Bastian Widjaja adalah putra sulung dari Rafael Widjaja dan Delia Laros. Memiliki sifat arogan dan keras merupakan tabiat keturunan dari ayahnya. Bastian adalah penerus PT. Sinar Abadi. Ketampanan dan kecerdasannya mampu membuat siapapun berdecak kagum. Sikap kejamnya memiliki dampak negatif sehingga ia harus berganti ganti Sekertaris yang hanya mampu bertahan selama 3 bulan.
Kania Morris adalah wanita cantik dan cerdas, namun terlahir dari keluarga yang miskin. Setelah ayahnya meninggal. Ia harus menjadi tulang punggung keluarganya. Menjadi Sekertaris ketiga di PT. Sinar Abadi, membuatnya harus bertahan dibawah tekanan bos yang kejam. Ia terpaksa bertahan demi keluarganya.
Sikap Kania yang kuat bertahan mampu membuat hidup Bastian luluh lantah, perasaan Bastian semakin lama semakin tumbuh besar terhadapnya.
Mampukah Bastian Widjaja meluluhkan hati Kania Morris???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Bastian menemui kakeknya setelah sarapan pagi. "Kakek sayang Tian kan?" tanya Bastian.
Derry mengangguk. "Cucu kesayangan kakek." jawabnya sambil mengelus kepala Bastian.
"Tian juga sayang kakek, karena itu Tian ingin kakek sehat kembali sampai Tian menikah nanti. Kakek ingin kan hadir dipernikahan Tian?" tanya Bastian lagi.
Derry mengangguk lagi. "Tentu saja kakek ingin seperti itu." jawabnya.
"Kalau begitu, dengarkan ucapan Tian. Tian akan mengatur perjalanan kakek dan nenek ke Amerika. Kakek harus berobat disana dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Tian akan menghubungi dokter terbaik disana untuk mengobati kakek." ujar Bastian.
Derry menunduk lama. "Jika kakek nenek ke Amerika, bagaimana bisa bertemu cucu cucu kakek." jawabnya sedih.
"Kami akan menunggu kakek pulang, paling lama kakek disana setengah tahun. Kita bisa melakukan video call jika kakek rindu pada kami. Papi dan mami juga pasti akan mengunjungi kalian kesana. Mau ya kek? Tian ingin kakek hidup lebih lama lagi." pinta Bastian.
"Apa kau juga mau mengunjungi kakek kesana?" tanya Derry.
"Tentu saja kakek, Tian akan mencari waktu luang untuk mengunjungi kakek dan nenek. Jika kakek setuju, kami akan mengatur tempat tinggal kalian disana." jawab Bastian.
Akhirnya Derry mengangguk. Bastian lalu memeluknya. "Kakek jangan khawatir, Tian akan mengatur semuanya dengan baik." ujar Bastian lagi.
*****
"Selesai sudah, kalian akan berangkat ke Amerika lusa. Tian sudah mengatur semuanya." ujar Bastian pada nenek dan orangtuanya setelah meninggalkan kamar kakeknya.
"Hanya omonganmu yang didengarkan kakekmu sayang." jawab Emili.
"Nenek jangan khawatir, Tian sudah mengatur perjalanan, penginapan serta rumah sakit buat kakek." kata Bastian.
Emili memeluk Bastian. "Terima kasih cucu nenek yang tersayang, nenek akan merindukan kalian selama di Amerika."
"Kita bisa lakukan video call nek." jawab Bastian.
"Kami juga akan mengunjungi kalian setiap sebulan atau dua bulan." ujar Rafael.
Delia hanya tersenyum bahagia. Bastian pamit berangkat ke kantornya.
"Hari ini awal pekerjaan sekertaris baru Tian, Tian berharap tidak ada lagi sekertaris selanjutnya." ujar Bastian.
"Itu tergantung sikap kerasmu sayang, kendalikanlah, jangan sampai ia kabur lagi." jawab Delia.
Bastian hanya terkekeh dan masuk ke mobilnya menuju perusahaannya.
*****
Kania Morris sedang menunggu bus, ia sekali sekali melihat jam tangannya. Ia tak boleh terlambat di hari pertamanya bekerja. Ia mulai panik saat tahu busnya tak kunjung datang.
Aku bisa dipecat dihari pertamaku bekerja. gumamnya.
Kania melihat dompetnya, ia mendesah. Jika ia naik taksi, maka ia tidak bisa makan hari ini. Tapi ia harus melakukannya, ia tak ingin terlambat. Sekali lagi ia menengok ke kanan, bus tak terlihat sama sekali. Akhirnya ia terpaksa menyetop taksi.
"Pak bisa cari jalan lebih cepat menuju perusahaan Widjaja? Ini hari pertama saya bekerja pak." pinta Kania pada supir taksi.
"Bapak coba ya neng, tapi neng hebat bisa masuk ke perusahaan terbesar itu." jawab supir taksi.
"Mungkin saya sedang beruntung pak." ujar Kania datar.
"Neng cantik banget, mungkin bos neng suka." ujar supir taksi itu lagi.
Kania hanya terkekeh menanggapinya. Bermimpi pun mana mungkin bosnya menyukainya. Dewi fortuna masih ada padanya, ia sampai di perusahaan itu 15 menit sebelum jam kerja dimulai. Ia langsung ke lantai 4 tempatnya bekerja. Pak Jodhi sudah menunggunya disana.
"Selamat pagi pak." sapa Kania.
"Selamat pagi, untunglah kau datang lebih awal. Ini mejamu, ini pekerjaan yang tertunda selama tak ada sekertaris, ini jadwal pak Bastian hari ini. Untuk selanjutnya kau yang mencatatanya dan selalu mengingatkannya satu jam sebelum jadwal. Aku harap kau bisa mengerjakannya dengan baik. Pak Bastian sangat membenci kesalahan. Ia juga tak suka orang yang lambat. Kau mengerti kan?" ujar Jodhi menjelaskan.
Kania mengangguk dan mengambil dokumen dokumen yang menumpuk serta catatan jadwal bosnya. Ia membuka laptopnya dan satu per satu dikerjakannya setelah Jodhi meninggalkannya.
*****
Bastian sampai di kantornya, ia memperhatikan sekertaris barunya yang sangat serius di depan laptop. Bastian memperhatikan penampilannya. Wanita ini sangat sederhana. Tak ada yang mewah dari penampilannya. Jika ia ikut menemui klien dengan baju seperti itu, maka akan mencoreng nama baik perusahaan. Bastian mendekatinya. Kania mendongak dan terkesiap, seketika bangun dari duduknya dan menjatuhkan kursinya.
"Pa...pagi pak." ujar Kania tergagap.
"Selamat pagi juga. Apa aku mengagetkanmu?" tanya Bastian.
Dengan polosnya Kania mengangguk. "Maksud saya tidak pak." jawabnya.
Bastian terkekeh. "Kau ikut denganku." ujar Bastian sambil menuju lift.
Kania bingung, ia tidak bergeming dari mejanya.
"Kau dengar tidak." teriak Bastian.
Kania tersadar, dan mengambil tasnya dan mengikuti Bastian ke lift.
"Aku tak ingin mengulangi ucapanku Kania, jangan sering melamun." ujar Bastian.
"Maaf pak." jawab Kania.
Bastian membawanya menuju parkiran. "Masuklah." perintahnya.
Kania bingung bosnya ingin mengajaknya kemana, ia terus diam sampai akhirnya Bastian membawanya ke sebuah butik.
"Pilihlah beberapa pakaian untukmu bekerja, aku tak ingin melihatmu memakai pakaian yang kau kenakan hari ini." perintah Bastian.
"Tapi pak saya tak memiliki uang." jawab Kania.
"Aku yang akan membayarnya, tapi tidak gratis. Aku akan memotong dari gajimu setiap bulan." ujar Bastian.
"Tapi pak." ujar Kania lagi.
"Apa kata kataku untuk dibantah?" bentak Bastian.
Kania terkejut mendengar bentakan itu, ia segera memilih pakaian dan mencobanya. Bastian ikut menilai penampilannya. Ada sekitar 10 baju yang disukai Bastian.
"Saya ambil satu saja pak, semuanya sangat mahal. Saya tak bisa melunasinya." ujar Kania.
"Ambil semua, kau hanya membayar satu baju yang kau pakai sekarang. Dan yang 9 hadiah dariku." jawab Bastian.
Kania ingin menolak tapi tatapan tajam Bastian menakutinya. "Ini sangat berlebihan tapi aku tak bisa menolak." gumamnya.
"Aku mendengarmu Kania." ujar Bastian.
"Maaf pak dan terima kasih." jawab Kania.
"Kau akan selalu pergi denganku keluar untuk menemui klien dan makan. Jika penampilanmu seperti tadi pagi, aku akan malu. Kau bukan hanya sekertaris perusahaan. Kau juga assisten pribadiku." ujar Bastian.
Sialan pria ini menghina penampilanku. gumam Kania dalam hati.
"Aku tak menghinamu Kania, tapi aku menginginkan sekertaris sempurna." kata Bastian.
Kania membelalakkan matanya, pria ini seorang bos apa peramal, mengapa ia tahu isi hatinya.
"Maafkan saya pak." jawab Kania. "Tapi apa maksud pak Bastian sebagai assisten pribadi?" tanya Kania.
"Aku memberi pekerjaan yang lain untukmu, dengan gaji yang berbeda. Kau hanya perlu menemaniku makan dan menemuiku kapanpun jika aku memerlukanmu. Tidak ada negosiasi. Ini perintah." ujarnya arogan.
Kania menghela nafasnya. Ia harus mempertahankan pekerjaannya demi ibu dan adik adiknya. Dan gaji tambahan itu sangat bagus untuknya. Kania mengangguk. "Baiklah pak saya setuju." jawab Kania.
"Bagus." ujar Bastian dan membawanya kembali ke kantornya. "Biarkan barangnya di mobilku. Nanti kau pulang denganku." perintah Bastian.
Kania tak bisa menolaknya. Ia hanya mengikuti perintah Bastian dan kembali ke mejanya. Bastian masuk ke kantornya dan menyenderkan tubuhnya di kursi. Ia tersenyum. "Wanita ini benar benar cantik, aku sangat tertarik padanya. Langkah awal yang bagus untuk sering bertemu dengannya." gumamnya sendiri.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
u#o
lu. uu#.
uo##k### # . #o . #
## x . ## o. #cko### # #o . po
oo
o######## io## #. #o u. ioo rl.
o# #### #o . #o . u#kick u# o oi..
o# . .,uuo, . ub.# . uuu###. , dtvberita
y , # . f# o. x , lgm i . i . xo .# i. . ,. d u . uo,. #.. m##### . # . o mcj#MC o
(#oto, #d#. l##. u, #. i. #yo . h#m # #.
u##o, . lo # uu#uy.f#. # o ###. x u. # . #. #mc# # . #,. u u#.u . #o . xu. . u .
. iox. i. # r ee. o .o
#o .m# x#cu cnfrm# y u, o, ##u#.# uo. . # o##. # o.
. ##. ####c # uoiu #. m#.. . #o o
xcnb cm#hti######,
#. # ######### ho#u. . ,
sukses
semangat
mksh
tapi nyatanya gampangan.
di ajak bercinta satu mlm langsung mau.
paraaahhh.....
hampir saja..