NovelToon NovelToon
Sahara In Love

Sahara In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:597.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Sequel 'Daddy, I Love you!'

"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara

"Kamu"

"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara

Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detiknya dia kembali menjawab.

"Senyum kamu"

Ya, bagi Arjuna segala hal tentang diri Sahara adalah hal yang paling dia sukai.

Sahara gadis kecilnya yang pada akhirnya berhasil dia miliki.

Sahara istri tercintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 : Pria dimasa lalu

Katanya jantung kamu akan berdebar dengan begitu cepat ketika sedang bersama orang yang kamu cintai dan tadi malam Sahara telah merasakannya, berada di dalam pelukan Arjuna membuat jantungnya berdetak dengan begitu cepat. Dia mengakui kalau Arjuna telah membuatnya jatuh cinta, tapi sekali lagi Sahara belum mau menjalin suatu hubungan dia hanya merasa nyaman dengan semuanya.

Meskipun Sahara tidak bisa melarang Arjuna untuk tidak berdekatan dengan wanita lain, tapi dia tetap takut untuk memulai sebuah hubungan. Fikirannya selalu menyimpulkan banyak hal buruk yang membuat Sahara merasa takut.

Bagaimana kalau hubungan itu tidak berhasil?

Bagaimana kalau mereka putus lalu bermusuhan?

Bagaimana kalau hubungan mereka malah memburuk ketika menjadi sepasang kekasih?

Bagaimana kalau salah satu diantara mereka ada yang berkhianat?

Setiap kali Sahara ingin menerima Arjuna pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi fikirannya, dia bingung dengan dirinya sendiri. Namun Arjuna yang selalu mengatakan bahwa dia akan tetap menunggu membuat Sahara bahagia meskipun rasa takut kehilangan selalu dia rasakan.

Apalagi bukan sekali dua kali Arjuna akan dijodohkan oleh keluarganya, teman baiknya Anjani mengatakan bahwa orang tua Arjuna selalu memaksa pria itu agar mau bertemu dengan anak dari rekan kerjanya.

"Ra"

Suara panggilan Arjuna membuat Sahara tersadar dari lamunannya dan mendongak untuk menatap pria disampingnya.

"Sudah sampai." Kata Arjuna

Mengedarkan pandangannya kesekeliling Sahara baru sadar jika dia sudah sampai di depan butiknya. Tadi pagi Arjuna memang memaksa untuk mengantarnya berangkat karena mobil Sahara berada di bengkel sekarang dan karena paksaan dari Arjuna serta keinginan orang tuanya akhirnya Sahara mengalah.

"Aah maaf aku melamun." Kata Sahara sambil mengusap tengkuknya

"Tidak papa"

"Yaudah aku pergi ya Kak? Sekali lagi terima kasih dan maaf kalau merepotkan." Kata Sahara membuat Arjuna menghela nafasnya pelan

Dia sangat tidak suka jika Sahara mengucapkan kata maaf karena Arjuna sama sekali tidak merasa direpotkan bahkan dia sendiri yang menawarkan bantuan.

"Ra aku senang melakukan ini jadi berhentilah berterima kasih apalagi minta maaf." Kata Arjuna

Tersenyum kecil Sahara yang baru saja ingin membuka pintu mobil Arjuna tiba-tiba menghentikan aktifitasnya dan berbalik menatap pria itu lalu mengatakan hal yang membuat senyum Arjuna mengembang.

"Kak nanti kita makan siang bersama ya?" Kata Sahara sambil tersenyum manis

"Aku akan datang menjemput kamu." Kata Arjuna membuat senyuman Sahara semakin mengembang lebar

"Hati-hati di jalan." Kata Sahara

Setelah benar-benar keluar Sahara melambaikan tangannya dan ketika mobil Arjuna sudah meninggalkan butiknya barulah dia melangkahkan kakinya ke dalam butik. Saat bertemu para pegawainya Sahara tersenyum manis dan seperti biasa ketika dia hampir memasuki ruang kerjanya Diandra akan datang.

"Kak"

"Apa lagi Ra sekarang?" Tanya Sahara sambil melangkahkan kakinya kedalam

Mengikuti atasannya itu ke dalam Diandra mengatakan hal yang membuat senyuman Sahara memudar, setelah satu masalah selesai sekarang datang lagi.

"Sepertinya akan ada masalah untuk produksi pakaian kita Kak." Kata Diandra

"Kenapa bisa ada masalah? Bukannya kita sudah bicara kalau semua akan selesai tepat waktu Ra?" Kata Sahara dengan sedikit kekesalan

"Akan ada keterlambatan bahan Kak tadi aku dapat telpon dari pabrik katanya bahan yang kita pesan kemungkinan akan datang terlambat." Kata Diandra

"Kenapa bisa begitu? Kita sudah bicarakan juga kan ketika pemesanan?" Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh asistennya

"Lalu kenapa bisa terlambat? Astaga tidak bisakah sehari saja semua berjalan dengan lancar?" Kata Sahara

"Aku akan coba bicara lagi...."

"Sudah biar aku saja yang bicara dengan mereka sekarang kamu sambungkan dulu telponnya kesana." Kata Sahara memotong ucapan asistennya

Mengangguk faham Diandra segera menelpon dan ketika panggilan sudah tersambung diserahkannya kepada Sahara. Setelah panggilan itu tersambung Sahara mulai bicara dengan mereka dan selama pembicaraan itu bisa terlihat jelas raut wajah Sahara yang sedang menahan emosinya.

"Iya saya tau, tapi saat pemesanan kami kan sudah bicara dan kalian juga sudah setuju lalu kenapa harus ada keterlambatan disini?" Tanya Sahara

Diandra sama sekali tidak tau pembicaraan apa saja yang dilalui atasannya itu, tapi cukup lama Sahara berbicara di telpon.

"Kalau bahan datang terlambat maka semua pekerjaan saya juga akan terhambat!" Kata Sahara geram

Kembali berdebat di telpon setelah merasa kekesalannya semakin bertambah Sahara memutuskan panggilan itu secara sepihak lalu meminta Diandra untuk keluar dari ruangannya.

"Ra kamu keluar saja aku mau melanjutkan sketsa yang kemarin." Kata Sahara yang sekarang sedang sibuk membuka tasnya

Mengangguk faham Diandra berbalik dan melangkahkan kakinya keluar, tapi sebelum membuka pintu Sahara kembali berbicara.

"Ra kalau sudah selesai pemotretan minta Kak Gibran untuk datang ke ruangan aku ya?" Kata Sahara

"Iya Kak"

Setelah Diandra benar-benar keluar dari ruangannya Sahara menghela nafasnya panjang lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Memang dia bahagia ketika usahanya sudah berhasil dan banyak yang memujinya, tapi Sahara juga terkadang lelah dengan masalah atau kesalahan yanh sesekali datang.

Tadi malam dia mencoba untuk menyelesaikan sketsanya, tapi baru setengah karena dia sudah sangat mengantuk. Mungkin kalau keluarganya atau Arjuna tau dia akan dimarahi habis-habisan apalagi tadi malam Sahara baru tertidur pukul tiga.

Sekarang Sahara baru merasakan dampaknya kedua matanya terasa sangat berat, tapi dia harus segera menyelesaikan sketsanya ditambah lagi dia harus memikirkan masalah bahan.

Astaga kepalanya mau pecah.

¤¤¤¤

Sekali lagi Arjuna merasa mood nya telah hilang begitu saja ketika orang tuanya menelpon dan meminta dia untuk datang makan siang bersama rekan kerjanya, tapi Arjuna langsung menolak dengan mengatakan bahwa dia sudah ada janji. Sangat menyebalkan ketika kedua orang tuanya itu terus memaksa untuk menjodohkannya padahal sudah berkali-kali juga Arjuna mengatakan bahwa dia tidak mau dan tidak akan mau.

Dia tidak perduli jika orang-orang mengatakan bahwa dia adalah budak cinta yang selalu menurut pada Sahara, dia tidak perduli sama sekali. Semua yang dia lakukan untuk Sahara adalah keinginannya bukan permintaan Sahara dan perlu dicatat juga dia sama sekali tidak sedih karena tidak memiliki hubungan apapun dengan Sahara.

Mungkin mereka tidak tau, tapi sejak dulu Sahara selalu menjaga perasaannya dia tidak pernah lagi dekat dengan pria selain keluarganya dan Arjuna.

Ya, Sahara benar-benar melakukannya.

Bahkan ketika tanpa sengaja dia melihat Sahara bersama seorang pria Sahara langsung menjelaskannya saat mereka bertemu.

Sahara juga mencintainya Arjuna sangat tau.

Tapi, orang-orang sok tau itu suka mengambil kesimpulan sendiri.

Saat ini Arjuna sedang berada di ruang kerjanya memeriksa laporan keuangan yang baru saja dikirimkan oleh kantor cabang tadi malam. Sebenarnya hampir jarang ada masalah serius yang dia hadapi selama restorannya berdiri dan Arjuna sangat bersyukur karena kepalanya tidak harus pusing.

Ceklek

Dibukanya pintu itu bersamaan dengan dua orang pria yang masuk kedalam ruangannya.

"Ngapain?" Tanya Arjuna sambil mendongakkan kepalanya dan menatap kedua pria itu malas

Bara dan Bryan teman baik Arjuna yang baru saja datang itu langsung mendudukkan dirinya di ruang kerja Arjuna.

"Maen"

"Gabut"

"Harus banget kesini?" Tanya Arjuna malas

"Yaelah Jun gitu amat sama temen sendiri." Sindir Bara

"Lo berdua kalau kesini selalu ganggu sih." Kata Arjuna jujur

Bukan mengganggu secara langsung memang, tapi biasanya dua orang itu akan datang ke kantornya lalu bermain game berdua dan saling memaki di akhir permainan.

Tentu saja itu mengganggunya.

"Jun katanya angkatan si Anjani besok malam bakal reunian ya?" Kata Bryan memulai obrolan

"Hmm Jani juga udah bilang." Kata Arjuna dengan mata yang masih fokus ke layar komputernya

"Gak takut Jun?" Tanya Bara membuat Arjuna mendongak dan menatapnya dengan bingung

"Takut apaan?" Tanya Arjuna

"Kalau reuni kan otomatis Sahara bakal ketemu sama cinta pertamanya dia, lo juga pasti tau siapa orangnya." Kata Bara

Mengangguk singkat Arjuna juga baru menyadari hal itu tentu saja dia sangat tau siapa orang yang dimaksud Bara.

Kevin cinta pertama Sahara.

"Bukannya dia lagi di Belanda?" Tanya Arjuna berusaha tenang

"Udah balik kali Jun dari seminggu yang lalu." Kata Bryan

"Ohh"

"Cuman Oh doang tanggapan lo? Jun asli lo gak takut apa kalau Sahara bakal direbut sama dia lagi? Semua juga tau Jun gimana sukanya Sahara sama itu cowok." Kata Bara gemas

Ya, semua orang juga tau betapa sukanya Sahara dengan pria bernama Kevin itu mungkin kalau Kevin tidak melanjutkan kuliahnya di luar mereka akan berpacaran.

Tapi, sekarang Arjuna juga tidak tau harus bereaksi seperti apa seandainya mereka bertemu dan perasaan Sahara kembali maka perasaannya hanya akan sia-sia.

"Ya harus gimana? Perasaan Sahara mungkin sudah berubah sekarang." Kata Arjuna yang masih tidak yakin dengan ucapannya sendiri

"Jangan biarin Sahara sama dia Jun." Kata Bryan

"Dia brengsek kalau lo mau tau." Tambah Bara

Menanggapinya dengan gumaman tanpa teman-temannya itu minta dia juga tidak akan membiarkan Sahara jatuh kedalam pelukan Kevin.

Setidaknya Arjuna yang sudah berjuang bertahun-tahun ini harus berhasil mendapatkan cintanya kan?

Dia tidak mau kalah, lagi.

¤¤¤¤

Memasuki waktu makan siang berkali-kali Sahara melirik ponselnya mencari pesan masuk dari Arjuna, tapi pria itu sama sekali tidak mengirim pesan setidaknya Sahara harus tau kan dia akan datang atau tidak. Sekarang Sahara sudah cukup lapar karena pagi tadi dia hanya makan sedikit selain itu tenaganya yang terkuras cukup banyak membuat perutnya keroncongan.

Saat Sahara sedang sibuk melihat-lihat chat nya dengan Arjuna tiba-tiba saja terlihat tulisan sedang mengetik di atas sana dan hal itu membuat Sahara langsung keluar dari room chat nya dengan Arjuna. Menunggu pria itu mengetik dengan tidak sabaran senyum Sahara mengembang dengan lebar ketika sebuah kalimat sudah masuk ke dalam ponselnya.

Aku sudah di luar Ra

Setelah mengetik kata tunggu di sana Sahara bergegas mengambil ponselnya dan keluar dengan terburu-buru untuk menghampiri Arjuna yang menunggu dia di luar sana. Saat memasuki mobil milik Arjuna keduanya saling melemparkan senyuman.

"Mau makan dimana?" Tanya Arjuna sebelum melajukan mobilnya

"Terserah di resto Kakak juga gak papa." Kata Sahara

Mengangguk faham Arjuna memilih untuk membawa Sahara ke restoran miliknya karena jaraknya yang cukup jauh sehingga dia akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Sahara. Selama perjalanan keduanya hanya diam dengan ditemani iringan musik yang mengalun dengan pelan.

Hari ini Arjuna sangat menikmati kebersamaannya dengan Sahara bahkan sedari tadi dia sesekali melirik wanita itu lalu tersenyum tanpa alasan. Saat keduanya sampai senyuman Sahara mengembang lebar dia sangat suka dengan masakan-masakan di restoran milik Arjuna.

"Mau makan apa?" Tanya Arjuna ketika mereka memasuki restorannya

"Mau ayam bakar minumnya jus alpukat." Kata Sahara dengan semangat

Mengangguk faham ketika dia memasuki restorannya para pegawai Arjuna menyapa dan menatap Sahara sebentar lalu tersenyum kepadanya. Setelah duduk dan mengatakan pesanannya mereka berdua duduk berhadapan di bangku dekat jendela.

"Ra"

"Hmm"

"Besok malam kata Anjani kalian mau ada acara reuni ya?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara

"Nanti kamu berangkatnya sama Jani ya? Biar aku antar kalian berdua." Kata Arjuna

Menatap Arjuna untuk sesaat Sahara mengangguk patuh dan tidak lama setelahnya pesanan mereka datang membuat senyum Sahara mengembang lebar, dia sudah sangat lapar.

"Makannya pelan-pelan aja Ra masih ada banyak waktu kok." Kata Arjuna mengingatkan yang ditanggapi dengan anggukan olehnya

"Selamat makan! Kakak juga harus makan jangan liatin Ara terus." Kata Sahara membuat Arjuna tertawa ketika mendengarnya

Selama memakan makan siang keduanya sama sekali tidak bicara dan setelah semua makanan di meja habis barulah mereka kembali mengobrol.

"Aku suka sekali makanan disini." Kata Sahara membuat senyuman Arjuna mengembang lebar

"Benarkah? Kalau begitu aku akan sering-sering bawakan kamu makan dari sini saja." Kata Arjuna

Selama ini dia memang selalu membeli makanan di luar dari pada membawa makanannya sendiri ketika akan bertemu Sahara di kantornya. Terkadang dia selalu membawa makanan karena Sahara yang sering kali lupa makan dan ketika dimarahi akan menjawab bahwa dia malas keluar.

Alasan malas keluar itu yang membuat Arjuna sering membawakan makanan ke butik Sahara bukan karena diminta, tapi Arjuna sendiri yang mau melakukannya.

"Ra"

"Iya? Kenapa? Aku makannya berantakan ya?" Tanya Sahara panik dengan segera dia membuka tasnya dan mencari kaca yang selalu ia bawa

"Bukan Ra." Kata Arjuna sambil menggelengkan kepalanya pelan

Tidak perduli Sahara tetap memperhatikan wajahnya di kaca dan setelah benar-benar merasa penampilannya tidak ada masalah dia kembali menatap Arjuna.

"Kamu sudah cantik tidak perlu bawa kaca kemana-mana." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan malas

"Harus bawa Kak setiap habis makan aku harus lihat lagi wajah aku, oh iya terus Kakak mau ngomong apa tadi?" Kata Sahara sambil menatapnya dengan penuh rasa ingin tau

"Katanya Kevin sudah kembali dari Belanda ya?" Tanya Arjuna yang membuat senyuman Sahara langsung memudar

Kenapa Arjuna harus menanyakannya?

"Hmm lalu kenapa?" Tanya Sahara berusaha bersikap biasa

"Tidak, cuman mau tau aja." Kata Arjuna

Menghela nafasnya pelan Sahara tidak tau pria dihadapannya ini tidak suka mendengarnya bahkan Sahara dapat melihat perubahan ekspresi Arjuna.

"Aku tidak suka dia lagi." Kata Sahara cepat

Menatap Sahara yang sekarang sedang mengalihkan pandangannya ke arah lain membuat Arjuna merasa begitu bahagia.

"Benarkah?" Tanya Arjuna memastikan

"Emm beberapa hari yang lalu dia ajak Ara ketemu, tapi Ara tidak mau." Kata Sahara tanpa mau melihat Arjuna

Semakin tersenyum dengan lebar Arjuna merasa begitu gemas dengan Sahara sekarang dan perkataan wanita itu juga membuatnya bahagia.

"Kenapa tidak mau?" Tanya Arjuna penasaran

Menatap Arjuna dengan galak Sahara merasa kesal karena pria itu terus saja bertanya dan membuatnya semakin merasa malu juga salah tingkah.

"Kenapa Kakak kepo sekali sih?!" Kata Sahara membuat Arjuna tertawa kecil

"Aku kan hanya bertanya Ra kalau kamu tidak mau jawab tidak papa." Kata Arjuna santai

"Ayo antarin Ara lagi." Kata Sahara berusaha menghentikan pembahasan ini

Mengangguk singkat Arjuna kembali mengantarkan Sahara ke butiknya dan sekali lagi selama perjalanan mereka hanya diam dengan musik yang sama menemani perjalanan mereka.

Namun, ketika sampai Arjuna tidak begitu saja membiarkan Sahara pergi dia menahan wanita itu untuk sesaat lalu mengatakan suatu hal yang ditahannya.

"Aku hanya takut kehilangan kamu Ra"

Mengusap lembut rambut hitam Sahara tatapan mata Arjuna begitu dalam dan lembut.

"Mendengar pria itu kembali membuat aku takut kalau kamu akan kembali menyukai dia dan meninggalkan aku"

Terdiam sambil menatap matanya Sahara sama sekali tidak pernah berfikir untuk meninggalkan Arjuna, dia tidak akan kembali untuk orang yang sudah meninggalkannya.

Sahara hanya akan bersama orang yang selalu ada disisinya.

"Kita memang tidak memiliki hubungan apapun Ra, tapi tetap saja aku takut kehilangan kamu." Kata Arjuna

Kali ini tangan Arjuna beralih mengusap pipi Sahara membuat wanita itu menatapnya dengan senyuman lalu menggenggam erat tangan Arjuna di pipinya.

Kemudian mengatakn kalimat yang membuat Arjuna merasa begitu bahagia.

"Aku tidak akan meninggalkan Kakak"

Tidak akan

Iya

Tidak akan

Sahara tidak akan pernah meninggalkan Arjuna karena hatinya sudah menjadi milik pria itu sejak lama.

¤¤¤¤

Sebentar lagi akan ada pemeran baru nihh😌

1
ione
Luar biasa
maylinda
Sahara or Dafa ??
maylinda
arjuna
maylinda
bukannya psiko lebih tepatnya sosiopat karena kalau psiko dia tidak bisa merasakan kasih sayang dan cinta tapi kalau sosiopat masih bisa merasakan rasa salah. kenapa pikir kayak pintu masih masuk dalam golongan sosiopat
Sisca Afrianty
suka bgt...aq malahan baca crta gibran dluan
Sarah
Aku mau komen2 ceritanya tpi udah lambat banget, jdi tinggal like2 ada dehh😅
Sarah
Aku lambat bangattt baca ceritanya, yg ketemu duluan malah ceritanya Vina ama Ziko. Emang penasaran bnget harap2 ada ceritanya Ara, tau2nya emang ada ceritanya...

Suka bnget pokoknya Thorr😇
Semangat terus 💪
Che han
next KK... msh kangen ma happy family...🤭🤭
Che han
tapi Q suka..🤭🤭✌️
Che han
deg_ degan bacanya 🤭🤭
Che han
so sweet...🥰
Che han
S'7...,🥰
Zeni Destia Ningsih
aku baru tau ada cerita ara😏ketinggalan baca kan, padahal aku udah baca yang twinss, kan jadi ngga seru masa baca twinss dewasa dulu baru baca kakanya😭sebelum cerita ara ini ada cerita apa Thor yang berhubungan sama keluarga manja ini
Yani Sugondo
aku bacanya excited bnget thoooor
Felisha Almaira
ada rencana apa ne Kevin?awas aja macam macam😡😡😡
Felisha Almaira
akuhhhhh....setuju Juna ma Ara...
Felisha Almaira
wanita manapun kalo dapt perhatian dan perlakuan Kya gitu lama lama jg bakal luluh...wlu td nya gak ada cinta...tp brjalan nya wktu malah sangat sangat cinta nanti nya
Felisha Almaira
cie..cie ...ara neh malu malu mau .. kalo jauh kangen kalo dket sebel...😊😊😊 tar kalo pergi nyariiin...
Felisha Almaira
dr temen jdi demen kyak Vina ziko....👍👍👍
Felisha Almaira
aku mmpir k cerita si twin dulu Thor...dr situ penasaran ma crta dr Ara ma Daddy Daffa...mkya mmpir deh..next bca obsession 😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!