NovelToon NovelToon
Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Panci, Sayuran, dan Sistem yang Menguji Kesabaran

Asap tebal beraroma lemak babi panggang dan rempah pedas menggantung rendah di udara Dapur Luar Sekte Awan Mengalir. Ruangan raksasa itu dipenuhi hingar-bingar yang memekakkan telinga; suara wajan besi hitam raksasa yang mendesis marah saat air kaldu dituangkan, diselingi bunyi nyaring pisau daging yang memotong tulang binatang buas di atas talenan kayu oak berdarah. Suhu ruangan itu panasnya menyengat, membuat keringat para murid pelayan bercucuran membasahi jubah abu-abu mereka yang sudah kumal.

Di sudut paling gelap dan paling jauh dari tungku api utama, sebuah tumpukan karung berisi kubis spiritual terlihat sedikit bergerak.

Lin Fan, seorang pemuda berusia tujuh belas tahun dengan rambut hitam yang diikat sembarangan, sedang berbaring terlentang di atas tumpukan karung kasar itu. Matanya setengah tertutup, sementara sebatang jerami ilalang terjepit di antara giginya, bergerak naik-turun seirama dengan napasnya yang pelan dan teratur. Jari-jarinya mengetuk-ngetuk perutnya sendiri dengan ritme santai, sama sekali mengabaikan kekacauan duniawi di sekitarnya.

Kepala Koki Wang, seorang pria gempal dengan perut yang menonjol keluar dari balik celemek bernoda minyaknya, melangkah lebar-lebar membelah kerumunan. Urat-urat hijau bermunculan di pelipisnya. Tangannya yang sebesar paha bergetar hebat saat menggenggam sebuah sendok sayur dari kuningan. Dia menghentakkan kakinya yang berbalut sepatu bot tebal ke lantai batu, menghasilkan suara dentuman yang membuat beberapa murid pelayan di sekitarnya terlonjak mundur dan menundukkan kepala mereka dalam-dalam.

"Lin Fan!"

Suara Kepala Koki Wang menggelegar mengalahkan suara mendesis dari delapan wajan raksasa sekaligus. Wajahnya merah padam, persis seperti tomat spiritual yang terlalu matang. Kumis tebalnya berkedut-kedut hebat setiap kali dia menghembuskan napas kasar melalui hidungnya. Tangannya terangkat tinggi-tinggi, mengarahkan sendok sayur kuningan itu tepat ke wajah Lin Fan yang masih berbaring.

Bulu mata Lin Fan bergerak sedikit. Dia perlahan membuka sebelah matanya, menatap ujung sendok sayur yang berjarak hanya dua inci dari hidungnya. Alih-alih melompat ketakutan atau memohon ampun, bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. Dia menggeser posisi kepalanya sedikit agar karung kubis di bawahnya terasa lebih empuk, lalu menghela napas panjang yang terdengar sangat malas.

"Kepala Koki Wang," suara Lin Fan serak dan pelan, tangannya bergerak lambat untuk menggaruk telinganya. "Suaramu merusak harmoni energi spiritual di tumpukan kubis ini. Tidakkah kau lihat mereka sedang berusaha tumbuh menjadi kimchi yang baik?"

Rahang Kepala Koki Wang jatuh terbuka. Otot-otot di sekitar matanya kejang. Dia mencengkeram pegangan sendok sayur itu begitu erat hingga ruas-ruas jarinya memutih, seolah-olah dia sedang berusaha mencekik leher naga bumi.

"Kubis?! Harmoni?!" Suara Wang meninggi hingga hampir melengking. Dia membanting sendok sayurnya ke sebuah tong kayu kosong di sebelahnya hingga tong itu pecah berantakan, serpihan kayunya terlempar ke udara. "Sekte ini memberimu makan! Sekte ini memberimu tempat bernaung! Dan kau, sampah tak berguna yang baru saja siuman dari demam tiga hari, berani-beraninya tidur saat tiga ribu murid luar sedang menunggu makan siang mereka?!"

Lin Fan menatap serpihan kayu yang berjatuhan di sekitarnya dengan tatapan kosong. Di dalam benaknya, dia menggerutu panjang pendek. Tiga hari yang lalu, dia adalah seorang budak korporat di bumi yang mati karena serangan jantung di depan layar komputer. Ketika dia membuka mata, dia sudah berada di tubuh bocah malang ini di sebuah dunia di mana orang-orang terbang di atas pedang dan membelah gunung dengan tangan kosong. Dunia Kultivasi. Tempat di mana yang kuat memangsa yang lemah, dan yang lemah bekerja di dapur memotong bawang.

Tapi Lin Fan sudah membuat sumpah darah dengan jiwanya sendiri: Di kehidupan ini, aku menolak untuk bekerja keras! Biarkan aku mati sebagai ikan asin daripada harus lembur lagi!

Tiba-tiba, sebuah suara mekanis tanpa emosi bergema di dalam tengkoraknya, jernih dan tajam bak lonceng perunggu di pagi hari yang sunyi.

[Ding! Mengonfirmasi tekad host yang sangat tidak termotivasi...]

[Sistem Pemalas Absolut berhasil diaktifkan!]

[Misi Utama: Bertahan hidup dengan meminimalkan pengeluaran energi kalori dan spiritual.]

[Misi Harian Pertama Diperbarui: Abaikan kemarahan Kepala Koki Wang dan tetaplah berbaring selama sepuluh napas lagi.]

[Hadiah Misi: Pil Pengumpul Qi Tingkat Rendah x1, Pengalaman Kultivasi +100]

Mata Lin Fan yang sebelumnya sayu tiba-tiba membelalak lebar, memantulkan cahaya dari tungku api. Tubuhnya menegang sesaat, jari-jarinya meremas kain karung kubis di bawahnya.

Sistem?! Jantungnya berdebar kencang. Dia telah membaca cukup banyak novel web di kehidupan sebelumnya untuk mengetahui apa artinya ini. Ini adalah jari emasnya! Tapi... sistem ini menyuruhnya untuk bermalas-malasan? Bukankah biasanya sistem kultivasi menyuruh host-nya untuk membunuh monster, menampar wajah tuan muda sombong, atau melompat ke dalam kawah gunung berapi?

Kepala Koki Wang, melihat Lin Fan membelalakkan mata dan terdiam, mengira ancamannya akhirnya berhasil menembus tengkorak tebal pemuda itu. Dia mendengus keras, menyilangkan lengan kekarnya di depan dada. Bibirnya menyeringai, memperlihatkan gigi-giginya yang kekuningan.

"Bangun sekarang, ambil pisau itu, dan potong seratus pon daging babi hutan berduri! Jika tidak selesai sebelum matahari condong ke barat, aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparkanmu ke tebing sekte!" ancam Wang, kakinya melangkah maju, siap untuk menendang tumpukan kubis itu.

Alih-alih bangun, Lin Fan menarik napas dalam-dalam. Dia menatap langit-langit dapur yang dipenuhi jelaga hitam. Tangannya yang tadi menegang perlahan rileks kembali, terkulai lemas di sisi tubuhnya. Dia perlahan-lahan menutup kedua matanya rapat-rapat, menghembuskan napas panjang, dan dengan gerakan yang sangat lambat, dia menarik sebuah karung kubis kosong untuk menutupi wajahnya.

"Sembilan napas lagi..." gumam Lin Fan dari balik karung, suaranya teredam, benar-benar mengabaikan ancaman patah kaki dari pria raksasa di depannya.

Keheningan yang mematikan tiba-tiba menyelimuti sudut dapur itu. Suara mendesis wajan dan derak api seolah-olah memudar menjadi latar belakang yang jauh. Puluhan pasang mata dari para murid pelayan terbelalak menatap pemandangan absurd itu. Beberapa dari mereka menutupi mulut mereka dengan tangan yang gemetar, ngeri melihat seorang murid pelayan berani mencari mati di tangan algojo dapur.

Tubuh Kepala Koki Wang mematung. Matanya melotot hingga nyaris keluar dari rongganya, menatap karung goni di wajah Lin Fan. Wajahnya yang merah perlahan berubah menjadi ungu gelap, urat lehernya menonjol seperti akar pohon tua. Dia mengangkat kedua tangannya ke udara, jari-jarinya menekuk seperti cakar beruang, seolah-olah otaknya tidak bisa lagi memproses tingkat kurang ajarnya pemuda di depannya ini.

"KAU... KAU... KEPARAT KECIL!!!"

Raungan Kepala Koki Wang meledak, menciptakan gelombang kejut kecil yang membuat debu-debu dari langit-langit berjatuhan. Dia menerjang maju, tangannya terjulur untuk mencengkeram kerah baju Lin Fan dan mengulitinya hidup-hidup.

[Ding! Sepuluh napas terlewati. Misi selesai!]

[Menerima Pengalaman Kultivasi +100]

[Menerima Pil Pengumpul Qi Tingkat Rendah x1. Pil telah disimpan di ruang penyimpanan sistem.]

Saat tangan raksasa Wang berjarak hanya sehelai rambut dari kerah Lin Fan, sebuah aliran energi yang hangat dan sangat kuat tiba-tiba meledak dari dalam Dantian (pusat energi) Lin Fan. Energi spiritual di udara sekitar dapur tiba-tiba berpusar, tersedot dengan ganas ke dalam tubuh Lin Fan.

BZZZTT!

Gelombang kejut Qi tak kasat mata memancar dari tubuh Lin Fan, menghantam dada Kepala Koki Wang dengan telak.

Mata Wang melebar karena terkejut. Langkahnya terhenti. Kekuatan itu tidak besar, tapi cukup kuat untuk membuat pria berbobot dua ratus pon itu terhuyung mundur tiga langkah, hak sepatunya bergesekan keras di lantai batu hingga meninggalkan bekas putih panjang. Tangannya yang besar terangkat untuk menutupi dadanya sendiri secara refleks.

Bukan hanya Wang, seluruh dapur terdiam. Rahang semua orang jatuh.

Di dunia ini, tahapan kultivasi dimulai dari Alam Pemurnian Tubuh, dibagi menjadi sembilan tingkat. Lin Fan selalu mandek di Tingkat 1 selama tiga tahun. Tapi gelombang energi barusan... itu adalah tanda yang jelas dari seseorang yang baru saja menerobos ke Alam Pemurnian Tubuh Tingkat 2!

Sambil mendesah pelan, Lin Fan menarik karung kosong dari wajahnya. Dia bangkit duduk dengan sangat enggan, menggaruk bagian belakang lehernya sambil menguap lebar, matanya masih terlihat mengantuk.

"Koki Wang," ucap Lin Fan, suaranya tenang tanpa nada bersalah sedikit pun, bahunya merosot dengan postur tubuh yang sangat tidak elegan. "Tidakkah kau tahu bahwa tidur siang sangat penting untuk memperlancar sirkulasi Qi? Lihat, karena kau mengganggu waktu istirahatku, tubuhku secara refleks melakukan terobosan untuk melindungi diri."

Kepala Koki Wang berdiri terpaku, mulutnya terbuka dan tertutup seperti ikan mas yang ditarik ke daratan. Tangannya masih menekan dadanya sendiri, matanya berpindah-pindah antara tumpukan kubis dan wajah Lin Fan yang tampak sangat ingin kembali tidur. Dia, seorang kultivator Pemurnian Tubuh Tingkat 4, baru saja dihempaskan oleh aura terobosan dari seorang murid rendahan yang menghabiskan waktunya tidur di atas sayuran.

"Kau..." Wang menelan ludah dengan susah payah, amarahnya tiba-tiba tergantikan oleh kebingungan yang luar biasa.

Di dalam benaknya, Lin Fan sedang melompat-lompat kegirangan. Hahaha! Sistem ini benar-benar tidak masuk akal! Berbaring selama beberapa detik dan aku mendapatkan kekuatan yang setara dengan latihan keras selama berbulan-bulan!

Namun di luar, Lin Fan hanya menepuk debu dari jubah abu-abunya dengan lambat, meraih sebatang jerami baru dari karung, dan menyelipkannya kembali ke mulutnya. Dia menatap lurus ke arah Koki Wang, menaikkan sebelah alisnya dengan ekspresi polos yang dibuat-buat.

"Jadi, Koki Wang... tentang daging babi hutan berduri itu," kata Lin Fan lambat-lambat, meregangkan kedua tangannya ke atas hingga terdengar bunyi tulang berderak pelan. "Apakah kau masih ingin aku memotongnya? Atau aku boleh melanjutkan meditasiku di atas kubis ini?"

1
ikyar
bagus lucu
rinn
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!