NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.

Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.

Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.

Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.

Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.

Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.

Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.

Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2080

Segera setelah itu, Fei Xing menekan tombol pada jam pintarnya yang terhubung dengan perangkat komunikasi setiap anggota tim.

Suaranya yang tegas dan penuh semangat mengalir ke telinga semua orang.

"...Apa kalian mendengar aku?! Aku baru saja mendapatkan kabar dari Kaisar—lagi-lagi dewan menentang permintaan Kaisar untuk membantu kota bawah keluar dari kemiskinan, kelaparan, dan kesenjangan sosial yang selama ini kalian rasakan......"

Mata semua orang langsung memerah mendengar kata-kata itu.

Tangan mereka terkepal erat, napas menjadi lebih berat—rasa marah, kecewa, dan kesedihan menyatu dalam hati mereka.

Mereka tahu betul bagaimana rasanya hidup selalu dianggap sebagai beban, selalu diperlakukan tidak adil hanya karena mereka tinggal di distrik kumuh.

Namun Fei Xing segera melanjutkan dengan nada yang lebih tinggi dan penuh semangat.".....Namun jangan khawatir! Kaisar tetap teguh pada pendiriannya—bahkan jika dia tak bisa menggerakkan kota atas untuk membantu, dia akan turun sendiri ke kota bawah jika diperlukan!"

Dia berjalan maju ke tengah tanah lapang melihat ke atas dan berkata dengan Tegas."Karena itu... Kita HARUS berhasil! Entah tanpa dukungan kota atas, bahkan jika hanya dengan tangan-tangan kita sendiri sebagai penduduk kelas bawah! Kita harus bisa membangun tempat ini seperti dulu—hijau menyebar sepanjang mata memandang, anak-anak bisa berlari bebas tanpa takut akan apapun, para wanita bisa keluar rumah dengan aman dan tenang!"

Kata-kata Fei Xing seperti nyala api yang menyulut semangat dalam hati setiap orang.

Mata mereka yang tadinya penuh kesedihan kini mulai menyala dengan tekad yang kuat. Beberapa orang mengangguk dengan keras, sementara yang lain mengeluarkan suara jeda kecil rasa setuju.

Zhang Li mengangkat tangan dengan suara yang penuh semangat. "Benar sekali, Tuan! Kita tidak bisa berhenti hanya karena mereka tidak mendukung kita! Ini adalah rumah kita—kita yang harus membangunnya!"

"Kita akan bekerja lebih keras!" teriak Lin Mei dengan wajah yang penuh semangat. "Biarkan mereka lihat bahwa kita bisa membuat kota bawah menjadi tempat yang lebih baik tanpa bantuan mereka!"

Dalam sekejap, semangat seluruh tim kembali membara. Mereka segera kembali bekerja dengan kecepatan lebih cepat dan semangat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Robot pembersih bekerja lebih efisien, sementara tangan-tangan manusia bergerak dengan terkoordinasi untuk membersihkan setiap sudut kawasan.

Fei Xing melihat semua itu dengan mata lebih lembut.Dia tahu bahwa jalan yang akan ditempuh masih panjang dan penuh tantangan didunia ini.

Namun dengan semangat yang ada pada setiap orang di sini, dia yakin bahwa mereka akan bisa mewujudkan impian untuk membuat kota bawah menjadi tempat yang layak huni—sebuah bukti bahwa mereka bukanlah beban, melainkan bagian penting yang bisa membawa perubahan besar bagi dunia ini.

Setelah tiga bulan bekerja tanpa lelah, rumah kaca megah yang dibangun dari bahan dari gudang Fei Xing dan besi daur ulang siap digunakan.

Dengan luas total 300 meter persegi, bangunan ini berdiri kokoh di tengah bekas lahan tandus yang dulunya tertutupi sampah. Dinding kaca yang jernih memantulkan sinar matahari dengan indah, sementara struktur besi yang kuat menjaga bentuknya tetap kokoh.

Rumah kaca dibagi menjadi beberapa bagian fungsional yang terorganisir dengan baik:

- Kawasan perkebunan dengan lahan bedeng yang rapi, siap untuk menanam berbagai jenis tanaman

- Arena pemantauan dengan perangkat teknologi canggih untuk memantau kondisi tanah, suhu, dan kelembapan

- Gudang penyimpanan bibit yang dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga kesegaran benih

- Ruang kerja untuk menyimpan alat pertanian dan melakukan pengolahan awal hasil panen

Kapten Bing ditunjuk sebagai pengawas utama di sini. Setelah kawasan pertama selesai, mereka hanya memberikan waktu satu minggu untuk mengatur segala sesuatunya sebelum segera memulai pembangunan rumah kaca kedua.

Dengan bantuan robot mecha yang cepat dan efisien, pembangunan hanya membutuhkan waktu tiga hari saja—kecepatan yang tidak pernah mereka bayangkan bisa dicapai.

Saat kedua rumah kaca siap digunakan, Fei Xing mengumpulkan semua orang untuk memberikan pelatihan intensif.

"Sekarang kita akan belajar cara mengemburkan tanah dengan benar," jelasnya sambil menunjukkan langkah-langkah melalui layar hologram.

".....Kita akan menggabungkan larutan nutrisi yang ada dengan pupuk organik dari hasil daur ulang, sehingga tanah akan menjadi subur dan bisa menopang pertumbuhan bibit dengan kualitas terbaik."

Proses memperbaiki tanah membutuhkan waktu tepat satu bulan.

Setiap hari, mereka dengan sabar mencampurkan bahan-bahan perbaikan tanah, mengolah setiap lahan bedeng dengan cermat, dan memantau perkembangan kualitas tanah secara berkala.

Tidak ada yang mengeluh—semua tahu bahwa ini adalah langkah penting untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Setelah tanah siap sesuai standar yang Fei Xing inginkan, mereka segera menanam semua bibit yang telah disiapkan—kentang, ubi jalar, kubis, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan lainnya.

Mulai saat itu, mereka menjaga dan mengawasi pertumbuhan tanaman dengan sangat rutin dan teratur—memastikan setiap tanaman mendapatkan cukup air, cahaya, dan nutrisi yang dibutuhkan.

Karena itu mereka juga membangun apartemen untuk ditinggali semua orang,dan Fei Xing sementara juga tinggal disana.

Lalu, setelah satu bulan lebih berlalu—pada pagi hari yang cerah—suara teriakan kegembiraan menggema di seluruh kawasan rumah kaca.

Di setiap bedeng tanam, tunas hijau kecil telah muncul dengan kuat dari dalam tanah. Beberapa bahkan sudah mulai menunjukkan daun-daun muda yang segar.

Kapten Bing melihat pemandangan itu dengan mata yang penuh air mata. Tangannya gemetar saat menyentuh daun muda satu dari bibit kentang.

Tak lama kemudian, dia menangis dengan terisak-isak, diikuti oleh rekan-rekannya yang juga tidak bisa menahan emosi mereka.

"Kita... kita berhasil!" bisik Lin Mei dengan suara mengejang, air mata mengalir deras di pipinya. "Setelah bertahun-tahun melihat tanah yang tandus dan mati, akhirnya ada kehidupan kembali di sini!"

Anyu meraih tangan Zhang Li dan Wu Chen, mereka semua menangis bersama sambil melihat hamparan tunas hijau yang semakin merambah di setiap sudut rumah kaca.

Semua rasa lelah, kesusahan, dan perlawanan yang mereka alami selama ini tampaknya menghilang digantikan oleh rasa bahagia dan kebanggaan yang luar biasa.

Fei Xing berdiri di sisi mereka dengan senyum hangat. Tanpa menunda waktu, dia mengambil jam pintarnya dan menghubungi Qing Zhang secara langsung.

Di kediaman keluarga Qing yang megah, Qing Zhang sedang makan malam bersama Ibunya dan sepupunya Kang Chen.

Meja makan yang panjang ditutupi dengan hidangan mewah—semua berupa larutan nutrisi yang diformulasikan dengan rasa terbaik, serta beberapa jenis tanaman yang masih bisa tumbuh di dunia saat ini.

Ibu Qing—seorang Orc rubah dengan rambut merah kecoklatan yang masih indah meskipun usianya sudah cukup lanjut—sedang memperhatikan putranya yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

Qing Zhang sendiri mewarisi gen dari Ayahnya, seorang Orc macan tutul yang telah meninggal beberapa tahun lalu dan mewariskan kekaisaran kepadanya saat dia baru berusia 18 tahun.

Tiba-tiba, gelang pintar di pergelangan tangan Qing Zhang menyala dengan warna hijau.

Dia segera mengangkatnya dan menekan layarnya, lalu nafasnya tiba-tiba tertahan saat melihat video yang muncul di sana.

Video itu menampilkan rekaman hari demi hari tentang proses pertumbuhan bibit—dari saat ditanam hingga akhirnya tunas hijau kecil muncul dengan kuat dari tanah.

Mata Qing Zhang mulai memerah karena emosi yang sulit disembunyikan.

Melihat itu, Ibunya melihat padanya dengan wajah cemas. "...Qing Zhang, ada apa denganmu? Mengapa wajahmu seperti itu?"

Kang Chen juga menghentikan gerakan makanannya dan melihat ke arah kakaknya dengan rasa penasaran. "Kakak, ada masalah apa?"

Qing Zhang menghela nafas dalam-dalam, suaranya sedikit gemetar saat berbicara."Berhasil.... mereka berhasil...."

Tanpa berkata lebih banyak, dia menekan sebuah tombol pada gelangnya, membuat video itu muncul sebagai gambar hologram besar yang mengambang di tengah ruangan makan.

Ibu Qing melihatnya dengan mata membesar, sendok yang sedang dia pegang terjatuh ke piring dengan bunyi dentang yang keras, membuat semua orang di ruangan langsung bereaksi dan melihat ke arah hologram.

"Itu... bukankah itu tunas hijau yang sesungguhnya?!" bisiknya dengan suara penuh kekaguman dan tidak percaya.

Kang Chen juga berdiri dengan terkejut, matanya tak bisa lepas dari gambar tunas hijau yang segar dan cerah di layar hologram.

"Ini tidak mungkin... bagaimana membuat tanaman tumbuh seperti itu?"

Ibu Qing berdiri dan mendekat lebih jauh ke hologram, tangannya gemetar saat ingin menyentuh gambar tunas itu.

".....Aku sudah lama sekali tidak melihat tanaman seperti ini. Saat aku masih kecil di rumah ibuku, kita masih memiliki kebun dengan berbagai tanaman yang tumbuh subur seperti ini."

Dia menghela nafas dengan rasa nostalgia yang dalam. "Namun sejak kondisi planet ini memburuk ratusan tahun yang lalu, hampir seluruh permukaan bumi hanya bisa menyelamatkan beberapa jenis tanaman saja—seperti bayam, pir, dan anggur. Bahkan itu pun sudah bermutasi dan rasanya tidak sama lagi dengan yang aslinya."

Qing Zhang menekan tombol lagi, menampilkan video tambahan tentang rumah kaca dan kawasan pertanian yang telah mereka bangun di distrik B.

"....Ini adalah hasil kerja sama dengan Fei Xing. Mereka berhasil memperbaiki tanah dan menumbuhkan bibit-bibit asli tanpa ada mutasi sama sekali."

Kang Chen melihat kakaknya dengan mata yang penuh rasa hormat. "Jadi apa yang dikatakan kakak waktu itu benar—ada cara untuk membantu kota bawah dan membuat planet ini kembali hidup?"

Ibu Qing menoleh pada putranya dengan wajah yang penuh kebanggaan. "Qing Zhang, ini adalah hal terbesar yang bisa kamu lakukan untuk rakyat kita. Jangan pernah menyerah walau ada banyak orang yang menentang mu. Tunas hijau ini adalah bukti bahwa masa depan kita tidak harus selalu suram seperti sekarang."

Qing Zhang mengangguk dengan tegas, matanya kini penuh dengan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya.

"....Aku tidak akan berhenti, Ibu. Besok aku akan mengundang seluruh dewan untuk melihat bukti ini secara langsung. Mereka harus tahu bahwa perubahan bukanlah hal yang mustahil lagi."

Di tengah ruangan makan yang tenang, gambar tunas hijau di layar hologram terus bersinar.

menjadi simbol harapan baru bagi seluruh keluarga Qing dan mungkin juga bagi seluruh dunia yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!