NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:212
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMASUKI ARENA LAPANGAN GUILD

Gerbang baja besar dengan ukiran runik kesatuan membuka perlahan dengan suara derak yang penuh makna saat Patti dan Gorthwainn melangkah mendekat. Di baliknya, Lapangan Latihan Guild Timur terbentang luas seperti lautan hijau yang dihiasi dengan struktur magis yang mengesankan arena utama berbentuk lingkaran dengan diameter hampir seratus meter, dikelilingi oleh tribun tingginya yang dapat menampung ribuan penonton. Di sekeliling arena terdapat berbagai area uji dengan rintangan yang berbeda mulai dari medan berbatu yang kasar hingga kolam air yang jernih namun menyimpan misteri di dalamnya.

Cahaya matahari pagi menyinari seluruh area dengan warna keemasan yang hangat, membuat setiap permukaan besi dan kristal di sekitar arena bersinar dengan kilau sendiri. Udara penuh dengan energi magis yang kental namun menyenangkan, dengan aroma campuran dari rumput segar, bunga magis yang mekar di sekeliling lapangan, dan sedikit aroma oksigen yang dihasilkan oleh runik pembersih udara yang terpasang di sekitar arena.

“Selamat datang di Arena Praktik Guild SSAWF,” ucap Gorthwainn dengan suara yang penuh dengan kebanggaan, mengajak Patti berjalan menuju area persiapan di sisi kiri arena. “Area ini dibangun lebih dari lima puluh tahun yang lalu dengan menggunakan teknologi magis tercanggih dari berbagai suku. Setiap bagian arena dirancang untuk menguji aspek yang berbeda dari kemampuan seorang petualang dari kekuatan fisik, kecepatan, kecerdikan, kemampuan sihir, dan yang paling penting adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain.”

Di area persiapan, beberapa calon anggota lain sudah berkumpul, masing-masing dengan ekspresi yang berbeda di wajah mereka. Ada yang tampak sangat percaya diri dengan mengenakan baju besi megah dan membawa senjata yang mengkilap, ada yang tampak gugup dengan melihat ukuran arena yang mengesankan, dan ada juga yang sudah mulai melakukan pemanasan dengan gerakan sihir yang terampil.

Salah seorang calon anggota dengan rambut hitam yang diikat rapi dan mengenakan baju kerja berwarna merah tua mendekat dengan langkah yang percaya diri. “Anda pasti adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik yang hasil tes pengukurannya membuat seluruh guild terkejut,” ucapnya dengan suara yang jelas namun dengan nada yang sedikit menantang. “Nama saya Rhaegariann Thorne Blackvein saya keturunan dari keluarga petualang terkenal yang telah berkontribusi pada guild selama tiga generasi. Saya sudah tidak sabar untuk melihat apakah kamu benar-benar sebaik yang mereka katakan.”

Patti memberikan senyum ramah padanya. “Senang bertemu denganmu, Pak Rhaegariann. Saya hanya akan melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik dari diri saya.”

“Baiklah, kita lihat nanti bagaimana kamu menghadapi tantangan di arena ini,” jawabnya dengan sedikit menyeringai sebelum pergi ke sudut lain untuk melakukan pemanasan terakhir.

Saat itu, suara keras namun jelas terdengar dari atas tribun utama suara yang diperkuat dengan sihir sehingga bisa terdengar jelas di setiap sudut arena. “Para calon anggota Guild SSAWF perhatian semua!” Suara itu berasal dari Seraphiniana Xanthe Argentumvale yang berdiri di atas podium tinggi dengan pakaian resmi berwarna perak dan ungu. Di sebelahnya berdiri beberapa anggota guild berpengalaman, termasuk seorang wanita tinggi dengan rambut hitam panjang yang mengenakan pakaian hitam dengan aksen emas yang Patti sadari adalah Marthandelion Quixotian Blackthorn, pemimpin guild yang terkenal bijaksana namun sangat ketat.

“Selamat pagi dan selamat datang di tes praktik akhir untuk menjadi anggota Guild SSAWF,” lanjut Seraphiniana dengan suara yang penuh dengan kebijaksanaan. “Sebelum kita memulai tes hari ini, izinkan saya menjelaskan bahwa tes ini tidak dirancang untuk memilih yang terkuat atau yang tercepat melainkan untuk memilih mereka yang memiliki potensi untuk menjadi petualang yang baik, yang menghargai nilai-nilai guild, dan yang siap untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas kita.”

Dia kemudian menjelaskan aturan tes praktik yang akan dilakukan. “Tes hari ini akan dibagi menjadi tiga tahap utama. Tahap pertama adalah tes kelangsungan hidup di medan yang menantang kalian akan dibagi menjadi kelompok kecil dan harus bekerja sama untuk melewati berbagai rintangan yang ada di dalam area uji khusus. Tahap kedua adalah tes kemampuan praktis masing-masing dari kalian akan diberikan tantangan individu yang sesuai dengan potensi yang telah teridentifikasi selama tes pengukuran kekuatan. Tahap ketiga adalah tes kerja sama dihimbau seluruh calon anggota akan bekerja sama untuk menghadapi tantangan besar yang akan menguji kemampuan kalian untuk bekerja sebagai satu tim yang solid.”

“Ingatlah,” tambahnya dengan tatapan yang menyadarkan kepada semua calon anggota, “kemenangan dalam tes ini bukanlah tentang menyelesaikan tantangan dengan tercepat atau menjadi yang terbaik di antara kalian semua. Kemenangan adalah tentang bagaimana kalian menghadapi kesulitan, bagaimana kalian membantu orang lain yang membutuhkan, dan bagaimana kalian tetap pada prinsip-prinsip yang benar meskipun menghadapi tekanan yang luar biasa.”

Setelah penjelasan selesai, seorang anggota guild dengan seragam biru muda mendekat untuk membagikan nomor kelompok kepada setiap calon anggota. Patti menerima nomor kelompok tiga dia akan bergabung dengan tiga calon anggota lain untuk tahap pertama tes kelangsungan hidup.

“Kelompok tiga mari kita berkumpul di sini!” suara seorang wanita muda dengan rambut pirang bergelombang terdengar dari kejauhan. Patti mendekat dan melihat tiga orang lain yang akan menjadi teman sekelompoknya wanita muda itu dengan wajah yang ceria dan penuh semangat, seorang pemuda dengan rambut coklat yang tampak sedikit gugup, dan seorang pria dewasa dengan wajah yang sudah menunjukkan pengalaman hidup.

“Perkenalkan nama saya Luminarianna Sunveil,” ucap wanita muda itu dengan senyum ramah yang luas. “Saya ahli sihir api dan telah bermimpi untuk menjadi anggota guild ini sejak saya masih kecil. Senang bertemu denganmu, Pattiwisiana saya sudah mendengar banyak hal tentangmu.”

“Saya adalah Corviniann Mistwood,” ucap pemuda dengan rambut coklat dengan suara yang sedikit gemetar. “Saya ahli sihir ilusi dan penyamaran, tapi ini adalah pertama kalinya saya menghadapi tes seperti ini. Semoga kita bisa saling membantu.”

Pria dewasa itu memberikan jabat tangan yang kuat kepada Patti. “Nama saya Borthworgiann Stonehand saya adalah seorang pandai besi yang juga memiliki kemampuan sihir bumi. Saya sudah mencoba masuk ke guild ini sebanyak tiga kali dan selalu gagal di tahap praktik. Semoga kali ini kita bisa berhasil bersama-sama.”

Patti merasa senang bisa bertemu dengan teman sekelompoknya yang tampaknya semua memiliki niat baik dan siap untuk bekerja sama. “Senang bertemu dengan kalian semua,” ucapnya dengan suara yang jelas dan penuh semangat. “Saya ahli sihir penyembuhan dan konstruksi. Mari kita bekerja sama dan saling membantu untuk melewati tes ini dengan sukses.”

Saat itu, suara Seraphiniana kembali terdengar di seluruh arena. “Para calon anggota sudah saatnya untuk memasuki area uji tahap pertama! Mohon untuk mengikuti arahan dari panitia tes dan memasuki gerbang yang sesuai dengan nomor kelompok kalian!”

Dengan langkah yang mantap namun hati-hati, kelompok tiga mengikuti arahan panitia tes menuju gerbang besar yang mengarah ke area uji kelangsungan hidup. Gerbang itu terbuat dari kayu besi yang tua namun kokoh, dengan ukiran binatang buas dan runik perlindungan yang bersinar dengan cahaya hijau samar. Saat mereka mendekat, gerbang itu terbuka sendirian dengan suara derak yang dalam, mengungkapkan jalan yang mengarah ke dalam hutan buatan yang tampak sangat mirip dengan hutan asli namun dengan tingkat kesulitan yang dikendalikan.

“Area uji ini dirancang untuk meniru kondisi di Hutan Gelap Morghast,” jelas salah satu panitia tes dengan suara yang jelas. “Di dalamnya kalian akan menemukan berbagai rintangan mulai dari medan yang sulit dilalui hingga makhluk buas buatan magis yang akan menguji kemampuan kalian untuk bertahan hidup dan bekerja sama. Waktu yang diberikan adalah dua jam untuk menyelesaikan semua rintangan dan mencapai titik akhir di ujung lain area uji.”

Sebelum memasuki gerbang, Patti merasa tangan seseorang menyentuh bahunya. Dia berbalik dan melihat Aetherlynn Morvayn Kaelthasar berdiri di belakangnya dengan senyum ramah. “Saya ingin memberikanmu sesuatu sebelum kamu masuk,” ucapnya dengan suara rendah namun jelas, memberikan sebuah gelang kecil yang terbuat dari kulit naga muda dengan batu permata kecil di tengahnya. “Ini adalah gelang komunikasi sederhana kamu bisa menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman sekelompokmu jika kalian terpisah di dalam area uji. Saya juga telah menambahkan sedikit perlindungan magis untuk melindungi kamu dari serangan tidak terduga.”

“Terima kasih banyak, Nyonya Aetherlynn,” ucap Patti dengan rasa syukur yang mendalam. “Saya akan menggunakannya dengan bijak.”

“Ingatlah apa yang saya katakan sebelumnya,” lanjut Aetherlynn dengan tatapan yang penuh dengan keyakinan. “Kekuatanmu terletak pada kemampuanmu untuk membantu orang lain dan membuat struktur yang kokoh baik secara fisik maupun secara emosional. Jangan pernah ragu untuk menggunakan kemampuanmu dengan penuh keyakinan.”

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Aetherlynn dan melihat Gorthwainn yang memberikan tanda semangat dari kejauhan, Patti bergabung dengan teman sekelompoknya untuk memasuki area uji. Saat mereka melangkah ke dalam hutan buatan, gerbang di belakang mereka tertutup dengan suara klunk yang jelas, menandakan bahwa tes tahap pertama telah resmi dimulai.

Di dalam hutan, cahaya matahari hanya bisa masuk melalui celah-celah pepohonan yang lebat, menciptakan bayangan yang menarik di tanah yang ditutupi oleh lumut dan dedaunan kering. Udara lebih sejuk dan lembab di dalamnya, dengan aroma khas dari pepohonan magis dan tanah yang lembab. Mereka bisa mendengar suara makhluk buatan yang menjerit di kejauhan, serta suara air yang mengalir dari sungai kecil yang ada di dalam area uji.

“Mari kita membuat rencana sebelum kita melangkah lebih jauh,” ucap Luminarianna dengan suara yang jelas dan penuh semangat. “Kita perlu bekerja sama dan menggunakan keahlian masing-masing untuk melewati rintangan yang akan datang. Corviniann, kamu bisa menggunakan sihir ilusi untuk mengamankan jalur kita dan melihat bahaya dari kejauhan. Borthworgiann, kamu bisa menggunakan kemampuanmu dalam sihir bumi untuk membersihkan jalan dan membuat tempat berteduh jika diperlukan. Pattiwisiana, kamu akan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk menyembuhkan kita jika ada yang terluka dan membantu membuat struktur yang kita butuhkan.”

“Dan saya akan menggunakan sihir api saya untuk memberikan cahaya dan melindungi kita dari makhluk buas yang mungkin menyerang kita,” lanjutnya dengan senyum yang penuh dengan keyakinan.

Patti merasa senang dengan rencana yang dibuat oleh Luminarianna rencana yang menunjukkan bahwa setiap orang di kelompoknya memiliki peran penting yang harus dimainkan. Dia menyentuh gelang komunikasi di tangannya, kemudian menyentuh cincin Pelindung Persahabatan yang diberikan Tharvonnian. Dia merasa energi yang stabil mengalir ke seluruh tubuhnya, memberikan rasa tenang dan keyakinan bahwa mereka akan mampu menghadapi semua tantangan yang akan datang.

Dengan langkah yang hati-hati namun mantap, kelompok tiga mulai melangkah ke dalam hutan buatan yang penuh dengan misteri dan tantangan. Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dekat dengan ujian yang akan menguji bukan hanya kemampuan mereka sebagai petualang, tapi juga karakter mereka sebagai manusia yang siap untuk menjadi bagian dari komunitas guild yang besar dan penuh dengan makna.

Di luar area uji, di atas tribun utama, Seraphiniana dan Marthandelion sedang mengamati perkembangan tes dengan cermat melalui kristal pengamat yang bisa menampilkan apa yang terjadi di dalam area uji. Marthandelion melihat dengan tatapan yang penuh dengan minat pada kelompok tiga, khususnya pada Patti yang tampak sedang membantu teman sekelompoknya untuk melewati medan yang kasar.

“Seperti yang kamu katakan, Seraphiniana,” ucap Marthandelion dengan suara yang dalam namun penuh dengan minat. “Anak muda ini memang memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya. Bukan hanya potensi yang luar biasa, tapi juga hati yang siap untuk membantu orang lain. Saya sangat ingin bertemu dengannya secara pribadi setelah tes ini selesai.”

Seraphiniana mengangguk dengan senyum yang penuh dengan kebanggaan. “Saya tahu dari awal bahwa dia akan menjadi anggota guild yang berharga, Pemimpin. Sekarang kita hanya perlu melihat bagaimana dia dan kelompoknya menghadapi tantangan yang ada di depan mereka.”

Di dalam area uji, Patti dan teman sekelompoknya terus melangkah maju, menghadapi setiap rintangan dengan kebijaksanaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di depan, tapi mereka tahu bahwa dengan bekerja sama dan saling membantu, mereka akan mampu menyelesaikan tes ini dengan sukses dan menunjukkan bahwa mereka layak untuk menjadi bagian dari Guild SSAWF.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!