NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Aksarasastra

Premis:
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut, Alya Prameswari terpaksa menerima perjodohan dengan Adrian Wijaya, seorang Direktur muda yang dingin dan terkenal tidak menyukai wanita “cegil”. Namun pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Alya yang sebenarnya cukup tenang justru berpura-pura menjadi istri paling menyebalkan agar Adrian segera menceraikannya.
Sayangnya rencananya gagal. Semakin Alya bersikap cegil, Adrian justru semakin sabar dan mulai melindunginya.
Ketika akting Alya berubah menjadi perasaan yang nyata, ia harus memilih: terus berpura-pura… atau mengakui bahwa ia tidak lagi ingin pernikahan kontrak itu berakhir.
Saksikan Terus Cerita ini, update setiap hari 💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Aksarasastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Ilfil Level Lanjut.

Beberapa waktu setelah pulih dari alerginya, kehidupan Alya kembali berjalan dengan ritme yang terasa jauh lebih normal. Setidaknya itulah yang terlihat dari luar. Ia kembali beraktivitas seperti biasa di rumah, membantu Bunda di dapur sesekali, berdebat kecil dengan Bima, dan sesekali menerima telepon dari Adrian yang kini entah kenapa semakin sering menghubunginya. Namun di balik semua rutinitas yang tampak biasa itu, Alya sebenarnya sedang menjalankan sebuah misi rahasia yang menurutnya sangat penting bagi masa depannya sendiri.

Pernikahan kontrak itu tetap akan terjadi.

Ia tahu ayahnya tidak akan membatalkan keputusan tersebut, dan Alya juga cukup dewasa untuk memahami bahwa perjodohan itu memiliki alasan besar di baliknya. Karena itu ia tidak berniat mempermalukan Adrian atau membuat masalah besar di depan keluarga mereka. Bagaimanapun juga, pria itu tidak pernah bersikap buruk padanya.

Namun di dalam hati Alya tetap memiliki satu rencana sederhana.

Ia hanya ingin membuat Adrian merasa bosan.

Kalau pria itu merasa jenuh dengan tingkahnya yang aneh, mungkin suatu hari nanti Adrian sendiri yang akan berpikir bahwa hidup bersama Alya terlalu melelahkan. Alya tidak perlu melakukan hal jahat. Ia hanya perlu menjadi dirinya sendiri… versi yang sedikit lebih absurd.

Dan pagi itu, ia sudah duduk di depan meja rias dengan ekspresi sangat serius, seolah sedang merancang strategi perang besar.

Di atas meja riasnya tergeletak berbagai perlengkapan makeup yang biasanya ia gunakan dengan sangat rapi. Namun kali ini Alya memandang semuanya dengan cara yang berbeda. Lipstik merah terang, blush on warna pink cerah, eyeliner hitam yang cukup tebal, bahkan sepasang kacamata hitam besar yang biasanya ia pakai ketika malas berdandan.

Alya menyilangkan tangan di depan dada sambil menatap bayangannya di cermin.

“Baiklah,” gumamnya pelan. “Kita mulai Operasi Ilfil Level Lanjut.”

Ia mengambil lipstik merah terang itu dan mengoleskannya sedikit lebih tebal dari biasanya. Hasilnya membuat bibirnya terlihat terlalu mencolok, seperti karakter drama yang sedang berusaha keras tampil glamor. Ia memiringkan kepala sedikit untuk menilai hasilnya.

“Lumayan,” katanya puas. “Cukup mengganggu.”

Setelah itu ia berdiri dan berjalan ke lemari pakaian. Puluhan dress dan blus tergantung rapi di dalamnya, namun Alya langsung mengambil satu yang paling mencolok ..., dress kuning cerah dengan lengan balon besar dan rumbai-rumbai warna-warni yang membuatnya terlihat seperti karakter kartun yang terlalu ceria.

Sebenarnya baju itu lucu.

Namun untuk makan siang santai di mall, penampilannya jelas terlalu berlebihan.

Dan itulah tujuan Alya.

Beberapa menit kemudian suara mobil Adrian terdengar berhenti di halaman rumah. Alya yang sedang memakai sepatu hak tinggi langsung melirik jam di dinding.

“Tepat waktu lagi,” gumamnya.

Ia berdiri di depan cermin sekali lagi untuk memastikan penampilannya cukup… mencurigakan. Dress kuning cerah, lipstik merah mencolok, dan kacamata hitam besar yang hampir menutupi setengah wajahnya.

Alya tersenyum kecil pada bayangannya sendiri.

“Direktur Es Batu pasti capek lihat ini.”

Di halaman rumah, Adrian sudah berdiri di dekat mobilnya sambil memeriksa ponsel. Ia mengenakan kemeja putih sederhana dengan celana hitam rapi, penampilan yang membuatnya terlihat seperti model majalah bisnis tanpa perlu berusaha keras.

Ketika pintu rumah terbuka, Adrian mengangkat kepala.

Dan untuk pertama kalinya sejak Alya keluar rumah, langkahnya berhenti beberapa detik.

Alya berjalan keluar dengan langkah percaya diri yang sedikit berlebihan. Dress kuningnya bergerak mengikuti langkahnya, sementara kacamata hitam besar membuatnya terlihat seperti selebritas yang sedang menyamar di tempat umum.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Adrian memandangnya dari atas sampai bawah.

Alya yang sudah menunggu reaksi tertentu langsung tersenyum lebar di balik kacamata hitamnya.

“Bagaimana?” tanyanya penuh harap.

Adrian menutup ponselnya dengan tenang lalu membuka pintu mobil untuknya.

“Kita bisa berangkat sekarang.”

Alya berkedip.

“Hah?”

Ia menurunkan kacamata hitamnya sedikit lalu menatap Adrian dengan ekspresi curiga.

“Kamu tidak merasa ada yang… berbeda?”

Adrian menatapnya sejenak.

“Kamu memakai dress baru.”

Alya menatapnya tidak percaya.

“Cuma itu?”

“Ya.”

Alya berdiri beberapa detik di tempat sambil menatap pria itu dengan tatapan menyelidik. Ia sudah menyiapkan berbagai kemungkinan reaksi di kepalanya; tertawa, bingung, atau bahkan malu terlihat berjalan bersama Alya di depan umum.

Namun Adrian hanya terlihat biasa saja.

“Ini mencurigakan,” gumam Alya dalam hati.

Ia akhirnya masuk ke mobil sambil terus memperhatikan Adrian yang berjalan ke kursi pengemudi.

Begitu mobil mulai bergerak, Alya langsung bersandar di kursinya sambil menyilangkan tangan.

“Adrian.”

“Iya?”

“Kamu orangnya sabar sekali ya.”

Adrian meliriknya sekilas sebelum kembali fokus ke jalan.

“Mungkin.”

Alya memiringkan kepala sambil memperhatikannya dengan ekspresi serius. Dalam pikirannya, teori lama yang pernah ia buat kembali muncul.

Direktur Es Batu ini benar-benar mencurigakan.

Ia terlalu tenang.

Terlalu sabar.

Terlalu… stabil.

Alya menatapnya lagi dengan mata menyipit.

“Jangan-jangan…”

Ia mulai tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Bagaimana kalau yang ia pikirkan selama ini benar?? jadi..., Adrian sebenarnya memang psikxpxt?

Bukan psikxpxt yang terlihat menyeramkan seperti di film horor, tetapi tipe yang tenang dan sopan. Yang terlihat normal, tapi suatu hari tiba-tiba bisa melakukan sesuatu yang mengerikan tanpa ekspresi.

Alya menelan ludah pelan.

Bayangan absurd itu langsung berkembang di kepalanya seperti film thriller.

Ia membayangkan suatu malam Adrian berdiri di depan pintu rumahnya dengan wajah datar, mengenakan jas hitam seperti biasa. Lalu dengan suara dingin ia berkata, “Alya, kamu terlalu berisik.”

Kemudian…

Alya langsung menggeleng keras untuk mengusir bayangan itu lagi.

“Tidak, tidak,” gumamnya dalam hati. “Jangan sampai begitu.”

Ia kembali menatap Adrian dengan hati-hati.

Strateginya harus tetap sama.

Membuat Adrian ilfil boleh saja.

Namun jangan sampai melewati batas.

Kalau sampai memancing kemarahan orang yang ternyata psikxpxt, hidup Alya bisa berakhir di dalam…

sesuatu yang tidak ingin ia bayangkan lebih jauh.

Alya menarik napas panjang.

“Baiklah,” pikirnya serius. “Strategi tetap berjalan. Tapi harus aman.”

Perjalanan menuju mall berlangsung cukup tenang, meskipun Alya beberapa kali melontarkan pertanyaan aneh yang membuat Adrian hanya mengangkat alis tanpa banyak komentar.

Ketika mereka sampai di restoran tempat makan siang, Alya langsung duduk di kursinya sambil melepas kacamata hitam besar itu.

Ia menatap Adrian dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu.

“Kamu tidak pernah capek ya?”

Adrian membuka menu dengan santai.

“Capek tentang apa?”

“Menghadapi Alya.”

Adrian mengangkat pandangan sedikit.

“Kenapa harus capek?”

Alya bersandar di kursinya sambil menghela napas dramatis.

“Karena Alya ini orangnya agak… ribet.”

Adrian menatapnya beberapa detik sebelum berkata dengan nada tenang.

“Aku tidak merasa begitu.”

Jawaban itu membuat Alya terdiam beberapa saat.

Di dalam hatinya, ia justru merasa sedikit kesal.

Rencananya untuk membuat Adrian mulai bosan seharusnya sudah berhasil sejak lama. Namun setiap kali ia melakukan sesuatu yang aneh, pria itu selalu menanggapinya dengan sikap tenang yang sama.

Alya mengerutkan hidung.

“Ini tidak sesuai rencana,” gumamnya dalam hati.

Namun di sisi lain, ada perasaan aneh yang juga muncul di dadanya.

Meskipun Adrian sering membuatnya kesal dengan sikap cueknya, ia juga merasa… sedikit senang.

Karena entah kenapa, pria itu selalu memperlakukannya dengan sangat sabar.

Di seberangnya, Adrian sebenarnya sedang menahan sesuatu yang tidak ia tunjukkan.

Sejak beberapa waktu terakhir, ia mulai menyadari satu hal yang membuatnya sedikit canggung pada dirinya sendiri.

Ia mulai menikmati kehadiran Alya.

Cara gadis itu berbicara tanpa filter, logikanya yang kadang melompat ke tempat absurd, bahkan ekspresi dramatisnya ketika memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Semua itu membuat hidup Adrian yang biasanya sangat teratur terasa jauh lebih… hidup.

Namun tentu saja ia tidak akan mengatakan itu.

Karena jika Alya tahu, gadis itu mungkin akan menjadi jauh lebih berisik dari sekarang.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!