seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 7
Esok harinya Nadila sudah berada di kota kelahiran almarhumah ibu nya.
Sampai di tempat yang di tuju , Nadila bingung harus kemana. Saat Nadila kebingungan mencari tempat tinggal , tiba tiba ada seorang pria mendekati nya. Dan mengajak nya berbicara, awalnya Nadila takut. Dan terbayang kejadian naas yang menimpanya,dan Nadila juga takut akan terulang lagi. Dan Nadila pun berusaha untuk menghindarinya. Namun pria itu terus mengikutinya sampai Nadila jadi bosan sendiri dan bertanya.
" Siapa anda kenapa mengikuti saya sedari tadi. " ? tanya Nadila dengan nada ketus
" Maaf nona , saya pikir orang baru disini makanya saya mengikuti mu. Takutnya nanti ada copet beraksi dan nona jadi korbannya. " Jawab pria itu sedikit dramatis.
Deg
Jantung Nadila pun berdebar tak karuan karena takut. Nadila pun mendekati pria itu.
" Jadi , saya harus kemana om,?" Tanya Nadila , dengan mimik takut.
' om, hemmm masih muda begini di panggil om, astaga , kalau bukan perintah bos , untuk menjaganya mungkin sudah saya tinggalkan anak ingusan ini ' gerutunya dalam hati
" Memang nona mau kemana ,?" Dia malah balik bertanya , tanpa menoleh ke arah Nadila.
" Saya memang baru disini om, dan saya tidak ada tujuan , boleh tidak saya minta tolong sama om.?" Ucap Nadila penuh harap.
" Boleh saja , tapi ,,," dia sengaja menggantungkan kalimatnya.
" Tapi apa om?"
" Hmmmm , saya akan menolong nona dan akan mengantarkan nona ke tempat tujuan .dan akan mencarikan nona tempat tinggal, Tapi nona jangan panggil saya om. Saya belum menikah dan saya masih muda " ucapnya sambil melihat ke arah lain. tanpa menoleh kearah Nadila.
" Terus saya harus memanggil anda siapa. ?" Tanya Nadila sedikit canggung.
" Ummm, Jhon. Panggil saja saya Jhon. Bagaimana ?" Ucapnya memberi saran .
" Oke. O, eh Jhon. Oh ya kenalkan saya Nadila Puspita Dewi. Panggil saja Nadila. Saya dari kota seberang ,kesini karena ingin merantau . " Ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Jhon pun kaget dengan apa yang di lakukan oleh Nadila. Dia tertegun mendengar apa yang di ucapkan Nadila .
' merantau, hmmm kasian sekali anak ini. ' batin Jhon lirih
" Oh iya saya Jhon. Saya orang asli disini dan saya tinggal tidak jauh dari sini. Kalau Nadila mau nanti saya carikan tempat tinggal untuk Nadila ," ucap jhon .
" Oh iya Jhon , ada tidak disini kontrakan yang murah , ? "
" Ada , sini saya antar , tenang saja , yang punya kontrakan teman saya , jadi bisa di atur . Ayo , sebelum malam , Disini banyak preman jahat. "
" Iya Jhon. " Nadila bergidik ngeri mendengar ucapan Jhon tentang preman.
" Sini , tasnya saya bantu bawa. "
" Oh iya makasih , maaf merepotkan kan. "
' kalau bukan karena perintah bos. Mana Sudi saya menolong anak kecil seperti kamu. Hufft. Sabar sabar. Ketahuan bos pasti saya diamuk habis'habis an . ' gumamnya dalam hati.
Sejak awal Jhon mendumel dalam hati
" Tidak masalah. Selama nona baik baik saja ." Jawab ya ambigu.
" Maksudnya gimana ,? " Tanya Nadila bingun .
" Oh tidak apa apa kok, ayo naik mobil saya saja biar cepat sampai. "
" I iya om. " Nadila sedikit ragu. Tapi karena sudah hampir malam jadi Nadila ikut Saja. ' biarlah dari pada bingung harus kemana, baiknya ikut saja orang ini. ' pikir Nadila.
" Nadila nanti disini sekolah atau gimana ? " Tanya Jhon memecah keheningan
" Nadila tidak sekolah lagi , disini hanya ingin cari kerja , kerja apa saja asal halal" jawabnya.
" Memang mau kerja apa , anak sekecil kamu bisa kerja apa ?" Jhon bertanya lagi.
" Apa saja Jhon. Di warung makan , di toko atau jadi pembantu juga boleh. Yang penting bisa menutupi kebutuhan saya " jawab Nadila dengan nada sendu. "
" Oh iya nanti saya coba carikan . Siapa tau ada . " Ucap jhon. ' kasian kamu Nadila. Masih muda tapi harus seperti ini. Semua ini karena cewek sialan itu . Akhirnya kamu jadi korban. ' guman Jhon dalam hati.
Mereka pun sampai di tempat tujuan. Jhon pun membantu Nadila membawa tas nya. Dan dia pun mengantar Nadila ke salah satu rumah milik bos nya dengan dalih rumah sepupunya. Agar Nadila tidak curiga.
" Ini rumah siapa Jhon ,?" Ko sunyi. " Tanya Nadila.
" Oh ini , rumah sepupu saya. Orang nya lagi keluar negri , dari pada kosong kan lebih baik di kontrakan " ucap jhon menjelaskan.
" Oh iya Jhon . Ini pasti mahal sewanya kan. ?" Nadila ragu takut uangnya tidak cukup.
" Tidak kok. Cuma satu juta satu tahun . Dan listrik nya Nadila bayar sendiri. Oh ya di dalam sudah lengkap dengan peralatan rumah tangga. Jadi Nadila siap tinggal saja. Bagaimana.?" Ucapnya dengan sedikit kebohongan. ' demi bos saya harus berbohong. ' gumannya dalam hati.
" Wah semurah itu yah. Tidak di sangka ternyata di kota besar murah yan kalau kontrak rumah. Tapi apa ini tidak masalah itu Jhon saya tinggal disini kok sangat murah Jhon?" Tanya Nadila, dia sedikit ragu karena rumah itu termaksud mewah untuk ukuran Nadila .
" Oh , tenang saja , orang nya lagi keluar negri. Dari pada kosong kan bagus ada yang tinggali. Makanya murah. Biar sekalian ada yang merawatnya. " Ucapnya dengan penuh keyakinan. ' semoga dia percaya dengan saya ' Guman nya dalam hati.
" Oh begitu yah. Hmmmmm Makasih Jhon sudah repot-repot menolongku . Saya mau masuk dulu kebetulan saya sudah lelah dan ingin istirahat. " Ucap Nadila dengan penuh semangat.
"Oh iya , saya tinggal tidak jauh dari sini . Kalau Nadila butuh bantuan jangan sungkan beri tahu saya . Oke. ," Ucap jhon sambil memberikan kunci rumah itu pada Nadila dan berjalan menuju ke mobilnya dan dia pun pergi dari sana.
Setelah agak jauh dari tempat Nadila . Dia menelpon bos nya.
Tuuttt tuttt tuuttt tuttt
Telpon pun tersambung
" Bagaimana," tanyanya tanpa basa-basi.
" Semua sesuai perintah bos. Dia sudah tinggal di rumah yang bos inginkan. Tapi maaf bos saya harus mengambil uang nya sebesar satu juta agar dia tidak curiga. " ucap jhon menjelaskan.
" Bagus, terus awasi. Jaga dia dengan baik
Nanti akan saya tambahkan bonusmu selama menjaga nya. " ucapnya lagi, tanpa memberi kesempatan Jhon lagi dia sudah mematikan telpon nya.
.
Klik'.
" Aku dasar bos aneh. Sabar sabar . Demi gaji besar. " Ucapnya sambil geleng-geleng kepala .
@@@@@@@@#
Di rumah paman Restu.
" Kak Nadila apa kabar yah "?" Ucap Alwi pada ayahnya. Mkn
" Iya ni Bu. Nadila belum memberi kita kabar . Apa dia baik baik saja yah. " Ucap Mia .
" Semoga doa baik baik saja . Dia kan anak yang kuat dan cerdas. Pasti dia akan baik baik saja. Kita do'akan yang terbaik. " Ucap paman Restu menanggapi ucapan Alwi dan Mia.
" Iya , yah. " Jawab mereka bersamaan.
" Saya rindu kak Nadila Bu. " Ucap Aldo sendu.
" Semua orang juga rindu nak. Ibu juga sangat rindu. Selama Nadila pergi rumah jadi sepi. Apalagi dia hamil , kita doakan Nadila yah. Semoga dia baik baik saja dan semoga saja dia melahirkan nanti dengan selamat. " Ucap bibi Santi.
" Aaammmmmiiiinnnn " ucap mereka serentak.