NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Novita dan Desi duduk berhadapan di sebuah warung mie ayam kecil yang berada di pinggir jalan. Tempat itu sederhana, namun sudah menjadi tempat langganan mereka sejak lama. Aroma kuah kaldu yang hangat bercampur dengan suara kendaraan yang lalu lalang di jalanan Jakarta.

Desi mengaduk mie di mangkuknya pelan sambil menghela napas.

"Capek juga ya hidup di Jakarta," gumamnya.

Novita tersenyum tipis sambil menyeruput kuah mie ayamnya.

"Baru juga beberapa tahun kamu di sini sudah mengeluh. Kalau begitu kenapa tidak cari kerjaan lain saja?"

Desi mengangkat bahu.

"Kamu pikir aku tidak mencoba? Aku sudah kirim lamaran ke mana-mana. Perusahaan di Tangerang, Jakarta Selatan, bahkan sampai Bekasi. Tapi belum ada yang panggil."

Novita mengangguk mengerti.

"Kalau begitu sabar saja. Biasanya memang begitu prosesnya."

Desi tertawa kecil.

"Sabar itu gampang diucapkan, Ta. Tapi kalau tiap bulan harus bayar kos, makan, transport, rasanya kepala mau pecah."

Novita menatap sahabatnya itu dengan ekspresi simpati.

"Kalau begitu cari saja pacar pengusaha. Jadi tidak perlu kerja lagi."

Desi langsung menatapnya dengan wajah lesu.

"Masalahnya tidak ada pengusaha yang mau minta nomor teleponku."

Novita tertawa pelan.

"Kamu ini cantik, Des. Masa tidak ada yang tertarik? Pasti ada saja nanti pemuda impian yang datang."

Desi menyipitkan mata sambil tersenyum jahil.

"Ngomong-ngomong soal pemuda impian… kamu sendiri bagaimana? Ada cowok yang kamu taksir?"

Novita berhenti sejenak sebelum tersenyum tipis.

"Cinta itu cuma kata pemanis dalam hubungan."

Desi langsung mengernyit.

"Maksudnya?"

"Aku tidak butuh hal seperti itu sekarang," jawab Novita santai. "Yang penting kerja, hidup tenang, dan bahagia dengan caraku sendiri."

Desi tertawa keras.

"Kalau begitu kamu bakal jadi jomblo selamanya."

"Tidak masalah," balas Novita ringan. "Cinta itu seperti surga indah yang hanya sementara."

Desi menatapnya lebih lama.

"Kamu masih belum bisa melupakan mantanmu yang dulu ya?"

Novita langsung mengambil sumpitnya dan pura-pura fokus pada mie ayam di depannya.

"Eh, rasanya mie ayam di sini tidak berubah ya sejak dulu," katanya cepat.

Desi menghela napas pelan. Ia tahu sahabatnya itu sengaja mengalihkan pembicaraan. Luka lama Novita memang belum benar-benar sembuh.

Beberapa menit kemudian Novita melihat jam di ponselnya.

"Kita pulang saja. Besok aku harus berangkat pagi."

Desi langsung menyeringai.

"Boleh… tapi kamu harus mentraktir boba dulu."

Novita menggeleng sambil tertawa.

"Dasar kamu ini. Baiklah, aku traktir."

Mereka kemudian berjalan menuju sebuah stand boba yang tidak jauh dari warung mie ayam. Setelah membeli minuman, keduanya berjalan menuju arah kos masing-masing.

"Semoga kerjaan barumu lancar ya," kata Desi sebelum berpisah.

"Amin. Doakan saja aku bisa bertahan," jawab Novita sambil tersenyum.

Keesokan paginya, udara pagi masih terasa segar ketika Novita berdiri di depan gedung kantor barunya. Ia mengenakan kemeja putih rapi dengan rok hitam sederhana.

Di sampingnya berdiri Bu Rika dari bagian HRD yang akan mengantarnya berkeliling kantor.

"Ayo Novita, saya perkenalkan kamu dengan teman-teman di sini," kata Bu Rika ramah.

Mereka berjalan melewati deretan meja kerja yang sibuk dengan aktivitas masing-masing staf.

"Teman-teman, ini Novita. Karyawan baru di divisi administrasi," ujar Bu Rika memperkenalkan.

Beberapa staf menyapa dengan senyum ramah.

Seorang wanita yang duduk di meja sebelah langsung berdiri dan mengulurkan tangan.

"Halo, aku Yanti. Meja kamu nanti di sebelahku."

Novita menjabat tangannya dengan senyum hangat.

"Senang bertemu denganmu."

Yanti tertawa kecil.

"Sebelum kamu terlalu senang, aku kasih peringatan dulu. Di sini pekerjaan itu sudah seperti medan perang."

Novita sedikit terkejut.

"Medan perang?"

"Iya," jawab Yanti santai. "Deadline datang terus, laporan menumpuk, dan kadang bos bisa tiba-tiba minta revisi lima menit sebelum pulang. Jadi kamu harus siap mental."

Novita tertawa pelan.

"Baiklah. Kedengarannya menantang."

"Tapi jangan khawatir," lanjut Yanti. "Kalau butuh kopi, di sana ada pantry. Persediaan kopi di kantor ini tidak pernah habis. Itu satu-satunya penyelamat kita."

Novita ikut tertawa.

"Informasi yang sangat penting."

Yanti kemudian menunjuk ke arah meja lain.

"Oh iya, kenalkan juga. Itu Risa, satu tim denganku."

Seorang wanita berambut pendek melambaikan tangan dari mejanya.

"Halo Novita!"

"Halo," balas Novita.

Suasana kantor terasa cukup ramah sehingga Novita mulai merasa lebih santai. Ia kemudian mulai duduk di mejanya dan mempelajari beberapa dokumen pekerjaan.

Sesekali ia bertanya kepada Yanti tentang sistem kerja di kantor itu.

"Kalau laporan ini dikirim ke siapa?" tanya Novita.

"Ke bagian finance dulu," jawab Yanti sambil melihat sekilas dokumennya. "Nanti mereka yang teruskan ke manajer."

Waktu berlalu cukup cepat hingga akhirnya jam makan siang tiba.

Ketika Novita sedang merapikan beberapa berkas, seseorang mendekati mejanya.

"Novita?"

Novita menoleh dan langsung berdiri dengan wajah terkejut.

"Pak Danu?"

Pria paruh baya itu tersenyum hangat.

"Ternyata benar kamu yang diterima di sini."

Pak Danu adalah manajer bagian delivery di perusahaan tersebut. Namun bagi Novita, pria itu bukan sekadar rekan kerja.

Dulu, ketika ia masih tinggal bersama neneknya, Pak Danu adalah tetangganya.

Saat itu kehidupan Novita tidak mudah. Ia sering menerima perlakuan kasar dari ibunya sehingga beberapa kali harus tinggal bersama neneknya untuk sementara waktu.

Pak Danu sering melihat gadis kecil itu berdiri di depan tokonya. Novita biasanya hanya menatap jajanan yang dijual tanpa berani membeli karena tidak punya uang.

Suatu hari Pak Danu pernah memanggilnya.

"Kamu mau makan?" tanyanya waktu itu.

Novita kecil hanya menunduk malu.

Sejak saat itu Pak Danu sering memberinya makanan atau sekadar menanyakan kabarnya.

Kini bertahun-tahun telah berlalu.

Novita yang dulu kurus dan pemalu kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan mandiri.

"Saya dengar dari HRD kamu mulai kerja hari ini," kata Pak Danu.

"Iya, Pak. Terima kasih juga karena sudah merekomendasikan saya," jawab Novita tulus.

Pak Danu menggeleng ringan.

"Kamu tidak perlu berterima kasih. Kamu memang pantas mendapatkannya."

Ia memandang Novita dengan ekspresi bangga.

"Saya senang melihat kamu bisa berdiri sendiri sekarang."

Novita tersenyum hangat.

"Semua juga berkat bantuan orang-orang baik seperti Bapak."

Pak Danu menepuk bahunya pelan.

"Kerja yang baik ya. Kalau ada kesulitan jangan ragu bilang ke saya."

"Baik, Pak."

Ketika Pak Danu pergi, Yanti langsung mendekat dengan wajah penasaran.

"Eh, kamu kenal Pak Danu?"

Novita mengangguk.

"Dia tetanggaku dulu."

Yanti mengangkat alis kagum.

"Wah, berarti kamu punya koneksi kuat di sini."

Novita tertawa kecil.

"Tidak juga. Aku tetap harus bekerja keras seperti yang lain."

Yanti tersenyum.

"Kalau begitu selamat datang di medan perang yang sebenarnya, Novita."

1
viellia
next yuuuk kaaak
Siti Nugraheni
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!