"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.
"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"
"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."
Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.
Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin menginginkanmu
“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”
Author by Natalie Ernison
Kilas balik tentang keluarga Rawley, sebelum menikah dengan Mrs. Daisy.
Mrs. Daisy sangat mencintai Mr. Adolf melebihi apapun yang ada di dunia ini. Terlebih lagi, setelah Mrs. Daisy di usir dari mansion megah keluarganya, ia hidup sebatang kara. Namun, Mr. Adolflah yang membawanya dan menjadikannya istri kedua bagi Mr. Adolf. Keluarga mereka sangat harmonis, hingga saat Mr. Adolf mulai sakit-sakitan.
~ ~ ~
“Daisy, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu...” ucap Mr. Adolf lirih.
“Ia sayang, bertahanlah denganku. Kumohon, bertahanlah.” Mrs. Daisy sudah mulai terisak.
“Jika aku masih diberi kesempatan, maka aku akan menjadi pria yang selalu mencintai dan menyayangimu.” Ucap Mr. Adolf dengan wajah pucatnya, akibat sakit yang sedang dideritanya.
Batuk yang tak kunjung sembuh dan harus menjaga pola hidup sehat. Hingga suatu saat, kesehatan Mr. Adolf kian memburuk dan ia berkali-kali muntah darah, dan hal itu sangatlah menyakitkan baginya.
“Kediaman Rawley family”
Tak pernah sekalipun Mrs. Daisy meninggalkan Mr. Adolf. Ia selalu berada disisi Mr. Adolf baik dalam keadaan susah maupun senang.
Di dalam kamar pribadi Mr. Adolf dan Mrs. Daisy.
Mrs. Daisy memijat pelan, area lengan milik Mr. Adolf, berharap pia tercintanya akan segera pulih dari penyakitnya.
“Kau harus pulih, aku ingin kau segera pulih.” Lirih Mrs. Daisy dengan begitu pilu. Ia belum siap untuk terpisah dari Mr. Adolf, rasa bahagia mereka belum cukup.
“Daisy, aku sudah tidak sanggup lagi.” Lirih Mr. Adolf, dan kembali mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
“Daddy, jangan seperti ini!” Pekik Mrs. Daisy dan mulai panik atas apa yang sedang terjadi pada Mr. Adolf.
“Kita akan ke rumah sakit, oke.” Dengan tangan gemetar hebat, Mrs. Daisy meraih gagang telepon yang berada di kamar tersebut.
Namun, tiba-tiba Mr. Adolf mengerang parau. Membuat gagang telepon terjatuh begitu saja.
Ahk... “Daisy, aku sudah tidak sanggup lagihh...” lirih Mr. Adolf dengan darah yang memenuhi bagian baju miliknya.
“Daddy! Daddy!” Pekik Mrs. Daisy.
Mr. Adolf sudah terlalu menderita dengan penyakit yang dideritanya, ia sudah tak sanggup lagi.
“Daisy, sayangilah Raven seperti anakmu sendiri. Menikahlah dengan pria yang dapat menjagamu.”
“Tidak! Aku tidak akan melakukannya, aku bersumpah...” isak Mrs. Daisy yang tak kuasa melihat penderitaan suaminya.
“Daddy! Daddy!” Jerit Mrs. Daisy histeris. Mendekap erat tubuh Mr. Adolf dan menangis sejadi-jadinya.
“Terima kasih atas segala-nya...” ucap Mr. Adolf dan perlahan tak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan. Mrs. Adolf menghembuskan napas terakhirnya didalam pelukan Mrs. Daisy.
Mrs. Daisy terus terisak sembari mendekap tubuh tak bernyawa Mr. Adolf. Mrs. Daisy sangat mencintai suaminya, sekalipun banyak pria-pria yang berusaha mendekatinya, termasuk Eadrick.
>>>
Raven baru saja tiba di kediaman keluarganya, dan ia sangat heran dengan keadaan rumah yang terlihat sunyi namun ada banyak tamu yang datang.
Berjalan perlahan menuju ruangan lantai dasar kediaman keluarganya, dan mendengar suara tangisan seorang wanita. Saat Raven tiba didepan ruangan tersebut, ia melepaskan tas yang melekat ditubuhnya.
“Daddy... Daddy!” Pekiknya, dan berlari ke arah Mrs. Daisy yang sedang duduk di samping peti mati Mr. Adolf.
“Raven, daddy sudah pergi meninggalkan kita.” Lirih Mrs. Daisy.
Raven hanya mengepal kedua tangannya, ia sangat hancur namun inilah takdir yang harus diterima Raven.
Mereka semua sangat kehilangan sosok Mr. Adolf. Mr. Adolf yang ialah pria baik hati, juga selalu membuat para bawahannya merasa bangga memiliki pimpinan seperti Mr. Adolf.
Seusai berkabung, Mrs. Daisy masih kerap kali menangis sendiri. Ia masih belum mampu melepaskan kepergian suaminya, karena hanya Mr. Adolflah yang selama ini bersamanya. Setelah sang ayahnda mengusirnya dari mansion. Hanya Mr. Adolf yang selalu menghiburnya. Hingga di detik terakhir, Mrs. Daisylah yang menyaksikan kematian dari suaminya.
Mrs. Daisy sangat terpuruk atas kepergian Mr. Adolf. Sekalipun Raven selalu menghiburnya, namun Mrs. Daisy merasa ada yang hilang dari hidupnya.
Hal itupun membuat Ead kerap kali datang berkunjung, dengan alasan untuk menghibur Raven. Namun sesungguhnya, Ead ingin semakin dekat dengan Mrs. Daisy.
****
Raven dan juga Ead akhirnya menyelesaikan perkuliahan mereka dengan nilai yang cukup memuaskan. Begitu pula halnya dengan Qiana, Qiana pun mendapatkan nilai yang cukup memuaskan.
Persahabatan mereka sangat hangat, meskipun ada dua hati yang mulai saling memperhatikan.
Qiana telah sekian lama menyukai Ead, namun Ead tidak menyukainya. Begitu pula halnya dengan Raven. Raven sangat menyukai Qiana, namun Qiana tidak pernah menyadari hal itu.
****
“Kediaman Rawley family”
Mereka kerap kali berkumpul di kediaman Raven, dengan maksud menghibur Raven. Raven sangat menyukai kehadiran Qiana dan juga Ead.
Suatu saat, Mrs. Daisy sedang merawat bunga-bunga yang berada di halaman pribadi kediaman Rawley.
Ead diam-diam memperhatikannya dari jarak yang cukup dekat. Ead terus memperhatikan apa yang Mrs. Daisy sedang lakukan, dan semua yang Mrs. Daisy lakukan.
Ahk! Mrs. Daisy memekik terkejut, saat mendapati Ead sedari tadi berada dibelakang dirinya.
“Sejak kapan kau berada di sana?” Tukas Mrs. Daisy sinis, ia tidak senang akan kehadiran Ead.
“Aku merindukanmu, Daisy.” Ucap Ead dengan penuh percaya diri.
“Edrick berkacalah dengan dirimu. Kau tidak pantas bagi wanita yang sudah janda sepertiku.”
“Teori darimana! Aku tidak mempermasalahkan usia kita.”
“Tapi aku mempermasalahkannya! Kau jangan terlalu menggunakan logika gilamu, Edrick!”
“Daisy, apapun yang kau katakan, tidak akan membuatku mundur. Aku akan berkaca, dan akan menjadi pria yang dapat dibanggakan.”
“Lakukan itu bagi keluargamu, bukan untukku.” Mrs. Daisy menubruk Ead yang berusaha menghalangi jalannya.
“Mengapa kau selalu mengabaikanku, Daisy! Mengapa kau sangat keras kepala?” Tukas Ead, dan mendorong tubuh Mrs. Daisy ke sisi tembok.
“Edrick, jaga kelakuanmu!” Peringat Mrs. Daisy.
Ead meraih kedua tangannya, dan mengunci kedua tangan Mrs. Daisy ke atas kepalanya.
“Edrick, aku akan sangat membencimu, melebihi rasa benciku saat ini. Jika kau terus berbuat begini!”
“Bencilah sepuas hatimu, tapi aku tidak akan menyerah. Aku bersungguh-sungguh!”
“Kau hanya terlalu labil Edrick. Ini bukanlah cinta, ini hanya obsesimu.”
“Aku tidak peduli!” Ead mencengkram rahang milik Mrs. Daisy dan mendekati bibir Mrs. Daisy.
“Edrick, aku akan sangat marah padamu. Aku tidak akan pernah sudi bertemu denganmu, jika kau berani melakukan hal tidak senonoh!”
Ead menyentuh area tubuh Mrs. Daisy dan mendekati wajah Mrs. Daisy.
“Edrick, hentikan. Kuperingatkan kau!”
“Daisy, aku sudah terlalu lelah berdiam diri. Aku ingin dirimu dan semua tentangmu aku suka.” Ucap Ead, sembari menghirup aroma wangi tubuh Mrs. Daisy.
“Edrick!”
Plak
Sebuah tamparan keras dari Mrs. Daisy bagi Ead. Mrs. Daisy sangat marah atas apa yang telah Ead perbuat atas dirinya.
“Kau keterlaluan Edrick! Aku membencimu!”
Mrs. Daisy mendorong tubuh Ead darinya, dan Ead hanya duduk di kursi samping halaman kediamannya.
Tanpa sepengetahuan Ead, Qiana telah melihat semua yang terjadi sore hari itu. Qiana yang baru tiba di kediaman Rawley, dan tanpa sengaja melihat semua yang terjadi.
Tubuh Qiana bergetar, menahan rasa sesak di dadanya. Ia merasa sangat kalah, dan menyadari bahwa Ead tidak akan pernah melihat ke arahnya. Namun, Qiana tetap tidak menyerah dengan perasaannya.
****
otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.
tanggungjawab 😭😭