Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Axel.
" Benar-benar keterlaluan mereka semua! " geram Johan, setelah mendengar penjelasan dari Axel..
" Kakek tenanglah semua sudah di kerahkan, mungkin lusa para pasukan akan kembali dengan berbagai jenis senjata yang lolos! Kakek tidak perlu banyak pikiran! " ucap Axel.
Sementara itu Carlin saat ini sedang duduk manis menatap datar pria yang sedang di pasung,di balik jeruji besi. Carlin menatap datar wajah pria yang sudah tidak terbentuk lagi. akibat di hajar terus-menerus oleh Juan dan juga para pasukannya.
Carlin akui bahwa penyusup itu keren meskipun sudah mendapatkan banyak siksaan, dari mereka semua. Si penyusup itu masih tetap hidup, walaupun dengan kondisi yang mengenaskan, dan tidak berbentuk lagi.
" Hmm kamu keren juga! Ternyata meskipun sudah di siksa tapi kamu,masih bertahan sampai sekarang? " ucap Carlin dengan senyum menyeringai. Si penyusup itu menatap penuh benci, dan dendam kepada Carlin.
" Siapa tuan mu? Dan apa tujuan mu menyelinap, masuk ke dalam kamar ku? mau membunuh ku yah? Sayangnya kamu tidak akan pernah mampu membunuhku. " Carlin sebenarnya sudah tahu karena Juan sudah melapor pada Axel di saat mereka hendak sarapan pagi tadi tapi Juan juga belum tahu betul di balik motif. itu untuk apa. Karena penyusup tetap bungkam, Lea yang biasanya set sat set sat jadi gemas.
" Kamu tadi malam bilang aku cantik! Apa sebenarnya kamu mau menculik ku? Tuan mu yang menyuruh mu begitu, iya.? Cepat katakan, sebelum aku mengirim mu ke neraka jahanam hihihi! " Mata-nya berkilat tajam, dan terkekeh kecil, tawa yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Para penjaga yang ada di sana ikut merinding dan nggak nyaman, dengan apa yang di lakukan sang nyonya.Oh maklum biasanya si Carlin itu irit bicara, jarang berinteraksi dan belum pernah datang ke tempat seperti itu. tapi sekarang hanya Carlin yang seperti orang sedang kerasukan.
Carlin tiba-tiba mengangkat tangannya, membuat para penjaga saling bertatapan. karena mereka tidak paham apa maksud sang nyonya.
" Masa begini saja kalian tidak paham! Heran deh. " kesalnya sambil meraih alat kejut listrik, yang ada di atas meja dengan kasar. Lea bangkit dari duduknya.
" Buka pintunya? " perintahnya
" Nyo---"
penjaga itu meneguk ludahnya karna Lea menatapnya dengan tatapan tajam. Membuatnya mau tidak mau membuka pintu jeruji besi itu. Lea mendekat dan mengaktifkan tombol kejut listrik, di tangannya pria itu langsung was-was meskipun matanya masih melotot ke arah lea
*****
Bez~
" Aaahhh! " tubuhnya bergetar hebat terutama kepalanya, akibat arus listrik yang dia terima. Teriakan penuh kesakitan itu menggema. para penjaga dan pasukan yang ada di situ berbalik badan saking syok kaget dan ngeri dengan apa yang nyonya-nya lakukan. bulu kuduk mereka juga berdiri.
" Tidak bisu kan? Tapi kenapa diam saja. cepat bicara! " ucap-nya kesal. Dia menghentikan aktivitasnya. Lalu menatap kepala penyusup yang setengah-nya, sudah tidak ada rambut lagi. Yang ada malah luka menghitam, dan di ikuti darah yang keluar.
Penyusup itu bergetar dengan mata yang seperti orang yang sedang memakai obat-obatan terlarang, dalam hatinya dia menyesal karena targetnya sangat mengerikan, dan tidak ada puas menyiksanya.
" Hmm sepertinya kamu orang yang mau di siksa antara hidup dan mati dulu yah? Baru mau buka suara iya. Baiklah kalau begitu aku akan menyiksa mu! " tanya-nya dengan mata yang berbinar, di tambah seringai tipis membuat wajah cantiknya, terlihat sangat mengerikan.
" Nyonya muda ternyata lebih menyeramkan dari tuan Alexander! " para pasukan berbisik-bisik. karena nyonya-nya sangat menyeramkan, dan menakutkan sekali.
" Dia kejam sekali. "
" Sial kenapa aku harus bertugas di sini, seharusnya aku tidak perlu melihat hal yang menyeramkan seperti ini. "
" Dia iblis bukan manusia. dia benar-benar kejam, dan sangat menakutkan."
" kamu benar sekali! "
Para penjaga, dan pasukannya. berbisik-bisik.
*****
Axel menyesap cerutunya, lalu mengepul asapnya, ke sembarang arah. Saat ini mereka sedang di kepung oleh musuhnya.
" Kelompok siapa itu Juan? Sialan kenapa selalu saja orang yang menggangu perjalanan ku. " tanyanya dia terlalu malas' untuk melihat para anak buah siapa, mereka.
" Dari black rose tuan. Sepertinya Maxim Leonardo! tidak terima dengan hadiah kiriman kita tuan! Makanya dia mengirim anak buahnya." ucap Juan membuat Axel terkekeh kecil, di sela-sela menghisap cerutunya.
Axel yakin bahwa Maxim, tidak pernah terima kekalahannya begitu saja, mengingat semua kirimannya sudah di bantai habis-habisan oleh Juan. apa lagi salah satu anak buah kepercayaannya, mati dengan cara yang mengerikan, karena Axel mengirim biji matanya, secara langsung ke kediaman Maxim Leonardo.
para pasukan dari 2 belah pihak, saling menyerang, entah siapa yang duluan mulai. Axel dan juan hanya menyaksikan aksi para pasukannya, dan anak buahnya Maxim! dari dalam mobilnya saja. Bukan karena tidak ingin membantu para pasukannya, karena Axel tau bahwa anak buahnya Maxim! masih jauh lemah, dari para pasukannya.
" Lama banget sih? kenapa nggak set sat set mereka kan lemah! " ucapan dari Lea! waktu itu tiba-tiba terngiang-ngiang, di kepalanya membuat Axel berdecak kesal.
" Ayo. kita tidak punya banyak waktu, lagi? kalau hanya diam. menyaksikannya! Di dalam mobil saja. " ucap Axel.
Aslinya Axel, selalu teringat dengan ucapan istrinya, yang selalu menusuk-nusuk di jantung-nya! bagaikan pisau yang tajam.
Juan hanya mengangguk kepalanya, mereka berdua turun dari mobilnya, dengan pistol di tangannya. Tanpa menunggu lama-lama mereka berdua, langsung menembak pelurunya kepada para musuhnya.
Dor~dor~dor~
Semua tembakan dari mereka tepat sekali mengenai jantung, kepala perut Dada musuh-musuhnya. Sehingga membuat para anak buahnya Maxim, hanya tersisa sedikit lagi.
" Pergi dan katakan kepada tuan mu berhenti berhalusinasi,dan terima saja kekalahannya, dengan lapang dada. Serta terima kenyataan bahwa adiknya! mati karena keinginannya, sendiri! Bukan aku yang sudah membunuhnya. " tekan Axel.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung masuk ke dalam mobilnya, masing-masing dan segera pergi! meninggalkan tempat itu.
" Mereka bahkan tidak perduli dengan sesama manusia! yang telah gugur.." Axel menatap miris, saat melihat para anak buahnya Maxim, yang di tinggal begitu saja setelah mati.
Mereka segera melanjutkan perjalanan, yang sempat terganggu, tujuan mereka adalah menuju bandara, karna Axel harus terbang ke
Polandia. untuk melakukan transaksi! dengan pemimpin kelompok mafia, yang sudah memesan senjata dari Alexander!.
*****
Carlin keluar dari kamar mandi, setelah selesai membersihkan tubuhnya, karena tadi pakaiannya. sudah berlumuran darah segar. dari penyusup, yang dia siksa. Bahkan para pelayan pasukan, yang berpapasan Dengan-nya sampai menahan nafas. Seperti biasanya dia duduk santai di sofa, sambil menunggu Kelly, yang sudah dia suruh untuk mengambil susu. dan juga cemilan.
" Eh! ngomong-ngomong kok aku, dari tadi nggak ada lihat si brengsek itu! Idih apa-apaan aku ini? " celetuk-nya. Kemudian dia menutup mulutnya, bisa-bisanya dia mencari keberadaan, suami laknat-nya itu.
" Gila, kenapa juga aku mencarinya? dia kan sibuk, dan keberadaannya juga nggak penting bagiku! Harusnya aku senang karena dia enggak ada. yang menganggu ku,apa lagi aku sudah menjalani aktivitas. yang menjengkelkan seharian ini. "
Tok~tok~
" Nyonya, apa anda ada di dalam sana? Bolehkah saya masuk? "
" Iya, masuklah! "
Klik~
Kelly bergerak cepat, ada 2 orang pelayan yang ikut dengannya, mereka langsung membungkukkan badannya. Lalu mendekat.
" Santai saja aku tidak akan menyiksa kalian! Atau memarahi kalian. Kecuali, kalian sudah melewati batas. " Ucap Carlin setelah menyadari bahwa 2 orang pelayan itu, nampak pucat, dan tegang.
" Tunggu apa lagi,kalian datang kemari. untuk membantu ku bukan? Kenapa malah melamun! "
" Iya Nyonya! " Sahut mereka dengan kompak.
Carlin membiarkan Kelly, dan 2 orang pelayan. untuk menata rambutnya. Sedangkan dia menatap datar ke arah cermin.
" Aku rasa Kedepannya aku tidak perlu bersandiwara lagi! Toh mereka juga sudah tahu sikap kejam ku. Mungkin nantinya bisa melancarkan rencana ku kan? Aku yakin mereka akan mendesak Axel untuk menceraikan aku. Karena aku sudah menghancurkan citra perempuan, di dalam keluarga Alexander! Dan karena permintaan keluarganya Axel akan menceraikan ku! Itu bagus sesuai dengan rencana ku.." batin-nya.
Ke 2 pelayan itu langsung merinding saat tidak sengaja' melihat senyum menyeringai, dari sang nyonya. Mereka berdua ingin segera cepat-cepat pergi, dari dalam kamar nyonya-nya.
" Nyonya semuanya sudah selesai! " Ucap salah satu dari pelayan itu, dengan suara gemetar. Lea mengerjap kan matanya, dia memasang wajah normalnya lagi, setelah sadar bahwa ke 2 pelayan, itu takut melihat-nya.
" Kenapa mereka berdua segitunya takut melihat wajah ku! Huh ini bahkan belum seberapa. Seandainya aku masih di dalam tubuh ku, dan kalian bisa melihat bagaimana caranya aku, menjalani kehidupan ku sehari-hari. Mereka pasti trauma dan pingsan"
Batin Lea, ke 2 pelayan itu bahkan tidak berani mengangkat wajahnya. Hanya menundukkan kepalanya dengan wajah pucat pasi.
" Kami, kami akan membantu nyonya. memakai pa----"
" Tidak perlu, tidak ada satu pun orang. yang boleh menyentuh kulit ku! Apa lagi wajah ku! "
Tolak Lea tegas. Dia tahu bahwa ke 2 pelayan itu tidak tahu bahwa dirinya, tidak suka di layani hingga sampai hal-hal pribadinya. Mungkin kalau pelayan, yang ada di kediamannya, sudah pada tahu semua.
" Kalian berdua pergilah! " kedua pelayan itu segera membungkukkan badannya. Lalu keluar dari dalam kamarnya, lari terbirit-birit.
" Kamu sudah membawa, yang aku pesan tadi Kelly? " tanya Lea sambil memakai skincare.
" Ada nyonya! Apa nona mau langsung menikmatinya di sini? " Lea Menggelengkan.
" Kelly bagaimana kelanjutan komunitas, yayasan, dan tanggapan. dari orang tua muridnya? " tanyanya dengan serius.
" Pihak komunitas menyarankan anda, agar anda tetap mengajari para siswa Anda. setidaknya sampai kontrakan, anda habis. Yayasan, juga menyarankan hal yang sama. Sedangkan orang tua murid setuju tapi, mereka berharap agar anda! tetap mengajari para Anak-anaknya, untuk terakhir kalinya! sebelum anda mengundurkan diri!. "
sebelumnya dia memang sudah meminta tolong kepada Kelly, untuk membantunya mengundurkan diri, dari guru private anak-anak itu.
*****
" Buka box nya? " ucap Axel dengan nada beratnya. 4 orang pasukannya segera membuka tutup box. Begitu tutupnya terbuka terpampang lah beberapa jenis senjata api! yang sudah tersusun dengan rapi.
" Tunjukkan uangnya? " kini giliran anak buah dari mafia itu, yang membuka koper-koper! yang sudah berisi uangnya.
Juan maju untuk memeriksa, apakah itu uang asli atau uang palsu. Setelah selesai dia meminta kepada Yang lain, ikut mengeceknya. Setelah di rasakan itu uang asli Juan, memberi jempol kepada Axel.
" Saya harap kedepannya kita bisa menjadi partner. Bukan sekedar penjual, dan pembeli. " pemimpin mafia itu mengungkapkan keinginannya. Axel menanggapi ucapan pria itu! hanya dengan senyum tipis di bibirnya. Sambil berjabatan tangan kemudian pamit undur diri. Dan di ikuti oleh para pasukannya.
setelah kepergian Axel, pemimpin mafia itu segera meminta anak buahnya. untuk segera mengangkut box itu, ke dalam bagasi mobilnya.
" Berapa keuntungan kita, kalau kita bekerja sama dengannya? " tanya Axel sambil berjalan mendekati landasan pesawat. Karena mereka melakukan transaksi, di sekitar bandara Polonia.
" Saya mendapatkan informasi tentang dia! yang suka memanipulasi, data keuntungan. dan mengalihkan dana ke rekening pribadi putrinya. Kalau Alexander melakukan kerja sama dengannya, maka pihak Alexander yang akan rugi. Selain itu dia pasti akan menyalah gunakan nama Alexander! untuk kepentingan pribadinya. mengingat status Alexander! Yang berada di atas puncak. "
" Hmm bukankah tadi dia terlalu percaya diri, dan sangat yakin sekali? mau bekerja sama dengan Alexander! " sahut Axel.
"Iya mungkin karena dia, sudah lebih dari 2 X memesan senjata. dari Alexander! Makanya dia sangat percaya diri tuan. " sahut Juan.
seperti biasanya Axel! di sambut ramah oleh pramugari, ehem-ehem. Tapi kali ini Axel nampaknya tidak ingin di beri servis, seperti biasanya. Dia menatap datar para pramugari yang sudah mengeluarkan rayuan mautnya.
" Jangan bertingkah, bekerja lah sesuai tugas kalian! " Juan menatap tajam ke 4 pramugari itu, sehingga membuat mereka langsung menegang, dan diam-diam merasa kecewa. karena mereka sudah tidak bisa menggoda tuannya lagi.
" Tidak ada laporan dari mansion? " tanya Axel, setelah Juan duduk, di seberangnya.
" Nyonya muda! menyiksa si penyusupnya. selama berjam-jam. dengan alat kejut listrik, memukul lututnya, dengan palu. Menyiramnya dengan air panas, di campur cuka! Mencambuknya, dan masih banyak lainnya! "
Juan langsung menjelaskan semuanya kepada Axel. Setelah dia mendapatkan laporan dari penjaga, dan pasukan. yang bertugas di mansion utama itu. Axel yang mendengarnya merasa mustahil.
" Apa..! Kamu bilang apa tadi, si penyusup itu masih hidup? "
" Iya tuan. "
Axel kehilangan kata-katanya, dia semakin takut jika istrinya. mengikuti latihan dan hal yang lainnya. Dia mulai tidak tenang.
" Dia yang terlihat lemah,sudah berubah menyeramkan seperti ini. Bagaimana jadinya jika dia sudah menguasai apa yang dia minta pada kakek? " batin Axel dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, apa lagi gerak-gerik istrinya. tidak bisa di tebak. entahlah dia tidak tahu kenapa istrinya, itu menjadi sangat mesterius setelah bangun dari komanya. Dia jadi takut istrinya tidak bisa di kendalikan lagi.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA