Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.7. Semakin Terluka
"Setelah lukanya di rawat bekas benturan yang di lakukan oleh Rangga, Tia akhirnya kembali ke kamar sang ayah, dia menangis meratapi nasibnya, trauma masa lalunya semakin bertambah, ia mengingat bagaimana dulu saat bersama Rangga saling menyayangi sebelum semua terjadi.
"Ayah kenapa takdir kita begini, Ibu sudah pergi meninggalkan kita, Anakku juga meninggalkanku, aku mengandungnya selama sembilan bulan berharap bisa nanti menemaniku saat keluar dari penjara, tapi melihat wajahnya saja aku tidak sempat, Allah lebih menyayanginya, sekarang aku hanya punya Ayah, kamu harus kuat dan sehat kembali, Kita harus bahagia bersama.
Tak lama Dokter masuk keruangan pemeriksaan, untuk memberitahu kondisi Ayah Tia.
"Dokter Arka memeriksa pasien yang telah lama terbaring lemah yang hanya di bantu oleh air infus untuk bertahan hidup"
"Bagaimana keadaan Ayah saya Dok" Apakah ada kemajuan, berapa lama lagi dia bisa sadar.
"Tia tampaknya Ayahmu mengalami kemajuan semenjak kedatanganmu, orang koma memang harus sering di ajak bicara, ajaklah sesering mungkin untuk berbicara, biar dia cepat sadar,...Tapi kamu harus Tau, Dokter Arka memegang pundak Tia secara spontan" Tia tagihan biaya perawatan Ayahmu sudah membengkak, selama ini aku coba membantu dengan alasan karena dia sendirian tidak pernah ada keluarga yang datang menjenguknya,,
""Ia Dok saya mengerti, saya akan berusaha melunasi semuanya, Tapi tolong jangan hentikan pengobatan Ayah Saya tanpa sadar Tia memegang tangan Dokter Arka, tanpa mereka sadari di luar jendela ada orang yang di liputi emosi melihat adegan tersebut.
Rangga tidak bisa menahan amarahnya, dia masuk keruangan itu dan memanggil Arka dengan alasan untuk segera keruangan Regina, agar secepatnya memeriksa keadaan Regina, Sementara Tia tidak berani melihat ke Arah Rangga, bukan karena takut tapi kebenciannya terhadap Rangga semakin bertambah. Sementara mata Rangga memandang lilitan perban di kepala Tia, perasaannya bercampur aduk, marah benci dan entahlah rasa apalagi, seperti permen nano-nano😄
Rangga menarik Tia keluar ruangan pasien. "Bagaimana kepalamu apa masih sakit?? Tia menepis tangannya hingga terlepas lalu berjalan menjauh dari Rangga, tapi baru dua langkah Rangga kembali menarik tangannya dan membawanya ke pojok tangga yang tidak biasa di lalui oleh orang.
"kamu jangan besar kepala karena aku bertanya keadaanmu, aku tidak peduli apa masih sakit atau tidak itu bukan urusanku, sambil mencengkram kuat dagu Tia, ia meringis kesakitan karena cekraman tangan Rangga sangat Kuat.
Dengar baik-baik mulai hari ini kamu harus merawat Regina, karena kamulah penyebab dia terbaring di sana, dan aku tau kamu butuh uang banyak untuk kesembuhan Ayahmu, tenang saja aku akan memberimu kompensasi, aku masih punya hati untuk membantu bekas narapidana sepertimu, karena kalaupun kamu mau bekerja tidak ada yang akan menerima perempuan bekas narapidana.
Tia meneteskan air mata, mendengar kata-kata Rangga yang penuh penghinaan.
Kalau aku tidak mau, kau mau apa, Tia menjawab dan berusaha melepaskan cekraman tangan Rangga, aku tidak Sudi merawat tunanganmu itu yang penipu, ingat kakak suatu saat kamu akan menyesali semuanya atas apa yang telah kamu perbuat terhadap aku, Rangga hanya tertawa mendengar kata-kata Tia, lalu melepaskan cekramannya, kita lihat saja nanti siapa yang mau menerimamu bekerja, aku pastikan kamu datang mengemis dan minta pekerjaan dariku, setelah itu Rangga berlalu dari hadapan Tia.
Setelah kepergian Rangga, ia keluar meninggalkan Rumah sakit untuk mencari Kakak Angkatnya, dia ingin mencoba meminta tolong, meskipun dalam hatinya ragu, Tia akan berusaha membuat Ayahnya sadar dan ingin mengetahui hal apa sebenarnya yang terjadi. Karena tanpa dukungan sang Ayah dia tidak akan bisa mengumpulkan bukti-bukti ke biadapan Kakak angkatnya.
.....Bersambung...