NovelToon NovelToon
Azizah Love Note (S2)

Azizah Love Note (S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:904.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF

Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________

"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-

Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.

Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.

"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.

Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?

Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merindukannya

...~Jarak itu sebenarnya tidak pernah ada. Antara pertemuan dan perpisahan hanya diciptakan oleh perasaan, sedangkan jarak hanyalah rintangan yang bisa ditempuh untuk bertemu~...

Happy Reading !!!

Seorang gadis cantik tampak sedang duduk bersila diatas tempat tidurnya sembari memeluk sebuah frame. Dengan wajah sendu ia mengusap sebuah wajah dalam foto itu. Iya. Foto itu adalah foto mereka bertiga saat liburan di Yosemite Nasional Park, Amerika Serikat tepat sehari sebelum Zizi dan Nana kembali ke Indonesia.

“Huft.. Kamu lagi ngapain disana ? Aku merindukan mu.” Ucap Zizi pada foto itu.

Ia kembali termenung, larut dalam pikirannya.  Ini sudah seminggu sejak kepulangannya dari Amrik. Dan itu artinya sudah seminggu pula ia beretemu dengan pujaan hatinya. Ya, meskipun hanya mencintai dalam diam setidaknya ia masih bisa dekat dengan pria itu. Dari pada harus mengungkapkan lalu kehilangan dirinya.

Gadis cantik itu memang tidak pernah mempunyai keberanian untuk menyatakan perasaannya. Pengecut ? Terserah kalian mau mengatakan dia dengan kata apapun. Karena baginya tetap sama, lebih baik mencintai dalam diam tapi tetap memiliki dari pada mengatakan kebenaran tapi dia memilih pergi.

Tapi seperti kebanyakan wanita, ia memiliki hati yang rapuh. Boleh kah ia berharap ? Boleh kan ia bermimpi ? Bahwa suatu saat cinta nya tak lagi bertepuk sebelah tangan ! Bahwa suatu saat ia akan hidup bahagia bersama orang yang ia cintai !. Semoga saja semesta dan sang pencipta mendengar harapannya.

“Kenapa ngak gue telefon dia aja ya !.” Seru Zizi sembari berfikir sejenak. Gadis itu langsung mengambil handphonenya dan segera menghubungi pujaan hatinya itu.

Tak lama kemudian, Tristan pun mengangkat panggilan video dari sahabatnya itu – Zizi. “Assalamualaikum Princess.” Sahut Tristan setelah panggilan vidionya tersambung.

“Waalaikumsalam Prince.”

“Lo kenapa ? Kok cemberut gitu mukanya !! Jelek tau.” Ejek Tristan.

“Biarin aja gue jelek, toh juga ngak ada yang suka kan.” Jawabnya dengan cemberut. “Lo kapan pulang ke Indo ? Gue kangen tau.” Serunya lagi.

“Ciahh… Dokter Zizi sedang merindukan sahabatnya yang ganteng maksiamal. Tapi memang sih, gue ini ngangenin.”

“Idihh.. PD banget sih lo.”

“Lah, kan lo sendiri yang bilang kalau lo kangen sama gue. Gimana sih.”

“Iya, tapi kan cuma sedikit kangennya.” Bohong Zizi, padahal ia sudah sangat merindukan Tristan. Tapi ia hanya tidak mau terlihat begitu lebay didepan Tristan.

“Ck.. Udah ketahuan ngak mau ngaku lagi.”

“Terserah lo deh, gimana seneng nya aja.” Ketus Zizi.

“Lo kapan balik sih ? dan ngapain aja lo disana sendirian ?.” Tanya Zizi penasaran.

“Cari cewek cantik.” Jawab Tristan Asal. Mendengar jawaban dari Tristan, Zizi sedikit tersentak. Apa benar yang dikatakan oleh Tristan ? Tapi apa haknya untuk cemburu. Pikir Zizi.

“Woyyy.. Lo ngapain sih, kok diam aja ?.” Tanya Tristan. “Gue Cuma bercanda kok.” Sambungnya.

Zizi tersenyum masam mendengar penjelasan Tristan. “Kalau beneran juga ngak apa-apa kok. Ngak ada yang salah kan.” Jawab Zizi menahan sesak atas ucapannya sendiri.

“Ngak lah, gue ngak suka sama cewek disini. Gue lebih suka cewek Indonesia.” Ujar Tristan. “Oh iya, btw udah dulu ya Zi. Gue ada pasien nih.”

“Iya, okee. Dahh.” Seru Zizi langsung mematikan sambungan vidionya tanpa menunggu respon dari Tristan lagi.

Gadis itu mulai termenung, sepertinya ucapan Tristan tadi sedikit banyak telah menganggu pikirannya. Tapi ia sadar, ia tidak punya hak bahkan untuk sekedar cemburu. Zizi mulai mengambil buku yang selalu menemani perjalanan cintanya selama 7 tahun ini. Dengan lincahnya, tangan gadis itu mulai menari diatas kertas putih bergaris itu.

“Hay Diary.. Hari ini adalah hari ketujuh gue dan dia berpisah. Gue kangen banget sama dia, tapi saat gue memutuskan untuk menghubunginya melalui panggilan video tiba-tiba gue merasa sesak. Kau tau kenapa ? Karena dia bilang, dia lagi cari seorang cewek disana. Gue tau, gue ngak punya hak bahkan hanya sekedar cemburu. Tapi hati gue rasanya sesak sekali mendengar itu, meskipun gue tau dia hanya bercanda mengatakan itu.”

***

Jam telah menunjukan pukul 1.00 siang, Zizi tampak bersiap-siap didepan meja riasnya sembari melantunkan sebuah lagu. Siang ini ia ada janji dengan sahabatnya – Nana. Mereka berdua akan pergi ke mall untuk cuci mata sekalian Shopping.

“Sayang kamu mau kemana ?.” Tanya sang Mama.

“Eh mama… Ini ma, Zizi mau pergi sama Nana.” Jawab sang putri.

“Kemana ?.”

“Hhehe.. Biasa ma, ke mall.” Jawab Zizi cengegesan.

“Ohh.. Iya udah kamu hati-hati ya.” Seru mama Jihan – Mamanya Zizi. “Eh tapi sayang, kappa dong kamu kenalin mama sama calon mantu ?.” Ucap mama Jihan yang membuat mata Zizi membola bahkan nyaris keluar karena begitu terkejut dengan pertanyaan sang mama.

“Ihh.. Mama apa-apaan sih. Nanya nya ngak jelas banget.” Gerutu Zizi dengan Kesal.

“Ihh kok ngak jelas sih ? Kamu kan udah besar nak, udah pantas untuk berumah tangga.” Jawab sang mama.

“Aduh mama, zizi belum siap tau ngak sih.” Cemberutnya.

“Alah bilang aja kamu ngak pacar.” Celetuk sang mama yang membuat Zizi tertawa. Mamanya itu memang tau dirinya. “Lama-lama mama jodohin juga kamu.” Ucapnya lagi sembari meninggalkan kamar Zizi. Tapi Zizi tidak menganggap omongan sang mama dengan serius, ia pikir itu hanya ancaman saja untuk dirinya.

***

Setelah siap, Zizi langsung berangkat menuju kediaman mewah Abimanyu. Jarak antara rumahnya dan rumah Nana hanya sekitar 15 Menit saja. Ia menikmati perjalanannya dengan mendengar lagu kesukaannya.

Tokkk… Tokkk... Tokkk…

“Eh non Zizi, silakan masuk non. Non Nana nya lagi siap-siap dikamar.” Ujar bi inem.

“Oh iya ngak apa-apa kok bi. Terima kasih.” Jawab Zizi dengan ramah.

“Siapa bi ?”

“Ini nyonya, non Zizi.” Jawab maid itu.

“Hay tan, selamat siang.” Seru Zizi langsung mencium punggung tangannya Mama yanti. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut pada Zizi.

“Siang sayang.. Kamu keatas aja samperin si Nana.” Titah Mama Yanti yang diangguki oleh Zizi.

Zizi langsung menaiki anak tangga satu persatu untuk sampai dikamarnya Nana. Setelah sampai didepan pintu kamar, Zizi langsung membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“Astaga kaget gue..” Nana terlonjak kaget saat Zizi membuka pintu kamarnya. “Kebiasaan deh lo, ngak pernah ketok pintu dulu kalau mau masuk.” Omel Nana pada sahabatnya itu.

“Hhehe.. Maaf, gue lupa.” Jawab Zizi dengan santainya. “Lagian lo lama banget sih siapnya, mana dandannya udah kayak mau kepesta aja.” Ejek Zizi pada Nana.

“Enak aja lo.. Dandan natural gini lo bilang mau kepesta. Mana ada orang mau kepesta kayak gini tampangnya.” Sewot Nana.

“Ya udah iya, ngak usah marah juga kali.” Seru Zizi.

Saat ini Nana telah selesai dengan ritual make upnya. Mereka berdua langsung turun untuk berpamitan pada sang Mama sebelum pergi untuk bersenang-senang.

“Mama.. Ma.” Panggil Nana.

“Iya ada apa sayang.?”

“Ini Nana sama Zizi, pamit dulu ya mau cuci mata di mall.” Seru Nana yang langsung salim pada sang mama.

“Kami pamit dulu ya tan.” Ucap Zizi juga mencium punggung tangan mama Yanti.

“Iya, kalian hati-hati ya sayang.” Jawab sang mama.

Mereka berdua akhirnya berangkat menuju kesebuah Mall terkenal di Jakarta. Kali ini mereka pergi menggunakan mobilnya Zizi. Diperjalanan mereka mengisi waktu dengan sedikit obrolan ringan.

Hallo Readers !!!

Ketemu lagi dengan para dokter cantik. Jangan lupa dukung author dengan cara Vote, Like dan Koment ya. Terima Kasih.

With Love,

Author ☺

24.10.2020

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
kavena ayunda
sakit bgt tau thorr moga akirnya nemu bahagia biar tristan nyeselllll
Hamsul Al Faruq
nggak ada ceritanya thooor bukan aku
Hamsul Al Faruq
kenapa tidak bisa buka novel bukan aku
auzi
kok gak ad ya sya cri crta ya bukan aku
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
aku baru mampir tor,tapi udah tamat yg episode 1 ,zayyan Ama Nana🤗👍
Irma Yanti
Mama Jihan mau gak jd Mamaq 😭😭😭😭
Sepasang Sepatu🌱🐛🐍🦛
akhirnya Kavin dan Tiara
Que Siie Pesegk
uda baca novel ini 3 kali tpi gag prna bosen
ajiu jiu
selesai jga 🥺🥺🥺🥺
Juniar Tomawonge
thor mentari dari bumi sakti udah gak lanjut lagii Yaa?
Chacha
Baru baca sinopsisnya aja udah bikin 😢😢 lanjut thor 🥰🥰
Nova Yuliati
seru
Nova Yuliati
buat cerita anak2 mereka kak....siapa tau ada yg berjodoh pasti lmakin seru.....👍👍👍
Nova Yuliati
akhirnya.....👏👏👏
Chacha
Terimakasih banyak " suka banget " sama ceritanya trs mudah"an lanjut k cerita anak"nya 🥰🥰😘😘
ilalang
Terima kasih Thor .. ditunggu karya yang lainnya.... semangat
Ibroatul Hasanah
ternyata Tristan
Vicka Kesu
Terima kasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!