NovelToon NovelToon
I Love You Om Dosen

I Love You Om Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Beda Usia / One Night Stand / CEO / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Malam kelam merenggut masa kecil Carmenita yang baru berusia delapan tahun. Sebuah tragedi misterius merobek kebahagiaannya. Kedua orang tuanya tewas di tangan sosok tak dikenal. Samudera mengambil alih. Ia mengasuh Carmenita dengan segenap jiwa, memberinya rumah dan cinta sebagai seorang ayah angkat.

Waktu berlalu, bayangan gadis kecil itu kini menjelma menjadi perempuan dewasa yang menawan. Di usia delapan belas tahun, Carmenita tumbuh dalam sunyi pengaguman.

Ia tak hanya mengagumi Samudera yang kini menjelma menjadi Dosen berkharisma, idola para mahasiswa di kampus tempatnya mengajar. Carmenita telah jatuh cinta.

Cinta yang lama dipendam itu meledak dalam pengakuan tulus. Namun. Baginya, perasaan Carmenita hanyalah "cinta monyet"; gejolak sesaat dari seorang putri yang ia jaga. Ia melihatnya sebagai anak, bukan sebagai seorang wanita.
Mampukah ketulusan dan keteguhan cinta Carmenita, yang dianggapnya ilusi kekanak-kanakan, menembus dinding pertahanan hati Samudera?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Samudera yang berujung pertengkaran

Suasana di meja makan malam itu benar-benar terasa mencekam bagi siapa pun yang bisa membaca situasi, kecuali bagi Carmen yang sedang asyik dengan dunianya sendiri.

Ketegangan bermula saat sebuah notifikasi muncul di ponsel Carmen sesaat sebelum makan malam dimulai. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal, namun isinya langsung membuat Carmen tahu siapa pengirimnya.

+62812...:

"Hai, Carmen. Ini Farrel. Maaf ya tadi di kantin suasananya jadi agak kaku gara-gara pamanmu. Btw, ini resep teh jahe madu yang aku ceritakan tadi, bagus buat redakan mual kalau kamu merasa kurang enak badan."

Carmen sempat bingung, dari mana Farrel mendapatkan nomornya? Namun, rasa ingin tahu itu kalah oleh keramahan Farrel yang tulus. Percakapan pun mengalir. Farrel bercerita tentang hobi fotografinya dan beberapa tips kuliah yang sangat membantu Carmen.

Tawa kecil sesekali lolos dari bibir Carmen, mengabaikan Samudera yang duduk di hadapannya, memotong steaknya dengan gerakan yang begitu mekanis dan tajam.

"Kau itu mau makan atau main HP terus, Carmen?" suara Samudera memecah keheningan dengan nada dingin yang menusuk.

Carmen tersentak, jemarinya berhenti menari di atas layar. "Eh, iya Om. Ini sebentar lagi selesai."

Meskipun ponselnya sudah diletakkan di meja, pandangan Carmen tetap tidak lepas dari layar yang sesekali menyala. Ia makan dengan terburu-buru, menyuap nasi seolah-olah itu adalah beban yang harus segera diselesaikan. Begitu piringnya kosong, ia bahkan tidak menawarkan diri untuk membantu merapikan meja.

"Aku sudah selesai, Om. Duluan ya, capek mau istirahat!" pamitnya sambil setengah berlari menuju kamar, matanya tetap terpaku pada ponsel.

Samudera meletakkan garpunya dengan denting keras yang menggema di ruang makan. Diabaikan adalah satu hal, tapi diabaikan demi pria lain di bawah atapnya sendiri? Itu adalah penghinaan bagi seorang Samudera, ia tahu bahwa Carmen sedang chatan dengan Farrel

Carmen baru saja merebahkan tubuhnya di atas kasur, menyamankan posisi bantal untuk melanjutkan obrolan serunya dengan Farrel. Namun, bayangan besar tiba-tiba menutupi cahaya lampu dari arah pintu.

Ia menoleh dan mendapati Samudera berdiri di sana. Pria itu tidak lagi memakai jas, hanya kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, namun auranya tetap mengintimidasi.

"Om, ngapain Om ke kamarku?" tanya Carmen, refleks menyembunyikan ponselnya di balik bantal.

Samudera melangkah masuk, tidak memedulikan pertanyaan Carmen. Ia menutup pintu di belakangnya dengan suara pelan yang justru terasa lebih mengancam daripada bantingan.

"Siapa yang mengirim pesan padamu sampai kau senyum-senyum tidak jelas seperti orang gila?" tanya Samudera, suaranya rendah dan serak.

"Bukan siapa-siapa, cuma teman!" jawab Carmen cepat, jantungnya mulai berdegup kencang.

"Teman yang memberimu nomor ponselnya tanpa diminta? Atau teman yang sudah kuperingatkan untuk kau jauhi?" Samudera kini sudah berdiri di sisi tempat tidur, menatap Carmen dengan tatapan yang seolah bisa menembus bantal tempat ponsel itu disembunyikan.

"Om, kamu berlebihan! Kak Farrel cuma kasih resep kesehatan buat aku. Kenapa sih Om sensi sekali sama dia? Padahal dia orang baik!"

Samudera tertawa sinis, sebuah tawa yang tidak mencapai matanya. "Baik? Carmenita, kau terlalu lugu untuk memahami predator. Dan aku tidak suka milikku diganggu oleh tangan-tangan amatir seperti dia."

"Aku bukan barang milikmu, Om! Kita cuma terikat pernikahan ini karena..."

"Karena kau sedang mengandung anakku!" potong Samudera tegas. Ia membungkuk, menumpukan kedua tangannya di sisi tubuh Carmen, mengurung wanita itu dalam jarak yang sangat intim. "Dan sebagai suamimu, meskipun kau lebih suka memanggilku Om, aku punya hak penuh untuk mengatur siapa saja yang boleh berinteraksi denganmu."

Samudera mengulurkan tangannya ke balik bantal Carmen. Dengan gerakan kilat, ia merampas ponsel tersebut sebelum Carmen sempat mencegahnya.

"Kembalikan, Om! Itu privasiku!" seru Carmen panik, mencoba meraih ponselnya.

Namun, Samudera justru menjauhkannya. Matanya membaca deretan pesan yang terus masuk dari Farrel. Rahangnya mengeras. Tanpa kata, ia menekan tombol power dan mematikan perangkat itu sepenuhnya.

"Malam ini, kau tidak butuh ponsel," ucap Samudera sambil memasukkan ponsel itu ke saku celananya. "Kau butuh tidur. Dan kalau aku melihatmu berhubungan dengannya lagi, aku tidak akan segan-segan memindahkan mu ke rumah yang tidak memiliki akses internet sama sekali."

Pagi itu, sinar matahari yang masuk melalui kaca mobil mewah Samudera terasa gerah bagi Carmen. Bukan karena AC yang mati, tapi karena hatinya yang sedang mendidih. Sepanjang perjalanan dari rumah ke kampus, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Ia hanya menatap ke luar jendela dengan tangan terlipat di depan dada, mengabaikan keberadaan Samudera yang duduk di kursi kemudi.

​Carmen merasa harga dirinya diinjak. Bagi Carmen, ia mungkin hanya "istri rahasia" atau "keponakan" yang harus dijaga ketat. Tapi baginya, Farrel hanyalah teman biasa, sama seperti Dika dan Tino yang selama ini menjadi sahabat baiknya saat duduk di bangku SMP. Sikap protektif Samudera yang berlebihan sudah melewati batas kewajaran.

​Mobil berhenti tepat di depan gerbang kampus. Sebelum Carmen sempat membuka pintu, Samudera merogoh laci dasbor dan mengeluarkan ponsel Carmen.

​"Ini ponselmu," ucap Samudera dengan nada datar namun dingin.

​Carmen menyambarnya tanpa menoleh.

​"Hari ini aku tidak ada jadwal mengajar di kampus dan aku akan sangat sibuk sekali. Nanti saat kau pulang, akan ada sopir yang menjemputmu. Ingat, kau tidak boleh pergi ke mana-mana setelah jam kuliah selesai. Langsung pulang," tegas Samudera lagi.

​Carmen hanya menghela napas panjang, sebuah desahan lelah yang sengaja ia perdengarkan. Tanpa menjawab, tanpa pamit, apalagi mencium tangan layaknya seorang istri yang berbakti, ia melepas seat belt dan keluar begitu saja. Pintu mobil ditutup dengan dentuman yang cukup keras, meninggalkan Samudera yang terpaku menahan amarah.

​Samudera menggeram. Ia menginjak pedal gas hingga ban mobil berdecit di aspal, melesat pergi meninggalkan area kampus dengan emosi yang meledak-ledak.

​'Kalau Om bersikap seperti ini terus kepadaku, jangan harap aku akan nurut dengan semua perkataan dari Om!' ancam Carmen dalam hati sambil menatap sinis mobil yang menjauh itu.

​Sementara itu, di dalam mobilnya, Samudera benar-benar kehilangan kendali diri. Ia memukul kemudi berulang kali hingga urat-urat di tangannya menonjol tajam. Sial! Mengapa wanita kecil itu begitu sulit diatur? Mengapa dia harus membela pria lain di depanku?"

​Sesampainya di kantor, aura Samudera benar-benar mencekam. Karyawan yang menyapa hanya dibalas dengan tatapan tajam yang membuat mereka ciut. Di ruang rapat, suasana menjadi seperti medan perang.

​"Apa-apaan laporan ini? Kalian kerja pakai otak atau tidak?! Masalah kecil seperti ini saja tidak becus!" bentak Samudera sambil menggebrak meja, membuat beberapa staf di sana tersentak kaget.

​Bayu, asisten setianya, hanya bisa mengurut dada. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tuannya hari ini berubah menjadi singa yang kelaparan. Setelah rapat selesai dan semua staf kabur keluar ruangan, Bayu memberanikan diri masuk ke ruang kerja pribadi Samudera.

​"Tuan," panggil Bayu pelan. "Ada apa sebenarnya? Perusahaan sedang dalam kondisi sangat stabil. Masalah kecil tadi biasanya tidak pernah membuat Anda semarah ini."

​Samudera duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan kepalanya sambil memijat pelipis yang terasa berdenyut. "Bagaimana aku tidak kesal dengan Carmen, Bayu! Dia seolah sengaja membuatku marah. Dia dan Farrel terlihat begitu akrab, bahkan aku sampai diabaikan di meja makan. Aku sudah seperti obat nyamuk di rumahku sendiri!"

​Bayu terdiam sejenak, lalu sebuah senyum tipis yang sulit diartikan muncul di wajahnya. Ia menggelengkan kepala pelan.

​"Itu artinya Tuan cemburu. Tuan cemburu karena Non Carmen dekat dengan Farrel!"

​Deg!

​Jantung Samudera seolah berhenti berdetak sesaat. Ia langsung menegakkan duduknya, menatap Bayu dengan mata membelalak. "Apa? Aku cemburu? Jangan ngaco kamu, Bayu! Argh... sudahlah, kita tidak usah membahas ini lagi! Cepat siapkan jadwal pertemuan dengan klien dari Singapura!"

​Bayu hanya mengangguk patuh dan melangkah menuju pintu. Namun sebelum benar-benar keluar, ia bergumam pelan, hampir tak terdengar.

​'Ck, Tuan ini benar-benar sudah memiliki perasaan pada Non Carmen, tapi kok bisa sih? Bukankah selama ini Tuan Samudera hanya menganggap Non Carmen sebagai putrinya sendiri? Aish... cinta memang bisa membuat orang menjadi gila. Dari benci jadi cinta, dari paman jadi suami yang posesifnya minta ampun.'

​Di dalam ruangan, Samudera mencoba fokus pada layar laptopnya. Namun, bayangan Carmen yang tersenyum pada ponselnya, pada pesan dari Farrel, terus menari-nari di pikirannya, membuat konsentrasinya hancur berkeping-keping.

​"Cemburu?" gumamnya pelan pada diri sendiri. "Tidak mungkin. Aku hanya... menjaga asetku. Ya, itu saja." Namun, hatinya tahu bahwa alasan itu hanyalah kebohongan besar.

Bersambung...

1
Rusmini Mini
jgn bilang mumpung Samudra blm tua jd produksi anak jln terus /Grin//Grin/
thankyou thor /Pray//Pray//Pray//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: sama-sama kak🙏
terimakasih juga sudah mengikuti kisahnya sampai akhir 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
ternyata pelakunya orang terdekat😖
Patrick Khan: ho.o kak
total 4 replies
Patrick Khan
haaaaa terkejut q.. apa benar smw ini
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Rusmini Mini
kokoh kan cintamu di hati Carmen dgn kuat agar hati Carmen tdk meragu pd hatimu ....
Rusmini Mini
Amanda penjahat berkedok sahabat....
ternyata diam diam mencintai Samudra
Patrick Khan
pak Dani dapet opo mbeloh bgt ke tiara🤣🤣🤣
Patrick Khan
visual farel meresahkan mata q yg jelalatan ini🤣🤣🤣😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Patrick Khan
om nya kyk gitu q mw deh😁
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: apalagi aku kak, mau banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Inooy
cerita nya aq sukaaaaa banget, d tambah othor nya super duper ramah..berasa ketemu teman lama saking care nya ka othor ama pembaca 😍🥰❤️❤️❤️❤️..apalagi cerita nya g belibet alur nya jelas, walaupun bab nya pendek tp cerita nya runut g loncat2..daaaann ka othor nya g pernah mengeluhkan ini itu 🥰
makasih kaka cerita nya, smoga sehat selalu dn tetap berkaya 🤗🥰😍❤️❤️❤️❤️
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍😊
total 3 replies
Inooy
akhir nya happy ending juuuuga...
makasih ka El cerita nyaa, walaupun sempet esmosih tp om Sam berhasil bwt aq happy 🤭...meskipun bab nya pendek tp tidak mengurangi keindahan cerita nya kaa, aq suka buanngeeet 👍👍😍❤️❤️
Inooy: sama2 ka Eel..
total 4 replies
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor

novel ini membuktikan pikiran picik wanita pemuja pebinor

author dan reader sama saja
lihat pelakor dilaknat habis habisan sedangkan pebinor diperlakukan lembut
para pelakor dibinasakan dan pebinor bebas begitu saja (pikiran picik author tidak tega menghukum pebinor)

koment reader2 membuktikan wanita2 munafik
*ketika ada pelakor mereka akan koment laknat habis habisan giliran pebinor Farrel mereka tidak berani koment pedas, bahkan mereka membela kelakuan Farrel

lelaki pemuja pelakor itu lelaki munafik
wanita pemuka pebinor itu wanita munafik

dan novel karya author ini sangat membuktikan author nya pemuja pebinor
*pelakor dilaknat dan dibinasakan
*sedangkan Farrel jelas ikut andil dalam kejahatan itu bebas begitu saja

Thor selama kau melaknat pelakor tapi kau begitu lembut pada pebinor itu saja kau menunjukan sifat aslimu pemuja pebinor

dan pemuja pebinor dan pemuja pelamor itu adalah wanita atau lelaki jablay yang kesetiaan diragukan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: anda sebagai pembaca berhak menghakimi novel yang anda anggap sangat mengecewakan, tapi anda tidak punya hak untuk menuduh seseorang seperti itu apalagi mengatai "Jablay" itu suatu penghinaan buat saya, belajarlah menghargai orang lain, mengkritik boleh, tapi tahu batasnya. ingat bahwa tuhan itu tidak pernah tidur, setiap kata-kata anda yang menyakitkan, suatu saat akan berbalik pada diri anda sendiri. saya maafkan perkataan anda. saran saya, bijaklah mengkritik karya orang, bukan menghujat penulisnya.
total 4 replies
Juriah Juriah
ini yg aku suka dari author Eli priwanti bab nya ga terlalu banyak dan ga menggantung juga jln crita di selesaikan dan berakhir dengan bahagia.. trimakasih buat crita bagus nya kak semangat trus buat menulis crita" Baru nya yg lebih bagus kak💪🙏🙏
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah 🤲
terimakasih atas semua dukungannya, kak 🙏😊🥰
total 1 replies
neny
terima kasih kak othor telah menyajikan cerita yg bagus,dan mudah dipahami,,semoga karya2 kak othor sukses selalu,,Ditunggu cerita2 selanjut nya,,Semangat💪😘
neny: sama2 kak😘
total 2 replies
neny
seneng deh happy ending,,kebahagian itu datang krn diciptakan,,dlm rmh tangga itu hrs ada kepercayaan,keterbukaan,dan saling memahami,,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak👍
total 1 replies
neny
tuh kan,,mencintai tdk harus memiliki,,smg dng ada nya kerikil2 kecil ini akan menguatkan cinta kalian🥰💪
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: aamiin
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah happy ending, ceritamu bagus bgt thor ga bertele2 sat setdan yg aku suka othornya gercep balesin komen mslah ikutan bercanda, top markotop untuk othor dan sehat selalu ya thor dan di tunggu novel berikutnya
Inooy: samaan qta teeh,,ada sih beberapa othor yg mengapresiasi komenan para pembaca nya..tp tidak se-care ka El, kadang2 cuma d like aj itu pun g smua komenan qta d like..klo ka El smuuuuaa d komenin selain d like jg, jd aq ngerasa d hargai banget teh...
ka El hampir sama dengan ka Rara RD, sampe2 ka Rara mah minta ketemuan gara2 saling komen 🤭..sayang nya g sempet terealisasikan krn kesibukan ka Rara 🥹
total 6 replies
Nar Sih
ending yg bagus kak ,dan di tunggu karya selanjut nya juga makasih bnyak udah kasih cerita ini 🙏😍😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍😊
total 8 replies
Rais Raisya
alhmdulilah akhir yg bahagia 🙏
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak, sudah mengikuti kisahnya sampai akhir 🙏
total 1 replies
Inooy
benar kata om Sam Caar,,siapa pun pasti akan sakit mendengar orang yg qta cintai pernah suka ama orang lain dn itu tidak bisa d pungkiri..terlebih lebih orang yg d suka nya ibu sendiri, pasti perasaan jijik yg akan qta rasakan..tp d balik itu smua kamu harus percaya perasaan om Sam skarang terhadap kamu Car,,karena masa lalu tetaplah masa lalu yg g akan berubah..tetapi yg qta jalani masa skarang, jd percayalah ama om Sam jangan percaya orang lain Car...dn lebih baik lg klo ada masalah bicarakan langsung ama om Sam, biar g terjadi kesalahpahaman.....ingat kamu lg hamil, kamu g boleh banyak mikir ini itu!!
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: setuju kak👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!