NovelToon NovelToon
Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Leogirl's

Keysa Indira Fidelya, gadis cantik dan kaya raya, menutupi latar belakang dan kecantikannya demi melarikan diri dari pernikahan. Ia pergi ke Kota B dan menjadi seorang mahasiswa yang berpenampilan culun dan tidak menarik sama sekali di sana.

Namun, tidak pernah disangka kalau hari pertama di kota pelariannya, Keysa akan bertemu dengan seorang pria paling disegani di Kota B. Seorang pria yang berani mencium paksanya sampai dua kali.

Devano G Mahardika, lelaki sombong, orang terkaya nomor satu di kota B, bahkan di Negara X. Lelaki yang menyebabkan Keysa marah karena telah berani menciumnya secara paksa dan terjadi konflik di antara mereka. Akan tetapi, Devano juga tanpa sengaja telah menyelamatkan Keysa yang sedang dalam masalah.

Dengan hal tersebut, cerita kedua insan ini dimulai, dari yang menantang banyak masalah, latar belakang kehidupan, permusuhan menjadi percintaan serta orang ke tiga juga mewarnai cerita kehidupan mereka.

*Cerita ini mengikuti Misi Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Noveltoon. Jika ada kesamaan dengan novel lain harap maklum, karena alur ditentukan oleh editor dan author hanya mengembangkannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

7

Keysa menatap bangunan luas yang akan menjadi tempat barunya menuntut ilmu. Keysa berdiri di depan bangunan itu dengan memakai kemeja lengan panjang dan dipadupadakan dengan celana jeans. Kacamata masih setia bertengger di depan mata serta rambut kepang satu menyempurnakan penampilannya yang biasa-biasa. Sungguh penampilannya itu jauh dari kata modis. Ia kembali menjadi si gadis jelek seperti yang dikatakan Devano.

Hari ini, hari pertama ia masuk ke universitas itu sebagai mahasiswa pindahan. Dengan semangat '45, ia pergi untuk melapor.

Setelah memberikan laporan dan mengumpulkan semua syarat untuk penerimaan mahasiswa baru, Keysa diantar oleh dekan langsung untuk menuju kelas bersamaan dengan seorang mahasiswa baru lain yang merupakan pindahan juga.

"Mahasiswa baru juga?" tanya Keysa kepada gadis yang berada di sampingnya, saat berjalan di koridor menuju ruang kelas.

"Iya." Gadis itu mengangguk.

"Perkenalkan namaku Keysa." Keysa mengulurkan tangannya dengan senyum yang mengembang.

"Adhisti biasa dipanggil Disti." Gadis bernama Disti itu membalas uluran tangan Keysa.

"Kita berteman, ya. Aku di sini belum kenal siapa-siapa," tutur Keysa, berharap Disti menjadi teman pertamanya di sana.

Disti pun mengangguk pasti, membuat Keysa secara spontan memeluk Disti seraya berterima kasih. Keysa yang memiliki sifat humble, membuatnya cepat akrab dengan orang. Sambil mengikuti Dekan yang mengantarkan mereka ke ruang kelas, Keysa dan Disti sesekali keduanya terlibat percakapan di sela-sela Dekan yang menjelaskan setiap ruangan yang mereka lewati. Sampai mereka tiba di ruang kelas dan Dekan pun menyerahkan Keysa dan Disti kepada Dosen yang sedang mengajar.

Dosen itu pun menyuruh Keysa dan Disti untuk memperkenalkan diri masing-masing di hadapan para mahasiswa. Setelah itu, keduanya dipersilakan untuk duduk di bangku kosong.

Keysa mengedarkan matanya mencari bangku kosong, hingga ia memilih bangku ke tiga yang sejajar dengan meja dosen. Namun, saat Keysa akan duduk seseorang dari bangku paling depan memanggilnya.

"Keysa," panggil seseorang yang duduk di bangku paling depan.

Keysa menoleh ke arah suara. "Kamu manggil saya?" tanya Keysa sembari menunjuk hidungnya.

Mahasiswa yang juga memakai kacamata tebal itu langsung mengangguk.

"Ada apa?" tanya Keysa lagi.

"Boleh tukar tempat duduk?" pinta lelaki itu.

Keysa tampak berpikir. Duduk di depan sepertinya lebih baik karena bisa menangkap pembelajaran dari jarak yang lebih dekat dengan dosen. "Boleh," ujar Keysa, menyetujui permintaan lelaki itu.

Bersamaan dengan itu, seseorang yang sedang tidur di belakang bangku Keysa terbangun karena suara berisik Keysa dengan lelaki berkacamata. Orang itu, meregangkan kedua tangan sambil mengangkat kepala yang semenjak tadi bersembunyi di atas meja.

"Apa sih berisik banget?" dumelnya sambil menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan, membentuk patahan. Hingga, matanya langsung membulat sempurna saat melihat orang yang sedang berdiri di depannya. "Kau?" ujar lelaki itu setengah berteriak, karena kaget.

Mendengar suara yang tak asing, Keysa langsung menoleh ke belakang. Ia juga tak kalah terkejutnya.

'Dia lagi, dia lagi. Ya Tuhan, kenapa dunia ini sempit sekali?' gerutu Keysa dalam hati, mendapati kenyataan orang yang duduk di belakangnya adalah Devano.

Seketika Keysa kembali membalikkan badan lagi.

"Kamu mau tukeran bangku, 'kan?" tanya Keysa kepada lelaki berkacamata yang sudah bersiap pindah karena tadi Keysa sudah mengiakan. "Sini! Kita tukeran." Keysa dengan mantap berjalan ke bangku paling depan.

Namun, bukannya berpindah tempat lelaki itu malah duduk kembali di tempatnya.

"Katanya mo tukeran bangku. Ayo, sana! Aku duduk di sini," ujar Keysa menghampiri si lelaki.

"Tidak. Aku duduk di sini saja," jawabnya seraya ketakutan dengan mata yang sesekali melirik ke belakang.

Ada yang tidak beres. Keysa menyadari itu. Ia lantas menoleh ke arah Devano. Sesuai prasangkanya, Devano tampak komat-kamit sambil menampilkan wajah menyeramkan dengan kedua tangan yang terkepal sempurna di udara. Devano mengancam lelaki berkacamata itu untuk tidak pindah bangku.

"Beneran gak mau tukeran?" tanya Keysa lagi memastikan.

"Enggak," jawabnya seraya menggeleng padahal Keysa sangat berharap, lelaki berkacamata itu mengatakan 'mau'.

Keysa pun membuang napas kasar, lantas kembali ke belakang duduk di depan Devano, dan Devano berseringai lebar atas keberhasilannya.

"Kalau mau kamu boleh tukeran tempat denganku." Tiba-tiba seseorang yang duduk di samping Devano menawarkan bertukar posisi.

Keysa menoleh ke arah orang itu yang tak lain adalah Ezra. Kata orang dunia itu hanya seluas daun kelor dan sepertinya kata-kata itu pantas diberikan kepada Keysa. Apalagi saat menyadari lelaki yang berada di samping Devano juga lelaki yang pernah ditemuinya.

Sementara itu, mendengar Ezra menawarkan jasa, Devano langsung melirik Ezra dengan mata yang membulat sempurna mengancam lelaki itu dengan tatapan tajam penuh intimidasi, tetapi Ezra mengabaikan tatapan Devano.

"Bagaimana?" Ezra malah bertanya lagi kepada Keysa, membuat Devano semakin geram.

Keysa memperhatikan bangku yang akan menjadi tempat duduknya, lalu beralih ke bangku Devano, selanjutnya beralih lagi ke bangku Ezra. Isi kepala gadis itu sedang memilih dan memilah, mempertimbangkan penawaran Ezra. Keysa yakin Devano pasti akan berbuat ulah.

'Kalau aku duduk di depan sulit bagiku tuk melihat pergerakkan lelaki aneh itu, tapi kalu duduk di bangku Ezra aku bisa mengawasi dan waspada kalau-kalau dia mau berbuat aneh,' pikir Keysa.

"Boleh, deh." Dengan senyum yang mengembang, Keysa pun menyutujui penawaran Ezra, lalu menghampiri lelaki itu.

Ezra pun berdiri meninggalkan tempat duduknya. "Selamat datang di kampus baru! Silakan duduk!" ucap Ezra. Dengan senyum yang mengembang, ia mempersilakan Keysa duduk. Sementara itu, matanya melirik Devano yang masih melotot sempurna.

"Makasih," balas Keysa dan langsung duduk.

"Selamat juga duduk bersampingan dengan Devano. Semoga betah dan berjodoh! Jangan berantem mulu, nanti kesambet setan benci jadi cinta, bahaya, lho," tutur Ezra agak keras agar terdengar oleh Keysa dan Devano. Sambil cengengesan, ia meninggalkan bangkunya dan duduk di depan Devano.

Mata Keysa langsung membeliak, mendengar ucapan Ezra. Ia lantas menoleh ke arah Devano dan sejurus kemudian membuang muka lagi. 'Amit-amit berjodoh dengan lelaki aneh itu! Lelaki tengil, semberono tak tahu diri.'

'Andai cuma ada satu wanita di dunia ini pun, ogah banget berjodoh sama dia. Dasar wanita jelek, cupu, enggak ada menarik-nariknya sekali. Melihatnya saja sudah membuatku ingin muntah.' Devano juga melirik Keysa, lalu membuka mulutnya seolah-olah akan muntah.

Mereka saling memaki satu sama lain.

1
Suardi Suardi
astaga naga.....🤣😂menghibur sekali beda dri cerita yg lain
Suardi Suardi
🤣😂🤣😂ngakak terus ka bela..
mutiyah wiyono
Kesya itu bego atau gimana, mau2 nya ditindas, gk cocok, seharuse jujur aja ke dev
Wulan Bahrain
udah kayak film india aja ini thor mah hadeuuhhhhh
Roseanne
Devano sifat manja ya kek laki kecilku🤣🤣
Juhrani Juhrani
bagus 👍👍👍
Alya Yuni
Mati aja kau Keysa jdi prmpuan jngn murahn
Alya Yuni
Kau murhan Keysa
ko Thor biar si Keysa mcm prmpuan murahn
Alya Yuni
Mkanya jdi prmpuan baik jngn prgi clube
msa si Thor suka sngat prgi clube
Eka Wati
Rumit
M'oiselle Caels
huhhhh zian.
M'oiselle Caels
masih narsis.
Azlina Ab aziz
Terima kasih kerana telah menghasilkan karya yang baik .Saya dr Malaysia juga dapat memahami gaya Dan bahasa penulisan..
Indri Ary
Lanjutannya kak lagi seru juga
Eghe
helikopter mati trus masih sempet terjun payung?? hahaha lucu gak masuk akal banget, ngada2 aja loe thot
Shee Chewe Leo Thea: maaf kalau banyak plot hole, Kak. kerangka cerita diberi oleh pihak NT, saya hanya mengembangkannya. 🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
Udah gak masuk akal ceritanya, ngelantur, apa susahnya ngebatalin taruhan klo udah tau devano curang? Aisshh, logikanya keman thor??
Eghe
ini keysa tolol apa bloon sih thor? gampang banget dibohongin musuh2nya, gak alea, ceryl, exel, udah tau mereka ular kepala 2, masih aja mao ikut diajak pergi
Eghe
mulai gak asik nih cerita pake masuk plot game, jadi gak seru gak nyambung dan bikin bosen bacanya
Lela
halu ini sihhhh🤣
Lela
memangnya bisa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!