NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5—Kembali Pulang

[Urkrena-Formazh]

Wujud Asal

Yuofan mengambil sebuah kotak kecil yang terjatuh ketanah. Kotak itu adalah Istana Kesunyian yang kini sudah kembali kebentuk awalnya. Ia kemudian memasukkannya kedalam tas yang ia bawa.

“Apa kau tak memiliki teknik pengobatan?” Tanya Yuofan sembari melihat luka ditangan nya.

Wuzu menarik nafasnya dalam, “Kau kira aku ini dewa penyembuhan? Tidak ada yang seperti itu!”

Yuofan pun mengangguk mengerti, ia kemudian memeriksa sekitarnya kembali. Kali ini ia berjalan cukup jauh dari tempat sebelumnya, seperti apa yang dialami sebelumnya memang disana sepertinya tidak ada apapun lagi selain pepohonan, bahkan sungainya ia tak melihatnya disana. Walau begitu ia terus berjalan, tanpa dibekali pengetahuan tentang tempat ini. Ia berjalan sembari mengamati dinding jurang yang jika terus di lihat-lihat ia semakin miring.

Ia pun menyadari bahwa jika ia terus berjalan mencari kemiringan yang pas, maka ia bisa memanjat jurang ini. Walau mungkin ia akan memakan waktu cukup lama untuk hal itu.

“Ah, repot.” ucap Wuxu yang mulai mengerti apa yang sedang dipikirkan bocah itu. “Kau tahu, sepengamatan ku untuk menemukan sisi lain jurang ini sangatlah jauh. Kau lihat saja seberapa dalam jurang ini, bahkan hutan ini lebih luar dari kekaisaran terdekat sekali pun.”

Yuofan tersenyum tipis, ia kemudian menancapkan pedang itu ketanah dan melipat kedua tangannya didepan dada. “Begitu, ya? Kalau begitu, bagaimana cara tercepat untuk keluar dari sini?” wajahnya terlihat penuh tanda tanya, bersiap mendengar penjelasan dari iblis itu.

“Ha…” Wuxu menghela nafas, menyadari bahwa ia kembali di tipu oleh bocah kecil di hadapannya. “Dengan menggunakan teknik ku. Tetapi karena kau tidak memiliki energi qi maupun energi iblis, jadi kau bisa memakai mutiara itu.” lanjutnya dengan ketus, tetapi dalam hatinya ia sendiri sudah tak sabar untuk pergi dari jurang tersebut.

“Nama teknik ini adalah Kryvra Temnara — Sayap Kegelapan,” ujar Wuxu dengan tenang. “Untuk menggunakannya, kau harus menjaga fokus setinggi mungkin, karena teknik ini menuntut kendali yang sangat halus. Sedikit saja konsentrasimu goyah, kau bisa kehilangan keseimbangan dan terjatuh.” Ia berhenti sejenak, memastikan Yuofan memahaminya.

“Sedangkan, untuk melepaskan energi dari mutiara itu jangan memaksanya keluar. Cukup rasakan keberadaannya di dalam tubuhmu. Sadari denyutnya dan alirannya, maka energi itu akan merespons dengan sendirinya.” lanjutnya yang langsung diangguki oleh Yuofan.

Yuofan menutup kedua matanya, mencoba merasakan keberadaan mutiara yang sebelumnya ia telan. Di dekat ulu hatinya, ia merasakan suatu aliran energi yang halus namun jelas. Awalnya hanya seperti denyut samar, tetapi semakin ia fokus, semakin terasa keberadaannya. Energi itu tidak diam, ia bergerak perlahan, menyebar mengikuti jalur-jalur di dalam tubuhnya. Yuofan tidak mencoba memaksanya, ia hanya mengikuti arahan yang diberikan Wuxu sebelumnya, yaitu merasakan keberadaannya, menyadari alirannya, dan membiarkannya bergerak dengan sendirinya.

Beberapa saat kemudian, energi itu mulai menjalar lebih jauh. Dari pusat di dadanya, aliran itu bergerak menuju bahu, lalu turun ke punggungnya. Rasanya tidak menyakitkan, hanya sedikit berat, seperti ada sesuatu yang perlahan terbentuk di sana.

Yuofan membuka matanya, ia berusaha tetap menjaga pikirannya tetap tenang, berusaha mempertahankan fokus seperti yang telah diingatkan oleh Wuxu. Sedikit saja pikirannya terpecah, ia bisa kehilangan kendali atas energinya.

Perlahan tapi pasti, aliran energi itu semakin lama semakin jelas. Saat ini di punggungnya, dua arus energi mulai berkumpul dan melebar ke samping, membentuk bayangan gelap yang samar.

Awalnya bentuknya tidak stabil, hanya seperti kabut tipis yang bergerak mengikuti samar-samar. Ia tidak terburu-buru, dengan teratur ia menyesuaikan aliran energi itu dan perlahan mengarahkannya seperti seseorang yang belajar menggerakkan anggota tubuh baru. Sedikit demi sedikit, bayangan gelap itu menguat. Dari kedua sisi punggungnya, terbentuk dua sayap panjang yang tersusun dari energi hitam pekat. Permukaannya tidak padat seperti bulu sungguhan, melainkan seperti lapisan bayangan yang bergerak lembut mengikuti arus energi di dalam tubuhnya.

Yuofan, dengan bola mata membesar dan sudut bibi yang terangkat tinggi melirik sayap yang terbentuk di punggungnya. “Wahh! Ini sangat gila!”ucapnya dengan rasa senang yang meledak didadanya.

“Heh! Baru begitu saja sudah senang, coba kau terbang sana. Bisa atau tidak?” Tanya Wuxu dengan nada merendahkan.

Yuofan dengan perlahan mencoba untuk mengepakkan sayapnya nya itu. Sayap itu bergerak walau hanya perlahan, dengan intonasi yang pas Yuofan terus menggerakkannya hingga ketika mendapatkan momentum yang tepat, ia mengepakkan sayap itu dengan sekali hentakan yang kuat. Hal tersebut tentu membuat dirinya langsung terangkat keatas.

“Hei, hei, hei. Ini bagaimana cara menyetabilkan nya?!” Yuofan berbelok kesana dan kemarin terhembus oleh angin.

Karena panik, Yuofan tidak benar-benar mengendalikan gerakan sayapnya. Setiap kali ia mengepakkannya, ia melakukannya dengan hentakan yang terlalu kuat. Hal tersebut tentu tidak membuatnya menjadi stabil, tubuhnya justru tersentak ke berbagai arah. Angin dari kepakan sayap itu mendorongnya naik, tetapi juga membuat tubuhnya terombang-ambing tanpa kendali.

Beberapa kali ia hampir kehilangan keseimbangan di udara. Sayap hitam di punggungnya bergerak terlalu cepat, tidak mengikuti ritme yang tenang seperti yang seharusnya. Meski begitu, dorongan dari kepakan yang kuat itu tetap mengangkat tubuhnya semakin tinggi. Tanpa sadar, ia telah melewati tepi jurang yang sebelumnya sulit ia capai.

Daratan yang seharusnya menjadi tempatnya mendarat sudah berada di bawahnya. Namun Yuofan baru menyadarinya ketika tubuhnya sudah terlanjur melampauinya. Ia mencoba mengurangi kepakan sayapnya, tetapi pikirannya yang semakin panik justru membuat aliran energi di dalam tubuhnya menjadi tidak stabil. Fokusnya pun menjadi kacau, dalam kekacauan itu, aliran energi dari mutiara yang menjaga bentuk sayap tersebut tiba-tiba terputus.

Bayangan sayap di punggungnya menghilang dalam sekejap. Tanpa penopang apa pun, tubuh Yuofan langsung jatuh dari udara dan menghantam salah satu batang pohon dengan keras. Ia pun tersangkut disana, walau sakit akhirnya ia bisa bernafas dengan lega karena tidak lagi terombang-ambing di langit.

Wajah Yuofan terlihat memucat, dan beberapa saat kemudian…

“Huekk…” cairan yang ada dalam perutnya dikeluarkan dalam satu muntahan.

“Huahahahahah! Lihat bocah ini! Rasakan itu dasar bocah sialan!” Wuxu tertawa kegirangan melihat penderitaan Yuofan. Pedang hitam itu terlihat berguling-guling ke kiri dan ke kanan, menandakan jiwa didalamnya benar-benar menikmati momen ini. Tetapi beberapa saat kemudian tiba-tiba pedang itu terdiam, ikut merasakan mual yang dirasakan oleh bocah itu.

“Dasar rubah bodoh…” Yuofan terkekeh dengan lemas. Ia kemudian menuruni pohon itu dengan perlahan.

“Sialan! Tanganku rasanya semakin sakit. Ini semua salah mu!” Yuofan meniup kedua tangannya yang semakin melebarkan lukanya.

“Haa?!” Wuxu berteriak kesal karena disalahkan secara tiba-tiba. Tetapi Yuofan tidak menanggapi nya dan segera berjalan menuju gua tempatnya tinggal.

1
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!