NovelToon NovelToon
Selamanya Milik Sang Adiguna

Selamanya Milik Sang Adiguna

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Keluarga / CEO / Romantis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Hasibuan

"Menikah denganku."
Risya Wicaksono, berusia 27 tahun.
Atau lebih di kenal dengan panggilan Icha, melotot terkejut, saat kalimat itu terlontar dari mulut lelaki yang sangat tidak ia sangka.
Arnold Adiguna.
Lelaki berusia 33 tahun. Yang juga masih merupakan salah satu kakak sepupunya.
Lelaki itu mengajaknya menikah. Semudah lelaki itu mengajak para sepupunya makan malam.
Icha tidak menyangka, jika lelaki itu akan nekat mendatanginya. Meminta menikah dengannya. Hanya karena permintaan omanya yang sudah berusia senja.
Dan yang lebih gilanya. Ia tidak diberikan kesempatan untuk menolak.
Bagaimanakah Icha menjalani pernikahan mereka yang sama sekali tidak terduga itu?
Mampukah ia bertahan hidup sebagai istri sang Adiguna? Lelaki yang dikenal sebagai CEO sekaligus Billionaire dingin nan kejam itu.
Mampukah mereka mengarungi pernikahan tanpa saling cinta?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Hasibuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjelasan 2

"Aku tetap menolak." Icha kembali bersuara setelah mereka diam cukup lama.

"What?" Arnold berseru kesal mendengar penolakan itu.

Ia merasa sudah memberikan penjelasan yang baik. Namun ia tidak menyangka jika wanita ini akan menolak semua idenya.

"Dengar kak Ar. Aku adalah adik sepupumu. Sangat tidak etis rasanya jika kak Ar mengajakku dalam kebohongan ini." Icha mulai memberika paham versi ia pada Lelaki itu.

Meski ia bisa melihat Arnold jelas menolak bantahannya. Namun Icha tidak kehilangan akal.

"Jika memang kak Ar ingin menikahi seorang wanita seperti itu. Maka sebaiknya cari wanita lain di luar. Yang bisa sewaktu - waktu kak Ar tinggalkan. Atau ia meninggalkan kak Ar. Atau apalah itu istilahnya." Icha merangkai semua kata yang menurutnya paling sederhana.

"Jika menyeret aku dalam kegilaanmu ini. Akan sangat menyusahkan semua keluarga kita nantinya, jika kita berhenti di tengah jalan." Ia menyampaikan.

"Bagaimana kita akan menjelaskan pada semua keluarga kita, jika berpisah nanti? Apakah menurutmu semua bisa berjalan seperti biasa?" Ia jelas tidak ingin mendengar ceramah dari keluarganya jika mereka berpisah seperti perkataan Arnold.

"Tidak semudah itu. Akan banyak hati yang kecewa jika kita tidak bisa bertahan." Icha mencoba membujuk lelaki itu.

"Lagian aku ingin menikah dengan lelaki yang mencintaiku dengan tulus. Bisa membuatku merasa jika aku adalah satu - satunya wanita yang akan menjadi teman hidupnya hingga akhir hayat kami. Lelaki yang mampu membuatku merasa aku adalah wanita yang istimewa. Dan lelaki yang akan memanjakanku. Setia dan mengerti dengan pekerjaanku." Icha menjelaskan semua kriterianya soal sosok suami yang ia inginkan.

"Jadi aku rasa. Aku tidak cocok untuk menjadi istri dengan pernikahan mainan yang kak Ar inginkan." Icha menegaskan.

"Kamu tidak bisa mundur Icha." Arnold menyeringai setelah mendengar penolakan dari Icha.

"Tentu aku bisa." Icha menjawab percaya diri.

Ia tidak akan ikut dalam permainan lelaki ini. Oh! Ingin rasanya ia memukul Arnold. Agar lelaki itu bangun dari semua ide gilanya.

"Tidak Icha." Arnold tersenyum misterius.

"Apa maksudnya?" Seketika perasaan Icha tidak enak saat ini. Apalagi saat melihat senyuman itu.

"Kamu sudah setuju saat di ruangan oma Jasmine tadi sore." Arnold bersandar lebih santai di sofa itu.

Menikmati reaksi wajah Icha yang kebingungan. Wanita ini lupa jika sikap diamnya di ruangan oma mereka, tentu saja telah di anggap persetujuan dari oma mereka.

Dan jelas, jika Icha tidak akan bisa mengelak lagi. Mau tidak mau wanita ini akan ikut bergabung dalam permainannya.

"Oma bahkan antusias untuk sembuh. Ia ingin menyaksikan pernikahan kita." Arnold merasa puas melihat Icha yang melotot tajam.

"Dan menurutmu, saat sekarang opa Rama dan juga om Fasya yang menemani di rumah sakit. Apakah oma Jasmine akan diam saja? Kita semua tahu bagaimana hubungan oma dan opa. Mengatakan hal itu pada oma Jasmine, sama saja dengan memberitahu opa Rama bukan?" Arnold terkekeh saat wajah Icha mulai merah padam karena kesal.

"Dan kamu tahu bagaimana sifat ketua klan kita. Ia akan bergerak cepat demi kelangsungan keturunan keluarga Laksmana. Meskipun kita tidak menyandang nama Laksmana. Tapi sebagai cucu satu - satunya dari putri kesayangannya, yaitu mamaku. Tentu opa Rama akan bergerak cepat bukan?" Arnold semakin puas melihat wajah Icha yang memucat.

"Aku yakin jika opa Rama sudah menghubungi keluargamu di Semarang sekarang. Mungkin saja semua keluarga kita sudah heboh dengan pengumuman dari opa. Dan kamu tahu dengan jelas, opa akan memberikan apapun yang membuat oma bahagia." Arnold terkekeh melihat Icha yang mendatanginya dengna penuh kekesalan.

"Kak Ar jahat!"

Meledak sudah amarah Icha karena perkataan Arnold yang penuh percaya diri. Ia menghampiri lelaki itu dan memukul lengan Arnold berulang kali.

'Bugh!'

'Bugh!'

Nafasnya terasa berat di setiap pukulan itu. Dan yang membuatnya semakin marah adalah saat Arnold tertawa menerima pukulannya. Seolah pukulan itu sama sekali tidak ia rasakan.

"Bagaimana bisa kamu selicik ini pada sepupumu sendiri?!" Icha berseru semakin kesal.

"Jika aku tidak licik dan pintar menggunakan otakku. Maka aku tidak akan menjadi pebisnis handal Icha." Arnold menjawab dan tetap diam menerima pukulan itu di lengannya.

Sungguh, pukulan Icha tidak sakit sama sekali. Seperti pukulan anak kecil menurutnya.

Ia merasa terhibur melihat reaksi Icha. Sejak tadi ia sudah geram karena Icha menolak idenya. Terlebih saat gadis ini mengatakan idenya ini gila.

Tapi lihatlah sekarang, bagaimana kegilaannya akan membuat mereka menikah sebentar lagi. Icha sudah terjebak bersamanya.

"Batalkan! Aku tidak mau menikah dengan lelaki licik sepertimu!" Icha berseru kuat.

Mata Arnold memicing mendapat penolakan itu. Ia menangkap kedua tangan yang memukulinya itu. Menahannya dengan kuat dan menarik Icha, hingga wanita itu menubruk tubuhnya.

"Tidak Icha. Pilihanmu hanya satu. Menikah denganku. Hanya itu." Arnold berbisik di telinga Icha.

"Aku tidak mau." Icha memberontak dan berusaha melepaskan diri.

"Icha. Kamu adalah dokter. Paling tahu bagaimana kondisi oma Jasmine. Menurutmu apa yang akan terjadi jika kamu menolak?"Arnold menyeringai melihat Icha yang tiba - tiba kaku.

"Oma serangan jantung bukan? Apa oma akan kuat menerima semua ini, di saat ia telah berharap dan antusias untuk pernikahan kita?" Arnold melepaskan pegangannya dari tangan Icha.

"Bagaimana jika oma kembali mendapatkan serangan lagi.? Apakah oma akan kuat?" Arnold merapikan rambut Icha berantakan.

"Dan bagaimana perasaan opa Rama, jika tahu bahwa oma semakin drop karena kita berdua?" Ia juga menambahkan.

Icha terdiam mendengar semua perkataan Arnold. Keadaan oma Jasmine masih sangat rawan. Akan sangat membahayakan jika oma Jasmine tiba - tiba drop lagi.

Opa Rama sangat mencintai oma Jasmine. Ia pasti akan sangat kecewa padanya dan juga Arnold, jika mereka menjadi penyebab oma Jasmine semakin sakit.

Icha menatap Arnold yang menyeringai. Lelaki ini memang sangat licik.

Seharusnya ia tidak terjebak sejak awal. Jika sudah begini bagaimana ia menjelaskan pada oma Jasmine dan opa Rama? Ia akan mengecewakan kedua sesepuh itu.

"Mama dan papa sudah tiba di kota ini. Mereka sudah tahu kita akan segera menikah. Bahkan besok mereka akan ke semarang untuk membicarakan ini dengan orang tuamu dan Rayyan." Arnold tersenyum memperhatikan Icha yang masih diam.

Ia tahu jika Icha sudah paham sekarang. Dan tidak ada jalan keluar untuk mereka lagi.

"Kenapa harus aku kak? Seharusnya kak Ar bisa mencari wanita lain." Icha bergumam dengan nada kalah.

"Aku tidak percaya dengan wanita di luar sana. Kamu adalah bagian dari keluargaku sejak dulu. Jadi sudah jelas jika kamu tidak akan menghianatiku. Kita berdua bisa menjadi rekan hidup selama kamu mau. Dan aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Hanya satu yang harus kamu lakukan. Menikah denganku."

Arnold menatap Icha dengan sorot wajah serius dan perkataan yang penuh dengan janji.

Icha tahu saat itu. Jika ia tidak bisa menolak semua ide gila Arnold.

..........................

1
ren_iren
jgan berani2nya 1 langkah pun maju buat mengejar dr. icha ya mas rangga...
apa yg kamu lakukan ituu .... jahat buat babang Ar...
Elis Hasibuan: Takutnya nanti di tendang babang Ar...🤭🤭
total 1 replies
Marsyia Kermatio
up thor🙏
Sejauh ini ceritanya menarik
Elis Hasibuan: sore ya readers.....
total 1 replies
Lisa Halik
tiada komen
Lisa Halik
mmmm..no komen thor
Elis Hasibuan: okelah okelah😄
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor....
Lisa Halik
lagi
Elis Hasibuan: meluncur nanti sore....
total 1 replies
Lisa Halik
typo thor🤭
Lisa Halik
makasih updatenya
Elis Hasibuan: sip👌👌👌
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor.....
Lisa Halik: 🤭okay thor pelan2 saja setia menanti
total 2 replies
Lisa Halik
makasih thor.....
Elis Hasibuan: oke👌👌👌
total 1 replies
Lisa Halik
mmmmm no komen thor
Lisa Halik
typo thor....sering2 thor
Elis Hasibuan: 🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢
total 1 replies
Lisa Halik
makasih thor...akhirnya menikah
Elis Hasibuan: tentu saja
total 1 replies
Lisa Halik
sering2 author updatenya
Elis Hasibuan: sip di tunggu aja ya
total 1 replies
Lisa Halik
makasih
Elis Hasibuan: sama2
total 1 replies
Lisa Halik
typo thor,arnold bkn arkan....lagi
Lisa Halik: sama2
total 2 replies
Lisa Halik
icha terima saja,lepas nikah baru bercinta
Lisa Halik: hihih
total 2 replies
Lisa Halik
makasih updatenya thor...sering2 ya
Lisa Halik: okay thor
total 2 replies
Lisa Halik
begitu saja jawapan arnold...
Lisa Halik: hihih tetap di tunggu thor
total 2 replies
Lisa Halik
double up thor....kelamaan
Elis Hasibuan: di tunggu ya readers....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!