NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Luka yang di dapat zara

Zara mulai berdiri dan membuat satu persatu temannya menyingkir, ia berjalan pelan menghampiri Michele dan kedua teman nya di ambang pintu.

"Hai!" Sapanya ceria, senyuman lebar Zara semakin membuat Michele merasa sangat kesal.

"Kalian kesini mau ngeliat penampilan baru gue? gimana keren gak? gue gak kalah cantik kan dari kalian bertiga?" Sarkasnya

"Berani lo ngomong gini ke kakak kelas! kurang ajar emang!" Windi menyulut tak Terima.

"Gue juga tau kali kakak kelas mana yang pantes di bilang kakak kelas, kakak kelas mental tempe penyet kaya kalian ini harusnya balik lagi ke smp belajar yang bener!" Ejek Zara.

"Gue tak tau apa yang udah terjadi sama lo sampek sampek lo lupa siapa gue selama ini? lo emang butuh di kasih pelajaran lagi zar! gue yakinin lo bakalan dapet neraka kaya dulu lagi! gue yakinin kalo selama gue ada di sini hidup lo gak bakalan tenang!" Ancam Michele dengan suara pelan.

"Satu kesalahan yang kalian harus tau, yaitu nganggep gue adalah zara! kalo selama ini Zara yang lo ceritain sesuai dengan apa yang lo pikirin berarti lo harus ngerubah pikiran itu, karena mulai sekarang gue bukan Zara, gue bukan Zara yang dulu kalian kenal" Balas Zara.

suasana semakin tak mengenakkan ketika ada perselisihan dalam diam yang di lakukan Zara dan michele di kelas, semua orang tampak waspada.

Kriiiinggg.....

Bel panjang pertanda kelas akan di mulai membuyarkan segalanya.

"Cell mending kita balik dulu ke kelas" Bisik windi di ikuti anggukan dari ruri.

Michele berbalik dengan kasar dan pergi di ikuti kedua temannya.

"Byee!" Zara mengejek dengan melambai tangan.

"Jadi apa urusan Zara sama mereka?" Batin kayla.

"Heh?!"

Saat Zara melamun tiba tiba seseorang datang dan meraih lengannya dengan kasar.

"Berani lo nendang titit gue?!" Leon membentak tepat didepan wajahnya.

"Monyet! nafas lo bau kandang!" Zara menghempas tangan leon kasar hingga pegangannya terlepas.

Leon memperhatikan dengan seksama penampilan baru Zara, jujur saja Zara terlihat berlipat kali lebih cantik dari biasanya.

Detik berikutnya Leon tampak terkekeh ringan, "Lo pikir lo dandan jadi begini biar gue suka sama lo, gitu?"

"Heh sinting! siapa yang bilang kalo gue dandan gini buat lo, pede banget sih lo!" Zara mendorong dada Leon menjauh lalu berjalan duduk di bangkunya.

Leon memperhatikan bagaimana gadis itu bukan hanya berani padanya, tetapi Zara juga sama sekali tak tertarik pada ke populeran maupun ketampanannya.

"Leon? duduk ngapain kamu berdiri?" Tanya seorang guru yang baru masuk ke dalam kelas.

Setelah berdecak Leon memutuskan untuk duduk di bangkunya, sesekali ia melirik ke arah Zara yang sama sekali tak peduli padanya.

...****************...

Zara dapat merasakan perbedaan saat menjadi dirinya yang sekarang dan kemarin, jika kemarin ia merasa menjadi seorang pecundang kali ini terasa sangat berbeda, beberapa orang bahkan datang padanya sekedar untuk menawarkan diri menjadi teman.

Namun selama berada di dalam tubuh gadis ini ia tak ingin berbuat macam macam walau hanya sekedar menambah teman, Kayla hanya ingin tenang dan segera kembali ke tubuh aslinya.

Saat dirinya tengah makan siang di kantin seorang gadis dengan kaca mata bulat tiba tiba datang dan duduk di depannya.

"Hai?" Sapanya.

Zara mengerutkan alisnya bingung seolah bertanya, siapa gadis ini?

"Siapa?" Tanyanya.

"Jadi kamu lupa sama aku zar?" Tanyanya.

"Gimana gue bisa inget orang gue bukan Zara" Batin Kayla.

"Gak apa apa kalo kamu lupa, mungkin kamu juga kecewa sama aku" Katanya.

"Kenapa mesti kecewa?"

"Ya karna aku kamu jadi korban bully" Cicitnya pelan.

"Gue?" Zara bertanya memastikan.

"I-iya" cicit gadis itu pelan.

"Korban bully siapa?"

Gadis itu menundukkan kepalanya takut, "Zara aku mimi, semester pertama kelas satu kita selalu ada di kelas yang sama, d-dan aku gak sengaja buat masalah sama kak Michele, t-tapi kamu malah gak sengaja melibatkan diri kamu sama mereka, a-aku minta maaf karena selama ini cuma bisa diem dan gak bisa bantu kamu" Sesal mimi.

Mimi tampak berlinang ketika mengungkapkan isi hatinya.

"Oke, jadi gue korban bully? dan ini semua gara gara lo?" Tanya Zara memastikan.

Mimi mengangguk membenarkan, "A-aku minta maaf karena secara gak langsung kamu buat diri kamu dalam masalah besar, dan ini semua karena aku" Sesal Mimi.

"Apa yang udah michele lakuin ke gue?" Tanyanya.

"Banyak" Ungkap Mimi.

Zara berdiri, gadis itu menyeret Mimi mengikuti langkah kakinya menuju toilet, Zara masuk ke dalam salah satu bilik toilet bersama Mimi dan membuka seragamnya.

Mimi menunduk ketakutan saat Zara menunjukkan tubuhnya yang terdapat beberapa luka bakar.

"Ini semua? gara gara michele?" Tanya Zara.

Mimi masih menunduk, gadis itu tak menjawan atau sekedar mengangguk membenarkan.

"Mimi! jawab gue!" Perintahnya.

"I-iya" Balas Mimi gugup

Zara tampak mendengus kesal, ia sekarang mengerti kenapa ketiga kakak kelasnya itu memiliki sikap angkuh dan sangat percaya diri ketika berhadapan dengannya.

"Zara dongo! bisa bisanya dia diem di giniin!" Batin Kayla.

"Maafin aku Zara, ini semua terjadi karena aku"

"Enggak! ini terjadi karena Zara sendiri! dia sih sok sok an ikut campur sama urusan orang sok jadi pahlawan kesiangan, biarin aja!" Balasnya.

Sebenarnya Mimi tak mengerti mengapa Zara berkata demikian, gadis itu sopan sedang membicarakan orang lain dan bukan dirinya.

"Anyway thanks infonya" Kata Zara.

Zara kembali mengancing seragamnya dan keluar dari bilik toilet meninggalkan Mimi.

"Aku seneng kamu jadi berani Zara" Gumam Mimi.

...****************...

Zara berjalan ke kelas 12 yang terletak di lantai 2 untuk menemui michele dan kedua temannya itu.

"Mana michele?!" Tanyanya pada salah satu teman sekelas michele.

Michele yang merasa terpanggil berdiri dan menghampiri Zara yang masih berada di luar kelasnya.

"Ngapain lo nyari gue?!" Tanyanya menantang.

Zara tersenyum, senyum yang mengejek.

"Kayanya gue tau apa alasan lo ngerasa kalo gue bakalan takut sama lo dan kedua temen lo yang kaya curut ini" sarkasnya.

"Anjing lo! berani ngatain kita!" Windi menyulut tak Terima, namun ruri masih menahannya.

"Bagus kalo lo inget, pede banget lo dateng kesini sekarang! mau gue lakuin hal yang lebih parah dari yang dulu?!" Tanyanya mengancam.

"Jadi bener, luka ini karena kalian bertiga?" Tanya Zara menunjukkan luka pada belakang telinganya.

Michele tak berani menjawab, bagaimanapun perdebatan ini bisa saja di dengar oleh siswa Baik yang bisa kapan saja melaporkan perbuatannya.

"Michele Michele, gue gak nyangka takdir bakalan mempertaruhkan kita dalam posisi ini, lo ngaku aja, Mimi udah ceritain semuanya" Ungkap Zara.

"Mimi?"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!