Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Suami Sempurna
Untuk sesaat Rio terdiam, tapi setelah itu Rio pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku akan melakukan semua itu," sahut Rio dengan senyumannya.
"Serius, Mas?" seru Ashika tidak percaya.
"Iya, aku serius. Lagi pula aku juga ingin semua orang tahu jika kamu adalah istriku, biar tidak ada lagi pria yang berusaha mendekatimu," sahut Rio.
Ashika memeluk Rio. "Terima kasih, Mas."
"Sama-sama, sayang," sahut Rio.
Rio akhirnya bisa bernapas lega karena istrinya sudah memaafkannya. Kali ini ucapan Ashika memang benar, sudah waktunya dia mengumumkan siapa Ashika sebenarnya. Kasihan juga jika Ashika harus hidup dengan status yang disembunyikan dan Rio sangat mengerti dengan perasaan Ashika.
Ashika dan Rio menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan. "Ma, Ashika pulang dulu," pamit Ashika.
"Loh, kalian gak nunggu Papa pulang? Atau makan malam bersama di sini?" seru Mama Kenanga.
"Tidak Ma, lain kali saja. Sekarang Ashika ada urusan bersama Mas Rio," sahut Ashika.
"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu tapi kalian harus sering datang ke sini ya," seru Mama Kenanga.
"Iya, Ma," sahut Ashika dan Rio secara bersamaan.
Keduanya pun memutuskan untuk langsung pulang dan Rio berencana ingin membicarakan tentang keinginan Ashika. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Kebetulan saja semuanya sedang berkumpul di ruang TV.
"Kebetulan sekali kalian sedang berkumpul," ucap Rio.
"Ada apa?" tanya Papa Anton.
Rio dan Ashika duduk. "Pa, Ma, besok Rio minta izin untuk jumpa pers," ucap Rio.
"Jumpa pers untuk apa?" sekarang giliran Nirmala yang bertanya.
"Besok Rio ingin mengungkapkan bahwa Ashika adalah istri Rio, biar semua orang tahu dan tidak akan ada pria yang mendekati Ashika lagi," sahut Rio.
"Apa? Jangan bercanda kamu, Rio! Kalau semua orang tahu siapa Ashika, reputasi kamu bisa hancur dan keluarga kita akan malu," geram Mama Nirmala.
"Terus, sampai kapan Rio menyembunyikan pernikahan ini? Ashika itu istri sah Rio, Ma. Rio tidak mau semua orang berpikiran yang macam-macam kepada Ashika dan satu lagi, masa lalu Ashika hanya kita yang tahu tidak akan ada yang macam-macam jika di antara kita tidak ada yang membeberkannya," sahut Rio.
"Papa setuju, kasihan Ashika sudah satu tahun kalian menikah tapi tidak ada yang tahu siapa Ashika karena bagaimana pun Ashika adalah menantu keluarga Barata dan Ashika pantas diakui," timpal Papa Anton.
"Awas saja kalau ada yang tahu dia anak siapa? Aku gak mau ya, teman-teman aku sampai menjauhi aku hanya gara-gara aku punya kakak ipar anak dari mantan pelacur," sinis Melisa.
Ashika langsung menundukkan kepalanya. "Melisa, kamu harus jaga ucapan! Dan satu lagi, Rio juga ingin pindah rumah dari sini dan hidup berdua bersama Ashika," pinta Rio.
"Apa? Rio, mama setuju jika kamu mau melakukan jumpa pers tapi mama tidak setuju jika kamu ingin pindah dari rumah ini. Apa ini permintaan kamu, Ashika!" bentak Mama Nirmala.
"Ma, stop! Ini bukan keinginan Ashika, tapi keinginan Rio sendiri. Rio itu sudah menikahi Ashika, jadi Rio yang bertanggung jawab atas hidup Ashika dan Rio saat ini harus membahagiakan istri Rio." Rio mulai meninggikan nada bicaranya.
"Rio, berani kamu berkata dengan nada tinggi kepada Mama!" bentak Mama Nirmala.
"Pasti wanita itu yang sudah mempengaruhi Kak Rio, Ma. Selama ini Kak Rio tidak pernah berkata dengan nada tinggi kepada Mama tapi sekarang Kak Rio malah suka bentak-bentak sama Mama," ucap Melisa dengan sinisnya.
Lagi-lagi Ashika merasa sakit hati dengan tuduhan dari adik iparnya itu. "Sudahlah Mas, tidak apa-apa kalau tidak boleh pindah," ucap Ashika dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kalian masuk ke dalam kamar biar papa yang bicara kepada mama," ucap Papa Anton.
Rio pun akhirnya membawa Ashika untuk masuk ke dalam kamar mereka. "Sayang, kamu tunggu saja di sini biar aku bujuk mama terlebih dahulu," ucap Rio.
Ashika menganggukkan kepalanya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Nirmala menyetujui Rio untuk membeli rumah baru dan itu membuat Ashika merasa senang dan lega. "Sayang, setelah jumpa pers besok kita cari rumah ya," ucap Rio.
"Iya, Mas," sahut Ashika bahagia.
***
Keesokan harinya....
Rio dan Ashika melakukan jumpa pers di perusahaan Rio, ditemani Anton dan Nirmala. Banyak orang yang kaget mendengar berita itu, terlebih lagi para karyawan Rio yang memang sudah sejak lama mencurigai hubungan antara bos dan sekretaris itu. Tanggapan mereka ada yang senang dan ada juga yang merasa iri kepada Ashika.
"Pantas saja waktu itu Rio marah sekali saat Ashika bersamaku, ternyata mereka sudah menikah. Tapi, yang jadi pertanyaanku kenapa pernikahan mereka disembunyikan? Apalagi sampai 1 tahun lamanya," batin Firza mulai curiga.
Setelah selesai jumpa pers, seperti janji Rio dia pun mengajak Ashika untuk melihat rumah yang sudah dia beli. Rumah itu terletak di sebuah komplek perumahan elit. Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah baru mereka.
"Mas, apa ini rumah kita?" tanya Ashika sembari memperhatikan rumah yang besar dan megah itu.
"Iya, sayang. Ayo, kita masuk!" ajak Rio sembari menarik tangan Ashika.
Sesampainya di dalam rumah, Ashika lagi-lagi merasa kagum dan kaget karena rumah itu benar-benar sangat besar. "Mas, apa rumah ini tidak terlalu besar untuk kita berdua?" tanya Ashika.
"Besar apanya, nanti 'kan kita akan mempunyai anak yang banyak jadi rumahnya harus besar dong," sahut Rio dengan senyumannya.
Seketika Ashika sedih mendengar suaminya menyinggung masalah anak. Rio kaget dengan perubahan raut wajah istrinya, dia tahu jika dia sudah salah bicara. Rio pun memeluk Ashika dari belakang.
"Jangan sedih, Mas yakin jika suatu saat nanti Allah akan memberi kita keturunan. Mas akan selalu ada untuk kamu sayang, jadi jangan sedih lagi ya," ucap Rio berusaha menyenangkan hati istrinya.
"Tapi bagaimana kalau aku tidak akan mempunyai keturunan? Apa Mas akan tetap mencintaiku?" tanya Ashika.
Rio melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Ashika. "Tidak mungkin, karena setelah diperiksa kita sama-sama sehat jadi kita percaya saja kepada yang di atas," sahut Rio.
Ashika langsung menghambur ke pelukan suaminya. "Terima kasih ya, Mas. Aku sangat beruntung mempunyai suami seperti Mas. Mas adalah suami sempurna bagi aku, semoga di rumah baru ini membawa rezeki untuk kita dan dikabulkan semua keinginan kita," ucap Ashika.
"Amiinn."
Ashika memang beruntung mempunyai suami yang diidolakan banyak wanita. Walaupun Ashika mempunyai banyak kekurangan, tapi Rio selalu menunjukan kasih sayangnya yang tulus kepada dirinya. Ashika berharap Rio tidak akan pernah berubah sampai kapan pun dan akan terus mencintai dirinya.
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan