mala tanpa takut dengan tatapan yang di berikan Okta padanya.
" apa yang kamu katakan ?" tanya Bu Reva yang di ikuti oleh pak Darmo yang juga sudah berada di depan pintu rumahnya dan pak Darmo juga bisa melihat Mala yang di genggam erat oleh laki laki yang tidak iya kenal tapi bisa pak Darmo yakini jika usia Mala dan laki laki itu memiliki selisih yang cukup jauh.
" lepaskan anak perempuan saya " ucap pak Darmo yang langsung menghampiri Darrel dan melepaskan genggaman tangan Darrel dan Mala, tapi saat pak Darmo akan menarik Mala masuk ke dalam rumah Mala mematung dan hal itu membuat pak Darmo menatap tajam ke arah putrinya.
" masuk dan jangan membuat ayah marah !!" bentak pak Darmo dengan tatapan yang cukup tajam tapi menusuk tepat di hati Mala.
" Mala tidak mau masuk ke rumah yang hanya menjadi neraka untuk Mala selama ini " ucap Mala yang membuat Bu Reva yang tak pernah menyukai Mala naik pitam.
" setelah kamu bertemu laki laki ini, kamu baru berani menyebut rumah ini neraka " sindir Bu Reva.
" masuk atau ibu tampar kamu !" ucap Bu Reva yang mencoba menarik paksa tangan Mala tapi kali ini bukan Mala yang menolak tapi Darrel yang menghadang tangan Bu Reva yang sudah berhasil menggenggam lengan Mala.
" lepaskan tangan calon istri saya " ucap Darrel dingin.
" jika kalian terus memaksa Mala untuk masuk ke dalam rumah dengan cara kekerasan, saya tak akan segan segan memanggil polisi dan melaporkan apa saja yang sudah Mala alami selama ini " ucap Darrel yang tentu saja membuat Okta dan juga Bu Reva pucat pasi karena mereka berdua lah yang banyak menyiksa Mala sedangkan pak Darmo hanya membiarkan kedzaliman itu terjadi.
" saya akan langsung pada intinya " ucap Darrel yang merasa tak akan bisa berbicara baik baik pada keluarga Mala jadi Darrel memilih langsung ini.
" perkenalkan saya Darrel " ucap Darrel yang baru sempat memperkenalkan diri pada keluarga Mala setelah berhasil menghentikan apa yang coba mereka lakukan pada Mala sejak mereka datang.
" saya ingin menikahi Mala dan jika memang bisa dan bapak bersedia jadilah wali untuk Mala karena Mala memiliki hak itu dan bapak memiliki kewajiban untuk menikahkan Mala sebagai seorang ayah " ucap Darrel yang berhasil membuat pak Darmo kaget begitu juga dengan Bu Reva dan juga Okta.
" sejak kapan kalian saling mengenal ?" tanya Okta yang merasa selama ini Mala tak pernah iya dan ibunya di biarkan pergi jadi dari mana mereka bisa bertemu.
" tak penting kapan kami bertemu dan kamu saling mengenal karena yang paling penting saat ini niat saya baik, saya ingin menikahi Mala dengan izin dan syariat yang benar menurut agama dan undang undang " ucap Darrel.
" apa yang akan kamu berikan agar ayah mau menjadi wali untuk Mala dan mau menikahkan kalian berdua ?" tanya Okta yang merasa bisa menjadikan ini ladang untuk mendapatkan uang.
" om tak akan memberikan sepeserpun yang untuk hal itu karena itu hak Mala dan itu juga kewajiban ayah !" ucap Mala buka suara.
" tapi jika memang ayah tidak mau juga tidak masalah itu artinya memang benar jika sejak ibu kandung Mala meninggal ayah Mala pun sudah meninggal "
" laki laki yang ada di hadapan Mala saat ini hanyalah seorang laki laki yang memiliki gelar ayah tapi untuk anak dari istrinya yang lain " ucap Mala yang tepat menusuk jantung pak Darmo.
" kurang ajar kamu !" bentak Bu Reva yang langsung mengangkat tangannya tapi lagi lagi berhasil di tahan oleh Darrel.
" sekali lagi tangan kasar anda menyentuh tubuh calon istri saya, saya tidak akan segan segan menuntut anda dengan pasal penganiayaan " ucap Darrel, mendengar hal itu Bu Reva pun langsung menarik tangan nya dan menatap nyalang kearah Mala.
" pergi kamu dari rumah ku dan jangan pernah kembali ke rumah ini karena pintu rumah ini sudah tertutup untuk anak durhaka seperti mu !!" bentak Bu Reva sambil menunjuk ke arah jalan mengusir Mala dan juga Darrel dari rumahnya.
" ini rumah ibu ku dan kamu dan anak mu hanya menumpang di rumah ini, ingat kalian semua hanya menumpang di rumah ini " teriak Mala yang sudah tak bisa lagi menahan amarah dan kekecewaannya karena selalu dan selalu pak Darmo tak pernah membelanya.
" ayo kita pergi dari sini " ajak Darrel yang tak ingin Mala sampai kehilangan kendali karena kemarahan dan ke kecewaan nya pada ayah kandungnya.
" tunggu, ada yang harus Mala ambil dari rumah ini " ucap Mala yang langsung masuk ke dalam rumah tanpa bisa di hentikan oleh pak Darmo, Bu Reva dan juga Okta karena mereka juga ingin tau apa yang akan Mala ambil karena setau mereka tak ada hal penting yang bisa Mala bawa dari rumah ini.
" apa yang akan anak itu ambil ?" tanya Bu Reva yang langsung melangkah masuk ke dalam rumah tapi di hentikan oleh pak Darmo.
✍️✍️✍️ apa yang akan Mala ambil dari rumah nya dan apakah pak Darmo akan mau menjadi wali untuk Mala dan menunaikan tugas terakhirnya sebagai seorang ayah untuk anak perempuannya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏