Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.
Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada
Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.
Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.
Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Hari pertama kerja, setengah delapan pagi Alya sudah berada dikantor, dan saat ini ia sedang merapikan dan membersihkan meja, komputer dan yang lainya, sebelum karyawan mulai bekerja.
Jam 9 pagi Alya menyediakan minum untuk karyawan. Alya senang dengan pekerjaannya. Dia cepat beradaptasi, dan mulai akrab dengan para karyawan, maupun rekan-rekannya sesama OB dan OG.
Dia memang harus datang lebih awal dan pulang setelah karyawan pulang. Semua tidak masalah baginya, toh dirumah pun dia tidak punya teman bicara. Alya sepertinya akan betah kerja disana. Semua karyawan dan rekan seprofesinya memperlakukan dia dengan baik.Tak jarang dari karyawan yang menggodanya. Bagaimana tidak, dia adalah seorang gadis yang cantik. Kecantikannya sangat alami, tanpa MSG dan pemanis buatan😁. Badanya yang imut, membuatnya terlihat seperti anak SMU.
Awan kelabu di hidup Alya pun perlahan memudar. Sinar kehidupan mulai kembali meneranginya. Dia sadar, dunia bukan hanya tentangnya dan Abimanyu yang membencinya. Masih banyak orang yang menyukainya dan menghargainya.
***
Jam 19.00 malam Alya tiba dirumah Abimanyu. Kebetulan saat itu Abimanyu sudah pulang. Seperti biasanya, Abimanyu menatap sinis kepada Alya.
Tumben dia sudah pulang. Biasanya kan dia pulang malam. Batin Alya.
"Dari mana kamu, jam segini baru pulang?."Tanya Abimanyu. Alya sebenarnya malas menjawab pertanyaan Abimanyu, tapi dia tetap menjawab. "Anda kan sudah tahu tuan, kalau saya sekarang bekerja." Jawabnya.
"Kerja dimana?. Kenapa pulang jam segini?"
"Maaf tuan. Bukankah anda sendiri yang mengatakan kalau anda tidak peduli dengan apa yang saya lakukan?. Dan anda tidak akan mencampuri urusan saya, sekalipun saya mau menjual diri, itu bukan urusan anda kan?."Jawab Alya penuh penekanan.
"Berani sekali kamu. Mentang-mentang udah kerja, kamu ngelunjak sekarang."
"Saya tidak bermaksud ngelunjak atau kurang ajar. Saya hanya menuruti apa yang setiap hari anda katakan."
"Oke, kalau gitu besok kamu berhenti kerja."
"Itu tidak mungkin."
"Kenapa tidak mungkin. Bukankah kamu sendiri yang bilang hanya menuruti apa yang aku katakan?."
"Kalau saya tidak bekerja, saya mau dapat uang dari mana, dari langit? Saya ini manusia, sama seperti anda yang butuh makan. Dan saya juga harus memenuhi kebutuhan hidup saya."
"Aku bisa beri kamu uang, berapapun yang kamu mau?."
"Saya tahu, tapi saya tidak tertarik. Saya tidak butuh uang anda, saya bukan pengemis. Walau saya miskin, saya masih punya harga diri. Saya tidak mau memakai uang anda, kalau nanti ujung-ujungnya anda akan menghina saya, dan menyebut saya matre. Saya lebih baik cari makan sendiri."
"Tapi saya suami kamu, dan kamu harus menuruti saya, kalau tidak, dosa kamu."
"Apa anda bilang? Suami? Sejak kapan? Sejak kapan anda menganggap diri anda sebagai suami?. Kapan anda memperlakukan saya sebagai istri?. Apa anda lupa dengan ucapan anda sendiri?. Jangan menganggap diri anda adalah suami saya, karena saya pun tidak menganggap anda suami saya. Jadi maaf, saya tidak bisa menuruti perintah anda kali ini. Anda tenang saja, saya tidak akan pernah mengatakan tentang hubungan kita pada siapapun. Permisi." Pungkas Alya lalu meninggalkan Abimanyu.
Seperti mendapat sebuah tamparan keras, Abimanyu terpaku disana. Ia heran dengan sikap Alya yang sekarang semakin berani terhadapnya. Abimanyu mengakui yang dikatakan Alya semuanya benar. Mereka memang suami istri, tapi Abimanyu tidak pernah memperlakukan atau menganggap Alya sebagai istrinya.
Abimanyu merasa sedikit bersalah, saat Alya mengatakan, kalau dia tidak bekerja, dia akan dapat uang darimana?. Mendengar itu, dia seperti merasakan sakit yang dirasakan gadis kecil itu. Dia sadar selama menikah dengan Alya, dia tidak pernah memberi Alya uang sepeser pun. Alya juga tidak pernah memintanya.
Walau awalnya dia melakukan itu dengan sengaja, tapi sekarang ia merasa bersalah, dan sedikit merasa iba padanya. Bagaimana pun juga dia adalah tanggung jawabnya sekarang. Walaupun Abimanyu tidak mencintainya, setidaknya hargailah dia sebagai manusia, seperti yang dikatakan sahabatnya Rama.
Abimanyu selalu menceritakan kepada Rama, tentang kehidupan rumah tangganya. Dia menceritakan tentang sikap kasarnya pada Alya, juga hinaan yang selalu diucapkannya, termasuk perbuatannya yang tidak pernah memberi uang pada Alya. Rama terkejut mendengar cerita sahabatnya.Timbul rasa iba di hati Rama.
"Jangan gitu lah bro, kasian anak orang. Bagaimana pun juga dia istri lo sekarang. Kalau lo nggak cinta dia, setidaknya lo hargai dia sebagai manusia, jangan sakiti dia, atau mending lo pulangkan dia ke orang tuanya, dari pada lo siksa dia, entar kualat lo." Nasehat Rama.
"Gue juga nggak mau bersikap kasar sama dia, tapi kebencian dan kemarahan gue, nggak bisa gue tahan. Jujur, gue juga ngerasa bersalah waktu ibunya meninggal, gue malah nambah-nambahin kesedihannya, dengan mengatakan hal yang tidak-tidak. Gue emang ngerasa puas saat itu, tapi hati kecil gue ngerasa iba."
"Apa? Dia udah nggak punya ibu?." Tanya Rama
"Iya..dia udah nggak punya orang tua. Dia yatim piatu." Sahut Abimanyu
"Ya Tuhan Abimanyu, lo jangan keterlaluan. Lo nggak kasihan apa sama dia? Dia yatim piatu, dan lo malah nyakitin dia?. Lo bener-bener bukan Abimanyu yang gue kenal. Gue saranin mending lo ceraikan dia, dari pada lo terus nyakitin dia. Jangan sampai dia do'ain lo yang jelek-jelek deh. Lo harus inget Bi, do'a anak yatim dan do'a orang terzolimi itu cepet diijabah." Ujar Rama mengingatkan
"Nggak mungkinlah, dia berani do'ain gue." Sahut Abimanyu
"Mudah-mudahan aja gitu." Balas rama
...****************...
...****************...
"Hay reader...Semoga suka dengan tulisan saya kali ini ya. Jangan lupa meninggalkan jejaknya juga ya Reader's tersayang😘
kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis
coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu
miris