NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: tamat
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 : Gui Ning

Bai Hua masih mematung di tepian bak kayu. Uap air yang mengepul seolah berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Kata “Shower” yang tidak sengaja ia ucapkan tadi terasa seperti peluru yang salah sasaran.

​Ia melirik Wan Long dari sudut matanya. Pangeran itu kini sedang asyik memercikkan air ke udara, tertawa lebar hingga matanya menyipit.

​"Sow-wer? Apa itu mantra? Mantra biar bisa terbang ke awan?" serunya kekanak-kanakan.

​Bai Hua menarik napas panjang, berusaha menstabilkan detak jantungnya. "Hanya bualan orang pasar, Pangeran. Sudahlah."

​Tangan kurus Wan Long kembali menyentuh punggung Bai Hua. Dengan sangat hati-hati, ia membersihkan sisa-sisa darah yang menempel di sekitar luka cambukan. Bai Hua terenyak. Meski tubuh pria di hadapannya ini terlihat sangat tipis dan kurang gizi, tekanan jarinya saat membersihkan luka terasa sangat mantap. Ia tahu persis titik mana yang sensitif dan bagaimana cara mengusapnya agar tidak memicu rasa sakit yang lebih hebat.

​Insting ini, ini bukan gerakan seorang pria yang tidak mengerti apa-apa, pikir Bai Hua. Sebagai mantan agen, ia tahu bahwa teknik menangani luka seperti ini membutuhkan pelatihan khusus.

​Setelah selesai mandi, Wan Long mengambil kain handuk kering yang kasar. Bukannya memberikan kain itu pada Bai Hua, ia justru menyelimuti tubuh Bai Hua dengan sangat rapi sebelum mengangkatnya kembali. Saat wajah mereka berdekatan, Bai Hua bisa melihat pori-pori wajah Wan Long yang tirus. Ada sedikit jejak minyak atau kotoran disana.

​Wan Long meletakkan Bai Hua di atas ranjang dengan perlahan. Ia tidak langsung menjauh, melainkan membungkuk untuk merapikan selimut di bagian kaki Bai Hua yang lumpuh.

Ia lalu melempar hanfu putih polos ke arah Bai Hua agar gadis memakai nya.

​"Istri... kakinya diam saja ya? Malas ya?" tanya Wan Long sambil menepuk pelan kaki Bai Hua.

​Bai Hua menepis tangan itu dengan ketus. "Kakiku sakit. Berhenti menyentuhnya."

​Wan Long mengerucutkan bibirnya, lalu ia duduk di lantai di samping ranjang. "Kalau sakit, harus makan yang banyak. Bibi Pong bawa makanan enak!"

​Pintu kamar diketuk dan Bai Hua mengizinkan masuk. Disana, Bibi Pong dan Choi masuk dengan membawa baki kayu berisi bubur sumsum hangat, sup ayam, dan beberapa bakpao. Choi, pelayan baru itu, tampak sangat cekatan menata piring di atas meja kecil.

​"Nona, silakan dinikmati. Pangeran, ini bakpao kesukaan Anda," ucap Choi sambil membungkuk dalam.

​Wan Long langsung menyambar bakpao itu. Ia memakannya dengan rakus, hingga remah-remahnya berjatuhan ke jubah pengantinnya yang belum ia ganti. "Enak! Panas! Hahaha!"

​Bai Hua menatap suaminya yang sedang belepotan itu dengan perasaan campur aduk. Namun, perhatiannya teralih saat ia melihat tangan Wan Long yang sedang memegang bakpao. Pria itu mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke meja kayu dengan irama yang sangat spesifik.

​Satu... dua, tiga. Berhenti. Satu... dua, tiga.

​Mata Bai Hua membelalak. Itu bukan ketukan sembarangan. Itu adalah kode morse yang sering digunakan untuk menyatakan, "Keadaan aman, lanjutkan pengintaian."

​Darah Bai Hua mendesir. Ia hampir saja mengeluarkan suaranya jika tidak segera menggigit bibir bawahnya. Ia menatap Wan Long dengan tajam, namun pria itu justru sedang asyik berbicara dengan bakpaonya seolah benda itu adalah teman mengobrol.

​"Kenapa kau menatapku begitu, Istri? Mau bakpao juga?" Wan Long menyodorkan bakpao yang sudah digigitnya ke depan wajah Bai Hua.

​Bai Hua memalingkan wajah. "Tidak. Makan saja sendiri."

​"Nona Muda," panggil Bibi Pong yang berdiri di antara Bai Hua dan Wan Long. "Tiga hari dari sekarang, tradisi Gui Ning akan dilaksanakan. Nona Muda dan Pangeran harus pergi ke kediaman Menteri Bai. Namun, jika Nona dan Pangeran keberatan, sebaiknya tidak perlu melakukan nya. " saran Bibi Pong. Ia takut terjadi penghinaan besar-besaran pada majikan nya.

​"Bibi Pong," panggil Bai Hua kemudian. "Siapkan pakaian yang paling bagus untuk hari itu. Dan carikan aku minyak gosok yang paling panas. Kita akan pulang ke kediaman Menteri Bai, dan aku ingin tubuhku dalam kondisi terbaik untuk... menyapa mereka. Tiga hari kan? Bagus! Ada waktu untuk memulihkan tenaga."

​Bibi Pong mengangguk cemas. "Baik, Nona. Tapi hamba mohon, jangan memaksakan diri."

"Kau bisa mengandalkan ku bi, tidak usah khawatir." Seru Bai Hua dengan senyuman.

***

Gui Ning : Tradisi kunjungan balasan pengantin wanita ke rumah orang tuanya setelah pernikahan dalam adat Tionghoa.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Meigha
jgn kau buat teka taki dong Thor,si pembaca penasaran nih🤣🤣ini benaran ediot atau normal sih😤
Dania
misi
Pa Muhsid
suka ceritanya gak bertele satset🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
ANWi/Berly Re: terimakasih kak pa muhsid~
total 1 replies
mimief
nice ending
beautiful story

menjadi penjahat ataupun pahlawan semua tergantung sudut pandang bukan?
terkadang kita terbentuk dan menjadi sesuatu karena lingkungan yg menempa kita
tidak selalu akan tampak baik dan buruk atas penilaian orang lain
selama kita tau batas nya,kita adalah orang baik menurut versi kita.
dan seenggaknya takdir sangat baik sama mereka. walaupun tidak berjodoh di waktu ini,maka waktu aka n menggeser supaya mereka akhirnya berjodoh 😍😍

terimakasih atas cerita indah nya Thor
ANWi/Berly Re: terimakasih kak mimief sudah membaca hingga akhir~❤️
total 1 replies
Roti Bakar
good job! happy ending , nice💪
ANWi/Berly Re: terimakasih kak roti bakar sudah mengukuti kisah mereka❤️
total 1 replies
sahabat pena
wah syukur lah happy ending .. ayuk dong kak.. krya yg lain di up jg
sahabat pena: ok siap kak
total 4 replies
Sulati Cus
semakin menarik
ANWi/Berly Re: makasi kak sulasti cus ulasan nya❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
gak sadar udh tamat thorr.. cepatnya
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, makasi sudah baca sampai akhir❤️
total 3 replies
mimief
yah... selesai
tapi yg penting dia orang ini akhirnya bahagia
aku udah happy
ANWi/Berly Re: iyah kak , makasih dah membaca sampe sini, nantikan part akhir nanti yah~
total 1 replies
mimief
huaaaaa....aku yg deg degan
ANWi/Berly Re: tenang kak~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
2 ☕️ thorr semangat up nya😍😍
ANWi/Berly Re: makasii kak Maria~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
keren banget melin.. bunuh sj semua pengkhianat tanpa sisa
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
bangunnnn wan yu kamu gak boleh mati dulu..😭😭 ntar jadi omongan kaisar mati sebelum sempat merasakan nikmat malam pengantin🤣🤣🤣
ANWi/Berly Re: wkwww 🤣
total 3 replies
mimief
baru bahagian Thor
tega amet si ah🥹🥹
ANWi/Berly Re: gimana yah~❤️
total 1 replies
mimief
Wkwkwkkwkk
lucunya liat villain jatuh cinta 😜
mimief
Wkwkwkkwkk
lucunya liat villain jatuh cinta 😜
ANWi/Berly Re: hehe 🤣🤣
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
double up kopi nya thor semangat 💪💪
ANWi/Berly Re: makasi kak Maria ~❤️
total 1 replies
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
dengar itu wang yu.. kamu harus sadar jan mati dulu karna belum melakukan aksi bahaya😭🤣🤣🤣
☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
😭😭sialaan para pemberontakkk mana org² yg masih setia.. kuat wang yu jngn matii dulu
Roti Bakar
kpn up?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!