Seorang pemimpin bernama Venzo yang mempunyai kerabat sebanyak 5 orang dan mereka memilki kemampuan masing masing bahkan mereka juga mendirikan sebuah markas khusus untuk menyimpan semua senjata saat menuntaskan segala tindak kejahatan.
Pembunuhan, pembantaian, penyiksaan, pelecahan terhadap wanita semuanya mereka babat habis sampai tidak tersisa.
Organisasi terbesar di Korea Selatan ialah Jopok, organisasi itu sangat di takuti dan di segani oleh semua orang tetapi Jopok hanya didirikan untuk memberantas segala kejahatan, memberikan keamanan pada dunia.
Walaupun mereka terlihat bringas dan sangar, malah membuat seorang wanita bernama Han Jeihi jatuh cinta pada sosok pemimpin bertubuh kekar yang tak lain Venzo.
Han Jeihi seorang wanita penghibur di salah satu bar Korea Selatan dimana dirinya sedang mengalami hal yang rumit untuk menyelamatkan diri dan keluarganya itu, gadis cantik berambut panjang dengan wajah yang begitu mempesona membuat lelaki jatuh cinta padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senjata Makan Tuan
...⚜⚜⚜...
Ley Fu menyeringai dari balik bibirnya seketika melihat Shin sudah berkeringat mengucur deras bahkan dia merasa puas sekali menjebak Shin melalui sentuhan tangan wanita yang bersamanya tadi. Yeap, wanita itu meletakkan sebuah cctv kamera kecil yang terpasang di balik kerah baju Shin makanya sedari awal Shin tidak mengetahui kalau dirinya sudah terjebak melalui kamera pengintai tersebut sebab itulah hasil kartu mereka terlihat sama persis.
Shin benar-benar geram sekali saat wanita itu mencopot kamera tersebut dari balik kerahnya sehingga ia menggeram seolah ingin bergerak menghantam mereka satu persatu serta gelak tawa yang terlontar dari mereka membuat Venzo berhenti dari langkahnya.
Venzo juga mendengar Ley Fu mengatakan hal demikian dan ia pun tersenyum kecil saat itu.
"Bos! apa kita habisi saja orang ini?" tanya wanita itu pula. "Tapi... Wajah tampan ini sungguh sayang sekali untuk di habisi," wanita itu menyentuh dagu Shin bahkan ia berkedip mata pada Shin.
"Singkirkan tangan kotormu dari wajahku!" geram Shin menepis kasar tangan wanita itu.
Plak
Seketika tamparan melayang ke pipi Shin.
"Sudah mau mati masih saja sombong," ucap wanita tadi merasa puas sudah membalas perkataan Shin barusan.
"Kau berani sekali menamparku!" teriak Shin mau bergerak berdiri tapi dia di tahan oleh pistol yang masih melekat di kepalanya.
"Ah, yasudah lah! kau urus cecunguk ini karena aku akan membawa keluar semua uang milik kita," kata Ley Fu santainya memasukkan semua uang ke dalam koper.
Klak
Suara pistol mulai terdengar di balik telinga Shin bahkan dia berharap akan ada yang menolongnya keluar dari maut itu.
Glup
Shin hanya terdiam menyaksikan semua uang miliknya yang sebentar lagi akan di bawa pergi oleh Ley Fu beserta bodyguardnya.
Whoooshh
Brukk
"Ahh..." Jeritan keras menggelegar di ruang casino serta benturan yang cukup kuat di lantai bahkan pistol yang sebelumnya ia pegang terlempar jauh.
Venzo merosot dari bawah kolong meja tempat sebelumnya mereka bermain serta secara gesitnya dia menjatuhkan satu lawan dengan sasaran yang tepat sekali hingga wanita itu jatuh terlentang kuat spontan tak bisa melakukan apapun lagi karena kaki panjang Venzo menekan bagian perut sang wanita pada injakan yang cukup menekan suaranya.
Bahkan Venzo mengeluarkan sebuah pistol dari balik badannya yang dia selipkan untuk persiapan jadi dia menempatkan pistolnya tepat di belakang kepala Ley Fu saat dirinya ingin melangkah membawa pergi uang itu, na'as Venzo lagi-lagi menggagalkan semua rencananya.
"Jangan ada yang bergerak dari sini," imbuh Venzo dengan santainya ia menoleh pada kedua bodyguard Ley Fu memberi peringatan.
Keduanya mengangkat tangan sementara Ley Fu terdiam membelakangi Venzo.
"Hei kau! kenapa masih saja duduk? apa kau sedang menonton drama asia?" lontaran itu membuat Shin tersadar dari lamunannya karena ia sempat menganga saat melihat kelincahan Venzo barusan untuk melumpuhkan lawannya.
"Maaf! maaf! aku hanya tidak menduga kau menolongku." Shin bangkit dari duduknya dan berulang kali bungkuk di depan Venzo.
Karena perbincangan itu salah satu bodyguard mengambil kesempatan untuk mengelabui mereka berdua lalu ia jongkok untuk berusaha meraih pistol yang terlempar dari tangan wanita tadi.
Bats
Buughh
Dhuakhh
Yeap, tendangan seribu bayangan melayang ke wajah bodyguard yang berani mengambil kesempatan saat dirinya sedang berbicara pada Shin padahal tubuh Venzo bergerak cepat tapi pistol masih terus melekat di kepala Ley Fu.
Prok
Prok
Tepukan tangan riuh dari Shin begitu kagum dengan kegesitan yang di miliki oleh Venzo karena dirinya saja tidak akan bisa melakukan hal demikian secara bersamaan.
Alhasil bodyguard yang kena hantaman dari Venzo tadi tidak sadarkan diri sebab ia seketika pingsan dan banyak mengeluarkan darah segar di bagian wajahnya.
"Cepat ambil uang itu." Venzo memberi aba-aba pada Shin agar tidak membuang waktunya hanya untuk melihat dirinya.
Shin langsung mengerti dan berlari ke arah Ley Fu.
Saat dirinya ingin merampas uang tersebut malah Ley Fu menahan koper itu dengan kuat.
Klakk
Bunyi pistol yang terdengar cukup jelas di balik kepala Ley Fu.
"Apa kau ingin mati sia-sia di sini?" tanya Venzo pula membuat Ley Fu keringat dingin. "Serahkan uang itu padanya! kau akan aku bebaskan," lanjut Venzo lagi bernada perintah dengan tegas.
"Kemarikan! ini hak ku yang sudah kau ambil," rampas Shin dengan kuat sampai koper itu terlepas dari tangan Ley Fu.
Koper berisi uang berhasil di rampas oleh Shin dan sekarang sudah berada di genggaman tangannya kini Venzo memberi perintah untuk Shin kembali dengan memberi isyarat menggerakkan jari telunjuk tangannya supaya Shin mundur dari hadapan Ley Fu dan mendekati dirinya.
"Dasar bede*ah!" teriak Ley Fu saat Shin berlari mendekati Venzo.
Door
Door
Sebuah tembakan berulang mengarah pada keduanya. Yeap, dengan gesit Venzo menghindar dengan melengkukkan tubuhnya kebelakang dan membuat Shin mengikuti gerakannya.
Peluru itu hampir saja mengenai Shin kalau saja Venzo tidak cepat menjegal kedua kaki Shin.
Bruk
"Ahhkkhh... Bokongku sakit sekali," teriak Shin pula saat dirinya terjatuh hingga terduduk kuat di atas lantai.
Venzo mulai menarik kerah baju Shin dan membawanya ke tempat yang aman untuk bersembunyi lalu Shin di geret seperti Venzo sedang menyapu lantai saja sungguh malang nasib Shin sudah jatuh dari pohon tertimpa tangga pula, itulah istilahnya.
"Di mana kalian bersembunyi? cepat keluar! aku tidak akan puas sebelum membunuh kalian yang sudah berani menantangku." Ley Fu berteriak dengan suara yang menggelar membuat telinga Shin berdengung.
"Kau terus di belakang ku! jangan kemanapun." Venzo berbisik pelan supaya suaranya tidak mengundang perhatian.
Salah satu bodyguard yang masih ada di samping Ley Fu sebelumnya ia juga di sergap oleh Venzo supaya tak bergerak kini ia melihat kepala Shin dari jauh lalu ia langsung mendekati telinga Ley Fu serta membisikkan bahwa mereka sedang bersembunyi dari jarak yang cukup dekat.
Ley Fu anggukkan kepala dan mulai bergerak perlahan sedangkan bodyguard tadi mengalihkan pandangan Venzo dari arah yang berlawanan sehingga mereka berfikir Venzo tidak mengetahui bahwa mereka menjebak dirinya juga Shin padahal Venzo sudah lebih waspada lagi dari mereka.
Door
Tembakan yang tepat sasaran mengenai lutut kaki bodyguard itu ia pun terjatuh seketika karena merasakan sakit yang teramat hebat sebab sebuah peluru masuk hingga menembus ke dalam tulangnya.
"Aaahhh," jeritan yang nyaring membuatnya merasa sungguh kesakitan.
Tentu saja Ley Fu bertambah geram dengan aksi yang di lakukan oleh Venzo itu namun ia bukannya mundur malah semakin maju untuk mendekati keberadaan mereka berdua.
"Keluar kalian dasar pengecut! berani sekali kalian bersembunyi di belakangku," berang Ley Fu pula semakin jengkel dan bringas terdengar ingin rasanya menghabisi nyawa Venzo dan Shin melalui pistol miliknya.
Ley Fu terus celingukan mengamati sekitarnya untuk memastikan keberadaan mereka dan tetap melangkah perlahan sambil memegang pistol di tangannya.
............
Next....
...Dunia Sang Mafia...
sukses thor karya² nya
ck ck takut kalah sampai ingin bermain curang