Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Sengit
Renata dan Shanaya, bersama tim Geng Garuda, bergerak dengan cepat menuju kastil The Shadow. Mereka berhasil menyusup ke dalam melalui terowongan bawah tanah yang Renata tahu. Saat mereka mendekati ruangan rahasia, Renata bisa merasakan energi Zaneta yang mulai melemah.
"Kita hampir sampai," bisik Renata, suaranya dipenuhi dengan gemuruh
Mereka tiba di depan pintu ruangan rahasia, dan Renata bisa mendengar suara Albert yang sedang berbicara dengan Zaneta.
"Kamu akan menjadi milikku, Zaneta. Kamu akan menjadi alatku untuk menghancurkan Black Angel dan White Angel hahaha..."
Renata mengatupkan tangannya, "Tidak! Zaneta!"
Shanaya meletakkan tangan di bahu Renata, "Kita harus bergerak sekarang tante..."
Mereka siap untuk menyerbu masuk dan menyelamatkan Zaneta dari pencucian otak The Shadow.
Renata mengangguk, matanya terpaku pada pintu ruangan rahasia.
"Kita harus berhati-hati, Shanaya. The Shadow pasti sudah menyiapkan penjaga dan jebakan di dalam sana..."
Shanaya mengangguk, "Aku siap, kita akan masuk dengan strategi tante..."
Tim Geng Garuda siap dengan senjata mereka, Nathaniel dengan pistolnya, dan Joe dengan pedangnya.
Renata mengambil napas dalam-dalam, "Aku akan membuka pintu, kita masuk bersama-sama melalui pintu itu..."
Dengan gerakan cepat, Renata membuka pintu, dan mereka semua masuk ke dalam ruangan rahasia.
Di dalam, Albert tersenyum dengan sombong, "Selamat datang, Renata. Aku sudah menunggumu hahaha...aku sudah tidak sabar ingin menyaksikan putrimu sendiri menjadi lawanmu hahaha..."
Zaneta, yang berada di tengah ruangan, terlihat lemah dan tidak sadarkan diri, dengan sebuah alat pencuci otak di kepalanya.
Albert melanjutkan, "Kamu terlambat, Renata. Zaneta sudah hampir menjadi milikku sepenuhnya..."
Renata melangkah maju, matanya mengisyaratkan pada Shanaya, "Lepaskan dia, Albert. Ini bukan jalanmu..."
Albert tertawa, "Bukan jalanmu? Ha?The Shadow akan mengubah dunia, dan Zaneta akan menjadi kuncinya..."
Shanaya dan tim Geng Garuda siap untuk menyerang, tapi Renata memberi isyarat untuk menunggu.
"Aku akan menghadapi Albert sendiri..." Renata melangkah maju, dan pertarungan antara Renata dan Albert dimulai
Renata dan Albert berhadapan, energi mereka bertabrakan di udara.
"Kamu tidak akan menang, Albert,"Renata berkata dengan yakin
Albert tersenyum licik, "Kamu lupa, aku memiliki kekuatan The Shadow..."
Pertarungan semakin intens, dengan Renata menggunakan kemampuan Black Angel-nya dan Albert menggunakan kekuatan gelap The Shadow. Shanaya dan tim Geng Garuda menonton dengan napas tertahan, siap untuk campur tangan jika perlu. Di tengah pertarungan, Renata melihat kesempatan untuk melepaskan Zaneta dari alat pencuci otak, tapi Albert terlalu kuat.
"Nathaniel, aku butuh bantuanmu!"
Renata berteriak, dan Nathaniel langsung bergerak maju, menembakkan pistolnya untuk mengalihkan perhatian Albert.
Renata memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati Zaneta dan melepaskan alat pencuci otak. Zaneta membuka matanya, tapi dia terlihat bingung dan lemah.
Zaneta, setelah alat pencuci otak dilepaskan, mulai sadar dan melihat sekeliling dengan mata yang masih bingung.
"Apa... apa yang terjadi?" dia bertanya, suaranya lemah
Renata langsung mendekatinya, "Zaneta, kamu aman sekarang. Aku di sini..."
Zaneta melihat Renata, lalu melihat Albert yang sedang bertarung dengan Shanaya dan tim Geng Garuda.
"Albert...?" dia bertanya, masih terlihat bingung
Renata memegang tangan Zaneta, "Dia tidak baik, Zaneta. Dia bekerja untuk The Shadow..."
Zaneta mulai mengingat-ingat, dan ekspresinya berubah menjadi kemarahan.
"Dia...dia menggunakan aku? Siapa kamu?"
Albert, yang masih bertarung, melihat Zaneta dan Renata, dan kemarahannya meningkat.
"Kamu tidak akan bisa menghentikanku!" dia berteriak, dan dengan kekuatan penuh, dia melepaskan serangan gelap yang kuat
Shanaya dan tim Geng Garuda harus mundur untuk menghindari serangan itu. Renata melindungi Zaneta dengan tubuhnya.
"Kita harus pergi dari sini, sekarang!"
Mereka semua bergerak mundur, mencari jalan keluar dari ruangan rahasia itu. Tapi, Albert tidak akan membiarkan mereka pergi dengan mudah.
Renata menarik Zaneta ke arah pintu, sambil terus melindungi dia dari serangan Albert.
"Shanaya, kita harus keluar dari sini!"
Shanaya dan tim Geng Garuda mundur ke arah pintu, masih bertarung dengan Albert yang semakin agresif.
Saat mereka mencapai pintu, Renata berteriak, "Lari, Zaneta! Sekarang!"
Zaneta mulai berlari, diikuti oleh Renata dan tim Geng Garuda. Albert, dengan kekuatan gelapnya, mencoba mengejar mereka, tapi Shanaya berdiri di depannya.
"Kamu gak akan bisa mengejar mereka!"
Pertarungan antara Shanaya dan Albert semakin intens, sementara Renata dan Zaneta melarikan diri dari ruangan rahasia itu
Shanaya dan Albert bertarung dengan sengit, energi mereka bertabrakan di udara. Albert mencoba menyerang Shanaya dengan kekuatan gelapnya, tapi Shanaya berhasil menghindar dan membalas dengan serangan White Angelnya.
Renata dan Zaneta terus berlari, mencari jalan keluar dari kastil The Shadow.
"Kita harus keluar dari sini, Zaneta," Renata berkata, suaranya napasnya terengah-engah
Zaneta mengangguk, masih terlihat lemah tapi berusaha untuk tetap kuat.
Renata dan Zaneta terus berlari, tapi suara pertarungan antara Shanaya dan Albert semakin jauh di belakang mereka.
"Kita harus menemukan jalan keluar, cepat!" Renata berkata, suaranya masih terengah-engah
Zaneta mengangguk, tapi tiba-tiba dia terhenti. "Ibu, aku... aku gak bisa bergerak lagi..."
Renata melihat Zaneta, dan melihat bahwa Zaneta hampir jatuh ke tanah.
Renata langsung berlari kembali ke arah Zaneta dan menangkapnya sebelum dia jatuh ke tanah.
"Zaneta! Apa yang terjadi?" Renata bertanya, suaranya dipenuhi dengan kekhawatiran.
Zaneta mencoba berbicara, tapi suaranya lemah, "Aku... aku merasa lemah... efek dari... dari alat pencuci otak..."
Renata memegang Zaneta erat, "Aku akan membawamu keluar dari sini, Zaneta. Aku janji..."
Renata mengangkat Zaneta dan mulai berlari lagi, mencari jalan keluar dari kastil The Shadow.
Zaneta memejamkan mata, suaranya lemah, "Ibu...aku... aku gak tahu...apa yang terjadi..."
Renata mencoba menenangkannya, "Tidak apa, Zaneta. Aku di sini. Aku akan membawamu ke tempat yang aman..."
Saat mereka berlari, Renata bisa mendengar suara langkah kaki yang mengejar mereka.
"Mereka mengejar kita," Renata berkata, suaranya tegas
Tiba-tiba, mereka mendengar suara tembakan dan ledakan di depan mereka.
Renata berhenti sejenak, "Apa itu?"
Zaneta membuka mata, "Itu... itu suara Nathaniel?"
Renata melihat ke depan, dan melihat Nathaniel dan Ray berdiri di depan mereka, dengan senjata di tangan.
"Aku di sini, tante!" Nathaniel berteriak
"Kita harus pergi, sekarang!"
Renata mengangguk, dan mereka semua berlari bersama, menuju ke arah jalan keluar.
Mereka semua berlari bersama, dengan Nathaniel dan Ray memimpin jalan. Renata membawa Zaneta yang masih lemah, tapi berusaha untuk tetap kuat.
"Kita hampir sampai," Renata berkata, suaranya dipenuhi dengan harapan
Tiba-tiba, mereka mendengar suara Albert yang berteriak di belakang mereka.
"Kalian tidak akan pernah keluar dari sini hidup-hidup!"
Renata melihat ke belakang, "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi..."
Nathaniel dan Ray berhenti sejenak, membiarkan Renata dan Zaneta lewat.
"Kita harus menghadapi Albert," Nathaniel berkata, suaranya tegas
Ray mengangguk, "Gue siap."
Renata melihat mereka, "Tidak, kalian harus membawa Zaneta keluar dari sini..."
Tapi Nathaniel dan Ray tidak mau meninggalkan Renata.
Renata melihat Nathaniel dan Ray dengan mata yang tegas, "Kami yang akan menghadapi Albert. Kalian harus bawa Zaneta ke tempat yang aman..."
Nathaniel dan Ray masih ragu, tapi Renata tidak memberi mereka kesempatan untuk membantah.
"Pergi sekarang, aku akan mengurus Albert.."
Renata mendorong Zaneta ke arah Nathaniel dan Ray
"Bawa dia keluar dari sini, sekarang!"
Nathaniel dan Ray akhirnya mengangguk dan membawa Zaneta pergi, meninggalkan Renata untuk menghadapi Albert sendirian.
Albert muncul di depan Renata, dengan senyum yang jahat.
"Kamu tidak akan bisa menghalangiku, Renata. The Shadow akan bangkit, dan kamu tidak bisa menghentikannya..."
Renata berdiri tegak, "Aku akan menghentikanmu, Albert. Aku tidak akan membiarkanmu membangkitkan The Shadow..."
Albert tertawa, suaranya yang dingin membuat Renata merasa tidak nyaman.
"Kamu terlalu percaya diri, Renata. Aku memiliki kekuatan The Shadow, dan kamu hanya seorang Black Angel biasa hahahaha..."
Renata tidak terintimidasi, "Kamu mungkin memiliki kekuatan yang besar, tapi aku memiliki tekad yang lebih kuat..."
Mereka akhirnya bertarung kembali, energi mereka bertabrakan di udara. Albert melepaskan serangan gelap yang kuat, tapi Renata berhasil menghindar dan membalas dengan serangan Black Angelnya. Pertarungan mereka semakin intens, membuat ruangan kastil bergoncang.
Bersambooo dulu...