Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?
Sweet after divorce...manis setelah berpisah.
"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."
"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."
"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva
Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Jiwa yang tertukar
Seharusnya, memang sudah seharusnya Ganesha tau sifat Anye itu sama dengannya. Anye itu bak cerminan dirinya, yang tak pernah main-main dan kepala batu.
Dan Anyelir, kini ia tau----bagaimana caranya bicara dengan Ganesha, yang harus disertai dengan tindakan.
Alhasil, Ganesha pulang dengan sebagian dirinya basah kuyup karena Anye menyiramnya dengan air kran, mentang-mentang belum mandi. Bahkan ibu sampai istigfar berkali-kali...
"Sekarang ibu tau alasannya kalian pisah, ya Allah...Anye...ternyata kamu begitu sama suami."
Di mata ibu, ia yang salah...tapi di mata momy Ica, putranya yang keblinger.
Ganesha terkekeh sendiri, ia seperti mendapatkan dirinya kembali, setelah merasa hambar beberapa waktu. Ucapan Dewa dan Lendra tempo hari itu...
Turunin ego lo dikit aja....cewek tuh mau sifatnya gimana emang dasarnya dikejar. Anggap aja Anye bego, ngga ngerti kode sandi Lo ....
Gue yakin kalo cuma main sandi sandian gini, ngga ada yang pinteran dikit, selamanya Lo sama Anye bakalan begini terus, percuma masuk militer juga ngga akan lolos Lo berdua...main sandi-sandian tapi ngga ada yang paham, auto mati ditembak musuh.
Anggap aja Lo lagi nebus dosa, ngejar seseorang yang emang pengen Lo perjuangkan ngga akan bikin Lo hina, sekalipun jabatan Lo tinggi.
Ini tuh kesannya kaya si Yahya yang lagi ngejar ngejar si Anye...Lo punya otak jangan digadein juga di pasar saham dong, Nesh...
Jangan kalah sama si Ibas dong, ngga malu apa...Lo udah tau dalem-daleemannnya Anye, sifat, ukuran behaa, isian cawett. Kalo gue sih tersinggung...
Si Fiqah, gue yakin dia bukan selera Lo. Gue kembaran Lo, tau otak Lo ya Nesh....tuh cewek cuma lagi Lo manfaatin doang kan?
Sepagi ini Ganesha sudah bangun, sengaja sekali ia melakukan itu. Bukan karena begitu banyaknya pekerjaan...melainkan karena ia akan melakukan usaha kecilnya sebelum nanti ia akan pergi keluar negri untuk perjalanan bisnis.
Usaha kecil yang ia maksud adalah merecoki hidup mantan istrinya...hidup dengan klan Kurniawan yang isinya momy Ica, Sadewa, lalu ada Syailendra dan om Armilo sedikitnya memberikan pengaruh jiwa usil di diri Ganesha, ia paham pakem-pakemnya. Jika tak paham, mudah....ia akan bertanya pada Dewa bagaimana caranya...
Ia membekali diri dengan jas yang masih tergantung di bangku belakang. Dan langsung meluncur ke rumah Anyelir.
Anye masih bersikap santai pagi ini, tak notice pula dengan kehadiran mobil yang sepagi ini sudah menyatroni kediamannya.
Kemarin, rencananya hari ini ia masih akan beristirahat mencoba beradaptasi untuk nantinya Anyelir benar-benar tenggelam, tapi nyatanya ia belum bisa menyerahkan urusan pekerjaan pada Desti sepenuhnya.
"Udah ke kantor lagi?" tanya ibu diangguki Anye, "siangan Bu, pulang cepet juga." Jawabnya memilih roti untuk sarapannya, entahlah...ia sedang tak ingin makan nasi, rasanya bau dan mual saja.
Ibu mengangguk paham, lantas perempuan yang sudah memakai stelan kemeja warna nude ini ke depan dengan rambut yang masih ia pasangi roll untuk memanaskan mesin mobil.
Tak ada yang aneh untuknya sejauh ia menyalakan mesin mobil, tapi ketika kini pandangannya menembus jauh dari kaca depan, ia temukan sebuah siluet mobil terhalang pagar besi bercelah. Awalnya Anye berpikir, itu hanyalah orang yang ikut parkir atau sedang menunggu tetangganya.
Hanya saja....posisinya itu justru menghalangi jalan keluar mobil Anye nanti. Dan hal itu, memaksa Anye untuk melangkah keluar pagar demi menegurnya dan memintanya bergeser.
Anye membuka selot kunci dan mendorong sedikit pagar besi itu.
"Mas," panggilnya yakin jika perawakan manusia di luar pagarnya itu lelaki, hal itu terlihat dari rambut dan pakaiannya.
"Maaf, bisa tolong geserin mobilnya ngga, soalnya bentar lagi mobil saya mau keluar..."
Ganesha menurunkan kacamata hitamnya di depan kap mobil, tanpa menunggu keterkejutan Anye usai, ia sudah menghampiri mantan istrinya itu dan sedikit menunduk, "wah, eksekutif produsernya Imaginary ternyata malas, saya kira kalo agency kecil yang lagi berkembang itu pimpinannya getol. Gimana mau sukses kalo gini?"
Dan tebak, ia sengaja menunduk dan mencium kening yang tak terhalang rambut poni Anye membuat si empunya mengerjap kembali dibuat syok, "kalo ngga pake stilleto kamu lebih pendek." Ganesha melewati Anye dan menyelinap masuk dengan melebarkan pagar besi itu, "permisi ya, dari tadi tuh udah nunggu dibukain pintu loh..."
Benar, ini Ganesha? Manusia paling durjana...benar, tentu saja. Anye memintanya untuk tak datang lagi, tapi ia lebih intens.
"Jadi siraman yang kemarin itu kurang ya?" Anye berbalik badan dan masuk tanpa mau menutup kembali pagar rumah, percuma saja....malingnya sudah masuk!
"Kurang, harusnya kamu bawa sabun sama sampo sekalian....kebetulan aku belum mandi, kemarin." Jawab Ganesha melenggang masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum..." salamnya.
"Ehhh! Siapa suruh masuk, siapa yang ijinin?!!" seru Anye berdecak, percuma Nye....letak kuping Ganesha itu di lubang udel.
Ganesha bertemu ibu, seseorang yang selalu menyambutnya dan Anye, sudah pasti tak akan berani melawan ibu.
Hingga akhirnya Ganesha dibekali makan oleh ibu.
"Bilang aja kesini mau minta makan ..." desis Anye.
Ganesha justru mencondongkan badannya ke arah Anye, "anggap aja, aku lagi ambil balik harta gono gini yang udah aku kasih ke kamu sedikit demi sedikit lewat sarapan."
Menyebalkan sekali, berani-beraninya ia, Anye mendelik sinis dengan tatapan tajam, "ngga punya malu!" sinis Anye.
"Terimakasih pujiannya." Jawab Ganesha, "kita sama kalo gitu, udah janda sama duda, tapi masih bercinta .." kedip Ganesha genit, membuat Anye menendang kursi Ganesha hingga ibu kembali bereaksi, "Anye, astagfirullah..." ia semakin yakin jika dalam hubungan pernikahan kemarin putrinya lah yang salah.
Pagi ini, Anye berhasil menolak tumpangan Ganesha, tapi alih-alih membuat lelaki ini menyerah, ia justru mengekori mobil Anye dari belakang, seolah sedang mengawalnya sampai di kantor dengan selamat.
Titt!
Ganesha membunyikan klakson mobilnya, membuka kaca jendela mobil saat Anyelir menoleh ke belakang meski dengan tatapan judes.
"Saya kerja dulu."
Terserah.... Bibir Anye tersungging julid tanpa menjawab apapun ia masuk ke kantor Imaginary dengan suitan para karyawannya. Kejadian pagi ini lebih hot ketimbang saat Anye diantarkan oleh bujangan.
Siapa tak kenal Ganesha Putra Alvian yang terkenal dingin dan galak itu? Terlebih ia mantan suami sang atasan.
"Apa?!" sengit Anye pada karyawannya yang bersiap meledakan *cie-cienya* itu hingga mereka urung melakukan itu.
Apakah yang terjadi, karena mendadak pagi ini jiwa atasannya itu seperti tertular sifat galak dan dingin seorang Ganesha, atau jangan-jangan kemarin saat sakit, jiwa mereka justru tertukar?
Desti sudah ada sejak tadi, ia juga menyaksikan itu, "Bu..."
Anye melemparkan tatapan kesalnya, "jangan tanya *kok bisa*?!" sewot Anye dengan nada menye-menye di akhir kalimat, "mana saya tau! Dia datang terus kaya mimpi buruk...padahal udah saya jauhin, saya judesin, saya usir juga pake siraman air..." keluh Anye.
Desti menganga, "ibu nyiram pak Ganesh pake air?!"
.
.
.
.
Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
hajar aja ganesh