Ini kisah Selena, seorang gadis yang selalu bangkit dari kesedihan.
Terjebak pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Ketika hati dan cinta dari masa lalunya datang kembali, akankah dia berpaling meninggalkan pernikahannya?
Selena Diandra Winata, seorang gadis berparas cantik dan manis itu selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.
Ketika dunia berusaha memberi kebahagiaan untuknya, takdir malah meruntuhkan pondasi kebahagiaannya.
Akankah Selena mampu bangkit lagi?
Ikuti kisah Selena!
karna ini karya pertama harap maklum dan mohon pencerahanya🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUJUH
Setelah mandi dan berganti pakaian, Lena duduk di kursi balkon kamar hotelnya. Ia sedang menyesap rokok mint kesukaannya.
"Siapa pria tadi? Kenapa bisa ada dua orang berbeda bisa masuk satu kamar? Ah ... Gue inget, mata itu ... Wajah tampan itu ... ( Tersenyum ) pemilik hotel ini. Eh iya, dia memang si pemilik hotel. Kenapa bisa salah kamar? Apa yang dia lakuin semalam? Gue kan tidur, jangan-jangan?" Lena memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Tidak ... ! Iniku tidak sakit ( Meraba area sensitifnya di bagian bawah ). Pas mandi juga nggak ada darah." Lena mulai tenang dan menyesap lagi rokoknya.
" Dia anak Om Burhan dan Tante Bella ya? Gila ... Aduuhhh ... Apa yang harus gue omongin kalau ketemu mereka nanti? !" Lena mulai berpikir jernih.
Di gedung perusahaan DINATA GROUP.
"Aahhh ...." Reyhan terlihat gusar, mengacak-acak rambutnya, menjatuhkan tubuhnya ke sofa di ruang kerjanya.
"Lo kenapa Rey? Vino memasuki ruangan bosnya itu. Selain teman, Vino juga merangkap menjadi asisten pribadi juga sekretaris Reyhan.
"Mikirin apa?" Vino duduk di sofa depan Rey.
"Kemarin Mamah sama Papah ke hotel." Rey memejamkan mata.
"Lah bagus dong, mereka kan pasti kangen sama lo."
"Masalahnya, mereka mergokin gue tidur sama cewe."
"Apa? Beneran? Gila lo Rey, cewe mana yang lo tidurin? Lo dapet dari mana? Jangan-jangan lo sewa p*la***?" Vino terkejut, menatap Rey untuk mencari kepastian.
"Amit-amit gue sewa cewe m*rahan kaya gitu. Gue juga ngga tau kenapa bisa ada tuh cewe di kamar gue."
"Trus Om Burhan dan Tante Bella gimana reaksinya?" Vino bertanya yang jawabanya sudah pasti dia tau.
"Marah lah, orang tua mana yang nggak marah liat anak lakinya tidur sama cewe ...."
"Vin, lo selidikin cewe itu. Jangan-jangan dia orang suruhan yang mau menjatuhkan gue. Kalau iya, jangan harap dia bisa lepas dari gue!" Rey mengepalkan tangan menahan marah.
"Oke, gue akan tanyain ke bagian resepsionis. Eh, tapi gimana rasanya tidur sama cewe Rey? Pasti enak kan? Hahaha ...." Vino mengejek Rey. Dia tahu selama mendampinginya, belum pernah sekalipun melihat Rey tidur dengan wanita, padahal sudah ratusan wanita yang mencoba mendekatinya.
"Ngga tahu, gue rasa gue ngga lakuin apa-apa!gue juga nggak ngrasain apa-apa!" jawab Rey polos.
"Ahahaha ... Sumpah lo polos banget Rey. Ya udah deh gue pergi. Bye!" Vino pergi dari ruangan itu.
...****************...
"Hai Len!" Sinta menghampiri Selena yang sedang duduk di taman sebelah cafe.
"Hai ... Baru pulang Sin?" Lena memeluk Sinta.
"Iya ... Capek gue!" Sinta melepaskan pelukannya dan segera duduk di sebelah Lena.
"Kenapa?" tanya Lena penuh perhatian.
"Pak Joko gue pecat, dia terbukti korupsi dan mengakuinya, dan belum ada penggantinya. Mbak asih ngga mau gantiin pak Joko, berat katanya." Sinta terlihat lelah, mungkin karna perjalanan yang lumayan jauh. Dia menyenderkan kepalanya di bahu Lena.
"Udah, ngga usah di pikirin. Yang penting masalah di sana udah beres kan? Kita tinggal cari penggantinya Pak Joko aja kan?"
"He.emb ... Tapi sulit cari orang yang bisa di percaya Len. Temenin gue minum yuk! Gue butuh jamu nih biar capek gue ilang." Sinta bergelayut manja.
"Oke, gue juga lagi ada pikiran. Kayaknya minum bisa ngerefresh otak gue."
"Lo kenapa? Ada masalah?" sinta mendongakan wajahnya memandang Lena.
"Ntar aja di rumah gue critain. Ayo ...."
Sinta dan Lena segera pulang ke rumah. Di lantai dua, Selena sudah merombak satu bagian untuk di jadikan mini bar. "PAUL MASSON ROSE WINE" menjadi pilihan mereka.
Dua orang wanita itu benar-benar kuat saat minum, sudah ada tiga botol yang sudah mereka habiskan isinya. Senda gurau terdengar dari mulut mereka. Dari yang sedih ataupun senang yang mereka bicarakan. Lalu selena menceritakan kejadian saat di hotel ReyDi.
"Apa?" Sinta kaget mendengar cerita sahabatnya itu.
"Gila lo Len! Lo tidur sama cowo? Anaknya Om Burhan? Pemilik hotel?" sinta menyerbu dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
"Iya ... Dan sekarang gue belum berani ketemu mereka, takut mereka masih marah." jawab Lena.
"Tapi kalau nggak di jelasin mereka bisa salah paham terus sama lo." Sinta menuangkan minuman ke dalam sloki lalu meminumnya.
"He.emb gue juga mikirnya gitu. Apa mungkin lusa gue ajak ketemuan ya mereka? mereka pasti juga butuh penjelasan."
"Ya udah, lo hubungin aja mereka dan minta ketemuan. Lebih cepat lebih baik. Gue yakin mereka nggak akan marah lagi. Ya udah gue mau ke kamar dulu. Udah toying gue ... bye!" Sinta pergi meninggalkan Lena yang masih menenggak minumannya.
olaolala
detail bgt, g ad yg kelewat satu adegan pun
Rrrrr, aye aye💃💃💃💃
Asheegh
Ser ser
Gubrak
Eh g sido,🤭🤣🤣🤣🤣
kang kredit like dan peminat baca lewat😊😊😊.
semangat