Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."
Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."
Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Unggahan yang Mengguncang Dunia
Atlas tidak main-main dengan ucapannya. Napasnya masih menderu karena emosi, namun jemarinya bergerak lincah di atas layar ponsel. Ia membuka akun Instagram miliknya yang sudah berdebu selama tiga tahun. Akun dengan jutaan pengikut dan centang biru itu seketika hidup kembali.
"At, apa yang kamu lakukan?" tanya Kaylee, mencoba meraih ponselnya namun Atlas menjauhkannya.
"Memberikan pengumuman pada dunia, terutama pada Steve-mu itu, bahwa pemilik sah sudah kembali," gumamnya dengan seringai tipis yang tajam.
Dalam hitungan detik, sebuah unggahan muncul. Tidak hanya satu, tapi empat foto sekaligus yang langsung membuat jagat maya berguncang hebat.
Foto Pertama, Ada Foto mirror selfie di kamar hotel. Atlas bertelanjang dada, memperlihatkan bahu kokohnya yang memeluk Kaylee dari belakang. Wajah Kaylee terlihat merona dengan jejak air mata bahagia, sementara Atlas menatap kamera dengan pandangan posesif yang mematikan.
Foto Kedua, Niel yang sedang tertidur lelap di antara mereka. Di foto ini, Atlas sengaja tidak memakai stiker. Wajah Niel terlihat sangat jelas, garis rahang, bentuk hidung, dan helai rambutnya adalah copy-paste dari seorang Atlas Theodore.
Foto Ketiga, Tangan Atlas yang besar menggenggam tangan kecil Niel dan tangan lembut Kaylee di atas sprei putih.
Foto Keempatnya, Foto Atlas yang mencium kening Kaylee dengan latar belakang layar televisi yang menampilkan berita runtuhnya keluarga Valerius di Italia.
Caption:
"The wait is over. My queen, my son, my life. I'm home. Dan untuk siapa pun yang mencoba mendekati istriku selama aku berjuang... pintu keluar ada di sebelah sana. #TheodoreIsBack"
Baru dua menit unggahan itu tayang, kolom komentar langsung meledak. Ribuan komentar masuk setiap detiknya.
"DEMI APA?! JADI SELAMA INI ATLAS TERPAKSA?!"
"Lihat anaknya! Itu benar-benar Mini Atlas! Gila, Kaylee hebat banget bisa sembunyiin ini!"
"cowok-cowok kantor Kaylee pasti langsung kena mental!"
"Plot twist terdahsyat tahun ini! Mafia Italia runtuh, sang Raja kembali ke Ratu aslinya!"
Steve yang sedang memegang kantong sarapan di depan apartemen kosong itu, merasakan ponselnya bergetar hebat karena notifikasi tag dari rekan kantor lainnya. Saat ia melihat foto itu, wajahnya pucat pasi. Ia menyadari bahwa pria yang tadi memaki dirinya di telepon bukan sekadar "pria simpanan", tapi sang pemilik asli yang selama ini ia anggap sudah melupakan Kaylee.
Di Kamar 402
Atlas melempar ponselnya ke kasur dan kembali menarik Kaylee ke dalam dekapannya. "Sekarang, tidak akan ada lagi yang berani menyebutmu janda, atau mencoba membawakanmu sarapan," ucap Atlas sambil mencium telinga Kaylee, suaranya kembali lembut namun tetap terasa dominan.
Kaylee menghela napas, melihat kegemparan yang dibuat suaminya. "Kamu benar-benar gila, At. Semua orang di kampus dan kantorku pasti sedang berteriak sekarang."
"Biarkan saja," gumamnya. "Aku sudah muak menjadi milik publik dan wanita gila itu. Mulai detik ini, aku hanya milikmu dan Niel."
Atlas kemudian membalikkan tubuh Kaylee, menindihnya perlahan di atas tumpukan bantal. "Tadi kita sampai mana, Ay? Sepertinya ada bagian di lehermu yang belum aku beri tanda agar teman kantormu itu bisa melihatnya dengan jelas di rapat saat kau pulang besok."
Kaylee tertawa, kali ini tanpa beban. Ia merangkul leher Atlas, membiarkan suaminya kembali bermain dan menumpahkan segala kerinduan yang sempat terbelenggu selama tiga tahun lamanya.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 😍😍