NovelToon NovelToon
Toxic Love

Toxic Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mizzly

"Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong! Kamu wanita pertama dalam hidup aku, Luna. Apa kamu tidak mau menjadikan aku lelaki pertama yang pernah tidur denganmu?"

Saat Noah meminta pembuktian cintaku padanya, aku bisa apa selain dengan bodohnya memberikan keperawananku padanya? Semua atas nama cinta. Cinta yang bagaimana? Cinta yang penuh dengan toxic?

Diilhami dari kisah nyata pergaulan anak muda jaman sekarang. Mohon bijak menyikapinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian Cinta

Luna

Sepertinya kecemasanku terhadap Noah tak beralasan. Pacar tampanku itu tetap memperlakukanku dengan baik. Pagi-pagi sekali sebelum masuk kelas, ia akan mampir dan membawakanku sarapan. Dua bungkus nasi uduk dan teh tawar hangat kami nikmati sebagai sarapan pagi.

Kami berjalan berdua menuju kampus. Bergandengan tangan layaknya pasangan yang baru jadian. Kemesraan kami akan terus terjaga sampai kapanpun. Wajar kalau banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan iri.

Siang ini aku akan menemani Noah rapat dengan teman-teman senatnya. Meski aku tak begitu akrab dengan yang lain, kehadiranku seakan menjadi bukti kalau Noah adalah milikku. Jangan ada yang berani menggoda milikku!

Pulang rapat dengan teman-teman senat, Noah mampir ke kosanku. Sekarang seperti sudah menjadi kebiasaan Noah, kosanku sudah menjadi rumah kedua baginya. Jika tidak tidur siang maka ia akan numpang istirahat dan baru akan pulang ke rumah di malam hari. Semula aku keberatan namun kehadiran Noah lumayan mengisi kesepianku. Kami mengobrol bareng dan mendiskusikan tentang skripsi yang sedang kukerjakan.

Sejak siang, hujan terus mengguyur kota Jakarta. Udara Jakarta yang biasanya panas kini menjadi sejuk, malah terasa dingin. Aku sibuk mengetik skripsiku sampai tak menyadari kalau Noah sudah duduk di belakangku. Kepalanya disandarkan ke bahuku dan nafasnya yang terasa dekat dengan telingaku membuatku merasa geli.

Petir di luar dan hujan yang deras membuat suasana kostanku sepi. Semua mahasiswa memilih di dalam kamar, sama sepertiku dan Noah.

Rambutku yang masih digulung handuk sehabis mandi, dilepaskan oleh Noah. Aku biarkan ia melakukannya dan kembali fokus dengan skripsiku, mengutip beberapa informasi dari buku yang kubaca untuk dijadikan nara sumber.

Noah menyelipkan anak rambutku di belakang telinga. Masih aku biarkan. Namun saat ia mengecup pipiku, konsentrasiku mulai buyar. Tubuhku meremang, apalagi saat Noah mengesampingkan rambut panjangku dan megecup bahu polosku.

"Kamu wangi sekali sih, Sayang," kata Noah dengan suaranya yang berat.

"I-iya, aku 'kan belum lama mandi," jawabku dengan jujur.

Noah kembali mengecup bahuku, membuat tubuhku kembali meremang. "Aku suka wangi kamu, harum bunga."

Aku tersenyum mendengar pujian yang Noah tujukan untukku. Noah begitu memujaku, betapa beruntungnya aku sementara mahasiswi di luar sana begitu mengidolakannya.

Tangan Noah lalu memegang daguku, tanpa banyak kata ia mulai menciumku. Terasa lembut di awal dan aku pun membalasnya. Mendapat balasan dariku Noah menciumku semakin bergairah. Aku pun berusaha menyamakan permainannya. Ya, aku juga jago berciuman, Noah yang mengajarkanku.

Aku terdiam saat tiba-tiba merasakan tangan Noah yang masuk ke dalam bajuku dan memegang salah satu buah sintalku yang tegang. Aku ingin menyudahi kegiatanku namun Noah tak membiarkan itu terjadi. Ia malah semakin memasukkan tangannya ke dalam bra-ku. Ia memegang titik kelemahanku sebagai seorang wanita.

Aku semakin lemah dengan sentuhannya yang memabukkan. Aku ingin terus disentuhnya namun akal sehat melarangku melakukannya. Aku menepis tangan Noah dan menyudahi ciuman kami.

Raut wajah kecewa Noah menjadi tanda kalau ia marah padaku. "Maaf," kataku dengan nada bersalah. "Kita tak boleh melebihi batas."

"Melebihi batas apa sih, Lun? Memang salah kalau kita melakukan hal itu?" protes Noah.

"Itu-" Belum selesai aku bicara, Noah yang emosi memuntahkan amarahnya padaku.

"Lun, semua yang berpacaran melakukan hal itu. Mereka baik-baik saja. Mereka makin mencintai karena mereka sadar cinta mereka semakin menyatu. Kamu tak mau kita semakin lekat dan tak terpisahkan macam yang lain? Lihatlah Lusi dan Daniel. Mereka tetap mesra, apa rahasianya? Tentu saja karena mereka bisa menyalurkan kebutuhan batin mereka. Bagaimana dengan kita?" kata Noah dengan nada emosi.

"Kita ... belum menikah. Kita tak boleh melakukannya," kataku dengan takut-takut. Aku tak mau membuat Noah marah. Hanya Noah yang kumiliki saat ini. Papa yang marah dan Mama yang sibuk bekerja sampai lupa waktu. Noah yang menemani hari-hariku. Jika tak ada Noah, siapa lagi? Ariel terlalu sibuk dengan kuliahnya. Aku sendirian dan aku takut tak ada yang menemaniku.

"Apa menikah jadi alasan untuk melakukannya? Apa dengan itu pernikahan jadi harmonis? Kamu lupa apa yang Papa kamu lakukan? Ia malah mencari kebahagiaan di tempat lain hanya karena Mama kamu tak bisa membahagiakannya. Pernikahan bukan jaminan bahagia, Lun. Kamu sendiri yang jadi korban keegoisan orang tua kamu!"

Aku terdiam mendengar perkataan Noah. Ya, pernikahan memang tidak menjadikan hidup lebih bahagia. Mama dan Papa contohnya. Noah benar.

"Melakukan hal itu tak harus didahului dengan menikah. Kita sudah dewasa dan kita bisa bertanggung jawab atas perbuatan kita. Tak perlu menunggu menikah dulu untuk bisa merasakan kebahagiaan dalam suatu hubungan, Lun!"

"Tapi aku takut," kataku dengan suara pelan.

Noah memindahkan laptop milikku ke bawah kasur dan kini kedua tangannya memegang bahuku sambil menatapku lekat. "Aku cinta sama kamu. Apa kamu juga mencintaiku, Lun?"

Aku mengangguk tanpa ragu. "Aku juga cinta sama kamu."

Noah tersenyum mendengar jawabanku. "Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong! Kamu wanita pertama dalam hidup aku, Na. Apa kamu tidak mau menjadikan aku lelaki pertama yang pernah tidur denganmu?"

Aku terdiam dengan banyak pikiran. Aku adalah wanita pertama dalam hidup Noah. Aku yang pertama. Adalah sebuah kebanggaan menjadi wanita yang berarti bagi hidup seorang Noah.

Noah membuka kancing baju tidurku yang bergambar hello kitty satu persatu. "Aku hanya mau kamu, Lun. Aku tak mau wanita lain."

Aku bimbang.

Aku dilema.

Aku tahu ini tak benar.

Aku tahu ini akan merugikanku.

Aku tahu Papa dan Mama akan murka padaku.

"Lun, aku mau cinta kita bersatu. Aku mau sama kamu selamanya. Aku lelaki yang punya kebutuhan, Lun. Aku bisa saja memilih wanita lain tapi tidak kulakukan. Hanya kamu yang aku mau, Lun." Noah kini kembali menyelipkan tangannya ke dalam bra-ku. Memainkan titik kelemahanku yang sedang bimbang.

"Aku akan pelan-pelan, aku janji tak akan menyakiti kamu." Noah membenamkan kepalanya di leherku. Membuat akala sehatku hilang sepenuhnya. Sentuhan dan kecupannya membuatku tak kuasa menahan sentuhan demi sentuhan lain yang ia berikan, apalagi tanpa kusadari tangannya sudah menyentuh bagian intiku.

"I love you, Luna." Tanpa menunggu jawabanku, Noah kembali menciumku dengan penuh gairah.

Udara malam yang dingin dan suara hujan deras seakan menutupi desaaahanku saat Noah berhasil melucuti semua pakaianku dan memainkan dua buah sintal milikku. "Hmmp ... aah ... Noah ...."

Kenikmatan yang baru pertama kali kurasakan. Sentuhan demi sentuhan yang membuatku melayang ke langit ke tujuh. Sambil terus memainkan kedua buah sintalku, Noah melepaskan pakaian miliknya. Kini dapat kulihat perut datar miliknya dan tubuh kekarnya.

Bak melihat keajaiban ukiran Sang Maha Kuasa, tangaku bergerak tanpa kusuruh. Menelusuri perutnya dan dada bidangnya. "Mau sentuh yang lain?"

****

1
Bun cie
karya yg bagus..dismpaikan dengan gaya bahasa yg baik , ada pembelajaran yg bisa diambil.
terimakasih kak author..sukses u karya2 selanjutnya🙏💐
Maria Ulfa
wah...
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🥰🥰🥰😍
indira kusuma wardani
Luar biasa
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 🥰🥰🥰🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lambemu mas 👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aku suka ama kamu sumpah...
keren sih jadi cowok 😁
fujichen
sosor terussss,,,
kaget pas bilang mantan narapidana🙃
fujichen
bagus rina
fujichen
kok papa bisa bener sich,,,,
fujichen
kasihan c Luna kena jebakan Batman
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaaa ketagihaannn🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Ya kali Bahri bs terpengaruh sama Luna..Luna ga sehebat itu juga kali bs mempemgaruhi Bahri..🤣
sirik aja kamu Zah, klu udh pikirannya negatif yaa susah deh🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaa emang gaya hidup Luna kayak apa🙄
Rina jg fun2 aja sama Luna, Bahri jugaa..loe aja yg sirik Zizah
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
ehek..ehekk😄😄
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..teenyata azizah kok bgitu yaaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..kok kakak nya sendiri malah bilang gitu...emang dia mau juga kalau dipoligami sama suamia nya🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Manaa tuh istri siri yg suka gonta ganti...kawin aja lagi sana.
sskarang aja bilang kesepian ga ada teman..telat Pak🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
khilaf tapi kok berkali kali 🤪🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
laki2 yg selalu ngintip yaa..yg luna merasa diawai laki2 inikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!