NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Curiga

"Tidak ada apa-apa, Pa." Carol menutup mulutnya. Dia ragu untuk menceritakan kematian Pak Edward yang mengenaskan. Jika dia bercerita, apa yang menimpa Zach akan terbongkar juga. Hampir saja dia keceplosan.

Sementara mereka sudah berjanji menyelidiki kasus Pak Edward diam-diam.

"Kamu menyembunyikan sesuatu, Carol? Mama tau kamu pasti terguncang akibat kebakaran itu. Ingat, kami adalah orang tua kamu. Jika ada sesuatu yang aneh, kamilah tempatmu mengadu nak." Bu Rachel merasa curiga dengan gelagat Carol. Disentuhnya lengan putrinya, untuk memberinya kekuatan.

Sepertinya putrinya menyembunyikan sesuatu. Bermalam di hutan meski cuma satu malam. Dalam keadaan panik dan terguncang. Bu Rahel cemas terjadi sesuatu antara mereka.

Zach dan Carol masih sepasang remaja normal. Berada dalam kondisi tertentu, bisa saja khilaf dan sewaktu-waktu berbuat sesuatu.

"Eng ... Tidak ada apa-apa kok Ma. Aku dan Zach baik-baik saja." Carol membuang pandangannya ke arah jalanan. Membuat kecurigaan Bu Rachel semakin kuat. Pasti sesuatu telah terjadi antara Zach dan putrinya.

Apalagi mereka sudah lama saling kenal. Naluri keibuannya begitu peka. Hanya saja praduganya salah.

Carol mendadak nervous saat ibunya menatapnya dalam. Carol membayangkan reaksi kedua orang tuanya kalau dia jujur tentang Zach. Pasti tidak akan percaya dan berbalik menertawakannya.

Setiap kali bicara tentang mimpinya saja, kedua orang tuanya selalu ngomong kalau dia itu aneh. Suka berhalusinasi makanya mimpinya juga selalu mengerikan. Semakin tidak masuk akal saja kalau dia cerita tentang Zach yang bisa berubah wujud.

"Ya sudah, kalau kamu belum mau cerita tidak apa-apa. Tapi ingat, Mama dan Papa akan selalu berada disisimu. Mendukungmu. Oke?" Percuma saja mendesak putrinya supaya mau bercerita. Sepertinya Carol menutup diri.

Terlebih, Bu Rachel tadi sempat melihat leher putrinya yang kemerahan. Seperti penanda kepemilikan. Padahal itu cuma bekas gigitan nyamuk. Hadeh, pikiran Bu Rachel sudah traveling kemana-mana. Anak sendiri dicurigai.

Buktinya sesampai di rumah, Bu Rachel langsung menarik suaminya ke dalam kamar.

"Ada apa Ma?" protes Pak Brian melihat tingkah istrinya.

"Mama mau bicara serius Pa. Ini tentang Rachel dan Zach!"

"Kenapa dengan mereka? Bukannya mereka baik-baik saja?"

"Pa, aku curiga telah terjadi sesuatu pada Zach dan Carol selama dihutan." Bu Rachel mengetuk-ketukkan kedua jari telunjuknya sebagai isyarat.

"Mama ngomong apa sih?" Pak Brian malah kebingungan.

"Dih, Papa payah!" Bu Rachel lalu membisikkan kata ditelinga suaminya.

"Apa? Mama tau dari mana. Putri sendiri kok dicurigai!" sentak Pak Brian.

"Pa, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Dalam keadaan ketakutan, shock dan terguncang. Bisa saja terjadi sesuatu."

"Trus, maksud Mama apa?"

"Kita harus bicarakan ini kepada orang tua Zach. Semakin cepat semakin baik."

"Sabar, Ma. Jangan berpikir negatif dulu. Siapa tau tidak terjadi apa-apa dengan mereka. Mungkin cuma bersentuhan. Pegangan tangan. Tidak lebih." bantah Pak Brian. Tidak menduga istrinya bersikap paranoid.

"Tapi Pa. Aku melihat ada kiss mark di leher putri kita. Itu adalah tanda kepemilikan. Bisa saja kan terjadi sesuatu lebih dari itu. Mana sikap Carol juga mencurigakan."

"Cukup Ma. Cukup! Mama boleh curiga. Tapi jangan menuduhnya berlebihan seperti ini. Anak kita baru mengalami musibah. Lantas sudah Mama curigai seperti itu. Astaga, Ma ...." keluh Pak Brian.

"Pa, Mama cuma khawatir keadaan Carol. Dia dan Zach masih labil. Mama hanya ingin melindunginya."

Sementara kedua orang tua Carol berdebat di kamar tentang putrinya. Zach mengetuk jendela kaca kamar Carol. Carol yang hendak beristirahat kaget, melihat kemunculan Zach.

"Ada apa Zach? Ngapain kamu kesini? Pakai menyelinap lagi."

"Ssst ... Jangan keras-keras. Aku mau bicara sama kamu."

"Bicara apa? Kan kita bisa ketemu di luar." jantung Carol berdebar. Takut kedua orang tuanya memergoki Zach di luar jendela.

"Ini mendesak, Carol. Tiba-tiba saja aku kepikiran."

"Tunggu dulu. Aku bukain jendela dulu." Carol membuka jendela. Sekali lompat Zach sudah di dalam kamar."

"Apa kamu sudah gila, Zach. Menemui aku dengan cara begini?" beliak Carol. Namun, tak urung dadanya berdebar aneh juga. Karena dia dan Zach berdiri sangat dekat.

"Eh, aku minta maaf." Zach mundur menyadari posisi tubuhnya yang begitu dekat dengan Carol.

"Cepatlah kamu mau ngomongin apa. Aku takut Papa dan Mama memergokimu di kamarku. Pasti mereka akan salah paham."

"Tentang kejadian di rumah sakit tadi. Sepertinya kecurigaanmu tentang sesuatu itu benar Carol. Bahkan soal mimpimu itu aku baru ngeh. Aku jadi merinding Carol. Bisa-bisanya mimpi kamu itu nyata."

"Dih, kamu ngomong satu-satu Zach. Aku tidak mengerti." protes Carol.

"Oke. Maksud aku. Sesuatu sedang terjadi. Sepertinya wabah tengah melanda kota kecil kita ini. Masak dalam semalam, mendadak banyak yang sakit. Dengan gejala yang sama dan sakit yang sama."

"Ini seperti kejadian Pandemi Covid 19, Carol."

"Maksudmu, penderita semakin bertambah ya? Aku juga sudah curiga. Trus menurutmu apa penyebabnya. Virus?"

"Mungkin iya bisa juga tidak. Coba lihat. Aku tadi temukan tulisan ini tanpa sengaja. Dulu pernah terjadi sebuah ledakan di sebuah pabrik. Pengolahan kulit hewan. Penduduk sekitar terkena penyakit dengan gejala yang sama. Mereka batuk parah. Paru-paru mereka ternyata ditemukan sejenis bakteri berbentuk spora. Korban banyak yang jatuh. Dan kamu tau tidak. Kota itu terpaksa di bumi hanguskan untuk membunuh bakteri itu."

"Trus apa hubungannya dengan kebakaran di sekolah kita?" seru Carol serius. Tiba-tiba sekelebat mimpi buruknya melintas. Mayat yang bergelimpangan. Wujud manusia yang berubah jadi makhluk primata. Carol menggelengkan kepalanya.

"Kamu baik-baik saja Carol?"

"Eh, iya teruskan. Apa yang terjadi selanjutnya. Apakah kota itu saja yang dihancurkan. Bagaimanà dengan penduduknya?"

"Tidak ada yang selamat Carol. Karena wabah itu terlambat ditangani. Tidak ada waktu untuk menguburkan mereka. Akhirnya mereka dikuburkan secara massal dengan membumi hanguskan kota itu."

"Mengerikan sekali! Jadi, semua penduduk terserang wabah itu? Lalu kenapa harus dikremasi massal? Apa tindakan pemerintah mereka menangani kasus itu?"

"Namanya saja wabah Carol. Akan menyebar dengan cepat. Apalagi ini terlambat penanganan. Dikira batuk biasa. Para ilmuwan yang meneliti kasus itu berhasil menemukan penyebabnya. Ternyata sejenis bakteri atau disebut ENDOSPORA. Bakteri berbentuk spora yang ditularkan lewat angin dan udara. Dan berasal dari hewan yang kena penyakit."

"Penderitanya bisa meninggal kalau terlambat ditangani.Yang terjangkit akan mengalami batuk parah. Dan akan mengancam jiwa yang terjangkit. Paru-paru mereka rusak dan memuntahkan darah. Nah, orang yang kontak lewat cairan tubuh penderita, akan terjangkit. Apa lagi kalau kondisinya tidak fit. Akan memudahkan penularannya.

"Astaga! Aku mengerti Zach. Jadi mereka yang sakit itu jangan-jangan sudah tertular.

"Sudah positif, Carol. Makanya pasien penderita batuk naik drastis." ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!