NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Headline panas dan Ciuman Tak terduga

Keesokan paginya, seluruh SMA Dirgantara gempar. Bukan hanya karena acara amal sukses besar, tetapi karena headline utama di portal berita online dan media sosial.

Arazka Alditya Bhaskara dan Maura Ayudia Samanta: Pasangan Sempurna Dirgantara Menyatukan Dua Kekuatan.

Foto mereka di atas panggung, dengan tangan Arazka merangkul bahu Maura, menjadi viral. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi, memancarkan aura power couple.

📰 Reaksi Geng

Di markas ALVEGAR, Miko sedang membaca berita itu dengan heboh.

"Gila, Ketua! Loe sama Maura! Power couple katanya! Loe berdua beneran kayak raja dan ratu, bro! Tapi gue gak percaya loe bisa seromantis itu di depan kamera!" seru Miko sambil tertawa.

Asean menyahut. "Gue tahu, itu pasti gimmick dari Arazka. Dia kan selalu mau menang di mana-mana, termasuk image."

Rangga yang sedang meminum kopi, hanya melirik sekilas. "Ini bagus. Nama ALVEGAR terangkat. Dan Maura juga diuntungkan. Kolaborasi sukses."

Arazka, yang baru datang, meletakkan kunci mobilnya dengan kasar. "Berisik. Itu cuma strategi. Kita kelihatan bersatu di depan umum, biar gak ada yang coba mengusik kekuasaan kita."

"Ah, masa sih? Tangan loe tuh, Ketua, nempel banget di bahu Maura," goda Danis dengan senyum mengembang.

"Gue cuma memastikan dia gak kabur dari panggung!" balas Arazka, wajahnya terlihat kesal, tapi ada rona tipis yang ia sembunyikan.

😡 Konfrontasi di Kantin

Tak lama kemudian, Maura datang ke sekolah dengan wajah yang tidak kalah kesalnya. Ia langsung menuju kantin, tempat The Queens sudah berkumpul.

"Liat ini!" Maura menggebrak meja dengan ponselnya, memperlihatkan headline viral itu. "Gue gak habis pikir! Gue sama Arazka jadi couple goals?! Gak lucu!"

Yasmin melihat foto itu dengan kagum. "Loe gila, Maur? Loe tuh kelihatan keren banget! Dress loe perfect, dan Arazka... dia emang ganteng parah. Headline ini worth it!"

Fanila cemberut. "Iya sih, loe kelihatan kayak Queen beneran. Tapi kalau liat mukanya si Arazka, gue jadi kesel lagi."

Keysha berbisik pelan, "Foto itu sangat kuat. Kalian punya chemistry yang besar."

"Gak ada chemistry! Itu cuma kebencian yang difoto!" bantah Maura keras. "Gue harus temuin dia, minta dia klarifikasi ke media kalau ini cuma profesional!"

💥 Pertemuan di Rooftop

Maura mencari Arazka ke seluruh penjuru sekolah dan akhirnya menemukannya di rooftop, tempat favorit Arazka untuk menyendiri.

"Arazka! Loe harus tanggung jawab soal headline ini!" seru Maura begitu sampai di rooftop. Angin menerbangkan rambut panjangnya.

Arazka berdiri membelakangi Maura, menatap cakrawala. "Tanggung jawab apa? Itu kan bagus. Image kita makin kuat."

"Bagus buat loe! Bukan buat gue! Loe bikin gue kelihatan kayak pacar loe! Gue gak mau! Kita harus klarifikasi!" Maura mendesak, berjalan mendekat.

Arazka berbalik cepat, wajahnya yang tegas kini hanya berjarak beberapa inci dari wajah Maura.

"Kenapa loe panik banget, Maura? Loe takut loe beneran jatuh cinta sama gue setelah semua tatapan itu?" tantang Arazka, suaranya rendah dan menusuk.

"Gue gak akan pernah jatuh cinta sama cowok toxic kayak loe!"

"Yakin?" Arazka menyeringai sinis. "Loe itu keras kepala, tapi mata loe gak bisa bohong. Di panggung kemarin, loe cuma fokus sama gue."

"Loe kepedean!"

"Atau mungkin... loe takut mengakui kalau loe dan gue itu emang takdir?"

Maura terdiam, lidahnya kelu. Arazka selalu punya cara untuk membuatnya speechless dan menggerogoti pertahanannya.

"Cukup, Arazka. Gue gak mau bahas ini lagi. Jauhin gue!" Maura berusaha menghindar, tetapi Arazka bergerak lebih cepat.

Arazka menangkap kedua tangan Maura, mengunci pergerakannya. Tatapan dinginnya kini bercampur dengan sesuatu yang intens, sesuatu yang belum pernah Maura lihat.

"Loe mau gue klarifikasi?" bisik Arazka, suaranya menjadi serak. "Gue akan kasih loe klarifikasi yang sebenarnya."

Tiba-tiba, tanpa peringatan, Arazka mendekatkan wajahnya.

CUP!

Bibir Arazka mendarat cepat di bibir Maura. Itu bukan ciuman yang lembut, melainkan ciuman singkat, penuh kejutan, dan dominasi.

Maura membelalakkan matanya. Jantungnya serasa berhenti, kemudian berdentum kencang, memompa darah panas ke seluruh tubuhnya. Kejutan itu membuatnya kaku.

Arazka melepaskan ciuman itu secepat kilat. Ia masih memegang tangan Maura, dan tatapannya kini kembali dingin, tapi lebih dalam.

"Itu klarifikasinya, Maura. Sekarang, kita bukan lagi musuh bebuyutan yang cuma pura-pura serasi di depan kamera," ujar Arazka, mendominasi. "Loe udah jadi milik gue."

Maura menarik tangannya dengan cepat, napasnya tersengal. Wajahnya benar-benar merah, tidak tahu apakah karena marah, syok, atau perasaan lain yang tak bisa ia jelaskan.

"Loe... cowok gila!" desis Maura, suaranya nyaris tidak keluar.

"Gue tunggu loe besok. Kita bicara tentang batasan baru. Dan jangan pernah lari dari gue," ancam Arazka, lalu ia berbalik dan pergi, meninggalkan Maura sendirian di rooftop yang diterpa angin, dengan sensasi bibir dingin Arazka yang masih terasa di bibirnya.

Maura menyentuh bibirnya sendiri. Ia benci Arazka. Ia benci dominasinya. Tapi kenapa... kenapa jantungnya berdebar kencang sekali?

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!