Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Memiliki kebiasaan baru tidak ada dalam rencana hidupnya, tapi semenjak tinggal di pedesaan membuat Citra lebih peduli sama sekitar terutama anak-anak dan perempuan yang tidak memiliki pekerjaan yang hanya menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari penghasilan suami yang seadanya, membuat Citra membangun koprasi dan juga tempat bermain sekaligus untuk belajar anak-anak yang ingin lebih banyak membaca buku membuatnya ingin menyediakan banyak buku bacaan gratis yang bisa dibaca kapan saja untuk anak-anak sekolah yang membutuhkan buku bacaan.
"Tempatnya cukup luas Bu, anda luar biasa mau peduli sama warga sini terimakasih banyak Bu Citra atas bantuannya." ujar Kepala Desa bahagia karena ada warga baru yang peduli sama masyarakatnya.
"Sama-sama Pak, saya juga berencana mengajarkan baca untuk anak-anak TK dan SD setelah saya selesai mengerjakan pekerjaan kantor saya, mungkin dari siang sampai sore saya mengajar disini bersama karyawan yang sudah saya pilih sesuai kemampuan mereka dalam hal mengajar. " ucap Citra bahagia karena bisa bermanfaat untuk orang lain dan juga cari kesibukan baru supaya tidak bosan di rumah saja setelah selesai kerjain pekerjaan kantor.
"Wah anda juga mau mengajar juga terimakasih banyak anda benar-benar membantu kami semua, dengan senang hati anak-anak diajar sama anda setelah mereka pulang sekolah atau sampai anda siap mengajar mereka ditempat ini." lanjut Kepala Desa tidak menyangka, selain memberikan bantuan pinjaman dan membuka tempat baca buku sekaligus tempat bermain juga Citra ingin mengajar secara langsung bahkan Citra tidak minta bayaran sama sekali membuat nya merasa bersyukur ada seorang wanita yang dermawan seperti Citra.
Ngangguk mendengar ucapan Kepala Desa membuat Citra ajak karyawan barunya untuk pergi dari koperasi sekaligus taman bacaan dan taman bermain untuk anak-anak, berharap bantuannya bisa berguna, bermanfaat dan juga meringankan kebutuhan warga sekitar.
**
Rasanya ingin banting handphone karena kesal, bagaimana tidak Citra sama sekali tidak bisa dihubungi sama sekali membuat Angga kesal dan penasaran sama kejadian tadi di kantor, belum mendapatkan penjelasan dari Citra kenapa tega menurunkan jabatannya seenaknya tanpa pemberitahuan sama sekali.
"Kemana sebenarnya perempuan itu pergi kenapa handphone nya tidak aktif sih heran? " tanya Angga penasaran karena tidak biasanya Citra seperti ini, pergi diam-diam tanpa kabar bahkan memberikan keputusan yang bisa membuat nama baiknya jadi menurun bisa-bisa dirinya dibully sama karyawan di kantor karena tahu dirinya turun jabatan.
"Kenapa Ayah tidak pergi ke rumah orang tuanya, sekalian jemput dia dan pulang bareng supaya jabatan Ayah kembali bahkan bisa naik menjadi wakil CEO, aku malu loh kalo ditanya suaminya kerja apa dan masa mobil kita ditarik karena Ayah turun jabatan sih bakal semakin malu aku? " tanya Winda kasih solusi supaya suaminya ke rumah orang tuanya Citra, sejujurnya tidak rela jika Angga menghabiskan waktu lebih lama sama Citra tapi mau bagaimanapun Citra adalah sumber ATM berjalan suaminya yang harus tetap memenuhi kebutuhannya dengan layak.
"Iya baik lah Bunda, besok setelah Ayah pulang kerja baru kesana deh, bener-bener perempuan itu menguji kesabaran Ayah sekali, baru sehari saja mendapatkan keputusan itu membuat Ayah sangat direndahkan dan dipermalukan tanpa sebab, Ayah tidak akan membuat Citra seenaknya terus menerus, Bunda tenang saja iya sayang semuanya akan baik-baik saja oke." sambung Angga menatap Winda, terlihat sekali wajah khawatir istrinya jika semua fasilitas yang dimilikinya ditarik bahkan tidak punya mobil sama sekali.
Tidak akan biarkan Citra ambil mobil nya seenaknya tanpa memberikan penjelasan yang masuk akal dan berusaha untuk mendapatkan jabatan yang selama ini selalu diimpikannya menjadi pemimpin perusahaan terkaya di negara ini dan selalu bisa memberikan apapun yang Winda inginkan.