Niat baik berubah menjadi petaka bagi Raisa, bagaimana menolong pria asing malah membuatnya dinikahkan secara paksa oleh warga yang mengira mereka berbuat asusila. Meski berkali-kali mencoba menjelaskan namun warga yang kolot tidak mempercayai apa yang Raisa dan Bryan katakan hingga mau nggak mereka menikah dengan terpaksa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Sama
Sesampainya di lokasi, banyak sekali rombongan yang juga liburan di tempat yang sama termasuk Bryan dan juga teman-temannya.
Raisa terus menatap Bryan dengan tatapan kesalnya, ternyata kemarin meminta uang pada papanya untuk pergi kesini sampai mengambinghitamkan dirinya.
"Jadi demi datang kesini tega mengambinghitamkan aku untuk mendapatkan uang," batin Raisa.
Tak hanya Raisa, Bryan juga menatap Raisa yang menggandeng Devan dengan erat namun dengan segera Bryan membuang tatapannya.
Setibanya di lokasi, Devan meminta Raisa untuk istirahat di villa kecil yang telah di sewa oleh kelompoknya.
"Kamu istirahat dulu, kalau lapar di dalam tas aku ada roti," pesan Devan.
"Kamu mau kemana?" tanya Raisa.
"Aku keluar dulu sama teman-teman," jawab Devan.
Awalnya Raisa ingin ikut namun Devan melarangnya dengan berbagai alasan sehingga mau nggak mau Raisa menurut dan istirahat di kamar.
Devan pergi dengan kelompoknya berpesta, dirinya yang kesal dengan Raisa sengaja menyuruh Raisa untuk istirahat di kamar.
Kebetulan tempat mereka berpesta api unggun satu area dengan Bryan.
"Mana gebetan kamu Devan?" tanya teman Devan.
"Di villa," jawab Devan.
"Kok nggak kamu ajak," sahut teman Devan lainnya.
"Ogah, aku pikir dengan mengajaknya aku nggak usah mengeluarkan uang, tapi nyatanya dia malah bokek alias ga punya uang," timpal Devan.
"Menyesal tau nggak ngajak dia," sambungnya.
Bryan yang di dekat situ sedikit banyak mendengar perkataan Devan, dia sungguh kesal dengan Devan yang memanfaatkan cinta wanita untuk kepentingannya.
"Bodoh sekali kamu Raisa," batin Bryan.
Satu jam telah berlalu, Raisa yang boring memutuskan untuk keluar kamar dia berjalan melewati deretan villa kecil.
Tiba-tiba sebuah tangan memegangi tangannya.
"Ayo pulang," ajak Bryan.
"Apa maksud kamu Bryan?" tanya Raisa dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Sekarang pulang atau aku adukan sama papa kamu," ancam Bryan.
Raisa yang takut kalau aduan Bryan berdampak ke jatah uang bulanannya pun akhrinya menurut, dia segera kembali dan mengambil tas miliknya, keadaan yang sepi membuatnya langsung naik mobil Bryan tanpa takut ada yang melihat.
"Kamu keterlaluan Bryan, baru satu jam yang lalu aku baru sampai kenapa kamu ngajakin aku pulang?" protes Raisa.
"Aku tuh menyelamatkan kamu dari serigala berbulu domba, melindungi kamu dari kutu kupret yang berbahaya," balas Bryan.
Mendengar jawaban Bryan membuat Raisa mengerutkan alisnya menatap heran Bryan.
"Apa maksudnya?" tanya Raisa.
Bryan lebih diam tidak menjawab pertanyaan Raisa karena percuma juga memberi tahu kenyataan pada orang bucin.
"Daripada ada masalah saja," jawab Bryan.
Raisa semakin kesal lagi-lagi dirinya merasa kalau pernikahannya dengan Bryan sungguh membuat hidupnya sial, hingga harus mengorbankan perasaannya pada Devan.
"Devan maafkan aku yang meninggalkan kamu," batin Raisa.
Tiga jam berlalu, mobil Bryan sudah sampai di rumah, tanpa mengambil tas bajunya Raisa langsung turun dan meninggalkan Bryan dengan barangnya.
"Aku benci pernikahan ini," teriaknya.
Raisa ingin lepas dari pernikahan yang mengekangnya, dia bisa gila jika terus begini tinggal dengan lelaki seperti Bryan.
Dengan perasaan yang tak menentu Raisa tidur hingga tengah malam dirinya harus terbangun karena mengalami mimpi buruk.
"Papa!" teriaknya.
Raisa bangun dengan keringat yang mengucur deras padahal suhu udara di kamarnya rendah.
Rasa takut membuatnya berlari keluar, dia menuju kamar Bryan dan langsung menggedor pintu.
Bryan yang hanya memakai CD saja tidak sadar dan langsung bangun untuk membukakan pintu.
"Ada apa sih!" gerutu Bryan karena tidurnya terganggu.
Melihat Bryan yang hanya memakai CD tentu membuat Raisa berteriak.
Aaaaaaaa
"Bryan kenapa kamu tidak memakai baju," teriak Raisa.
"Suka-suka aku dong, ada apa sih!" tanya Bryan.
"Bryan aku takut, bisa nggak kamu tidur di ruang tamu atau depan kamar aku gitu, please." Mata Raisa memohon pada Bryan.
Tentu Bryan menolak keinginan Raisa untuk tidur diluar.
"Males," kata Bryan.
Brak
Bryan menutup pintu kembali lalu tidur mengabaikan Raisa yang ketakutan diluar.
"Bryan! awas kamu ya! jadi laki nggak guna banget," teriak Raisa.
Karena Bryan tak kunjung membukakan pintu, Raisa kembali ke kamarnya rasa takut karena mimpi buruk membuat Raisa tidak bisa tidur hingga waktu subuh datang. Tepat pukul empat Raisa baru memejamkan matanya.
Pagi datang dengan cepat, Bryan yang merasa kalau tidurnya sangat singkat terganggu dengan suara ponselnya yang berdering.
"Ada apa sih pa." Bryan langsung protes pada papanya karena mengganggu dirinya yang tengah asik bermimpi dengan artis barat paling seksi Angelina Jelly.
"Papa dan mertua kamu akan berkunjung siang nanti, kamu jangan lupa bersih-bersih rumah," kata Papa dalam sambungan telpon.
"Astaga papa, kenapa disini terkesan aku yang istrinya, kenapa sih nggak om Anton saja yang menelpon Raisa memintanya untuk bersih-bersih," protes Bryan.
"Sudahlah Bryan jangan protes kan bisa kalian lakukan berdua, katanya kamu mencoba untuk mencintai Raisa, pasti rela dong untuk bersih-bersih," sahut Papa.
"Tugas suami itu bekerja pa bukannya bersih-bersih rumah." Bryan terus saja protes sehingga membuat papanya kesal.
"Memangnya kamu kerja, bukankah kamu masih meminta uang pada papa," ucap papa.
Papa Bryan tidak ingin anak semata wayangnya terus protes, yang dia ingin nanti saat dia dan Pak Anton berkunjung rumah anaknya tidak seperti kapan pecah.
Bryan yang kesal melempar ponselnya ke kasur lalu pergi keluar untuk membangunkan Raisa.
Raisa yang ketakutan membiarkan pintu kamarnya terbuka tentu Bryan langsung masuk saja.
Bryan mencoba membangunkan Raisa namun Raisa enggan untuk bangun mengingat subuh dirinya baru saja tidur.
"Oh jadi nggak mau bangun," gumam Bryan.
Tangan Bryan tergerak untuk menggelitik telapak kaki Raisa hingga Raisa yang kegelian menendang Bryan hingga terjatuh dari atas tempat tidur.
"Aaaaa, wanita brengsek," umpat Bryan.
Raisa bangun dengan terganggu bangun dengan kesal dan saat melihat Bryan yang hanya memakai CD ditambah ada yang berdiri membuat Raisa lagi-lagi berteriak.
"Bryan kamu ini ca-bul sekali, pagi-pagi kenapa bisa seperti itu si burik," teriak Raisa.
"Sekali lagi kamu panggil milik aku si burik, aku buat kamu merasakannya," ancam Bryan.
Raisa membayangkan milik Bryan dan miliknya saling bertemu dan ini membuat Raisa berekspresi ingin muntah.
Seketika tangan Bryan mengusap wajah Raisa yang menurutnya lebay.
"Udah nggak usah drama dan nggak udah membayangkan yang tidak-tidak, sekarang siap-siap," kata Bryan.
"Kemana?" tanya Raisa.
"Akting menjadi suami istri yang paling bahagia sedunia, bersih-bersih dan masak berdua," jawab Bryan.
"Karena para papa akan datang," sambungnya lalu berjalan keluar.
Raisa memukul mukul kasur karena kesal lalu dia membayangkan lagi milik Bryan dan miliknya bersatu.
"Astaga ga ke bayang aku, tapi aku masih heran dengan bentuknya kenapa nggak sama seperti bentuk yang ada di pelajaran biologi ya." Raisa bermonolog dengan dirinya sendiri.
othor nya kocak nih 🤣🤣
selamat buat rafi dn amanda🌹🥰
buat Gilang... jodohmu masih d pending sama kak el... sabar y🤭😂😂
sukses dn semangat buat kak el... sehat2... semoga karyamu selalu menjadi favorit para readers👍💪🥰😘😘😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹🌹
d tunggu cerita berikutnya😉❤
auto pusing atas bawah tu rafi🤭😂😂😂
rafi somplak
astaga rafi... jadi pingin nampol tu mulut😔