NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCURI PERHATIAN

Begitu Charlotte de Fleur keluar dari kediaman, kedua orang tuanya pun kembali bersih-bersih di Kediaman de Fleur.

Tak ingin menimbulkan masalah dimasa depan, seluruh pelayan dikediaman dipecat dan diganti dengan yang baru, kecuali kepala pengurus rumah Ronix dan pelayan pribadi Dunchess Ariana serta Duke Aslan.

Semua mereka lakukan demi kenyamanan putri bungsu mereka agar tak tertekan dan betah tinggal di rumahnya sendiri.

Kali ini keduanya menegaskan kepada Ronix jika semua keputusan di dalam rumah harus seijin mereka.

Kedua Tuan Muda de Fleur tak boleh mengambil keputusan apapun untuk para pelayan dikediaman ini, kecuali pelayan pribadi mereka masing-masing yang kali ini kembali diganti dengan yang baru karena takut pelayan sebelumnya sudah sempat terkontaminasi oleh pelayan lainnya yang tak suka dengan keberadaan Charlotte de Fleur didalam rumah ini.

Charlotte de Fleur yang tak tahu apa yang tengah terjadi di rumahnya kini tengah berjalan santai sambil sesekali membeli jajanan di pinggir jalan yang ia rasa menarik.

Parasnya yang cantik dan sikapnya yang anggun layaknya gadis bangsawan pada umumnya, membuat mata semua orang terpusat padanya.

Selama perjalanan banyak orang yang menatap ke arah Charlotte de Fleur dengan tatapan kagum serta iri akan kecantikan yang gadis itu miliki.

Setelah kejadian direstoran yang melibatkan Tuan Muda Diego Archi, semua orang kini sedikit banyak mengetahui sosok asli dari putri bungsu Keluarga de Fleur itu.

Seorang Nona Muda dari Kediaman de Fleur yang selama ini dirumorkan memiliki wajah buruk rupa nyatanya merupakan seorang Nona Muda yang sangat cantik,menawan, anggun dan ramah.

Beberapa pemuda ingin mendekati Charlotte de Fleur namun dengan cepat gadis itu menghindari mereka semua karena untuk sementara ia tak ada waktu mengurusi hal yang berbau asmara.

Dalam pikirannya saat ini adalah menghasilkan banyak uang. Meski Keluarga de Fleur kaya, tapi mengingat bagaimana posisi dirinya disana, menghasilkan uang sendiri dan menjadi kaya atas kerja kerasnya sendiri tentu berbeda rasanya.

Dengan uang yang berhasil ia dapatkan sendiri, tak ada orang yang bisa mengusiknya dan hal itulah yang diinginkan oleh Charlotte de Fleur, bisa bebas mengatur uangnya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.

Ketika tengah asyik menikmati wisata kulinernya hari ini, Charlotte de Fleur yang tak sengaja lewat didepan toko obat milik Tuan Thonsom dibuat tercengang.

“Apa benar ini Toko Obat milik Tuan Thonsom? Aku tidak salah lihat bukan?”, guman Charlotte de Fleur sambil mengucek kedua matanya beberapa kali hanya untuk memastikan jika toko obat yang ia datangi beberap malam sebelumnya memang yang ada didepannya itu.

Charlotte de Fleur melangkah perlahan sambil mengangkat alis sebelah kiri saat melihatantrian yang sangat panjang di toko obat tersebut.

Tuan Thonsom yang melihat keberadaan Charlotte de Fleur diantara kerumunan yang begitu mencolok karena parasnya yang cantik dan uaranya yang cukup kuat segera datang menghampiri dan mengajaknya masuk kedalam sehingga menimbulkan beberapa protes dari pembeli yang telah antri sejak tadi.

Protes yang semua orang ajukan berhenti ketika Tuan Thonsom mengatakan jika gadis itu adalah tamunya, bukan orang yang datang untuk membeli ramuan obat, barulah semuanya terdiam.

Begitu keduanya berada didalam, Tuan Thonsom pun segera menceritakan apa yang terjadi pada toko obatnya sejak pagi, membuat Charlotte de Fleur lagi-lagi tercengang karena tak menyangka jika ramuan obat yang dibuat oleh penyihir Beatrix selaku ini.

“Nona, apakah Anda masih memiliki  stock ramuan obat lagi untuk esok hari?”, tanya Tuan Thonsom sedikit tak enak hati karena belum sehari ramuan obat miliknya sudah laku delapan puluh persen.

Meksi kabar itu cukup membahagiakan tapi juga meresahkan karena Tuan Thonsom sendiri tahu jika membuat ramuan obat berkualitas tinggi seperti itu tak mudah. Bahan yang dipergunakan juga sangat sulit dicari, terutama di Kerajaan Matahari ini.

Charlotte de Fleur yang masih memiliki banyak stock ramuan obat didalam cincin ruangnya terdiam sesaat, mencoba untuk berpikir lebih dalam mengenai bisnis yang baru dimulainya ini dan tak menyangka jika hasilnya sangat mengejutkan seperti ini.

“Untuk empat ramuan yang aku beri sebelumnya, mungkin baru ada stock masing-masing ramuan seratus lima puluh buah tiga hari lagi. Tapi aku memiliki ramuan obat lain yang memiliki level sama dengan sebelumnya, yaitu level S dan A”, ucap Charlotte de Fleur yang langsung mengeluarkan ramuan obat yang dimaksud dan ditata rapi diatas meja, membuat kedua mataTuan Thonsom berbinar cerah.

Setelah sang istri menyajikan teh hangat yang baru dibuatnya, Tuan Thonsom segera menyuruhnya untuk membayarkan empat ratus ramuan yang Charlotte de Fleur berikan diawal sebelumnya.

“Saya memberikan masing-masing ramuan obat seratus buah dulu seperti sebelumnya, dan baru selanjutnya, tiga hari lagi saya akan mengirimkannya masing-masing seratus lima puluh buah lagi. saya akan melakukan pengiriman setiap tiga hari sekali jadi jika ada pembeli yang kehabisan stock, bisa memesan ramuan obatnya terlebih dahulu”, ucap Charlotte de Fleur memberi saran.

Charlotte de Fleur tak ingin membuat orang lain curiga sehingga waktu tiga hari sangat cukup untuk membuat ramuan obat yang baru dan hal itu masih dibilang sangat wajar.

Sepertinya sepulang dari toko obat ini, Charlotte de Fleur harus mengurung diri didalam kamar untuk berkonsentrasi membuat ramuan obat yang akan dijualnya nanti.

Meski stock ramuan peninggalan penyihir Beatrix melimpah, tapi tak ada salahnya ia membuat stock agar penjualan ramuan obatnya aman.

Tuan Thonsom yang mendengar jika saran yang Charlotte de Fleur berikan tampaknya masuk akal pun merasa senang. Setidaknya ada kepastian jika dalam tiga hari ramuan obat yang ada di tokonya bisa terisi kembali.

Kabar itupun segera disampaikan kepada putra sulungnya yang kini tengah sibuk melayani para pembeli didepan agar para pembeli yang tak mendapatkan ramuan obat yang diinginkan tak kecewa dan bisa kembali lagi tiga hari kedepan.

Toko obat Tuan Silvester yang berada tak jauh dari toko obat milik Tuan Thonsom merasa kesal karena para pengunjungnya semua beralih ke toko obat saingannya itu membuat toko yang ia kelola menjadi sepi.

Begitu melihat putra sulungnya datang, Tuan Silvester pun langsung mengajaknya masuk untuk memberitahukan hasil penyelidikannya.

“Bagaimana?”, tanya Tuan Silvester penasaran.

“Benar dugaan ayah. Sepertinya, Nona Muda Charlotte de Fleur menjalin kerjasama dengan toko obat Tuan Thonsom karena aku lihat ramuan obat tingkat tinggi yang mereka jual sama persis dengan yang pernah Nona Muda Charlotte de Fleur berikan kepada kita”, jawab Radon menjelaskan.

Tuna Silvester yang menyadari jika cepat atau lambat hal ini akan terjadi, begitu kerjasama keduanya gagal akibat sikap arogan istrinya yang dengan terang-terangan meremehkan kemampuan Charlotte de Fleur.

Radon yang melihat kegelisahan ayahnya berusaha untuk memberi solusi. “Ayah, bagaimana jika kita mendatangi Nona Muda Charlotte de Fleur dan meminta maaf atas sikap ibu. Siapa tahu dengan begitu ia mau kembali bekerjasama dengan kita”, ucanya memberi saran.

Tuan Silvester yang merasa jika apa yang putra sulungnya katakan itu ada benarnya pun segera masuk dan menyiapkan hadiah apa yang akan mereka bawa ke Kediaman de Fleur nanti agar toko obat yang ia rintis dari nol ini tak sampai jatuh bangkrut.

1
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!