NovelToon NovelToon
Gairah Satu Malam Wanita Dewasa

Gairah Satu Malam Wanita Dewasa

Status: tamat
Genre:Berondong / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:466.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sopi_sopiah

Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.

Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!

Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.

Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.

Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tiba didalam kamar, seperti kebiasaan Mateo pada umumnya tas asal lempar, celana yang dipakai asal buka pokoknya semua yang Mateo lakukan ketika masuk kamar selalu sukses menyulut emosi Claire.

"Teo!" teriaknya.

"Apa?" dengan hanya mengenakan boxer sementara atasan dan celananya sudah dia lemparkan entah kemana.

"Apa tidak kau itu rapih sedikit? Apa-apa main lempar, kau ini sejenis manusia macam apa si?"

"Memangnya kenapa? Toh nanti ada pelayan kalau memang kakak sebagai istri tidak mau membereskannya, tidak perlu teriak begitu!"

"Kau itu selalu saja membantah, padahal perbuatanmu itu jelas salah!"

"Memang semua yang aku lakukan itu selalu salah kan Dimatamu?" tanya Mateo.

"Aku capek Teo, kau itu seorang suami tapi tingkahmu seperti anak SD!"

"Kak Claire kenapa si? Sedikit-sedikit ngeluh aku beginilah aku begitulah, apa kakak tidak bisa santai saja begitu menjalani hidup?"

"Santai kau bilang, karena datang ke rumahmu ini aku jadi harus tidur dengan laki-laki macam dirimu, hidupku hancur dan tanpa arah, sekarang ditambah lagi hidup denganmu seperti di neraka!"

"Kalau begitu kenapa tidak meminta laki-laki lain saja yang meminta pertanggungjawaban, toh aku tidak merasa melakukan itu padamu! Sana, cari ayah dari anak yang kau kandung?"

"Masih untung aku mau bertanggungjawab!" katanya lagi.

Kenapa mendengar kata-kata Mateo terasa sangat menyakitkan sekali, seperti aku adalah wanita yang tidak bernilai sama sekali dan terpaksa dia nikahi karena seseorang telah menjebaknya.

Melihat kedua mata Claire berkaca-kaca, Mateo sadar jika perkataannya barusan sungguh keterlaluan! Tapi sebelum Mateo meminta maaf, Claire sudah pergi meninggalkan kamar.

"Ahh ****!!! Kenapa juga aku berkata begitu,"

Buru-buru Mateo kembali memakai pakaiannya untuk menyusul Claire yang pergi entah kemana.

Saat keluar kamar, Claire sudah masuk kedalam lift untuk menuju lantai satu rumah mewah itu. Mateo pun buru-buru masuk kedalam pintu lift sebelahnya dan menuju lantai satu.

Saat Claire sudah keluar lift dan menuju pintu utama rumah, Mateo pun keluar dari lift satunya dan segera berlari mengejar Claire.

"Kak Claire tunggu!" kata Mateo.

Akan tetapi Claire sudah menangis karena mendengar ucapan Mateo tadi, diraihnya tangan Claire oleh Mateo.

"Kak aku minta maaf, tadi aku terpancing emosi!"

"Lepaskan aku,"

"Ayolah jangan seperti anak kecil tidak diberi jajan, seperti itu saja ngambek,"

"Apa kau bilang?" tanya Claire rasanya setiap kata yang terucap dari bibir Mateo selalu saja membuatnya makin emosi.

"Tidak, aku tidak bilang apa-apa! Sudahlah, aku minta maaf untuk ucapanku dikamar, kita masuk kedalam rumah ayo!"

"Kau saja sana, aku mau pergi,"

"Mau pergi kemana? Kabur?"

"Sudah tau nanya,"

"Sepertinya disini aku yang jauh lebih dewasa daripada kau, katanya kau itu Miss perfect dan dewasa masa bertengkar begini saja malah kabur,,"

"Pokoknya lepaskan tanganku, aku tidak sanggup lagi berada satu ruangan denganmu, ataupun menghirup satu oksigen yang sama denganmu!"

"Kalau mau pergi ayo aku antar, tapi aku tidak bisa biarkan kau pergi sendirian,"

"Aku merasa lebih aman sendirian,"

"Dasar wanita kepala batu!" kata Mateo.

"Apa katamu!"

Digendongnya tubuh Claire oleh Mateo, membuat Claire memukul-mukul dada bidang Mateo.

"Lepaskan aku beruang kutub!"

"Oh ayolah, badanku tidak seperti beruang kutub! Tubuh kekar begini masa disamakan dengan beruang kutub!"

Mateo terus menggendong Claire sampai membuat pelayan yang melihat tingkah keduanya senyum-senyum sendiri, memang selalu bertengkar terus dan tidak pernah akur, tapi justru malah terlihat romantis dimata orang yang melihat keduanya.

Barulah setelah berada didalam lift untuk kembali kelantai empat rumah itu, Mateo menurunkan Claire. Langsung dipukul-pukulnya lagi dada bidang Mateo oleh Claire, membuat Mateo memegangi kedua tangannya kemudian menghimpit secara perlahan tubuh Claire hingga mentok dengan sisi kanan lift tersebut.

"Sekali pukul, satu ciuman bayarannya!" kata Mateo.

"Dasar beruang me sum,"

"Karena aku me sum seperti apa katamu, jadi satu kali pukulan aku anggap itu permintaan untuk sebuah ciuman, bagiamana? Masih mau pukul?" tanya Mateo.

Dilepaskannya kedua tangan Claire oleh Mateo, kemudian pintu lift pun terbuka lebar.

Ting.

Claire pun bersikap tenang lalu lebih memilih untuk segera keluar dari lift, akan tetapi saat Mateo yakin jika Claire tidak lagi mau memukulnya karena takut atas ancaman ciuman itu, Claire pun memukul punggung belakang Mateo kemudian berlari kencang menuju kamarnya.

"Rasakan itu!" teriak Claire.

"Hei kau, awas ya!"

Mateo mengejar Claire hingga masuk kedalam kamar dan tubuh sintal Claire pun tertangkap dari belakang, ternyata Claire pelari yang payah dan Mateo pelari handal.

"Kena kau ya!"

"Oke, oke Teo aku minta maaf!"

"Oh apa? Maaf? Tidak bisa, sudah aku katakan diawal bulan, satu pukulan itu artinya satu ciuman,"

"Tidak, aku tidak memukul tadi, aku hanya menyentuh!"

Diangkatnya tubuh Claire oleh Mateo hingga keduanya naik keatas ranjang dengan Mateo yang berada diatas tubuh Claire.

Tadinya keduanya sama-sama niat bercanda, Claire bercanda memukul Mateo dan Mateo pun bercanda akan menciumnya, tapi saat keduanya berpandangan dalam situasi sedekat ini baik Claire maupun Mateo sama-sama berhenti tertawa dan salah tingkah.

Sadar jika dibawah sana sudah mulai menggeliat liar, Mateo pun turun dari atas tubuh Claire.

"Maaf kak, aku tidak serius kok!"

"Ya, aku tau! Kita kan memang sedang bercanda, sudahlah aku mau mandi,"

"Hmm, ya sudah!" kata Mateo.

Claire buru-buru pergi ke kamar mandi, sementara Mateo yang melihat kondisi barang-barangnya memang berantakan, mulai merapikan tas yang tadi dia lempar kesembarang arah. Diambilnya lagi tas, sabuk, dan lain-lain ditaruhnya oleh Mateo ke tempat yang sudah disediakan.

Saat selesai mandi, tiba-tiba saja Claire merasa ingin sekali makan eton mess desert yang terbuat dari krim, meringue, dan strawberry.

Keluar dari dalam kamar mandi, terlihat barang-barang yang menjadi pemicu pertengkaran dirinya tadi dengan Mateo sudah rapih tidak berantakan dilantai.

"Apa mungkin tadi ada pelayan yang merapihkan? Tidak mungkin juga Teo yang merapihkan itu!" gumam Claire.

Terlihat Mateo sedang duduk bersandar disofa sambil memangku laptop dikedua pahanya. Melihat Claire sudah keluar dari dalam kamar mandi.

Mateo pun menutup layar laptopnya, kemudian menghampiri Claire yang baru saja membuka lemari pakaiannya.

"Kak,"

"Hmm,"

"Kau sedang ingin makan sesuatu?"

Sebenarnya iya, tapi Claire sangat gengsi terbuka pada Mateo apalagi dia bukanlah sosok suami idaman pada umumnya mana mungkin dia bisa diandalkan.

"Tidak kok,"

"Jangan bohong, kita cari makanan yang kau mau ya? Nanti bayi kita penasaran jika tidak dituruti," sambil memegang perut Claire yang masih rata.

"Teo, tidak perlu repot-repot lagipula ini kan bukan anakmu,"

"Tidak apa-apa santai saja, aku akan mandi dulu sebentar nanti kita cari makanan yang kau mau,"

Heran deh kadang gontok-gontokan, kadang juga akur begitu!!! Tapi lebih banyak berantemnya daripada akurnya.😀😀😀😀

Emang dasar keturunan keluarga Limson, masih muda aja udah gampang banget mancing itu lobak bangun, padahal cuma sentuhan dikit langsung aja bangun.

1
ayu cantik
bagus
Rita Juwita
bagus thor.. /Good//Good/
SariRani
👍🏻
Linda Antikasari
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Mateo pelakunya ya 😔
Dewi Ansyari
Jadi degdegan siapa pelakunya
Dewi Ansyari
Astaga 🤦🏻
Safa Almira
yey
Warningsih Ningsih
kok udah tamat sih lagi seru seru 😔😔😔
🌺Ulie
Luar biasa
bhunshin
udah tamat ja padahal kurang mau lagi ah🤭🤭🤭🤭mana Thor
bhunshin
kasihan si teo Claire udah Napa kasih jatahnya🤭🤭🤭
bhunshin
tuh kan sudah ku duga itu si Mateo pelakunya 🤭🤭🤭
bhunshin
duh jadi kau yg deg degan
bhunshin
OMG bikin ser seran/Awkward//Awkward/
bhunshin
sepanjang aku membaca novel yg beraneka ragam judulnya baru kali ini nemuin nama ticia...wiiiihhhhh imut bgt ticia ticia 😍
bhunshin
pasti si teo panas dingin🤣🤣🤣
bhunshin
ah pasti itu si teo pelakunya emng dasar mabok kg inget apa²
bhunshin
si teo lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!