haii semua..
kali ini author akan menulis sebuah cerita yang berjudul My teacher is My Husband..
cerita kali ini rada sedikit berbeda ya..
kiran gadis cantik berumur 17 tahun harus terpaksa menikah dengan guru nya sendiri yang bernama arya.
Arya adalah lelaki tampan berumur 23 tahun yang menyembunyikan identitas diri nya dengan menjadi guru di SMA favorit..
karena sebuah jebakan mereka menemukan jodoh yang di kirim kan tuhan untuk diri nya.. hingga Kiran harus rela menerima kepahitan dalam Lika liku pernikahan nya.. setiap hinaan, cacian serta fitnah orang harus ia dengar..
mampukah kiran menjadi istri yang baik untuk arya??
dan mampukah Arya menjadi suami yang baik pula untuk Kiran??
yuk.. di kepo in..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; Hamil?
1 bulan kemudian
tepat jam 3 pagi.
kiran terbangun dengan perasaan campur aduk
dia merasa pusing dan perut nya pun bergejolak tinggi.
kiran langsung berlari menuju kamar mandi, dan benar saja dia merasa mual hebat.
arya terbangun karena mendengar kiran muntah muntah di kamar mandi.
dia langsung bangkit untuk menghampiri kiran.
dia membantu kiran dengan memijat pelan tengkuk kiran.
"ya allah dek, kamu kenapa?" tanya arya karena merasa khawatir
setelah merasa perut nya tidak bisa muntah kembali, kiran tiba tiba merasa pusing dan dia langsung merosot begitu saja.
untung arya langsung menahan tubuh kiran
"Astaghfirullahaladzim dek.. kamu kenapa? dek bangun dek." khawatir arya dengan menepuk pipi kiran
arya langsung mengendong kiran dan merebahkan kiran di atas kasur.
arya mengambil minyak kayu putih lalu di oles kan di telapak tangan kiran dan di cium kan sedikit ke hidung kiran.
"ugh.." lenguh kiran
"alhamdulillah kamu sudah bangun dek.." kata arya
"mas, adek pusing.." kata kiran tanpa sadar air mata nya menetes
"dek kita ke rumah sakit saja ya.." bujuk arya
"ga perlu mas, adek palingan cuma kecapekan" kata kiran menyakinkan arya
lalu arya berusaha menenangkan kiran agar dia tertidur kembali.
dan benar saja tak butuh waktu lama, kiran pun akhirnya tertidur.
pagi hari nya setelah sholat subuh.
arya segera ke dapur untuk memasak.
"mas kamu sedang apa?" tanya kiran
"mas mau masak dek, adek lebih baik istirahat saja.." kata arya
"tapi mas-
"ga ada tapi tapian dek.. sekarang adek kembali ke kamar, dan istirhat lah.." kata arya
dan segera di turuti oleh kiran
setelah cukup lama berperang dengan alat dapur.
arya masuk kedalam kamar nya dan membawa semangkuk bubur untuk kiran
"dek ini makan dulu" kata arya
"mas, adek ngak lapar" kata kiran
"dek.. kamu semalam habis muntah muntah.. jadi, kamu butuh asupan.. agar kamu lebih bertenaga lagi" kata arya
dan dengan terpaksa kiran pun harus makan. walaupun perutnya terasa seperti di aduk aduk.
"dek nanti siang mas ada rapat di sekolah, mas tinggal sebentar tidak apa apa kan?" tanya arya
"iya mas, tidak apa.." kata kiran
•••••
setelah arya pergi, kiran memesan tes pack di apotek online untuk mengecek apa dia hamil
tidak lama barang nya pun sampai.
"bagaimana cara nya aku memakai benda ini?" gumam kiran
laku kiran serching di google untuk mencari cara bagaimana cara memakai test pack itu.
"hah, harus nunggu pagi? yang benar saja.. " gumam kiran dengan kesal
tiba tiba ponsel kiran berbunyi
drtt.. drtt.. drtt..
my husband my future
'dek mas minta maaf, malam ini mas tidak bisa pulang. karena mas harus menginap di sekolahan.. adek tidak apa apa kan mas tinggal semalam?'
:iya mas tak apa.. fighting maas..
ke esokan pagi nya setelah sholat subuh kiran mencoba memakai test pack nya.
tiba tiba
ting tong..
bunyi bel, kiran langsung meletakan test pack itu di sebelah tempat sabun.
dan segera pergi membuka kan pintu.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam, ko pulang nya lagi banget mas?" tanya kiran
"iya dek, mas sangat khawatir sama adek.
gimana? adek masih sakit?" tanya arya
"masih sedikit pusing sama mual mas, tapi tidak apa apa" kata kiran
"ya sudah mas mau mandi dulu.. gerah" kata arya dan langsung bergegas menuju kamar mandi
ketika arya hendak memutar kran wastafel dia tidak sengaja menyenggol tempat sabun dan tergeletak lah test pack milik kiran
"astagfirulloh aku lupa, test pack ku masih di dalam.. semoga mas arya tidak melihat nya " gumam kiran
tidak lama arya pun kluar dari kamar mandi
"dek ini punya siapa?" tanya arya
"eumm anu mas, itu p.. punya adek" kata kiran
"dek di sini hasil nya positif! adek hamil??" tanya arya dengan heran.
"hah masa mas? " tanya kiran yang tidak percaya
"ini ada dua garis, artinya adek hamil.." kata arya dengan sedikit kesal.
"dek dengarkan mas ya, adek hamil anak siapa?" tanya arya dengan sedikit penekanan
"hiks hiks hiks adek hamil anak mas, mas sendiri yang Melajukan hal itu terhadap adek.. padahal mas sudah berjanji memberikan adek waktu sampai adek siap" kata kiran dengan tangisan lirih
"dek demi allah mas belum melakukan hal itu sama adek.." kata arya dengan tegas.
"mas, sebulan yang lalu mas tidur tanpa memakai baju, dan waktu itu adek sebelum tidur mengenakan hijab tapi, pas adek bangun adek sudah tidak mengenakan hijab" kata kiran membela diri nya.
arya memutar otak nya untuk mengingat kejadian itu
tapi sebelum arya berbicara kiran sudah lebih dulu pingsan.
"ya allah dek.. dek maafkan mas dek.." kata arya dan segera membopong kiran ke kasur.
dengan cepat arya menelfon dokter untuk datang kerumah
•••
tidak lama.
"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya arya
"istri anda terkena tipes. mungkin dia salah mengonsumsi pola makan nya.. jadi, saya minta di jaga pola makan nya ya pak" kata dokter paruh naya itu
"tapi, tadi istri saya memakai test pack dan hasilnya positif bu?" kata arya
"boleh saya lihat test pack nya pak?" kata dokter itu
"ini dok"
"terkekeh kecil.. pak, ini test pack nya sudah tidak berfungsi lagi pak.."
"yang bener dok?" tanya arya memastikan nya kembali
"iya pak, kalau begitu ini resep obat nya.." kata dokter itu
"terimakasih dok" kata arya
lalu arya pergi untuk menebus obat itu,
tak lama kemudian arya kembali dan masih Melihat kiran yang belum sadar.
"ya allah dek, mas minta maaf sama adek.. dek mas mohon bangun" kata arya sembari menciumi punggung tangan kiran
"mas,,.." lenguh kiran yang merasakan kepla nya seakan akan berputar
"dek. kamu sudah bangun, dek mas minta maaf atas semua kesalahan mas ya dek. mas mohon maafkan mas" kata arya dengan beruntun
"memang nya mas salah apa? mas katakan adek bener hamil?" tany kiran
"ngak dek, tadi test pack yang adek pakai sudah tidak berfungsi jadi, bergaris dua" kata arya
"huh syukurlah.."
"dek ini minum obat dulu, " kata arya sembari membuka obat untuk kiran
"mas terimakasih sudah mau merawat adek. adek minta maaf jika selama ini adek sudah menyusahkan mas.." kata kiran dengan mata berkaca kaca
"dek sekarang kamu tanggung jawab mas, jadi kamu jangan merasa menyusahkan mas.
justru mas berterimakasih karena adek, sudah mau mendampingi mas." kata arya
"sudah ini di minum dulu" kata arya memberikan obat kepada kiran
"mas, pasti pahit ya? ndak mau ah mas.. mas-
tanpa ba bi bu arya langsung mengecup kiran dengan cepat.
"adek bicara atau Nge-rapp sih?" tanya arya
tapi, kiran masih mematung karena tingkah arya
"dek ini obat nya" kata arya dengan tersenyum
"e iya mas.." kata kiran dan langsung menerima obat itu.
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois