Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Alex
Gedung kantor milik freya, seketika mencekam. Suara langkah sepatu pantofel alex beradu dengan lantai marmer terdengar seperti suara lonceng kematian.
Di belakangnya, leon berjalan dengan tenang namun tetap waspada, sementara para karyawan freya hanya bisa tertunduk, tidak berani menghalangi alex yang wajahnya merupakan hukum di negeri itu.
BRUK!
Alex mendorong pintu ruang rapat ganda tanpa peringatan. Suara hantaman pintu ke dinding membuat empat orang dalam ruangan tersebut tersentak.
Di ujung meja panjang, freya berdiri dengan dokumen di tangannya, dia sedang menjelaskan proposal mereka. freya seketika terkejut.
Di hadapannya alexis duduk dengan menyesap kopi dengan gaya tenang dan angkuhnya.
Anand hanya diam membeku. menatap alexis dan alex. "Apa semua ini tidak akan pernah usai." Batin anand frustasi.
Freya masih terdiam membeku, sedetik kemudian dia tersadar. "Kak alex, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanyanya dengan mata membulat terkejut.
Alex tidak menjawab, dia berjalan mengitari meja. Matanya terkunci kepada alexis. Aura dominan yang memenuhi ruangan, membuat AC yang dingin menjadi membeku. Dia berdiri di samping freya, lalu melingkarkan lengannya di pinggang freya menariknya mendekat dengan posesif.
"Aku sedang apa sayang, menurut mu?" Alex akhirnya mulai berbicara, nadanya tenang namun penuh ancaman. Dia menatap alexis yang berdiri dengan wajah tegang. "Aku tidak tahu, jika perusahaan Adiyaksa datang sendiri untuk mengganggu makan siang calon istriku."
Alexis tersenyum miring. "Aku hanya menawarkan kerja sama." Jawabnya dengan nada tenang.
Alex terkekeh. "Sudah lama sekali tidak berjumpa, ternyata kamu masih sama alexis." Alex mengambil dokumen proyek di atas meja, lalu melemparkan nya kepada alexis.
Freya mendengar ucapan alex memicingkan matanya. " "Mereka berdua saling kenal." Batin freya bingung dan curiga.
Alex menatap lekat alexis. "Hmmm, menawarkan." Lanjutnya tersenyum menyeringai. Bagaimana jika aku menawarkan sesuatu kepada mu alexis. Dalam waktu satu jam ke depan, saham mu di bursa negara M, akan jatuh sepuluh persen, jika kamu tidak angkat kaki dari gedung ini sekarang juga. Aku sedang menawarkan, kamu pergi atau masih tetap disini." Ucap alex dengan nada tenang.
Wajah alexis memucat, dia tahu itu bukan gertakan atau ancaman. Alex mampu menghancurkan karir seseorang hanya dalam satu pesan singkat.
"Sialan, aku masih kalah telak dari dulu, hingga sekarang." Batin alexis dengan nada kesal.
"Aku sudah bilang bos, kamu masih jauh dengan alex. mudah-mudahan setelah ini kamu sadar, cinta tidak selamanya harus memiliki." Batin anand berbisik.
"Leon." Panggil alex tanpa mengalihkan tatapannya kepada alexis.
Leon mendekat sambil memutar kunci mobil di jarinya. "Iya bos." Jawabnya dengan cepat dan santai.
"Antar-kan tuan muda alexis sampai lobi, pastikan agar dia tidak tersesat dan juga kembali lagi ke sini." Desisnya dengan nada dingin.
Alexis mengepal tangannya. "Alex, kamu mungkin sekarang bisa menang, tetapi nanti belum tentu." Desis alexis dengan nada sangat dingin.
Alex tersenyum menyeringai. "Kita lihat saja nanti." Jawab Alex dengan anda santainya.
Alexis pergi dengan langkah cepat dan dengan aura kemarahan yang berkobar, di ikuti oleh anand.
Setelah Alexis pergi, ruangan kembali sunyi. Freya menghela napas panjang, mencoba melepaskan diri dari dekapan Alex. "Kamu keterlaluan kak."
Alex, membalik freya agar menghadapnya. Dia menyelipkan rambut freya ke telinganya, lalu mendekapnya. "Dia bukan ingin bekerja sama sayang, tetapi dia ingin merebut mu dari ku." Bisik-nya dengan nada lembut namun penuh penekanan. "Sekarang, aku yang ingin bertanya kepada mu, kenapa meeting dengan alexis hanya berdua saja? dan tidak memberitahu aku?" Tanyanya dengan nada dingin.
Deg...
"Mampus aku, aku memang tidak memberitahunya. Karena pasti tidak akan di berikan izin." Batinnya berbisik bingung.
Bella melirik mereka berdua, aura ruangan kembali lebih dingin. 'Nah kan, pasti tuan muda alex marah, duh freya mudah-mudahan dia tidak menghukum kamu." Batin bella berbisik ketakutan.
Leon menepuk punggung bella. "Kita keluar, biarkan mereka bersama." Ucap leon dengan nada tenang.
Bella menganggukkan kepalanya, mereka berdua keluar dari ruangan meeting itu. Meninggalkan freya dan alex.
"Sayang, aku sudah pernah bilang kepada mu." Suaranya rendah nyaris seperti bisikan, namun sanggup membekukan udara di ruangan itu. "Dunia ini berada di genggaman ku, setiap jengkal tanah yang kau pijak, bahkan napas pria yang duduk meeting bersama mu--- ." Alex men-jeda ucapannya. "Semuanya milikku. Kamu pikir dengan tidak memberi kabar aku tidak akan tahu sayang?" Alex menarik tubuh freya menjadi sangat dekat, mengelus pipi freya dengan kelembutan, tetapi bagi freya itu ancaman.
Aroma parfum maskulin yang mahal, bercampur dengan aura dominasi yang menyesakkan.
Freya menatap alex, mencoba tenang. "Kak, itu hanya pekerjaan, dan aku pikir kamu--."
"Tidak akan tahu?" potongnya cepat. "Sayang, bahkan jika kamu bersembunyi di dasar samudera sekalipun, aku bisa melihat mu." bisik-nya di telinga freya dan mengulum telinganya, membuat freya me- remang.
Freya hanya terdiam membeku, bingung menjawab, karena jujur dia pun merasa salah.
Mata alex yang semula dingin berubah gelap dengan gairah yang menuntut. "Kamu milikku, sayang. Ingat itu dan aku pastikan hari ini akan menghukum kamu." Bisik-nya rendah di depan bibir freya.
Dengan satu gerakan cepat dan bertenaga, Alex merengkuh pinggang freya dan mengangkat tubuhnya. Refleks, freya melingkarkan kakinya di pinggang kokok alex, seperti koala.
"Kak, turunkan aku. Kita masih di kantor." bisik freya panik.
Alex hanya terkekeh gelap, langkah kakinya lebar dan mantap menuju keluar. "Biarkan dunia tahu, kamu milik ku, dan milik ku ini sedang butuh hukuman, karena bermain petak umpet kepada ku dan juga rahasia." Bisik-nya di telinga freya.
Freya menyembunyikan wajahnya di relung leher alex. Alex berjalan santai dan tenang keluar dari perusahaan freya. semua karyawan freya menunduk hormat.
Leon geleng-geleng kepala melihat alex, Leon dan bella mengikuti alex, melangkah di belakang alex. Alex membawa masuk freya ke dalam mobilnya. Tanpa melepas gendongan koala nya. "Leon, tutup pembatas mobil ini." Perintah alex tegas.
Deg..
Leon yang membawa mobil menganggukkan kepalanya. Sedangkan bella merasa tegang mendengar ucapan tuan muda alex, dia yakin freya akan dihukum olehnya.
Alex menatap tajam freya. "Sekarang tidak ada meeting, tidak ada lagi pria lain." Bisik alex di telinga freya yang berada di pangkuannya. Alex membuka dasinya perlahan, matanya berkilat posesif. "Hanya ada kamu dan aku, dan hukuman. Karena kamu telah membuat aku cemburu setengah mati. Kita mulai dari mana sayang?" Tanyanya dengan nada sangat lembut, namun orang ancaman.
Freya menelan ludahnya kasar. "Bagaimana ini, Alex pasti memakan habis tubuh ku. " Batinnya berbisik panik.