Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Skema dan Hierarki Kekuatan
Pagi harinya, Sekte Pedang Patah yang biasanya tenang berubah menjadi sarang lebah yang terusik. Berita hilangnya Murid Senior Wei—salah satu murid berbakat dengan masa depan cerah—meledak seperti bom. Tidak ada jejak perkelahian di kamarnya, tidak ada tanda-tanda penyusup, hanya sebuah paviliun yang terkunci dari dalam dan seorang pelayan wanita yang terbangun dengan linglung tanpa ingatan apa pun.
"Cari ke seluruh penjuru hutan! Dia tidak mungkin menguap begitu saja!" teriakan para tetua sekte terdengar hingga ke area budak.
Di tengah kegaduhan itu, Ye Fan sedang menyapu halaman dengan gerakan malas. Kepalanya tertunduk, wajahnya tampak lesu seolah dia masih budak bisu yang ketakutan. Namun, di balik tatapan itu, ia sedang mengamati para murid luar yang berlarian panik.
“Bodoh,” batin Ye Fan. “Kalian tidak akan menemukan apa pun di dunia ini. Wei sedang membusuk di dimensi lain bersama Han.”
Sambil terus menyapu, Ye Fan bergumam dalam hati, memanggil asisten setianya.
“Sistem, perlihatkan kepadaku batas dunia ini. Aku perlu tahu seberapa jauh aku harus mendaki untuk bisa membantai 'predator' yang lebih besar.”
[DING!]
[Memproses Data Dunia... Menampilkan Hierarki Kultivasi Abadi]
Sebuah layar transparan berwarna biru gelap muncul di hadapan matanya, hanya bisa dilihat olehnya sendiri.
Pengerasan Dasar (Level 1-10)
Arus Qi (Level 1-10)
Inti Qi (Level 1-10)
Penyatuan Roh (Level 1-10)
Manifestasi Roh (Level 1-10)
Jiwa Sejati (Level 1-10)
Transformasi Esensi (Level 1-10)
Domain Kehendak (Awal / Menengah / Akhir)
Puncak Abadi (Awal / Menengah / Akhir)
Ye Fan memperhatikan daftar itu dengan seksama. Saat ini, tubuhnya baru saja mencapai Pengerasan Dasar Level 4 berkat hadiah dari sistem semalam. Murid Senior Wei berada di puncak Pengerasan Dasar, namun Ye Fan berhasil membunuhnya dengan mudah karena elemen kejutan dan penguatan sistem.
“Masih sangat jauh,” pikir Ye Fan. “Tapi itu artinya akan ada banyak mangsa kuat yang menungguku di atas sana.”
Pandangan Ye Fan beralih ke gerbang sekte. Ingatannya kembali memutar memori sang pemilik tubuh asli. Ada tiga murid luar yang sering menyiksanya, dan mereka memiliki kebiasaan menjijikkan: setiap kamis malam, mereka menyelinap keluar menuju Rumah Bordil Bunga Merah di kota bawah untuk menyalahgunakan kekuasaan dan uang mereka.
Mereka bukan sekadar pelanggan; mereka dikenal sering menyiksa para wanita di sana hingga cacat hanya untuk kesenangan pribadi.
“Target baru terdeteksi,” seringai Ye Fan melebar, meski tertutup rambut. “Tiga ekor serigala berbulu domba yang senang bermain di rumah bordil. Mereka pikir mereka aman di luar sekte.”
[DING!]
[Misi Baru Diterima: Pembersihan Kota Bawah]
[Target: Murid Luar - Li, Zhang, dan Zhao]
[Tujuan: Eksekusi tanpa saksi di luar area sekte]
[Hadiah:Ekstrak Cairan reconstituting/menyusun kembali (Mempercepat pemulihan lidah hingga 40%)]
Ye Fan meremas gagang sapunya hingga retak tipis. Hadiah itu sangat menggiurkan. Ia merindukan suaranya. Ia ingin para bajingan itu mendengar suaranya sebelum mereka mati—suara dari pemburu para predator yang kini menjadi malaikat maut mereka.
"Hei, si bisu! Kenapa kau melamun? Cepat bersihkan area latihan sebelum Tetua menghajarmu!" teriak salah satu murid yang sedang stres mencari Wei.
Ye Fan hanya menunduk dan mengangguk pelan, kembali menyapu dengan ritme yang teratur. Di dalam kepalanya, ia sudah menyusun rencana bagaimana ia akan mengeksekusi mereka satu-satu.
Perburuan kedua akan segera dimulai.