NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Pingsan

Mereka mencari jalan keluar dari tempat itu, sekitar setengah jam, Mia mengajak Dania untuk beristirahat.Mia duduk bersandar pada pohon,Dania juga ikut duduk disana.

“Langitnya bagus…”

“Ya, kau benar…”

“Jika di film yang ku tonton ada dewa mabuk yang menari dibawah sinar bulan… mengapa disini aku tidak melihatnya, ya?”

“Kali ini beda genre,kita ini entah terjebak dimana.Kesal sekali aku, tidak ada naga legendaris Tian Yao disini…”

Mia menutup matanya.

“Ee, dia tertidur?”

Dania mengira Mia tertidur. Dia menggoyangkan tubuh temannya itu.

“Mia, Mia… ayo kita jalan lagi… setidaknya carilah tempat yang nyaman untuk beristirahat…”

“Mia?...”

Dania menempelkan telapak tangannya pada kening Mia.

“Wah! Mantap sekali! Dia demam…”

Dengan wajah lelah Dania kebingungan.

“Mia… kita beristirahat disini saja malam ini,bagaimana?”

Dania mengajaknya bicara, namun dia tak menjawab seharusnya kalau dia hanya tertidur dia akan menjawab walaupun dengan suara yang kecil.Namun, hanya suara katak dan serangga hutan yang terdengar.

Dania menggoyangkan tubuh Mia, dan Mia belum membuka matanya.

“Wah! Lagi-lagi mantap! Pingsan dia!”

Sekarang Dania panik.Dia berjalan bulak balik, dia berusaha memikirkan cara.

“Aku gendong saja!Ya!Aku gendong!”

Dania coba mengangkatnya, namun dia tak tau bagaimana caranya.

“Aku harus minta tolong jenderal kampret itu! Ya! Dia!”

Dania segera berlari untuk menemui jenderal itu. Namun, baru saja sepuluh langkah dia sudah bertemu dengannya dan beberapa bawahannya.

“Hah! Bagus sekali! Mereka datang sendiri!”

“Dimana temanmu?”

“Hah? Apa?”

Dania yang belum paham bahasa Mandarin bingung dengan pertanyaan itu.

“Temanmu mana?”

“Oh…dia disana!”

Dania menunjuk ke arah Mia yang tengah bersandar tak sadarkan diri disana.

Jenderal muda itu langsung segera menghampirinya.

“Dia kenapa?”

“Tidur, tidak bangun.”

Dania belum tahu bahasa Mandarin dari pingsan jadi dia ngomong secara asal saja.

Jenderal itu menempelkan telapak tangannya pada Mia.

“Dia demam.”

Jenderal itu langsung menggendongnya. Dan segera membawanya kembali ke tempat perkemahan.Wajahnya tampak panik, sepertinya dia menyesal telah membentak Mia sebelumnya. Dia menggendong Mia dengan kedua tangannya,dia langsung membawanya ke dalam tenda dan menyuruh tabib militer untuk memeriksa keadaannya.

Tabib memeriksa keadaannya.

“Jenderal, dia terkena demam tinggi. Sepertinya dia tak terbiasa berada di tempat yang dingin.”

“Baiklah.”

“Aku sudah meracikan obat untuknya, saat dia bangun berikanlah obat ini padanya.Saat ini dia hanya perlu tidur di tempat yang hangat saja. Jangan sampai dia kedinginan.”

“Baiklah.”

Mendengar itu dia langsung mencari selimut yang tebal dan banyak. Dan memberikan selimut itu pada Mia.

“Kau temanilah dia…”

Jenderal muda itu menyuruh Dania untuk menemaninya. Sebenarnya Dania tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, tapi Dania mengangguk saja.

Malam itu Dania dan Mia bisa tidur dengan tenang.Suara jangkrik itu benar-benar membuat Dania kesulitan untuk tidur.

“Tempat ini benar-benar hutan, suara jangkrik itu bahkan bisa membuatku terganggu.Kapan aku bisa kembali ke rumah dan tidur si kasur empuk ku?”

Dania mengeluh.

Detik demi detik telah berlalu. Kini, bukan suara jangkrik lagi yang terdengar. Melainkan suara kicauan burung saling bersahutan membuat Mia dan Dania terbangun.

“Apa kita sudah pulang?”

Mia bertanya.

“Apanya yang pulang? Kau lihat kita amasih disini…”

Mia melihat dia berada di dalam tenda.Dia melihat ke sekelilingnya dan dia juga melihat banyak selimut tebal berada di atas tubuhnya.

“Mengapa kita bisa ada disini? Bukankah tadi malam kita sudah meninggalkan tempat ini?”

Mia merasa heran.

“Tadi malam kau pingsan.”

“Pingsan?! Benarkah?!Lalu, kau yang membawaku kesini?”

Dania berbisik pelan ke telinga Mia.

“Tadi malam kau pingsan, coba tebak siapa yang membawa kau kemari?”

“Itu kau…”

“Bukan! Itu pemuda galak itu!”

“Dia?”

“Iya, dia… tadi malam dia terlihat sangat panik saat melihat kau pingsan. Dia menggendongmu!”

“Kurasa dia menyukaimu.”

“Kau gila, baru sehari bertemu…tiba-tiba langsung suka. Memangnya lagu stecu, hah?!”

Dania beranjak dari tempat tidurnya. Dia bernyanyi di depan Mia sambil berjoget.

“Pandang,pandangan awal kenal langsung suka! Asekkk!”

“Udah! Udah! Suara kau jelek! Lebih baik diam!”

“Nona.”

Seorang prajurit wanita masuk ke dalam tenda. Prajurit wanita dengan paras cantik dan tubuh tinggi itu menyerahkan dua pasang baju untuk mereka.

“Nona, ini baju dari jenderal. Dia menyuruh kalian untuk menggunakan ini,karena dia bilang baju kalian kurang pantas.”

“Apanya yang kurang pantas dari baju kami?”

“Maaf nona, aku hanya mengerjakan perintah dari jenderal.”

“Baiklah terimakasih…”

Prajurit wanita itu pergi.

“Apa katanya?”

“Kita disuruh menggunakan baju ini.”

“Baju apa itu?”

“Entah.”

Mereka membuka lipatan baju itu.

“Hanfu!!”

Mereka teriak kegirangan saat baju impian mereka berada ditangan mereka.

“Alamak! Hanfu coi! Hanfu!Mahal ini kalau beli online!”

Dania tak bisa menahan rasa girangnya.

“Udahlah, buang saja baju tidur kita itu!”

“Yoi!”

“Ei,tunggu jangan dipake dulu! Kita mandi dulu biar cantik!”

“Oke!”

Mereka segera berlari keluar.Ada Zhang Lin disana.

“Adik! Diamana tempat mandi?”

Mia bertanya padanya.

“Kau sudah sembuh?”

“Sudah!Cepat bilang dimana kamar mandi?!”

“Jika ingin mandi, mandilah di sungai.”

“Apa katanya, Mia?”

“Kita disuruh mandi di sungai. Memang gila, ada banyak lelaki disini mengapa disuruh mandi di sungai.”

“Sudahlah kita mandi bergantian, kita berjaga bergantian. Bagaimana?”

“Oghey! Otw!”

Mereka berlari ke sungai. Mereka sangat girang sekali setelah mendapatkan hanfu itu.

“Mereka memang aneh.”

Zhang Lin memperhatikan mereka yang berlari pergi ke sungai itu.

Mereka bergantian mandi. Air sungai yang sejuk itu membuat mereka tak bisa berlama-lama mandi disana.Angin pagi itu meniup lembut kulit mereka. Setelah selesai mandi,mereka mengganti pakaian mereka.

“Lihatlah aku adalah bangsawan keluarga Xiao!”

Mia berlaga menjadi seorang bangsawan.

“Lihatlah aku, selir dari kaisar Xiao yang juga adalah ayahmu!hahaha!”

Mereka tertawa.

“Mana hiasan rambut kita ini?”

“Ya, kau benar…tanpa hiasan rambut, kita belum terlihat seperti bangsawan.”

“Ayo kita tanyakan pada prajurit tadi.”

“Ayo!”

Mereka berdua berlari dengan tergesa-gesa.

“Hei kau! Dimana prajurit wanita yang tadi memberikan kami baju ini?”

“Kau memanggilku?”

“Ya!”

Zhang Lin yang tengah duduk santai langsung berdiri. Dia menghampiri Dania dan Mia.

“Setiap orang memanggilku jenderal disini, hanya kau saja yang bersikap tidak sopan denganku.”

Dia menatap sinis pada Mia dan Dania.

Dania maju.

“Kau katakan.”

Dania membalas tatapan sinis itu.Tak ingin bermain dengan mereka ,Zhang Lin menunjukan dimana prajurit wanita itu berada.

“Itu disana, di tenda sebelah kiri paling pertama.”

“Oke! Zhengkyu!”

Zhang Lin tidak mengerti apa yang Mia katakan. Dia menatap aneh pada kedua teman baik itu.

Tanpa perintah, tanpa salam mereka langsung memasuki tempat itu.Ternyata ada banyak orang disana. Ternyata mereka sedang mengadakan rapat. Setiap mata tertuju pada mereka. Jenderal yang sedang memimpin rapat itu menatap kesal pada mereka.

“Keluar!”

Mereka keluar. Wajah mereka berdua sangat kesal.

“Dia itu menyebalkan sekali!”

Dania menendang rumput di depannya.

“Pandang, pandangan awal kenal langsung suka! Asekkk!”

Kini Mia mengejeknya.

“Sudahlah jangan mengejekku, aku menarik kata-kata ku tadi.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!