NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMORI YANG BERDARAH

Malam di Mansion Shelby terasa lebih sunyi dari biasanya. Setelah memastikan Jorden terlelap dengan nyenyak, Jaydane melangkah berat menuju kamar utama di sayap kanan mansion. Kamar yang selama empat tahun ini lebih sering ia kunci rapat, karena setiap jengkal udaranya masih menyimpan aroma yang menyesakkan: aroma tubuh Flaire Nathasha.

Jaydane membuka pintu jati besar itu. Sunyi. Dingin. Namun, saat kakinya menginjak karpet bulu di sana, bayangan masa lalu menghantamnya tanpa ampun.

Ia berjalan menuju cermin besar yang berdiri angkuh di sudut kamar. Di sana, di pantulan kaca yang dingin, memori itu muncul seperti film lama yang diputar paksa.

...Flashback – 5 Tahun Lalu...

Kamar itu dulu terasa hangat, hanya diterangi cahaya rembulan. Jaydane, dengan tubuh kekar yang masih berkeringat, memeluk Flaire dari belakang setelah percintaan mereka yang intens. Ia menyandarkan dagunya di bahu Flaire yang putih halus, menghirup aroma leher gadis itu yang memabukkan.

"Kau tahu, Flaire? Aku bisa membeli seluruh gedung di kota ini, tapi aku tidak bisa membeli caramu menatapku," bisik Jaydane serak, matanya menatap pantulan mereka di cermin.

"Jangan pernah pakai lensa kontak itu jika kita sedang berdua. Aku ingin melihat warna crush green itu... itu rumahku."

Flaire tersenyum malu, wajahnya merona merah. Ia membelai lembut tangan kekar Jaydane yang melingkar posesif di perutnya.

"Hanya kau yang boleh melihatnya, Jay. Dunia luar terlalu silau untuk warna ini. Tapi, apa kau tidak bosan? Aku hanya gadis yang keras kepala."

Jaydane memutar tubuh Flaire, memaksanya menatap dalam-dalam ke iris abu-abunya. "Aku tidak akan pernah bosan. Jika suatu saat kita punya anak, aku ingin dia memiliki matamu. Dunia akan tunduk pada kombinasi kita: garis wajahku dan kehangatan matamu. Janji padaku, jangan pernah pergi, apapun yang terjadi?"

Flaire melingkarkan lengan di leher Jaydane, menyatukan kening mereka. "Aku tidak punya tempat tujuan lain selain dirimu, Jaydane Shelby. Aku milikmu, selamanya."

***

Jaydane tersentak. Tangannya tanpa sadar menyentuh permukaan cermin yang dingin. Kenangan itu terasa seperti pisau yang mengiris jantungnya.

"Kau berbohong, Flaire," desis Jaydane, suaranya parau penuh kebencian sekaligus kerinduan yang menyiksa. "Kau bilang kau milikku selamanya, tapi kau pergi meninggalkanku saat aku paling membutuhkanmu. Kau membuang Jorden seolah dia bukan apa-apa bagimu."

Ia teringat kembali wajah Jorden yang sedang tidur tadi. Garis wajahnya memang menyerupai Jaydane tegas dan dominan. Namun, setiap kali Jorden membuka mata, warna Crush Green itu seolah menampar Jaydane setiap hari. Jorden adalah perwujudan dari janji yang dikhianati Flaire.

"Kau ingin melihat warna itu, Jay?" gumamnya pada diri sendiri di depan cermin. "Dunia memang sudah tunduk pada kombinasi kita... tapi ibunya bahkan tidak tahu kalau anak itu masih bernapas."

Jaydane mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih. Amarahnya kembali tersulut. Jika Flaire memang kembali untuk merebut posisinya sebagai CEO, maka ia akan memastikan Flaire membayar setiap tetes air mata Jorden yang mencari sosok ibu selama ini.

Namun, di sudut hatinya yang paling gelap, ada sebuah keraguan kecil yang mulai muncul setelah kejadian sabotase gaun tadi. Jika Aurora bisa berbuat sejahat itu, apakah mungkin ada rahasia lain yang tidak ia ketahui tentang kepergian Flaire empat tahun lalu?

Jaydane mengambil ponselnya, menghubungi nomor rahasia orang kepercayaannya.

"Cari tahu semua catatan medis Flaire Nathasha di rumah sakit Swiss empat tahun lalu. Aku tidak mau tahu caranya, tembus enkripsi itu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di hari Jorden lahir."

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!