NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.

Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.

Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.

Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.

Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.

Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.

Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.

Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suku Hu

Fei Xing melihat bahwa mereka benar-benar tidak memiliki apapun sebagai perlindungan—hanya membawa daun besar dan beberapa kayu untuk membangun tenda sederhana yang mungkin tidak akan tahan jika hujan turun, apalagi jika ada kawanan binatang malam yang datang.

Hu Zen mendatanginya dengan langkah ragu."..Apa kamu tidak kembali ke suku mu? Malam akan sangat dingin di hutan..."

Fei Xing melihat pada Da Wang yang sedang membawa tumpukan daun besar, lalu menjawab: "...Aku tidak memiliki suku. Aku hidup sendiri di tempatku..."

Hu Zen melihatnya dengan wajah terkejut. "Tak punya suku?!"

Fei Xing meliriknya dengan tatapan bingung—apakah hal itu sangat aneh di dunia ini?

[Tuan, dukun yang tidak memiliki suku biasanya hanya ada dua alasan: pertama, dia tidak cukup hebat hingga diusir dari sukunya; kedua, dia telah melanggar prinsip hidup dukun di dunia ini.] sistem menjelaskan dengan jelas.

[Apa maksudnya dengan melanggar prinsipnya?] tanya Fei Xing dalam benaknya.

Sistem segera menjawab:

- Satu, memiliki pasangan. Dukun dipercaya sebagai orang suci yang harus hidup sendiri tanpa ternodai.

- Dua, dukun tidak boleh membunuh, merampok, atau melukai seseorang tanpa alasan yang sah.

Fei Xing bisa menerima alasan yang kedua, tapi larangan menikah?

Sepertinya dukun di dunia ini seperti biksu yang harus menjaga kesucian diri.

Hu Zen tidak tahu harus berkata apa lagi, dan sejujurnya dia tidak berani bertanya lebih jauh tentang latar belakang pria ini.

Si Bin membawa kayu bakar dan mulai membangun api kecil, sementara yang lainnya membuat tenda dengan bahan seadanya dari daun dan ranting pohon.

Fei Xing mendongak melihat matahari mulai terbenam di balik deretan pohon tinggi, kemudian melihat pada kelompok ini yang bekerja dengan susah payah.

Dia mendesah tak berdaya sebelum membuka mulutnya: "Kalian dengarkan....."

Si Bin, Zi Kun, Da Wang, dan yang lainnya segera menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Fei Xing dengan perhatian penuh.

Fei Xing yang awalnya bersandar pada batang pohon segera menegakkan tubuhnya. "...Jika kalian mau, kalian bisa tinggal malam ini di tempatku. Untuk makanan kalian tidak perlu cemas..... Namun aku memiliki syarat....."

"Ini...." Zi Kun dan yang lainnya melihat pada Hu Zen mencari keputusan.

Pria itu mengingat bagaimana Fei Xing menyembuhkan lukanya dan berpikir bahwa mungkin akan lebih aman jika mereka tinggal sementara di rumah pria ini dibandingkan berkemah di hutan.

"Dukun... Apa syaratnya?" tanyanya dengan sangat sopan.

Fei Xing menunjuk pada dua ekor babi tanduk yang tergeletak di tanah. "Kalian bisa menukar babi itu dengan barang-barang di tempatku...."

"Tapi ini untuk makanan seluruh suku kita...." keluh Si Bin dengan wajah khawatir, melihat pada pemimpinnya. Da Wang dan yang lainnya juga menatap Hu Zen dengan tatapan yang sama.

"Apa saja yang bisa kita dapatkan dengan menukarnya?" tanya Hu Zen dengan hati-hati—dia tidak mau gegabah menyetujui dan membuat sukunya rugi.

Fei Xing menyeringai lembut. "..Beras, buah-buahan, sayuran, dan juga daging segar. Kalian bisa mengambilnya sesuai kebutuhan setelah harga ditentukan secara adil...."

"Beras?!" Hu Zen dan seluruh kelompoknya terkejut kaget.

Mereka pernah mendengar bahwa beras hanya ada di suku yang tinggal di seberang pulau jauh, dan barang itu sangat mahal.

Orang yang pernah beruntung memakannya mengatakan bahwa rasanya sangat enak dan membuat perut cepat kenyang dalam waktu lama.

Da Wang segera menaruh tumpukan daunnya dan bergegas mendekati Hu Zen. "..Hu Zen! Kita bisa membawa beras ke suku kita! Kepala suku dan yang lainnya pasti akan sangat senang!"

Si Bin juga ikut menyampaikan pikirannya dengan mata yang bersinar harap. "...Aku pernah dengar bahwa beras bisa ditanam kembali di tanah yang cocok! Jadi, apakah kita juga bisa mendapatkan benihnya dan menanamnya nanti? Kalau begitu kita bisa makan beras kapan saja tanpa harus bergantung pada hasil buruan!"

Tanpa sadar, kata-katanya membuat seluruh kelompok menjadi bersemangat.

Mereka mulai berbisik satu sama lain dengan suara penuh antusias. "Hu Zen, apa kita bisa menukarnya saja! Kalau hasilnya kurang, kita bisa berburu lagi besok pagi!"

Hu Zen merasakan bahwa ini adalah kesempatan baik untuk sukunya.

Dia menoleh pada Fei Xing dengan tatapan tegas. "..Kalau begitu, kami akan menukar kedua babi tanduk ini dengan barang-barang yang Anda sebutkan!"

Fei Xing mengangguk puas. "Kalau begitu sudah diputuskan..?"

Semua orang dengan cepat mengangguk setuju.

Dengan keputusan itu, Fei Xing berjalan mendekati dua ekor babi tanduk yang sudah mulai membeku—jika terlambat lagi, mungkin sudah tidak layak untuk disimpan di dalam sistemnya.

Di mata Hu Zen dan seluruh kelompoknya, mereka melihat "dukun" itu melambaikan tangannya perlahan ke arah hewan yang tergeletak di tanah.

Sebuah cahaya hijau lembut muncul sesaat, menyelimuti kedua babi tanduk sebelum mereka menghilang begitu saja dari pandangan mereka, tanpa menyisakan jejak sedikitpun.

Mata semua orang melebar lebar, mulut mereka terbuka tak tertutup.

Mereka hanya bisa menatap tanah yang kosong dengan wajah penuh kekaguman dan sedikit ketakutan—ini adalah keajaiban pertama yang mereka saksikan secara langsung dari seorang dukun.

Fei Xing berbalik dan melihat ekspresi kagum yang selalu dia temui dari orang-orang yang pertama kali menyaksikan kemampuan sistemnya.

Tidak ada yang berbeda dengan kelompok Hu Zen ini.

"Ayo pergi..." ucapnya singkat sambil berjalan kembali ke arah kediamannya.

Hu Zen adalah yang pertama tersadar dari kekagumannya. Dia segera mengambil kayu bakar yang masih menyala sebagai penerangan jalan malam.

"Ayo pergi!" katanya pada Da Wang dan yang lainnya.

Mereka pun segera mengikuti, masing-masing membawa kayu bakar untuk menerangi jalan dan mengikuti kedua orang di depan mereka.

Mereka benar-benar tidak mengira bahwa "dukun" ini memiliki kekuatan jauh lebih besar daripada dukun di suku mereka yang hanya bisa mengobati luka dan penyakit sederhana.

Bagaimana mungkin seseorang sehebat ini tinggal sendiri tanpa suku?

Fei Xing tidak tahu apa yang mereka pikirkan—dia hanya berjalan dengan langkah lancar menuju kediamannya yang terlindungi dengan baik.

Setelah sekitar 10 menit berjalan, Fei Xing berhenti di depan area luas yang hanya terlihat sebagai deretan pohon-pohon tinggi dan padat di mata Hu Zen dan kelompoknya.

"Sudah sampai..." Fei Xing berbalik ke arah mereka dengan tatapan tenang. "Apa kalian siap?"

"Ya..!" jawab mereka serempak dengan suara penuh rasa hormat.

Fei Xing mengangguk dengan senyum kecil sebelum melangkah masuk ke dalam hutan yang tampak gelap dan tersembunyi. Hu Zen segera menyusulnya, diikuti oleh yang lainnya dari belakang.

Saat berjalan, Fei Xing dengan tenang memerintahkan sistemnya: "Bangunkan tenda besar yang bisa menampung minimal 10 orang di halaman rumah. Hidupkan semua penerangan di vila dan taman juga."

[Telah diproses, Tuan. Tenda sudah siap dan penerangan telah diaktifkan.]

Jadi saat Fei Xing membuka gerbang rumahnya dan masuk, tenda besar dengan bahan kuat sudah terpasang rapi di halaman depan.

Lampu-lampu yang terletak di sekitar vila dan taman juga sudah menyala terang, membuat seluruh area seperti terang bulan di tengah malam.

Fei Xing berbalik melihat Hu Zen yang baru saja muncul dari balik gerbang masuk. Pria itu langsung berhenti di tempatnya, wajahnya penuh kekaguman dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Hu Zen, kenapa kau berhenti?!" tanya Da Wang dengan suara ragu sebelum dia berjalan ke sampingnya dan melihat apa yang membuat kaptennya terhenyak.

Zi Kun dan Si Bin yang menyusul dari belakang juga segera tercengang tak bergerak.

Di hadapan mereka berdiri sebuah bangunan besar yang indah, penerangannya terang seperti siang hari, dan taman di sekelilingnya penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya.

Ini... bukankah tempat dewa?! pikiran mereka semua teriak dalam hati, mata mereka tak bisa bergerak dari pemandangan yang luar biasa itu.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!